Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Nostalgia

Terjebak Nostalgia

Marilyn tak pernah berharap bertemu kembali dengan pria dari masa lalunya, namun keadaan memaksanya untuk berhadapan lagi dengan Alvaro. Sebagai cinta pertama yang sempat meluluhkan hati, Alvaro juga menjadi sosok yang menghancurkan perasaan Marilyn lewat sebuah fakta menyakitkan satu dekade silam. Kini, sepuluh tahun setelah Marilyn memilih pergi, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Apakah ini hanya permainan semesta atau bukti cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 3

Pria itu pamit pergi pada keluarga Marilyn setelah memberikan batas waktu pada Marilyn. Ibu dan ayah Marilyn tampak senang dan sangat berterima kasih pada pria itu yang sudah berbaik hati mau menunggu keputusan Marilyn.

Ayah dan ibu Marilyn juga berterima kasih pada paman Razak yang merasa sangat bangga.

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, paman Razak sudah bekerjasama pada pria itu yang merupakan suruhan Feldo.

Pria itu menjelaskan semua maksud dan tujuannya pada paman Razak. Jiwa mata duitannya paman Razak muncul begitu pria tersebut menawarkan sejumlah uang yang banyak untuk kerjasama ini.

Dan pria itu menjanjikan bonus tambahan yang banyak, asalkan paman Razak berhasil membujuk Marilyn agar mau menerima tawaran kerja darinya.

Siapa yang tidak merasa tergiur dengan pekerjaan semudah itu. Hanya membujuk keponakannya agar mau ikut ke kota asalnya.

Tentu saja paman Razak langsung menyetujuinya, dan yakin jika Marilyn tidak akan mungkin menolak. Mengingat kehidupan susah keluarga keponakannya, lagian Marilyn bukanlah anak yang pembangkang. Sangat susah bagi Marilyn menolak permintaan orang tuanya.

"Tapi kenapa anda memberi waktu untuk Marilyn menjawabnya? Bukankah seharusnya Marilyn menjawabnya sekarang juga?" tanya paman Razak tak mengerti dengan jalan pikiran pria itu yang malah memberi waktu.

Dengan santai pria itu menggeleng, "saya harus melakukan ini karena saya tidak ingin terlihat terlalu menekannya. Apalagi terkesan memaksanya, tentu saya tidak mau melakukan itu. Karena itu justru malah menimbulkan kecurigaan bagi Marilyn dan keluarganya." jelas pria itu yang. Paman Razak mengangguk-angguk paham.

Paman Razak takjub dengan ide pria itu yang luar biasa. Memikirkan secara detail rencana mereka, tidak sepertinya yang berpikiran pendek. Tadinya paman Razak ingin terus membujuk bahkan kalau perlu memaksa Marilyn.

Syukurlah ia biar menahan diri, kalau tidak maka kemungkinan besar rencana mereka berdua gagal.

Paman Razak tidak ingin bertanya apa-apa mengenai Alvaro, pria yang pernah singgah di hidup keponakannya itu. Setelah sepuluh tahun berlalu, kenapa baru sekarang nama itu kembali muncul lagi? Memangnya selama ini kemana pria itu baru mencari keponakannya lagi?

Hanya saja satu hal yang masih mengganjal di hati paman Razak yang merasa sangat penasaran. Namun ia tidak ingin menanyakannya pada pria itu.

Rasa-rasanya tidak ada yang lebih penting bagi paman Razak kecuali uang. Ya, uang. Seketika ia tersenyum senang saat membayangkan banyaknya uang di hadapannya.

Dia akan menjadi orang kaya apabila memiliki banyak uang. Uh, paman Razak ingin uang banyak.

Pria itu geleng-geleng kepala melihat tingkah paman Razak. Dasar matre! batin pria itu mengumpat.

Seharusnya sebagai paman beliau bisa menjaga dan melindungi Marilyn. Tapi ini tidak, paman Razak seolah-olah menjadikan Marilyn sebagai tumbal untuk keinginan dan tujuannya yang besar.

Ingin kaya bukan berarti harus mengobarkan keponakannya untuk pria yang pernah menyakiti Marilyn di masa lalu.

Paman Razak benar-benar jahat!

Marilyn termenung di kamarnya, memikirkan kembali soal tawaran kerja yang menggiurkan dari pria kaya tersebut.

