Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Duda Bucin

Terjerat Cinta Duda Bucin

Nisya Kailandra, gadis 26 tahun, tak pernah menyangka takdir membawanya menikah dengan seorang duda pilihan sang ayah. Dalam sekejap, ia menyandang peran ganda sebagai istri dan ibu sambung. Meski bersedia berbakti, Nisya enggan menyerahkan hatinya. Namun, Ryan Ahmad Salim meyakinkan bahwa hidup tak hanya soal cinta. Ia berjanji akan selalu hadir melindungi Nisya. Akankah komitmen Ryan mampu meruntuhkan benteng pertahanan di hati Nisya yang beku?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Percaya sama papa, Ryan orang baik, papa yakin kalau kalian akan cocok nantinya. Lagian papa juga nggak mungkin asal memilih jodoh buat kamu, putri semata wayangnya papa."

Teringat ucapan papa saat beliau memutuskan untuk menjodohkanku dengan Mas Ryan, awalnya aku menolak dengan tegas keinginan papa, bagaimana bisa aku menikah dengan seorang yang sama sekali belum pernah aku kenal. Terlebih dengan statusnya yang seorang duda dengan satu anak.

Atas paksaan papa dan juga mama akhirnya mau nggak mau aku terpaksa harus menerima Mas Ryan sebagai suamiku. Tentunya melalui banyak drama dariku yang berusaha agar papa luluh dan membatalkan niatannya itu. Namun ternyata tak seburuk bayanganku, aku mengira akan sulit menjalani pernikahan ini. Terlebih aku juga harus terpaksa menjadi ibu saat itu juga, aku tentu saja takut jika nantinya tidak bisa menjalani kewajibanku sebagai seorang ibu yang baik. Nyatanya ketakutanku terbantahakan pada akhirnya, karena justru kehadiran anak itu lah yang kini membuat hubungan kami berjalan dengan baik.

Kembali ke rutinitasku pagi ini aku bangun lebih awal dari biasanya, karena beberapa hari terakhir aku selalu datang mepet waktu. Kesibukanku saat pagi memang memakan waktu yang cukup lama.

Mengurus suami serta anak terlebih dulu, nggak mungkin aku abai sama keperluan mereka terutama dalam hal makanan, sebisa mungkin aku membiasakan untuk sarapan bersama setiap pagi. Dan untuk itu tentu saja akulah yang harus menyiapkannya sendiri.

Karena tuntutan pekerjaan, aku diharus kan berangkat lebih dulu dari Mas Ryan, dan juga Alshad. Sebagai seorang guru di sekolah menengah atas, kami para pengajar dituntut untuk datang lebih awal dari para murid didik kami. Sebagai contoh bagi semua siswa di sekolah kami agar disiplin waktu.

Sudah jalan dua tahun aku mengabdikan diri sebagai pengajar, yang sebenarnya bukan cita-cita yang aku inginkan. Karena sesungguhnya cita-citaku sudah sepenuhnya aku realisasikan.  Ini semua aku lakukan bukan murni dari hatiku, melainkan hanya sebagai bentuk penghargaanku kepada seseorang yang namanya bahkan sampai saat ini masih bertahta di dalam hatiku.

Apa aku jahat? Karena masih menyimpan perasaan kepada orang lain, padahal statusku sudah menjadi seorang istri. Aku sendiri tidak tau, ingin aku melupakannya dan mengganti dengan nama suamiku tapi tidak bisa.

Semakin aku berusaha melupakannya perasaan itu malah semakin kuat aku rasakan dan tak mungkin bisa tergantikan oleh siapapun.

Sampai sekarang Mas Ryan tidak tau akan hal ini, yang dia tau hanya aku yang belum bisa mencintainya. Selebihnya dia tidak pernah mau tau tentang masa laluku. Tapi bukankah ini sudah adil? Sebab dirinya pun punya masa lalu yang sampai saat ini mungkin belum ada kata selesai di antara mereka. Karena sama seperti Mas Ryan, aku pun tidak pernah menanyakan perihal masa lalunya.

"Mas, sarapan sudah siap aku berangkat kerja dulu, ya," pamitku kepada Mas Ryan.

"Sarapan dulu, Nis, Nanti mas antar cuma nunggu sebentar bisa, kan?"

"Nggak usah Mas, aku langsung berangkat sendiri aja mumpung masih jam segini, belakangan aku mepet terus datangnya."

"Cuma lima menit, kamu juga pasti belum sarapan."

"Nggak sempat Mas, nanti aku sarapan di kantin saja," ucapku menolak tawarannya.

Aku segera mengulurkan tangan bermaksud untuk pamit kepadanya, namun Mas Ryan malah menarikku untuk duduk di sampingnya dan selanjutnya menyuapiku dengan makanan yang telah kusiapkan untuknya.

