Sampul Novel Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

8.8 / 10.0
Pasca kematian ayahnya, Aurora Vallen terikat kontrak dalam Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius. Kael Vireaux memanfaatkan Aurora demi misi balas dendam, namun ketangguhan wanita itu mulai mengaburkan rencana jahatnya. Temukan kelanjutan billionaire romance novels ini di webnovel.
Ringkasan Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius
Kehidupan Aurora Vallen berubah total pasca wafatnya sang ayah saat Kael Vireaux, CEO misterius, datang mendesak sebuah pernikahan kontrak. Bagi Kael, Aurora hanyalah alat untuk menuntaskan misi balas dendam lama yang ia simpan rapat. Namun, keberanian Aurora justru mulai menggoyahkan rencana dinginnya. Di tengah ikatan pernikahan formal ini, mereka terjebak antara bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan atau menyerah pada perasaan cinta yang tumbuh tak terduga.
Baca Selengkapnya

Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius Bab 1

Hujan mengaburkan air mata Aurora Vallen. Sorot matanya masih menatap makam baru milik sang Ayah, Matthew Vallen. Seakan semua hal baik telah ditarik dari kehidupannya, Aurora hanya mampu terdiam, menyadari bahwa saat ini ia tidak memiliki siapa pun di dunia ini.

Ibunya, Isabelle telah meninggal sejak ia remaja. Kini ia harus merelakan ayahnya juga, dan menerima kenyataan bahwa ia harus menanggung semua hutang peninggalan ayahnya, dan juga harus segera angkat kaki dari rumah rumah yang telah menjadi disita sebagai jaminan.

Bahkan itu pun tak lantas membebaskan Aurora dari warisan hutang. Entah apa yang harus ia lakukan setelah ini. Ia tak lagi memiliki sandaran dan pijakan untuk bertahan.

Lonceng gereja berdentang beberapa kali, menandakan bahwa ia telah terlalu lama berada di sini. Tubuhnya basah, terlihat sedikit menggigil, tapi ia tahan sebisa mungkin karena tak lagi memiliki tempat untuk kembali.

"Dad, aku harus kemana sekarang?" gumamnya pelan. 

"Nona, sudah waktunya untuk pergi. Saya tidak bisa menunggu terlalu lama lagi." Petugas gereja mendekat, memberikan peringatan terakhir pada Aurora untuk segera pergi dari pemakaman.

Aurora mendongak, menatap petugas itu dengan air mata yang tertutup guyuran hujan. "Maafkan aku, aku akan segera pergi setelah ini. Anda boleh kembali, tak perlu menungguku lagi."

"Tapi saya harus memastikan Anda untuk pergi dari sini sekarang juga, Nona. Gerbang utama pemakaman akan segera ditutup oleh penjaga."

Ya, ini adalah pemakaman tertutup milik gereja tempat ayahnya biasa beribadah. Mereka memberikan bantuan pemakaman yang layak, dan saat ini Aurora harus mengikuti aturan dari mereka. Ia memang terlalu lama menunda waktu perginya sejak beberapa jam yang lalu.

"Baik, saya akan pergi sekarang juga. Terima kasih atas bantuannya, Tuan. Saya akan berkunjung lagi setelah semua urusan saya selesai." Aurora mencoba tersenyum, berlagak tegar di tengah kekacauan yang bahkan ia sendiri belum bisa menemukan jalan keluarnya.

Aurora berjalan menuju pelataran gereja untuk mengambil koper besar miliknya-satu-satunya harta yang tersisa. Untuk kali ini, ia tak ada pilihan lain untuk menginap di penginapan kecil yang tak memerlukan banyak biaya sambil menyusun kembali rencana hidupnya.

Ah, sial.

Seharusnya Aurora saat ini sedang merayakan kelulusannya sebelum menjalankan perusahaan milik ayahnya. Namun siapa sangka, hanya dalam satu malam, takdir telah mempermainkannya.

Di ujung jalan sebelum jalan raya, ia melihat ada penginapan kecil. Sambil menyeret kopernya, ia berjalan enggan menuju ke sana.

Petugas gereja tadi tidak berbohong. Penjaga makam telah menutup gerbang makam saat ia menoleh untuk terakhir kalinya. Aurora menghela napasnya panjang, kembali mencoba tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah makam.

