Sampul Novel Possessive Wife

Possessive Wife

8.3 / 10.0
Dalam novel modern Possessive Wife, Ana berjuang melawan rasa cemburu dan sikap posesif saat mendampingi Andra, suaminya yang bertugas sebagai polisi di pedalaman Papua. Temukan dinamika rumah tangga penuh konflik ini dalam romance novel yang menguji kesabaran dan kesetiaan di web novel kami.
Ringkasan Possessive Wife
Kehidupan pernikahan Ana berubah drastis setelah ia mengikuti Andra, suaminya yang berprofesi sebagai polisi, bertugas ke pedalaman Papua. Akibat berbagai rumor yang beredar, Ana yang dulunya tangguh kini berubah menjadi sosok istri yang sangat posesif, pencemburu, dan emosional. Ia sering memancing keributan demi perhatian, namun Andra selalu menghadapi sikap labil istrinya dengan kesabaran luar biasa, menjadi penenang di tengah kobaran api kecemburuan Ana.
Baca Selengkapnya

Possessive Wife Bab 1

Aku tengah menyiapkan makan siang di dapurku yang lusuh, rumahku memang sangat sederhana, bukan, tapi rumah kami, aku dan suamiku, kebetulan kami belum di karuniai buah hati, pernikahan kami baru seumur jagung, kami menempati rumah dinas dimana suami di tugaskan.

"Bun ... Bunda ...." Teriak suamiku berlari dari arah luar pintu belakang yang terletak di belakang dapur, ia tadi pamit padaku pergi main ke rumah temannya yang tidak jauh dari rumah. Ku perhatikan dari dapur di tangannya sudah memegang barang yang belum terlihat jelas di pandanganku.

Aku rasa itu adalah sebuah handphone, setauku ponsel suami memang sudah rusak dan tidak bisa di pakai lagi, mana sangka dia diam-diam membelinya, aku fikir ia akan mengajakku saat membeli ponsel barunya.

"Bun, ayah sudah beli HP baru," ucapnya dengan senyum riang menghampirimu yang tengah mengaduk masakanku di atas wajan, diperlihatkannya ponsel baru itu.

"Enak sekali beli HP baru, HP bunda ga di ganti?" Aku melengos, melirik sesaat hp yang ada di tangan suamiku, merk anu yang terkenal, tapi kalau di perhatikan bukan yang wow sekali, biasa-biasa saja, menurutku. Tapi aku iri, aku juga ingin ganti hp.

"Kan ayah memang hp sudah rusak bun, kalau bunda kan masih punya hp, hp masih bisa di pakai, masak mau beli hp lagi?" Ucapnya, itu tandanya dia tidak akan membelikanku hp baru.

Aku acuhkan ucapnya, ku lanjutkan aktifitasku memasak sampai selesai, lalu ku hidangkan di meja makan dan ku tutup dengan tudung saji.

Fikiranku terfokus pada hp baru, hpku juga merk anu, merk yang sama dengan ponsel suamiku yang baru. tapi sudah lama, sudah berkarat istilahnya, jaman sudah 4G, aku masih pake hp yang hanya bisa menangkap jaringan 3G, tanpa memakai pelindung dan sudah lecet sana sini pula karena seringnya terjatuh.

"Makan dulu yah, mungpung masih panas itu." Ucapku pada suamiku, sedangkan aku sudah memegang piringku, duduk bersandar di ruang tamu yang kecil, duduk lesehan, kami tidak memiliki sofa atau sejenisnya, karena aku tidak mau mengisi rumah dengan banyak perabotan, rencana kami ingin segera mengurus pindahnya suami ke Bali, itupun kalau rejeki.

"Iya sebentar bun." Jawab suamiku tanpa melirik ke arahku, ia masih fokus dengan hp barunya, ku lirik sesekali ke arahnya, ia begitu menikmati ponsel barunya, entah, mungkin sedang menyimpan nomor atau apalah, aku tak peduli.

Pelit sekali, minta ikut beli hp baru saja ga boleh, gerutuku dalam hati. 15 menit aku menyelesaikan makan siangku, suamiku masih saja pada posisi yang sama, duduk dan memainkan ponselnnya.

"Bun, ini gimana ya caranya? Mau mindahin nomor-nomor yang ada di kartu biar tersimpan di telpon? Ayah belum ngerti, belum paham." Tanyanya kemudian, aku masih sibuk mengunyah camilan kacang polong yang ku beli kemarin sore di warung depan asrama.

"Mana bunda liat." Jawabku mencoba meraih hpnya, tapi tangannya menahan, ia seperti enggan memberikan ponselnya padaku.

"Kasi tahu caranya gimana bun?" Ucapnya lagi, masih menatap layar ponsel itu.

"Bagaimana mau kasih tahu kalau dipegang saja ga boleh!" Gerutuku kesal. Percis seperti bapakku, sifat suami dari A sampai Z benar-benar mirip dengan bapakku.

"Ya liat saja to, bilangin, ayah harus pencet tombol yang mana? Trus apa? Gitu kan bisa, ga harus bunda yang pegang hp." Jawabnya ketus.

"Ya sudah, cari aja sendiri, otak atik sendiri, ga usah tanya-tanya, pegang aja ga boleh, pelit." Aku meninggalkan suamiku pergi, masuk ke dalam kamar, rebahan, ambil hp, nyalakan tivi, entah niatku menonton apa yang jelas perasaan kesal sedang merajaiku, ku ganti-ganti canel beberapa kali sambil menggerutu sendiri.

"Bun, coba aturkan ini, ayah ga ngerti." Suamiku ikut masuk ke dalam kamar, ia menghampiriku, bersandar di sebelahku.

"Apalagi? Usaha to, cari-cari sendiri, kan sudah bisa." Aku mendelik, ku lihat sesaat ke arah ponsel yang ia pegang.

"Pasang memorynya gimana bun?" Suamiku menyodorkan hpnya padaku.

"Itu lubangnya disitu liat." Ucapku ketus, ku lirik sekilas ponselnya, sementara tanganku masih memegang remote tv.

"Pasangkan bun, tolong." Tanpa ku jawab, ku ambil hp itu dari suamiku dengan cepat, ku bongkar, dan ku masukkan memory card'nya, belum juga terpasang sempurna, dengan gesit tangannya sudah merampas lagi ponselnya seakan-akan takut aku menemukan sesuatu yang tak ingin terlihat olehku.

Seharian ini ia disibukkan melihat layar ponsel barunya, padahal hp biasa-biasa saja, tapi sepertinya dia sangat menikmati semua aplikasi bawaan ponsel tersebut.

Aku di abaikan, bahkan sampai jam tidur kamipun ia masih fokus dengan ponselnya, awas aja kalau nanti minta anu, biar ku suruh aja dia anu sama tuh ponsel, biar tahu rasa.

Ku peluk gulingku erat, ku bungkus diriku dengan selimut, ku punggungi suamiku yang masih tidak mau melepaskan ponsel barunya itu.

"Bun..." Panggilnya lagi, ia mencolek punggungku beberapa kali.

"Hmmm..." Jawabku malas.

"Bun, facebook ayah ga bisa buka, lupa kata sandinya, tolongin dong." Ucapnya dengan nada memelas.

"Ga bisa, yang punya facebook ayah, bunda mana tau sandinya." Jawabku ketus.

"Ayah lupa bun, tidak ingat." Ucapnya.

"Tanya aja sama mantannya ayah, mungkin dia tahu sandinya." Aku kembali mengungkit-ungkit masa lalunya suami, kebiasaan burukku ya begitu, aku sering kali mengungkit masa lalu suami.

Aku baru bertemu suamiku setelah putus 7 tahun lalu, sekalinya ketemu kita langsung menikah, aku baru tahu setelah menikah, ternyata sebelum kami menikah ia sudah punya kekasih yang putus 1 bulan sebelum kami bertemu.

Aku membenci wanita itu, dia memang tidak salah, tapi aku tidak suka aja suamiku sempat berpacaran dengannya, aku iri dengan kecantikannya, iri dengan gayanya yang wow, beberapa kalipun diminta iklas aku tetap tidak bisa, padahal kalau di fikir-fikir dia tidak salah.

Aku sempat mencari tahu perihal putusnya mereka, semua karena beda keyakinan, dan 1 lagi, sifat keras kepala dan mengaturnya si perempuan itu membuat suamiku tidak kerasan.

Kembali ke topik, setelah bujuk rayunya, akhirnya ku buatkan akun facebook baru buat suamiku, aku kira setelah selesai, dia akan berhenti memgang hpnya lalu istirahat bersamaku, sayang, dugaanku salah, ia masih saja fokus dengan ponselnya itu, entah mungkin sibuk menambah pertemanan pada facebook barunya atau sibuk menghubungi teman-temannya, maybe lah, yang pasti aku jengkel sejengkel-jengkelnya.

Perasaan kesal semakin memenuhi kepalaku, rasanya pengen mengumpatnya, hp terus di pegangin, istrinya malah di anggurin kayak jemuran kering ga di angkat-angkat. Liat saja ya, aku juga bisa seperti itu. Ku pejamkan mataku kemudian, ku tinggalkan dia yang masih sibuk bermain ponsel, aku memilih berselancar ke dunia mimpi.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Possessive Wife

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Rahim Istriku
7.9
Aryo terjebak dalam perselingkuhan dengan seorang wanita hingga berujung pada kehamilan. Karena dihantui rasa takut akan kehilangan sang istri tercinta, ia nekat melakukan tindakan di luar nalar dengan memindahkan janin selingkuhannya ke dalam rahim istrinya sendiri. Keputusan fatal ini memicu berbagai komplikasi dan konflik batin yang hebat, yang mengancam keutuhan rumah tangga mereka serta menghadirkan penderitaan panjang dalam kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel Cahaya di Antara Bayang-Bayang
8.7
Amir terjebak dalam hampa meski rutin beribadah di bulan Ramadan. Hidupnya berubah usai bertemu Sheikh Ibrahim, guru spiritual misterius yang membimbingnya keluar dari kegelapan. Di tengah atmosfer religius, ia menghadapi ujian iman yang berat. Pertemuannya dengan anak jalanan dan wanita misterius memberinya pelajaran mendalam tentang cinta serta pengorbanan. Ini adalah kisah inspiratif tentang transformasi batin dan pencarian makna hidup yang penuh cahaya.
Sampul Novel Dijodohin
8.0
Dunia ini tidak pernah memberikan apa pun secara cuma-cuma, termasuk dalam urusan hidup. Sayangnya, seorang gadis baru menyadari kenyataan pahit tersebut setelah semuanya terlambat. Ia telah terlanjur menggadaikan masa mudanya demi mengejar kebahagiaan yang bersifat sementara melalui sebuah ikatan perjodohan. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi dari pertukaran besar yang telah mengubah seluruh jalan hidupnya di usia yang masih sangat belia.
Sampul Novel Istriku Yang Seksi
8.1
Dunia Alden hancur saat memergoki Synthia, istri yang sangat ia cintai, berselingkuh tepat saat ia hendak memberi kejutan. Dipicu dendam, Alden menjerat Saskia, gadis polos teman istrinya, ke dalam pernikahan paksa. Meski awalnya hanya ingin membalas sakit hati, Alden justru mulai luluh oleh kehadiran Saskia. Kini, Saskia harus bertahan menghadapi sikap dingin sang suami yang arogan. Akankah cinta tulus tumbuh di tengah badai cobaan dan luka masa lalu mereka?
Sampul Novel Pesona Ibu Angkat
8.2
Dewi memilih bungkam seraya merapikan pakaiannya di tepi ranjang meski tubuhnya masih terasa letih. Melihat kondisi itu, Anang berkeras menggendong Dewi kembali ke kamarnya walau sempat ada penolakan. Setelah mengecup kening Dewi sebagai tanda maaf, Anang pun pergi. Pagi harinya, suasana rumah terasa sunyi tanpa hidangan sarapan karena Dewi tak kunjung keluar. Meski masih menyimpan amarah, Tante Lina akhirnya mendatangi kamar Dewi untuk mencari tahu penyebabnya.
Sampul Novel Setelah Dibuang, Aku Menikahi Saingannya
8.2
Sepuluh tahun penantian hancur saat Kody Morgan kembali meninggalkan pernikahan demi kekasih masa kecilnya, Tonya Buckley. Meski hanya luka kecil, Kody rela menerobos lampu merah demi Tonya, mengabaikan martabat tunangannya di depan para tamu. Alasan klise penjadwalan ulang menjadi puncak kesabaran setelah berkali-kali dikhianati. Sadar dirinya tak pernah jadi prioritas, sang wanita memutuskan berhenti berharap dan memilih menikahi pria lain yang lebih menghargainya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan