Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Nostalgia

Terjebak Nostalgia

Marilyn tak pernah berharap bertemu kembali dengan pria dari masa lalunya, namun keadaan memaksanya untuk berhadapan lagi dengan Alvaro. Sebagai cinta pertama yang sempat meluluhkan hati, Alvaro juga menjadi sosok yang menghancurkan perasaan Marilyn lewat sebuah fakta menyakitkan satu dekade silam. Kini, sepuluh tahun setelah Marilyn memilih pergi, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Apakah ini hanya permainan semesta atau bukti cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

Alvaro tersenyum puas dengan ide Feldo, tapi ia tak yakin jika ide sahabatnya ini akan berhasil. Menurutnya, peluang menang untuk ide ini sangat kecil.

Bagaimana caranya menarik Marilyn untuk kembali lagi ke kota ini? Itu yang dari tadi Alvaro pikirkan.

"Pasti tidak akan mudah membuat Marilyn kembali ke sini." kata Alvaro yang diangguki Feldo.

Dengan berat hati Feldo akui itu, tapi seberat apapun mereka akan tetap berusaha mencoba menarik Marilyn kembali lagi ke kota ini.

"Aku rasa Marilyn tidak akan menolak untuk kembali ke kota ini disaat keadaan mendesaknya."

"Maksudmu?"

"Ya, perlu kau tahu saja. Jika Marilyn saat ini tengah mengalami masa-masa yang sangat sulit. Kehidupannya yang miskin pasti membuatnya sangat tersiksa. Biaya keperluan sehari-hari yang pas-pasan, belum lagi hutang piutang keluarganya yang sangat banyak."

"Jangan bilang kalau kau ingin menjebaknya."

Feldo mengendikkan kedua bahunya tak acuh. "Jika cuma itu jalan satu-satunya, kenapa enggak?"

"Tapi Fel—" ucapan Alvaro tersendat. Ia memang ingin Marilyn kembali padanya namun bukan dengan cara yang licik.

Menjebak sepertinya bukan hal yang baik untuk dilakukan. Tapi seperti yang Feldo bilang, jika cara satu-satunya cuma menjebak Marilyn kenapa tidak?

"Sudahlah Al, kau tenang saja. Serahkan semuanya padaku. Aku janji ini tidak akan lama, dan aku janji akan mengembalikan Marilyn secepatnya ke dalam pelukanmu."

"Bukan hanya ke dalam pelukan ku saja, tapi juga ke dalam hidupku untuk selama-lamanya."

Feldo mengangguk, "tentu saja."

"Thanks ya bro."

"Oke. Tapi lo harus janji sama gue. Setelah ini lo harus hidup dengan penuh semangat. Karena jika tidak, aku akan menarik kembali kata-kataku barusan." ucap Feldo kembali bicara pakai lo dan gue.

"Tidak!" tolak Alvaro cepat. "Gue janji setelah ini akan hidup dengan penuh semangat asal lo bisa bikin Marilyn kembali ke kota ini dengan cepat."

"Siapp!" tukas Feldo seraya mengacungkan kedua jempolnya pada Alvaro yang tersenyum senang.

"Lo gak ke kantor hari ini?"

Alvaro menggeleng, "malas."

"Astaga! Kebangetan banget lo malasnya."

"Hari ini aja, besok-besok udah enggak kok."

"Janji?"

"Iya gue janji, asal lo benar-benar bisa balikin Marilyn ke hidup gue."

"Iya gue janji. Ya ampun, perasaan lo jadinya ancam gue terus sama janji itu deh."

Alvaro nyengir, "harus dong! Biar lo gak lupa kalau terus gue ingetin."

"Kampret lo!" umpat Feldo kesal.

Temannya ini jadi manja, dikit-dikit menyerahkan segala urusan kantor padanya setiap kali malas.

Dan Feldo dengan senang hati akan melakukannya. Kan, lumayan gajinya jadi nambah banyak. Hehe.

"Oke, gue cabut ya." ucap Feldo berpamitan.

"Kemana?"

"Ke kantor keluarga lo lah. Memangnya mau kemana lagi Bapak Alvaro yang terhormat?"

Alvaro tertawa geli mendengarnya, "biasa aja kali ngomongnya."

"Kesel gue sama lo. Sumpah!" Alvaro bersikap biasa saja, sebab ia tahu jika temannya ini tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya.

Seusai kepergian Feldo temannya, Alvaro kembali memutuskan untuk naik ke atas ranjang. Bukannya sarapan Alvaro justru kembali lanjut tidur lagi. Benar-benar pria yang mageran sekali.

Tak ada satupun dari pelayannya yang berani membangunkannya. Alvaro akan bangun saat perutnya sudah terasa sangat lapar.

Para pelayan akan semakin sibuk setelah dia bangun dan meminta ini itu, termasuk makanan.

Alvaro adalah pria yang makan dengan porsi banyak. Namun beruntungnya tubuh Alvaro tetap ideal, gagah dan tegap berisi.

Tentu tubuh proporsional itu adalah impian semua pria, begitupun dengan para wanita yang mengidamkan tubuh pasangannya kekar dan berotot.

Seharusnya Marilyn merasa beruntung memiliki Alvaro yang nyaris mendekati kata sempurna. Dan Marilyn lebih beruntung lagi karena Alvaro sangat mencintainya.

***

Marilyn sebenarnya tidak ingin kembali ke kota kelahirannya. Kota dimana penuh banyak kenangan entah itu buruk maupun baik.

Tapi karena keadaan yang mendesak membuatnya terpaksa memilih untuk kembali kesana.

Paman Razak membawa seorang pria asing ke rumahnya. Paman Razak bilang pria itu menawarkan lowongan pekerjaan sebagai pelayan di rumah orang kaya dengan gaji yang sungguh menggiurkan.

Bagaimana tidak menggiurkan jika gaji menjadi pelayan di rumah orang kaya itu besar. Marilyn sendiri saja sampai tidak percaya mendengarnya, takutnya hanya orang yang ingin menipu. pikirnya merasa was-was.

Tapi pria itu menyakinkan Marilyn dan keluarganya jika ia bersungguh-sungguh dan bersumpah tidak bermaksud untuk menipu.

Paman Razak dan keluarga Marilyn langsung percaya begitu saat kata sumpah terucap dari bibir pria itu. Tapi tidak dengan Marilyn yang masih merasa ragu.

Marilyn pun meminta waktu sebentar untuk bicara berdua dengan paman Razak.

"Dimana Paman mengenal pria itu?" tanya Marilyn penasaran. Bagaimana bisa pamannya mengenal laki-laki kaya asing.

Wajah paman Razak terlihat gugup saat mendapati pertanyaan seperti itu dari Marilyn. Tapi segera saja wajah yang tadinya gugup berubah menjadi marah.

"Mar, kamu menghina Paman ya? Kenapa pakai ditanya lagi, tentu saja Paman banyak kenalan orang kaya." kata paman Razak sewot.

"Bukan begitu Paman, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menghinamu. Hanya saja—"

"Ah, sudahlah Mar. Intinya gini saja, kamu mau tidak menerima pekerjaan dari pria kaya itu? Jika tidak mau ya sudah tidak apa-apa, paman dan yang lainnya tidak akan memaksa." sela paman Razak yang setelahnya beranjak masuk ke dalam rumah keluarga Marilyn.

Marilyn kaget dengan reaksi pamannya yang langsung marah. Padahal kan Marilyn bertanya secara baik. Lagian sejak kapan paman Razak memiliki banyak kenalan orang kaya?

Setahu Marilyn enggak deh, tapi ya sudahlah. Marilyn tidak ingin berpikiran buruk pada paman Razak-nya.

Tatapan pria itu langsung tertuju pada Marilyn yang ikut masuk ke dalam setelah beberapa menit kemudian.

Seluruh orang yang ada disitu kembali membahas soal pekerjaan yang ditawarkan pria itu. Pria itu sendiri berharap Marilyn mau menerima tawaran pekerjaan darinya. Karena itulah yang diinginkan bosnya, Feldo.

Feldo menegaskan padanya untuk bisa membawa Marilyn apapun caranya. Jadi sebisa mungkin ia berusaha keras membujuk Marilyn dan keluarganya agar mau menerima tawaran pekerjaan darinya.

"Ibu, aku tidak mau." bisik Marilyn pada ibunya. "Aku merasa ragu dan juga takut Bu."

"Apa yang membuatmu merasa ragu dan takut sayang?" tanya sang ibu balas berbisik di telinganya.

"Dia terlihat sangat misterius dan mencurigakan. Aku merasa kalau dia ini hanya seorang penipu, Bu."

"Sayang, apa kamu tidak dengar tadi apa yang dia bilang? Dia sudah bersumpah sayang. Ibu rasa dia tidak mungkin ingin menipu, apalagi membawa-bawa sumpah segala." kata ibunya tidak setuju dengan pendapat Marilyn.

"Ya, tapi Bu—"

"Sudahlah sayang, jangan berpikiran buruk pada orang lain. Cobalah untuk berpikir positif. Kapan lagi coba kita bisa mendapatkan tawaran menggiurkan seperti ini? Cuma hari ini sayang, dan tidak akan ada kesempatan kedua." bujuk ibunya berharap putrinya mau. "Ya sayang, kamu mau ya?"

"Aku butuh waktu, Bu." tukas Marilyn pergi masuk ke dalam kamarnya.

Ibu Marilyn meminta maaf pada semuanya atas sikap tidak sopan Marilyn yang main pergi begitu saja.

Dengan santainya pria itu mengatakan tidak apa-apa. Dia mencoba mengerti posisi Marilyn yang pasti saat ini merasa bimbang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata yang Kutumpahkan
9.0
Keira Prawirajaya terpaksa menikahi Panji Wicaksana demi menutupi aib keluarga setelah kembarannya, Keisha, kabur. Namun, keadaan memburuk saat Keisha kembali dan memfitnahnya. Panji yang buta akan cinta lama pun berusaha menceraikan Keira melalui tuduhan perselingkuhan keji. Kini, Keira harus memilih antara menjaga martabat keluarga atau menyelamatkan harga dirinya dari penindasan sang suami dan saudara sendiri di tengah badai kebohongan yang kian memuncak.
Sampul Novel Brondong Toxic
9.1
Arum, janda tanpa anak, menjalin asmara rahasia dengan Viki, pria yang lebih muda. Ia menyembunyikan hubungan ini demi menghindari gosip kantor yang menuduh Viki sebagai perusak rumah tangganya dengan Pras. Namun, Arum justru terjebak dalam toxic relationship. Viki terbukti boros, temperamental, hingga tega melakukan kekerasan fisik dan berselingkuh dua kali. Akankah Arum tetap bertahan atau sanggup melepaskan diri dari jeratan pria tersebut?
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina kembali ke keluarganya sebagai pewaris sah yang terabaikan. Meski telah menyerahkan identitas dan karyanya demi saudari angkatnya, ia justru dibalas dengan pengabaian. Kecewa, Yuvina memutus ikatan emosional dan bangkit sebagai sosok jenius. Kini ia menguasai bela diri, medis, desain, serta delapan bahasa. Dengan kekuatan barunya, ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun di keluarga itu meremehkannya lagi. Dendam sang pewaris kini dimulai.
Sampul Novel Di Jodohkan Dengan Om Galak
8.2
Nessa, mahasiswi cantik berkepribadian bebas, terpaksa menerima perjodohan dengan Arga, CEO dingin yang pernah ia temui dalam situasi buruk. Meski Arga masih dibayangi masa lalu, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama setahun tanpa sepengetahuan orang tua. Namun, dinamika di antara mereka mulai berubah seiring berjalannya waktu. Akankah cinta tumbuh di tengah rahasia ini, ataukah kembalinya masa lalu Arga akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Ulang tahun ke-35 Declan Montereau berubah drastis saat Elio, bocah empat tahun bermata abu-abu, muncul di depan pintunya dan mengaku sebagai putranya. Sebagai pebisnis sukses yang skeptis terhadap komitmen, Declan kini terpaksa menghadapi kenyataan yang mengguncang logika. Kemiripan fisik Elio tak terbantahkan, memicu pencarian mendalam tentang siapa wanita dari masa lalunya yang tega menyimpan rahasia sebesar ini sekaligus meninggalkannya tanpa kata.
Sampul Novel KONTRAK CINTA SATU TAHUN
8.0
Kehidupan pernikahan Ratu berubah drastis saat Revan menyodorkan perjanjian tak terduga tepat di hari istimewa mereka. Ia terjebak dalam tantangan berat yang mempertaruhkan statusnya sebagai istri. Ratu hanya memiliki waktu satu tahun untuk menaklukkan hati Revan sepenuhnya. Jika ia gagal membuat sang suami jatuh cinta, perceraian menjadi konsekuensi mutlak yang harus dihadapi. Sanggupkah Ratu meluluhkan hati Revan demi mempertahankan rumah tangga mereka?