"Bye, Dad. Aku akan kembali lagi lain waktu."

Langkah kaki Aurora kembali menjejak di pinggiran aspal yang kotor terkena cipratan tanah basah. Jejak langkahnya terlihat jelas, meski sedetik kemudian telah menghilang karena guyuran hujan.

Sampai akhirnya, sebuah mobil hitam mendadak berhenti di hadapannya, memaksa Aurora untuk berhenti sejenak. Ia memicingkan mata, mencari tahu siapa yang berada di dalam sana, tapi semua kaca dipasang kaca film hitam yang membuatnya tak mampu menembus ke dalam.

Pintu kemudi terbuka perlahan, satu payung besar berwarna hitam menggantung di bawah pria berperawakan tinggi besar, mengenakan setelan jas hitam. 

"Nona Aurora Vallen?" 

Aurora memperhatikan pria itu sejenak. Garis wajahnya tegas, membuatnya sedikit bergidik ngeri. "Ya, aku. Ada masalah apa?" 

Pria berjas hitam itu mengambil sebuah kartu nama dari saku jasnya, lalu menyodorkan pada Aurora. "Tuan Vireaux ingin bertemu. Ada tawaran yang bisa mengubah hidup Anda."

Aurora menerima kartu nama itu, membaca sekilas satu nama yang tertera di sana-Kael Vireaux.

"Apa maksudnya ini? Siapa Kael Vireaux?" 

Sekeras apa pun Aurora mencoba mengingat satu nama itu, tapi ia tak pernah mendengarnya. Tawaran apa yang dimaksud? Seolah-olah pria misterius itu telah mengetahui masalah yang sedang ia hadapi saat ini.

"Kalau Anda ingin tahu siapa Tuan Vireaux, silakan hubungi nomor yang ada di sana, atau langsung datang ke alamat yang ada di belakang kartu nama. Itu adalah alamat penthouse milik Tuan Vireaux. Anda bisa menemuinya di sana."

Pria itu tak menunggu jawaban dari Aurora. Ia segera berbalik, bersama dengan payung hitamnya yang tak sedetik pun ia bagi bersama dengan Aurora.

"Tunggu!" seru Aurora.

Hujan mulai mereda, menyisakan rintik halus. Namun ia tetap tak bisa melihat siapa yang ada di dalam mobil itu. 

Pria berjas tadi berbalik, menunggu Aurora berkata.

"Darimana Anda tahu namaku? Apa aku pernah mengenal Anda sebelumnya? Atau... Kael Vireaux?"

"Kalau Anda ingin mengetahui hal-hal itu, silakan bertanya pada Tuan Vireaux. Saya yakin beliau akan menjawabnya dengan baik. Datanglah secepatnya. Tuan Vireaux tahu bahwa Anda tak memiliki waktu banyak untuk berpikir. Selamat sore."

Tak ada percakapan lagi. Pria berjas itu kembali masuk ke dalam mobil, meninggalkan Aurora yang masih berdiri di bawah gerimis halus. Setelah mobil itu berlalu, Aurora kembali melihat kartu nama yang telah basah.

"Kael Vireaux? Aku tidak pernah mendengar nama ini sebelumnya. Siapa dia? Kenapa tiba-tiba memberi penawaran? Aneh sekali."

Meskipun begitu, Aurora tetap menjejalkan kartu nama itu di saku celananya. Tubuhnya semakin menggigil. Ia mempercepat langkahnya ke penginapan sambil terus menyeret koper besarnya. Ia berharap tidak ada basah yang menyelinap kesana. 

***

Ruangan yang disewa Aurora tidak begitu buruk. Semuanya layak, meski sangat berbeda jauh dengan kamarnya sendiri. Kasurnya tetap empuk, hanya sprei nya saja yang terlihat usang, dan sedikit bau pengap.

Namun Aurora tidak sedang dalam keadaan bisa menawar semua itu. Hanya ruangan ini yang mampu ia sewa untuk beberapa hari ini. 

Setelah mandi dan mengganti pakaian, dia membenamkan tubuhnya di bawah selimut. Kartu nama yang diberikan oleh pria berjas hitam tadi kembali dia ambil. Dia kembali mengulang nama yang tertera di sana.