Sungguh, Marilyn belum siap jika kembali ke kota asalnya. Dan juga ia tidak sanggup berpisah dengan keluarganya. Berpisah dari ibu, ayah dan juga kedua adiknya yang masih bersekolah.

Ayahnya yang sakit-sakitan tidak lagi bisa bekerja. Hanya dia dan ibunya yang banting tulang mencari uang untuk biaya sekolah dan juga kehidupan sehari-hari mereka yang selalu pas-pasan. Bahkan terkadang kurang, belum lagi hutang-hutang yang menumpuk untuk biaya pengobatan ayahnya. Obat-obat rutin yang harus di minum ayahnya bukanlah murah.

Ya Tuhan! Lengkap sekali kenikmatan hidup yang engkau berikan pada hidupku. ucap batin Marilyn.

Tanpa sadar airmata itu keluar dengan sendirinya, rasanya sangat berat bagi Marilyn untuk memutuskan.

Semoga saja jawaban yang ia ambil nantinya adalah keputusan yang tepat untuk dirinya dan juga keluarganya.

Marilyn cepat-cepat menghapus air matanya saat mendengar suara ketukan pintu di kamarnya. Tersenyum seraya membuka pintu, menyapa dan mempersilakan ibunya untuk masuk ke dalam kamarnya.

"Nak," panggil sang ibu menyentuh lembut bahunya. "Paman Razak dan pria kaya itu sudah pergi." kata ibunya memberitahu.

Marilyn mengangguk, "lalu apalah dia mengatakan sesuatu sebelum pergi, Bu?"

"Ya, ada nak. Pria kaya itu memberikanmu waktu kamu memutuskan jawabannya. Pria kaya itu sangat baik dan pengertian sekali ya mau memberi waktu dan kesempatan untuk keluarga kita."

"Nak, Ibu berharap kamu mau menerima tawaran pekerjaan darinya ya." bujuk ibunya tak lelah.

"Aku sih mau-mau saja, Bu. Asalkan tidak kembali ke kota itu." ungkap Marilyn. "Ibu jelas tahu dan masih ingatkan dengan masa laluku di kota itu?"

Sang ibu mengangguk, "tentu saja Ibu masih mengingatnya sayang. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada pekerjaan yang menggiurkan selain pekerjaan yang ditawarkan pria kaya itu nak."

"Jadi Ibu sangat berharap kamu mau demi keluarga kita nak. Jangan egois memikirkan diri sendiri, tapi pikirkanlah tentang keluarga kita. Ya?"

"Ibu, aku—" ucapan Marilyn tersendat oleh tangisnya sendiri. Marilyn tak mampu menolak jika ibunya sudah memintanya seperti ini.

Tapi, sanggupkah ia menerima tawaran pekerjaan dari pria kaya itu?

***

Mungkin berat bagi Marilyn untuk mengambil keputusan ini. Tapi ia tidak punya pilihan lain selain menerimanya.

Ia tidak mau dianggap egois apalagi durhaka pada orang tuanya. Lagian sampai kapanpun Marilyn tidak akan pernah sanggup menolak permintaan ibu dan ayahnya.

Marilyn menanamkan kata-kata di dalam dirinya jika semua yang dia lakukan ini untuk keluarganya. Demi keluarganya tercinta.

Semoga saja ini keputusan yang benar dan tepat. Aminn.

Paman Razak dan pria kaya itu senang dengan keputusan Marilyn. Akhirnya wanita itu menerima tawarannya.

Dengan cepat pria itu memberikan kabar pada bosnya, Feldo. Secepat itu juga Feldo mengabarkannya pada Alvaro yang bersorak gembira.

Wanita yang dicintainya akan kembali ke sini, ke kota yang banyak dengan kenangan mereka berdua.

Karena rencana mereka berjalan sukses, Feldo akan memberikan bonus pada pria itu dan juga paman Razak.

Sebelum pergi paman Razak menahan pria itu, menanyakan bonus tambahan yang pria itu janjikan padanya.

"Akan ku berikan nanti, tenang dan percayalah." janji pria itu berusaha sabar menghadapi paman Razak yang tak sabaran jika mengenai uang.

"Oke, baiklah. Aku akan percaya dan aku harap anda tidak berbohong." kata paman Razak sedikit mengancam.

"Tenang saja, saya bahkan sudah menyimpan nomor ponsel dan juga nomor rekening anda Pak Razak. Jadi jangan khawatir, saya tidak akan mungkin membohongi anda." paman Razak mengangguk.

Sekali lagi pria itu berpamitan pada keluarga Marilyn. "Kami pamit pergi Bu, Pak."

"Iya nak, kami mengucapkan terima kasih banyak padamu. Kamu sungguh pria yang baik, menawarkan pekerjaan yang menggiurkan dan juga uang tunai ini—"

"Iya Bu, sama-sama. Saya juga berterima kasih pada keluarga ini yang telah mempercayai saya." sela pria itu tak ingin paman Razak mendengar ucapan ibu Marilyn yang membahas soal uang tunai yang ia berikan.

Jumlah uang tunai yang ia berikan terbilang cukup banyak untuk keluarga Marilyn gunakan.

Marilyn memeluk erat ibu, ayah dan kedua adiknya yang hari ini tidak bersekolah khusus untuk melihatnya yang ingin pergi.

"Belajar yang rajin dan giat ya adik-adikku. Kakak titip Ayah dan Ibu sama kalian." kedua adik Marilyn mengangguk sedih dan melambai-lambaikan tangan mereka pada mobil yang melaju pergi membawa Marilyn.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata yang Kutumpahkan
9.0
Keira Prawirajaya terpaksa menikahi Panji Wicaksana demi menutupi aib keluarga setelah kembarannya, Keisha, kabur. Namun, keadaan memburuk saat Keisha kembali dan memfitnahnya. Panji yang buta akan cinta lama pun berusaha menceraikan Keira melalui tuduhan perselingkuhan keji. Kini, Keira harus memilih antara menjaga martabat keluarga atau menyelamatkan harga dirinya dari penindasan sang suami dan saudara sendiri di tengah badai kebohongan yang kian memuncak.
Sampul Novel Brondong Toxic
9.1
Arum, janda tanpa anak, menjalin asmara rahasia dengan Viki, pria yang lebih muda. Ia menyembunyikan hubungan ini demi menghindari gosip kantor yang menuduh Viki sebagai perusak rumah tangganya dengan Pras. Namun, Arum justru terjebak dalam toxic relationship. Viki terbukti boros, temperamental, hingga tega melakukan kekerasan fisik dan berselingkuh dua kali. Akankah Arum tetap bertahan atau sanggup melepaskan diri dari jeratan pria tersebut?
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina kembali ke keluarganya sebagai pewaris sah yang terabaikan. Meski telah menyerahkan identitas dan karyanya demi saudari angkatnya, ia justru dibalas dengan pengabaian. Kecewa, Yuvina memutus ikatan emosional dan bangkit sebagai sosok jenius. Kini ia menguasai bela diri, medis, desain, serta delapan bahasa. Dengan kekuatan barunya, ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun di keluarga itu meremehkannya lagi. Dendam sang pewaris kini dimulai.
Sampul Novel Di Jodohkan Dengan Om Galak
8.2
Nessa, mahasiswi cantik berkepribadian bebas, terpaksa menerima perjodohan dengan Arga, CEO dingin yang pernah ia temui dalam situasi buruk. Meski Arga masih dibayangi masa lalu, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama setahun tanpa sepengetahuan orang tua. Namun, dinamika di antara mereka mulai berubah seiring berjalannya waktu. Akankah cinta tumbuh di tengah rahasia ini, ataukah kembalinya masa lalu Arga akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Ulang tahun ke-35 Declan Montereau berubah drastis saat Elio, bocah empat tahun bermata abu-abu, muncul di depan pintunya dan mengaku sebagai putranya. Sebagai pebisnis sukses yang skeptis terhadap komitmen, Declan kini terpaksa menghadapi kenyataan yang mengguncang logika. Kemiripan fisik Elio tak terbantahkan, memicu pencarian mendalam tentang siapa wanita dari masa lalunya yang tega menyimpan rahasia sebesar ini sekaligus meninggalkannya tanpa kata.
Sampul Novel KONTRAK CINTA SATU TAHUN
8.0
Kehidupan pernikahan Ratu berubah drastis saat Revan menyodorkan perjanjian tak terduga tepat di hari istimewa mereka. Ia terjebak dalam tantangan berat yang mempertaruhkan statusnya sebagai istri. Ratu hanya memiliki waktu satu tahun untuk menaklukkan hati Revan sepenuhnya. Jika ia gagal membuat sang suami jatuh cinta, perceraian menjadi konsekuensi mutlak yang harus dihadapi. Sanggupkah Ratu meluluhkan hati Revan demi mempertahankan rumah tangga mereka?