Akhirnya kami sarapan dalam diam, dengan Mas Ryan yang masih terus menyuapiku bergantian dengan dirinya sendiri. Dia melarang saat aku hendak mengambil piring untuk aku gunakan mengambil makananku sendiri.

"Biar mas saja kamu bawa Alshad, ke mobil dan juga barang-barang lainya jangan ada yang tertinggal," cegahnya saat aku akan membereskan meja makan.

Aku tidak bisa membantah setiap ucapannya, segera kuajak Alshad untuk bersiap dan menunggu di dalam mobil.

"Sudah semua kan? Nggak ada yang ketinggalan?" tanyanya setelah dia masuk dan duduk dibalik kemudi mobilnya.

Aku hanya menggeleng menanggapi pertanyaannya, agak kesal sebenarnya tapi entah kenapa aku selalu tidak bisa melawan setiap perintahmya. Sebenarnya apa yang terjadi sama diriku ini, kenapa aku bisa begitu menurut terhadapnya? Alam bawah sadarku seolah menolak setiap kali Mas Ryan bersikap seperti ini, tapi entah kenapa ragaku selalu saja tak berdaya dibuatnya. Sehingga selalu saja menurut dan seolah menikmati setiap tindakan yang dilakukan olehnya.

"Al, yang pintar ya sekolahnya nurut sama ibu guru dan nggak boleh rewel," pesanku ketika mengantar Alshad sampai depan pintu gerbang sekolahnya.

Setelah memastikan anak itu masuk dan disambut oleh gurunya, aku langsung kembali masuk mobil untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju sekolah tempatku mengajar.

"Marah sama, mas?" tanyanya melirik ke arahku sekejap.

Mungkin dia ngerasa kalau aku sedang kesal padanya, "enggak, kenapa?" jawabku, dia hanya menghendikan bahu acuh dan kembali fokus dengan kemudinya.

Sesampainya di sekolah, aku langsung pamit dengan mencium punggung tangannya, dan dibalas kecupan hangat di keningku juga usapan lembut di puncak kepalaku. Hubungan kami memang tanpa cinta, tapi sebisa mungkin kami menjalani pernikahan ini selayaknya pasangan normal lainnya. Seperti ritual ini yang sudah wajib kami lakukan, terlebih Mas Ryan sendiri yang memulainya sejak awal aku resmi menyandang status sebagai istrinya.

"Hubungi mas, jam berapapun kamu selesai mengajarnya."

"Aku pulang sendiri saja, Mas. Lagian jam pulangnya Nisya juga nggak menentu."

"Nggak masalah, bukanya tadi sudah mas katakan jam berapapun kamu selesai."

"Aku bisa pulang sendiri ...."

"Mas tau, cuma tolong Nis mulai sekarang gunakan mas ini sebagai suamimu, bisa?" pintanya.

"Selama ini selalu kamu yang direpotkan untuk mengurus kami, kali ini biarkan mas sedikit berguna untuk kamu," sambungnya.

"Nggak gitu, Mas. Cuma ...."

"Mas berangkat, ingat pesan mas tadi," putusnya tanpa mau mendengarkan ucapan yang akan aku lontarkan.

Sepeninggal Mas Ryan, aku langsung melangkah menuju ruanganku. "Senangnya yang pagi-pagi sudah diantar mas suami," celetuk salah satu guru di sini yang sialnya dia adalah sahabatku.

Pastinya dia akan terus menggodaku seharian ini. "Biasa aja," balasku cuek tanpa mau menoleh ke arahnya dan terus melangkah menuju ruang guru.

"Masih pagi sudah judes aja Mbak, kenapa? Nggak dapat jatah dari Mas Ryan, tah, semalam?" ucapannya kubalas dengan pukulan di lengannya.

"Nggak sadar tempat banget kalau ngomong." Dia malah terkekeh geli menanggapi kekesalanku.

Arsena Nadhira, sahabatku yang sudah tau seluk beluk perjalanan hidupku selama ini. "Nanti mau mampir nggak? Maaf minggu kemarin aku ada urusan jadi belum sempat ke sana."

"Kayaknya nggak bisa, Sen. Mas Ryan maksa mau jemput, nitip salam aja, ya."

"Cie, yang sekarang sudah ada yang antar jemput," ujarnya mulai menggodaku.

Sena, dia tidak akan berhenti untuk cengin aku. Maka aku putuskan untuk lekas meninggalkannya. Mengabaikan ocehan Sena yang masih bisa kudengar, aku nggak mau tambah badmood pagi-pagi karena membahas masalah ini. Kasian nanti murid-muridku kalau sampai kena imbasnya.

Bukan tidak sadar jika belakangan ini Mas Ryan mencoba untuk mendekatkan diri padaku, tapi aku tidak menyangka kalau akan secepat dan sedrastis ini Mas Ryan melakukan niatannya. Dan yang aku sesalkan kenapa aku seolah-olah nyaman dan tidak mampu untuk menolak setiap perhatian juga perlakuan manis darinya. Seperti pagi tadi, aku bahkan tidak dapat menolak saat dia menyuapiku makan.

Apa aku sudah mulai menerimanya? Kurasa tidak karena sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan 'dia' dari ingatanku. Bayang-bayang wajahnya masih bisa aku ingat bahkan sampai saat ini.

Sebelum masuk kelas untuk mengajar, ponsel yang berada di dalam tas berdering. Masih ada sedikit waktu untuk membuka pesan tersebut dan mencari tau siapa gerangan yang sudah mengirimkan pesan itu padaku.

Hanya satu baris kalimat singkat dan nama pengirim yang tertera di atas layar, tetapi efeknya bisa sedahsyat ini buatku. Bahkan jantungku terasa semakin kuat detakannya dan juga aku merasa seperti ada kupu-kupu yang sedang berterbangan di dalam perutku.

"Selamat bekerja!"

Beserta emoji love diakhir kalimatnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FTT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FTT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Berkalung Noda
7.9
Ikhsan adalah pemuda tampan yang terhimpit kemiskinan hingga ia terpaksa mengorbankan perasaan tulusnya. Demi mengejar ambisi materi, ia merantau ke kota besar. Namun, keputusan itu menjadi awal kehancuran asmaranya. Ikhsan terjebak situasi pelik yang mengharuskannya menikahi putri bosnya sendiri. Ia pun memutuskan hubungan secara sepihak. Akankah takdir mempertemukannya kembali dengan cinta pertamanya? Ikuti perjalanan pahit Ikhsan di sini.
Sampul Novel Kehamilanku Adalah Harapanku
7.9
Lae adalah yatim piatu yang berjuang hidup dengan bekerja di butik Miralis setelah orang tuanya tewas kecelakaan. Di sana, ia menjalin cinta dengan Reza, putra pemilik butik. Namun, restu keluarga Reza tidak kunjung datang hingga hubungan mereka kandas. Di tengah kepedihan, Lae menyadari dirinya hamil. Bukannya membela, Reza justru menyuruhnya menggugurkan kandungan itu. Kini, Lae harus memilih antara menuruti Reza atau mempertahankan darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Johanna terpaksa menjadi simpanan Carson demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan. Meski awalnya dimanja, ia hancur saat tahu dirinya hanya pion dalam rencana licik Carson. Johanna pun pergi untuk memulai hidup baru yang mandiri. Saat bertemu kembali, ia telah berubah menjadi wanita tangguh yang dikerumuni banyak pria. Carson yang menyesal memohon kesempatan kedua, namun Johanna justru mengaku sudah menikah dan menolaknya dengan dingin.
Sampul Novel Pemburu Darah Perawan
9.7
Demi mengubah nasib, Japri nekat melakukan ritual pesugihan di Karang Nini. Kekayaan melimpah berhasil diraihnya, namun ada harga mahal yang harus dibayar berupa tumbal darah perawan setiap malam Selasa Legi. Sesuai perjanjian gaib tersebut, Indra sebagai putra tunggal wajib meneruskan tradisi kelam ini. Kini, Indra terjebak dalam lingkaran setan yang mengerikan, bahkan ia nyaris melanggar pantangan keramat yang mengancam nyawa serta seluruh kekayaannya.
Sampul Novel Pesona Istri CE0
8.7
Neysa Ayudia tumbuh besar hanya dengan kasih sayang neneknya setelah ditelantarkan orang tuanya. Hidupnya berubah saat ia dipaksa menikahi Alby Delano Prabu, CEO pewaris Prabu Group, demi memenuhi wasiat sahabat neneknya. Meski Alby berusaha keras menggagalkan perjodohan ini, pernikahan tetap digelar. Neysa harus menghadapi kenyataan pahit saat suami dan keluarga besarnya justru membencinya. Mampukah Neysa bertahan dan memenangkan hati keluarga Prabu?
Sampul Novel Rahasia Tubuh Serena
8.1
Divonis mengidap sindrom MRKH membuat Serena Queen Adhisty hancur hingga sengaja menyakiti Adibara Erlangga agar dibenci. Sebelas tahun berlalu, Serena bertransformasi menjadi wanita angkuh yang menghindari pernikahan. Namun, takdir membawanya kembali pada Adibara di tempat kerja. Situasi kian pelik saat kakak Adibara muncul, memicu dendam lama yang belum tuntas. Akankah Adibara menerima kekurangan Serena, atau justru ada sosok lain yang ditakdirkan untuknya?