"Kael Vireaux... Kael... apa temannya daddy? Kenapa dia tahu namaku?"

Ucapan pria berjas tadi kembali terngiang, membuat Aurora merasa kesal. 

"Hah! Tawaran yang bisa mengubah hidupku? Tahu apa dia soal hidupku??"

Harga dirinya seakan tercoreng karena ucapan itu. Meskipun pada faktanya dia memang sedang berada di dasar, dan tak ada tangga keluar yang bisa menyelamatkannya, tapi entah kenapa harga dirinya masih terlalu tinggi untuk menggapai pertolongan misterius itu.

"Apa dia tahu kalau aku kelilit hutang?" bisiknya lagi, setelah berguling beberapa kali ke kiri dan kanan, mencari posisi nyaman untuk tidur.

"Tapi... kenapa dia tidak datang sendiri? Malah menyuruh orang untuk memberikan kartu nama ini."

Aurora kembali membaca jabatan yang tertera di bawah nama Kael Vireaux. 

"CEO... wajar saja," gumamnya lagi. "Tapi sorry, Tuan CEO, aku akan berusaha sendiri."

Aurora meletakkan kartu nama itu di nakas samping ranjang, lalu ia memejamkan matanya. Hari ini terlalu berat untuknya, sampai ia tak tahu harus bereaksi apa selain mencerna semuanya secara perlahan.

Urusan hutang dan lainnya, akan ia pikirkan setelah bangun nanti. Setidaknya... malam ini... ia hanya ingin tidur dengan tenang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia mencekam akibat teror Eaters, predator berwujud manusia yang berubah menjadi monster haus darah saat malam tiba. Dengan taring dan cakar tajam, mereka memangsa daging manusia hingga memaksa warga bersembunyi dalam ketakutan. Rio Rosswel menjadi saksi bisu saat ibunya tewas mengenaskan di tangan makhluk tersebut. Sambil bersembunyi di lemari, Rio menahan tangis dan amarahnya. Di tengah duka mendalam, ia bersumpah untuk membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Sampul Novel Istri Yang Berjuang Sendiri
9.1
Kehidupan pernikahan ini terasa sangat hambar karena suamiku enggan menafkahiku dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Puncak penderitaanku bermula saat dia mendesakku mengambil utang bank demi membelikannya sebuah mobil. Meski sudah berkorban, pengabdianku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit saat aku memergokinya berselingkuh dengan wanita lain. Kini, aku berdiri di persimpangan jalan, mempertanyakan nasib rumah tangga kami yang hancur.
Sampul Novel Menikahi Seorang Abusive
8.6
Impian Dewi tentang rumah tangga harmonis hancur seketika saat menghadapi kenyataan pahit. Sebagai istri, ia terjebak dalam pernikahan beracun bersama Raihan, sosok suami yang sangat kasar dan abusif. Setiap hari menjadi perjuangan batin yang menyiksa di tengah perlakuan buruk pasangannya. Kini, Dewi berdiri di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi komitmen, atau berani melangkah pergi demi keselamatan jiwanya?
Sampul Novel Rahasia yang Menghancurkan Cinta
8.2
Alara adalah putri seorang tangan kanan pengusaha kaya yang hidupnya terikat pada pengabdian keluarga. Meski memiliki impian besar, ia terpaksa mengubur ambisinya demi tuntutan keadaan. Nasib membawanya ke posisi sulit saat ia dipaksa menjadi istri kedua bagi putra majikannya. Ironisnya, pria itu adalah suami dari sahabat karib yang sangat ia percayai. Kini, Alara terjebak dalam pengkhianatan dan pengorbanan yang menghancurkan masa depannya sendiri.
Sampul Novel Rencana Balas Dendam yang Terlambat
8.6
Marceline Sterling terpaksa menikahi Adrian Hawthorne, CEO Phoenix Cruise Line, demi sebuah wasiat. Meski Adrian mencintai Selena Winters dan mengekang Marcy dengan kontrak ketat, aturan itu justru memicu gairah tak terduga. Marcy yang semula dianggap lemah bertransformasi menjadi sosok dominan yang memikat pria berkuasa. Di puncak Phoenix Tower, perlawanan Marcy memicu murka Selena, menciptakan pusaran konflik, intrik, dan asmara yang sangat membara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan