Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Hot Mommy

Terjerat Cinta Hot Mommy

Raffa Anggara, pemuda 23 tahun, adalah bintang di klub malam Jakarta yang mahir memikat wanita kaya dan kesepian. Meski banjir tawaran menjadi suami simpanan hingga pasangan resmi, sang Casanova yang sinis terhadap cinta ini selalu menolaknya. Namun, prinsipnya goyah saat bertemu klien baru yang misterius. Sosok unik ini sanggup meluluhkan hati Raffa, hingga ia rela mempertaruhkan nyawa demi wanita tersebut. Siapakah sosok yang berhasil menaklukkannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mami enggak mungkin pindahin Raffa. Dia sumber uang Mami," ucap Mami Kumala masih dengan alasan yang sama. Dia tidak dapat memindahkan Raffa di klub cabang miliknya.

"Terus Axel gimana, Mi? Axel semakin sepi pelanggan." Pemuda itu menyugar rambut hitam pekatnya dengan gusar.

Mami Kumala tersenyum, lalu berucap,

"Kamu enggak usah khawatir. Mami tadi dapet telepon dari pelanggan yang biasa menyewa jasamu."

Axel mendongak menatap Mami Kumala dengan mata berbinar.

"Serius, Mi?" tanyanya.

Mami Kumala mengangguk.

"Serius donk! Masa mami bohong sama kamu." Kemudian Mami Kumala mengirim chat ke ponsel Axel. "Mami udah kirim alamat hotelnya. Kamu tinggal dateng aja. Dia udah nungguin di sana."

Kening Axel mengernyit.

"Dia siapa, Mi?" tanyanya lagi.

"Dia si Misya. Kamu masih inget, kan sama dia?"

Kepala Axel mengangguk.

"Masih, Mi. Dia pelanggan Axel yang paling waow." Lelaki itu tertawa, ketika mengingat terakhir kali dia melayani Tante Misya—seorang istri dari pejabat yang diselingkuhi suaminya sendiri.

"Ya udah, sana! Keburu si Misya ngambek."

Axel bangkit dari duduknya.

"Siap, Mi. Makasih, ya, Mi." Dia mencium pipi Mami Kumala sekilas sebelum pergi dari ruangan itu.

"Dasar!" Mami Kumala cuma menggelengkan kepala. Hal seperti ini sudah biasa dilakukan oleh anak didiknya.

*****

Raffa menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi, dia terlihat sedang kebingungan.

"Ck! Gua mesti bawa ke mana, nih, Tante Rika. Dia enggak bilang lagi mau pindah ke hotel mana." Pemuda itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sesekali melirik ke arah Tante Rika yang sudah sangat terlelap di sampingnya.

Berpikir sejenak sambil mengetuk-ngetuk stang mobil, akhirnya Raffa memutuskan membawa Tante Rika ke hotel biasa mereka menghabiskan malam panas.

"Udahlah, mending gua bawa ke tempat biasa aja." Raffa kembali menancap gas mobil lalu melesat dari pinggir jalan yang sepi tadi, menuju hotel Raffles.

Sepanjang perjalanan dia termenung dalam pikiran menerawang. Bayangan-bayangan sebelum dirinya menjalani profesi ini terus berkelebat, seakan mengingatkannya. Sesungguhnya ada rasa bersalah dalam benaknya, karena selama tiga tahun ini dia telah mengambil langkah yang salah. Tanpa adanya arah dan tujuan setelah memutuskan pergi dari rumah orang tuanya.

Namun, lagi-lagi perkataan ayahnya yang melukai batinnya sebagai seorang anak, membuat seorang Raffa Anggara bertekad. Bila dirinya bisa berdiri di kakinya sendiri tanpa bantuan ayahnya. Menjadi sukses seperti sekarang, walau pun dengan menjalani kehidupan dunia malam.

Raffa menyeka sudut matanya yang terasa basah dengan punggung tangannya. Perasaan tak bisa dibohongi. Kerinduan terhadap sang ibu terkadang membuat hati Raffa sedikit melow.

"Suatu saat gua pasti nemuin Ibu. Tapi enggak sekarang. Gua harus lebih sukses dan ngembuktiin ke Ayah kalau gua bisa hidup tanpa hartanya." Monolog Raffa dengan gemuruh yang menggebu-gebu.

Dua puluh menit berlalu, Raffa tiba di hotel Raffles. Dia memarkir mobil di tempat biasanya. Seluruh staf hotel sudah mengenal siapa dirinya. Hampir setiap hari bahkan setiap malam dia ke sini. Jadi Raffa tidak perlu repot-repot lagi memboking kamar.

