Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Pria Bayaran

Terjerat Cinta Pria Bayaran

Kegagalan melupakan Megan membuat Saga terjerumus ke dunia pria panggilan bagi janda kaya. Reputasinya sebagai pemuas andal pun melambung pesat. Suatu ketika, Bella, seorang istri muda yang tidak pernah mendapat kepuasan batin dari suaminya, menyewa jasa Saga dengan tarif fantastis. Intensitas pertemuan yang tinggi justru menumbuhkan benih cinta di hati Bella terhadap Saga. Akankah Saga menanggapi perasaan kliennya atau tetap profesional dalam pekerjaannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kau puas?“ tanya Saga seraya memeluk tubuh seksi Helda.

"Cukup untuk saat ini," jawab Helda seraya mengalungkan kedua lengannya ke leher Saga.

"Bagaimana denganmu?“ tanya Helda menyadari jika Saga tak sampai klimaksnya.

"Di sini yang bertugas memuaskan itu, aku, Saga. Helda hanya sebagai penikmat saja,“ goda Saga sembari mengangkat tubuh Helda.

Mendapati perlakuan yang seolah memanjakannya, Helda pun tertawa riang seperti anak kecil yang tengah digendong ayahnya.

Helda memeluk Saga dengan erat. Lantas, Saga yang memang hasratnya belum sepenuhnya tersalurkan mulai menggoda Helda lagi. Saga membenamkan wajah berbulunya pada dada Helda yang memiliki bongkahan kenyal berisi itu. Wanita empat puluh lima tahun itu sepertinya pintar merawat diri. Sebab, seluruh anggota tubuhnya bagaikan gadis berusia dua puluh lima tahun.

Saga pun sangat puas dengan tubuh itu, pria yang usianya bertaut lima belas tahun lebih muda dengan Helga itu, tak pernah melewatkan sejengkal pun tubuh Helda untuk dijamahnya.

"Aku bisa on lagi, jika kau menggodaku seperti ini, Saga," lenguh Helda.

Wanita itu menahan suaranya, hingga membuat gairah Saga bangkit kembali.

"Kita harus bermain adil, Helda. Siapa yang akan memuaskan juniorku yang telah gagah perkasa ini? Hah?“ goda Saga seraya terus menggosok lembut jambangnya pada tengkuk Helda.

"Hentikan Saga! Bisa-bisa aku tidak ingin pulang jika kau terus mencumbuku," tepis Helda.

"Kenapa? Kau ada janji lain?“ tanya Saga.

Sepertinya pria itu harus rela menyelesaikan ritual kali ini dalam kondisi kepalang tanggung.

"Besok aku harus rapat ke luar kota, jadi malam ini aku harus menyiapkan semuanya. Sengaja aku menemuimu dulu, sebab aku tidak mau menahan rindu terlalu lama," jelas Helda.

"Kau punya pria lain. Ada pria lain yang akan menjamahmu, iya?" cecar Saga.

Nada bicaranya terkesan sedang cemburu. Padahal, keduanya sudah berkomitmen, jika tidak akan ada perasaan yang berarti di antara keduanya.

“Ayoklah Saga, bersikaplah profesional. Kau sendiri kan yang bilang jika kau hanya akan memuaskanku? Aku saja tidak pernah melarangmu untuk pergi dengan wanita lain," sergah Helda.

Wajah Saga mulai ketus. Lalu, dia menurunkan Helda dari gendongannya. Dia membiarkan Helda duduk di kasur. Jujur dalam hatinya, dia masih sangat ingin menikmati tubuh Helda. Tubuh yang selalu wangi dan bersih.

"Oke, baiklah, di sini kau bosnya," sahut Saga.

Pria muda berotot itu, berbalik badan dan pergi menuju kamar mandi. Yah, mungkin pada akhirnya dia harus menyelesaikannya secara mandiri.

“Jika kau mau pulang duluan, pulang saja! Malam ini aku akan tidur di sini, simpan saja uangnya di saku kemejaku!" pesan Saga tanpa menoleh ke arah Helda.

Helda yang menyadari kekesalan Saga pun merasa tak tega. Dia sangat tahu bagaimana rasanya jika sedang tinggi-tingginya, tetapi tak ada lawan untuk menyalurkan itu.

Helda melirik jam yang ada di dinding, setelah itu melempar tatapan lagi ke arah Saga yang semakin menjauh darinya. Merasa masih cukup waktu, Helda sedikit termenung, sampai dirinya melihat Saga hilang di balik pintu.

Helda tersenyum miring, bibir yang dipoles dengan merah delima itu tampak seksi dan anggun. Tak buru-buru dirinya pergi, hanya duduk dengan santai di kasur bersprei putih itu.

Sejurus kemudian, Helda bangkit dari duduk. Lalu dia berjalan mengendap-endap menuju kamar mandi. Wanita itu masih dalam keadaan telanjang bulat. Buru-buru dia membuka pintu kamar mandi yang tidak dikunci.

Lantas, dia masuk perlahan, menutup kembali pintu dan menguncinya. Sementara, Saga sama sekali tak menyadari kedatangannya. Mungkin tak terdengar oleh suara shower atau mungkin karena pria tinggi tegap itu tengah asyik bermain sendiri.

Helda membuka tirai pembatas. Sontak, Saga terkejut melihat Helda berada di sana. Tangannya yang sedang sibuk bermain pun seketika berhenti.

“Mau kubantu?" goda Helda seraya tersenyum manis.

Tanpa menunggu jawaban Saga, Helda masuk ke dalam area shower, lalu dia mendekatkan diri pada Saga. Membiarkan tubuhnya terguyur air hangat yang mengalir.

"Apa yang kau lakukan, katanya kau akan pulang?" tanya Saga.

“Setelah kupikir-pikir, aku tidak mau menyia-nyiakan lima belas jutaku hanya dengan bermain lidah," goda Helda seraya menggerayangi tubuh Saga.

"Tentu saja kau akan menyesal jika adikmu ini tak mendapatkan sentuhan juniorku, Sayang," sahut Saga.

Setelah saling menggoda, keduanya kemudian bercumbu penuh nafsu. Masih dalam guyuran Shower. Ketika Saga sudah tak tahan lagi, dia menghadapkan tubuh Helda ke dinding, menekannya hingga tubuh seksi itu menempel dengan dinding keramik putih.

Saga mulai mengarahkan batangnya yang sudah mengeras sedari tadi ke arah gua lembap Helda. Ditusukannya perlahan dari arah belakang. Tentu saja diiringi dengan erangan penuh gairah dari keduanya.

Saga mulai mendorong tubuhnya dan membuat batanya menembus gua Helda sangat dalam Helda merintih keenakan, bahkan pinggulnya sedikit meliuk tatkala merasakan nikmatnya cinta dari junior Saga.

Saga menaik turunkan tubuhnya teratur, lalu tangannya meremas bongkahan dada Helda seraya sesekali bermain dengan boba merah pucat, wanita cantik itu.

Lagi-lagi Helda merintih yang membuat Saga semakin bersemangat.

"Aah, eumh, ash, sh."

"Ssh, owh, ah, ah."

Keduanya saling bersahutan mengeluarkan suara pemersatu bangsa tersebut. Setelah bermain cukup lama dengan gaya tersebut. Helda sedikit menoleh ke wajah Saga yang berada tepat di samping wajahnya.

Helda menjulurkan lidah, memberikan kode pada Saga untuk mengulumnya. Tentu saja, itu bersambut dengan cepat.

Setelah puas bermain lidah, Helda pun berkata, "Aku ingin di atas.“

Saga pun mengangguk, lalu mencium bibir Helda dengan rakus. Dia mencabut juniornya sejenak.

Kemudian keduanya yang sudah basah kuyup itu mulai berpindah tempat menuju bathup. Saga mengi bathup dengan air hangat. Lantas, dia masuk lebih dulu dan duduk dengan kaki berselonjor, disusul Helda yang mendudukinya.

"Euumh."

Keduanya mendesah dengan nikmat saat alat tempur bertaut satu sama lain. Helda mulai bergoyang, membuat Saga pasrah karena rasa nikmat itu.

Perangai nikmat yang dipancarkan wajah Saga, membuat Helda tak kuasa bertahan. Apalagi, posisi itu membuat bagian di sana tersentuh dengan maksimal dan itu benar-benar membuatnya terasa di awan.

"Enak, Saga," racaunya.

"Heemh," sahut Saga.

"Helda, aku enggak tahan," rintih Saga.

"Argh, aargh, oowh."

Mendengar itu, Helda menggoyangkan pinggulnya lebih cepat lagi, lalu dinding rahimnya berdenyut kencang.

"Ah, Saga, aku keluar, Saga, tolong,“ racaunya seraya meraih tubuh Saga dan memeluknya dengan erat.

“Keluarkan, Sayang, terus,“ sahut Saga dengan napas memburu dan merasakan denyut dinding rahim Helda yang seolah menyedot batangnya.

Ritual pun selesai dengan ending yang membuat keduanya merasa puas. Saga memeluk tubuh seksi itu dan sesekali menekannya.

"Aargh,“ desah Helda.

Ya, Saga tahu jika dia menyukai hal tersebut. Memang tekanan itu terasa sangat enak ketika sesaat usai mencapai klimaks.

"Kau menyukainya?“

"Enak, Saga. Rasanya aku ingin memilikimu dan membiarkanmu setiap hari menyiksa adikku.“

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bekas Luka Ikatan yang Hancur
8.6
Tiga tahun Sinta lalui bersama Trisna, suami dingin yang tak pernah menganggapnya istri. Keadaan kian pahit saat cinta pertama Trisna kembali dan membawa surat cerai. Meski Sinta mengaku hamil, Trisna tetap bersikeras untuk berpisah. Sinta pun menyerah dan menandatangani surat itu di ranjang sakitnya. Namun, Trisna mendadak berubah pikiran. Ia kini bersimpuh memohon maaf dan berjanji akan berubah, meninggalkan Sinta dalam kebimbangan yang mendalam.
Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel Going Crazy
9.6
Marcel menceraikan Mikaela setelah mendapati anak kembar mereka tak sedarah dengannya. Demi mempertahankan rumah tangga, Mikaela membebaskan Ares dari penjara guna menyerahkan hak asuh anak-anak itu. Namun, duka mendalam menyelimuti Mikaela saat ayahnya wafat tiba-tiba. Kini ia berjuang agar Marcel menerimanya kembali, meski Marcel terus membandingkannya dengan Michelle, sang mantan istri sekaligus ipar. Akankah Mikaela berhasil atau justru hancur?
Sampul Novel Pelit Bin Medit
8.5
Hesti terjebak dalam pernikahan menyiksa bersama Pramono, suami yang luar biasa kikir. Jangankan nafkah layak, urusan belanja dapur pun dikendalikan penuh oleh sang suami. Hesti bahkan tidak memiliki uang pegangan karena seluruh gajinya dikuasai Pramono secara sepihak. Tanpa biaya perawatan diri atau kebebasan finansial, ia hidup dalam tekanan. Akankah Hesti bertahan menghadapi sifat pelit Pramono yang keterlaluan? Simak perjuangan hidupnya dalam kisah ini.
Sampul Novel Possessive Wife
8.3
Kehidupan pernikahan Ana berubah drastis setelah ia mengikuti Andra, suaminya yang berprofesi sebagai polisi, bertugas ke pedalaman Papua. Akibat berbagai rumor yang beredar, Ana yang dulunya tangguh kini berubah menjadi sosok istri yang sangat posesif, pencemburu, dan emosional. Ia sering memancing keributan demi perhatian, namun Andra selalu menghadapi sikap labil istrinya dengan kesabaran luar biasa, menjadi penenang di tengah kobaran api kecemburuan Ana.
Sampul Novel Pria Impiannya, Sahabat Terbaiknya
7.8
Lima tahun membangun bisnis bersama Danu berakhir tragis bagi Maya. Di hari perayaan, Danu justru bermesraan dengan sahabat Maya, Karina. Pengkhianatan memuncak saat Danu lebih membela Karina hingga Maya mengalami patah kaki akibat kecerobohannya. Puncaknya, liontin warisan nenek Maya dijadikan mainan anjing oleh mereka. Muak dengan sikap dingin Danu yang terus memihak Karina, Maya akhirnya memutuskan pergi membawa luka hati dan fisik yang mendalam.