Pemuda bermata abu-abu itu melepas seat belt terlebih dahulu dari tubuhnya. Kemudian dia beringsut maju lalu menepuk pelan pipi Tante Rika—berniat membangunkan wanita itu.

"Tan! Bangun Tan! Kita udah sampai."

Tante Rika menggeliat. "Eugh ..." Dia melenguh lirih sembari memegang kepalanya yang terasa berat. Kelopak matanya mengerjap-ngerjap, lalu terbuka sempurna. "Udah sampai, ya?" tanyanya dengan suara berat.

"Iya, Tan. Kita udah sampai." Raffa membantu wanita itu untuk duduk dengan benar.

Tante Rika mengedarkan pandangannya sebentar. Dia seperti tidak asing dengan tempat ini.

"Kita ke hotel biasanya, ya?" Beralih menatap Raffa.

Raffa hanya mengangguk.

Kemudian senyuman manis terbit di bibirnya yang sensual. "Ya udah, ayo turun! Tante udah enggak tahan." Seketika semangatnya kembali berkobar, tanpa ragu dia mengecup sekilas bibir Raffa lalu keluar dari mobil.

Sementara Raffa menarik sudut bibirnya sambil berdecak. "Giliran gituan aja langsung semangat." Dia menyusul keluar dari mobil.

Tante Rika langsung menggandengnya dengan posesif, begitu Raffa mendekatinya. Seolah dia tidak mau kehilangan brondongnya itu.

Raffa membalasnya dengan senyuman lalu merangkul pinggang seksi Tante Rika tanpa malu. Mereka lantas masuk ke dalam hotel mewah tersebut dan disambut dengan ramah. Berhenti sebentar di bagian resepsionis untuk mengambil kartu akses kamar yang sudah menjadi langganan keduanya.

"Thanks ..." Raffa mengedipkan sebelah mata kepada resepsionis di depannya sebelum meninggalkan tempat tersebut.

Tante Rika yang melihatnya sontak mencubit perut pemuda itu.

"Kamu, ih! Nanti mereka baper, loh, kamu godain,' ucapnya sambil memberengut.

Raffa terkekeh lalu balas mencubit dagu Tante Rika dengan gemas.

"Haha ... Tante cemburu, ya?" Dia melanjutkan lagi langkahnya menuju kamar yang ada di lantai 15. Kali ini semakin merapatkan rangkulannya di pinggang wanita itu.

"Ish! Kamu emang nakal!" Tante Rika merona, hanya digombali saja dia sudah klepek-klepek.

Sementara resepsionis yang tadi sempat digoda Raffa berbisik-bisik dengan temannya.

"Gila, ya, tuh cowok! Tiap hari gandengannya tante-tante tajir," ucap resepsionis yang dari nametag-nya bernama Linda. Ekor matanya terus mengawasi Raffa yang semakin jauh dari pandangannya.

"Cowoknya ganteng gitu, siapa juga yang nolak. Gua juga mau kali kalau dia ngajakin nge-date, hihi," seloroh temannya yang lain.

"Ya elah, Fit! Emang elu punya duit buat bayar tuh cowok? Denger-denger nih, ya. Tuh cowok bayarannya gede."

"Apanya yang gede?" Resepsionis yang bernama Fitri itu penasaran.

"Ish! Otak lu pasti lagi mikir macem-macem, kan?" Resepsionis bernama Linda itu memicingkan matanya.

Fitri terkekeh. "Ya abisnya lu ngomongnya gede. Ya gua mikirnya yang lainlah!"

Linda mencubit tangan Fitri.

"Yang gede itu bayarannya, Fitri ... Bukan anunya. Wah, parah lu!" Linda geleng-geleng kepala.

"Hah? Serius?" Mata Fitri membola.

"Serius?"

#######

"Tante mandi dulu, ya? Badannya lengket," ucap Tante Rika seraya menggelayut di leher Raffa begitu sampai di dalam kamar yang disewa.

"Iya,Tan. Tapi ... enggak mandi bareng sekalian aja?" tawar Raffa. Pemuda itu tak kalah agresif. Tangannya yang kokoh sudah merambat di punggung Tante Rika lalu membuka resleting gaunnya perlahan-lahan.

Tante Rika menggigit bibirnya sendiri sambil berpikir, menatap dalam wajah Raffa yang tidak pernah membosankan baginya.

"Waah ... itu tawaran yang bagus, Sayang." Jemarinya mulai menelusuri rahang tegas Raffa dengan nakal. Dia mendekat, merapatkan tubuhnya yang seksi ke tubuh tegap pemuda itu. "Kamu ... eugh ..."

Raffa melumat bibir Tante Rika tanpa permisi. Dia selalu pintar menyenangkan para kliennya. Tangannya menurunkan gaun Tante Rika hingga luruh ke lantai. Kini tubuh semampai itu hanya berbalut bra dan kain segitiga saja yang menutupi bagian sensitifnya.

"Tante makin seksi," bisik Raffa di sela-sela pagutannya. Tangannya mulai merambat dan meremas di bagian-bagian tertentu. Membuat wanita berkulit putih itu melenguh.

"Eugh ..." Tante Rika mencengkeram pundak kokoh Raffa dengan erat, tubuhnya mulai menggigil tak keruan. Raffa selalu berhasil membuatnya melayang.

Puas dengan menikmati benda kenyal milik masing-masing, Raffa lantas menggendong Tante Rika seperti bayi koala sambil berjalan perlahan menuju kamar mandi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dendam & Penyesalan
8.3
Lima tahun menikah, Sofia hanya mendapat pengkhianatan dari Adrian yang memendam dendam pada keluarganya. Saat Sofia berjuang melawan kanker, Adrian justru bersama wanita lain. Setelah ayahnya koma dan rahasia pernikahan terbongkar, Sofia memilih mengakhiri hidup demi melunasi utang masa lalu. Kepergian tragis itu menghancurkan Adrian dalam penyesalan mendalam. Ia bersimpuh memohon maaf, namun segalanya sudah terlambat karena Sofia telah pergi membawa luka yang tak tersembuhkan.
Sampul Novel Benci Bila Harus Mencinta
8.0
Viona hancur saat mengetahui Aldi, tunangannya, berselingkuh dan berencana menikah dengan sahabatnya sendiri. Di tengah pengkhianatan pedih itu, sebuah kecelakaan tragis menimpanya hingga ia tak sadarkan diri. Beruntung, pria asing yang menabraknya bertanggung jawab dan tulus membantunya pulih. Kini, Viona terjebak dalam misi balas dendam terhadap masa lalunya. Akankah ia akhirnya membuka hati bagi pria penolongnya setelah semua luka terbalaskan?
Sampul Novel Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada
9.5
Kematian tragis menjemput sang protagonis akibat serangan asma parah di saat Reza, pria yang memegang obat penyelamatnya, justru sibuk mengantar wanita lain melakukan pemeriksaan kehamilan. Kepergian ini meninggalkan penyesalan mendalam. Setelah menyadari fakta bahwa wanita yang ditinggalkannya juga tengah mengandung anaknya, Reza didera kepanikan luar biasa dan mencarinya ke mana-mana tanpa hasil. Kini, sebuah misteri baru muncul saat sesosok asing mulai setia menjaga makamnya yang sepi.
Sampul Novel Gadis Barbar dan Cowok Cupu
9.3
Seorang putri bos mafia yang menawan terbiasa menjalani hidup bebas tanpa kekangan aturan siapa pun. Di sekolah, ia justru menaruh hati pada teman sebangkunya sendiri. Pemuda tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat culun dan sering kali menjadi sasaran perundungan siswa lain. Meski kepribadian mereka sangat kontras, sang gadis barbar tetap terpikat pada cowok cupu tersebut di tengah kerasnya lingkungan kehidupan dunia bawah dan sekolahnya.
Sampul Novel Gairah Cinta
9.6
Billie dikenal sebagai sosok pria yang memiliki kehidupan harmonis dan terlihat sempurna. Namun, di balik itu semua, ia justru merasa hampa. Ia terus terbayang masa lalu yang liar dan penuh gairah bersama para mantan kekasihnya. Saat Celine mendadak muncul kembali, Billie terjebak dalam dilema besar. Ia harus memilih antara menjaga kestabilan hidupnya saat ini atau mengejar kembali api asmara masa lalu yang tak pernah benar-benar padam dari ingatannya.
Sampul Novel Sang Putri Asli Kembali: Aku Mewarisi Kekayaan
9.0
Dahulu ia dihina sebagai penipu dan diusir secara kejam, namun kini ia kembali sebagai putri kandung dari keluarga konglomerat yang sangat berpengaruh. Dengan kekuatan dan kekayaan luar biasa di tangannya, ia siap menuntut balas. Ia memberikan kekalahan telak yang mempermalukan mantan tunangannya serta putri palsu yang selama ini mencuri posisinya. Sebuah kisah pembalasan dendam yang elegan dan penuh kemenangan bagi sang pewaris takhta yang sebenarnya.