Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Cinta Ketua Preman

Terjebak Cinta Ketua Preman

Malam perayaan kelulusan menjadi awal petaka bagi Amelia setelah ia tidak sengaja menghabiskan malam bersama Handoko, pria misterius yang tidak pernah menjalin hubungan. Tanpa diduga, Amelia hamil dan memilih merahasiakan janin tersebut. Ia tidak menyadari bahwa Handoko sebenarnya adalah pemimpin organisasi preman paling disegani. Akankah rahasia ini membawa penderitaan bagi Amelia, atau justru takdir manis yang membuat semua orang merasa iri padanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ya, Tuhan. Lo tidur sama cowok nakal tau gak!?"

Kuberanikan diri menatap Mina, dan ya ... tidak ada penilaian di matanya. Namun, kelihatannya dia bahagia dan lega.

Aku heran dong. "Lo gak benci atau apa gitu karena gue cuek? Kamu gak marah sama si Handoko itu?"

Dia menyeringai dan beringsut di sebelah, lalu menepuk pipiku. "Lah ... emangnya kenapa? Ya gue kesel sih, kesel karena lo baru ngasih tau sekarang, tapi bodo amatlah. Lagian menurut gue, itu bukan salah lo. Handoko itu baik, lagian bukan dia yang kasih lo minuman. Gue gak khawatir. Setidaknya, gue tau pengalaman pertama lo gak buruk waktu ngelakuin itu sama dia. Gue yakin dia ngasih kamu pengalaman terbaik yang pernah ada," kata Mina sambil menggoyangkan alisnya.

Aku mendengkus. "Gue malah gak mau inget itu."

"Gue yakin saat itu luar biasa."

Aku tidak menjawab, tetapi serius: Bukan itu yang kuharapkan, Mina!

"Ya Tuhan. Gue tahu lo pengennya dihina-hina kan, Mel? Gak lah ... gue malah lega karena lo cerita. Gue kan sahabat, dan mau yang terbaik buat lo. Gue gak akan jauhin cuma gara-gara lo tidur sama Handoko. Gila sih kedengarannya, tapi Handoko masih lebih baik. Dengan reputasinya, dia bisa ngelindungin, jadi lo aman. Siapa tau nanti lo hamil, gue yakin dia bakal tanggung jawab!"

Seharusnya aku merasa lebih baik setelah apa yang Mina katakan, tetapi kok tidak? Sebaliknya, justru aku merasa lebih buruk. Rasanya perutku bergejolak karena gugup, membayangkan bakal ada masalah yang lebih besar datang. "Mina ...," ucapku dan terdiam. Kugigit bibir ini tapi tidak sampai keluar darah. Kutatap matanya, mungkin saja dia bisa melihat ketakutan di dalam diriku.

Dia seakan paham, lalu menarik napas dengan keras. "Oh tidak ...."

Kutelan seteguk udara, dan ikut menjatuhkan bom ketiga. "Benar, kayaknya gue hamil."

Saat bangun pagi, aku merasa pusing dan tiba-tiba mau muntah. Namun kuabaikan. Apakah mungkin karena belum makan tadi malam? Semoga saja bukan karena hamil. Namun saat pergi ke toko yang ada di luar kampus, aku melewati pajangan pembalut dan saat itulah, sadar ... bahwa belum datang bulan.

Seharusnya sih minggu lalu sudah menstruasi, tetapi kok sekarang tidak? Aku memang taksadar karena stres, apalagi banyaknya pekerjaan harus selesai sebelum wisuda mendatang. Baru sadar waktu merasa mual dan muntah pagi ini. Ditambah lagi ketika melihat kari ayam, aku merasa mual padahal biasa pesan di kantin.

Pikirku sih, Mina bakal panik. Karena setahuku, karakternya seperti itu. Namun yang membuatku heran, dia hanya tertegun sejenak saat aku mengaku, lalu melirik sedikit ke perutku yang tertutup bantal. Pasti dia sedang mencari Baby Bump.

Sikapnya tenang, tanpa mengucapkan sepatah kata pun-padahal aku terkejut-dia menarikku keluar dari asrama.

"Kita mau ke mana nih?" tanyaku saat kami sudah berada di tempat parkir. Dia tetap diam sampai kami berada di dalam mobil. Aku duduk di belakang, sedangkan dia mengemudi di depan.

"Ke suatu tempat," katanya.

"Mina, tepatnya kita mau ke mana?" Karena penasaran, aku tetap bertanya saat mobil mulai berjalan. Kepalaku bersandar pada bantalan.

"Udah deh, nanti juga kamu tau!" Dia melirik sedikit, lalu melihat kembali ke jalan, jari-jarinya mengetuk setir.

Aku pun menjadi sedikit gugup. Astaga! Sebenarnya apa sih rencana Mina? Jangan-jangan, dia akan membawaku ke tempat Handoko, lalu mengajaknya berkelahi. Walau bukan sepasang teman, tetapi mereka saling mengenal, karena pacar Mina itu adalah salah satu dari temannya. Ya Tuhan ... apakah Mina mau bilang bahwa aku hamil?

Hadeh ....

"Di sini." Mina menghentikan mobil, setelah menemukan tempat yang bagus di tempat parkir mal. Aku heran dan bingung. Bukankah ini tempat terakhir yang kuharapkan untuk dikunjungi?

Kami turun dari mobil.

"Lo serius, Mina? Mau belanja?"

"Siapa bilang kita mau belanja?"

Aku memutar mata dan menyamai kecepatannya. Aku takbisa memikirkan alasan, mengapa setelah pengakuanku, kami langsung pergi ke mal. Mungkin ini sebuah cara untuk mengalihkan perhatia, dan ya, itu efektif.

Meskipun, itu tidak berlangsung lama.

Tiba-tiba jantungku berdetak lebih cepat, saat menyadari alasan kenapa Mina menyeretku ke sini. Bukan untuk berbelanja, tetapi membeli sesuatu. Sesuatu yang akan menutup ketakutanku sepanjang hari.

Bibir kugigit, dan aku tidak bergerak dari tempatku berdiri. Hanya melihat label toko-Farmasi-dan aku berhenti.

"Kita beli Test-Pack, Amelia!" katanya. Dia memanggil nama lengkap, seperti tanda bahwa dia serius, berharap aku tidak keberatan. "Kita harus memastikan!"

Ya Tuhan ....

Sungguh tak pernah terbayangkan, bahwa kami akan membeli tester kehamilan pada usia dua puluh. Mirisnya, itu bersamaan dengan hilangnya keperawanan. Padahal, episode ini diharapkan bakal terjadi di masa depan, yaitu bertahun-tahun dari sekarang. Memiliki karir yang stabil sebagai arsitek lanskap, lalu menikah dengan bahagia. Bukan malah kejadian ini! Namun, sang takdir memang memiliki selera yang buruk. Yah ... terkadang, hal-hal tidak berjalan, sesuai apa yang kita rencanakan..

"Aduh ... gue malu, Min. Iiiiiih ...."

"Amelia ...." Mina menghela dengan berat. "Sekali lagi lo nanya, gue bersumpah bakal ...." Kata-katanya terpotong, hahaha.

Sepertinya Mina sudah taktahan bersamaku, hilang kesabaran. Mungkin karena aku bertanya hampir ratusan kali. Kami sudah pergi ke mal selama tiga puluh menit, tetapi masih belum masuk apotek.

"Dengar, Mel. Kita gak boleh ngulur-ngulur waktu lagi, oke? Kita harus tau secepatnya!"

"Gue takut, Min, hiks ...."

"Ya emang! Tapi tenang aja, apa pun hasilnya nanti, gue tetep temenin lo."

Aku hanya bisa menghela dalam. Yah ... Mina benar. Walau terus menunda-nunda, pada akhirnya pasti tetap tahu juga. Nah, memang sebaiknya harus tahu sedini mungkin! "Okelah ... gue siap!"

"Nah, gitu dong!" Mina menyeringai. Dia melingkarkan tangan di tanganku, lalu membimbing ke apotek.

Ada banyak sekali pembeli. Duh ... membuat gugup saja! Bagaimana kalau orang tahu, bahwa kami sedang membeli tester kehamilan? Apalagi jika mereka tahu, kami seorang mahasiswa yang baru saja lulus, dua minggu yang lalu.

"Tenang, Mel. Gue bakal urus masalah ini," bisik Mina. Kami pun berbaris di konter. Aku percaya, dia tahu apa yang harus dilakukan.

Ketika kami berada di urutan ketiga, dia mengambil ponsel lalu tiba-tiba menempelkannya ke telingaku. Aku melongo, tidak tahu apa yang direncanakannya.

Ternyata, baru 'ku mengerti setelah dia mulai 'berbicara' ke telepon. Bahkan sengaja meninggikan suara, hingga menarik perhatian pelanggan lain dan kasir.

"Astaga, Atien! Bisa gak sih kamu tenang!? Iya gue tahu, gue tahu. Gue ... tahu ...." ucapnya pada Atien-seorang tokoh hayalan yang sedang kami panggil.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
9.5
Di New York, dua pemuda kaya raya—seorang pembalap F1 dan seorang genius finansial—telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, persahabatan erat itu goyah saat Ella hadir dan merebut perhatian mereka, membuat keduanya membuang lencana Mia. Menyadari posisinya telah tergantikan, Mia memilih mundur tanpa suara. Dia menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik yang selama ini dihindarinya.
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
9.0
Tujuh tahun merajut kasih tidak mencegahku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi berpaling pada sahabatnya. Setelah bebas, Deon memaksaku menikahinya untuk membalas dendam. Di balik pernikahan yang dikira harmonis, ia menyiksaku dengan membawa wanita lain, termasuk adikku, ke ranjang kami. Deon tidak tahu bahwa aku rela menyusup ke markas mafia dan menukar organ tubuhku demi mendapatkan bukti untuk membersihkan namanya, tepat di saat sisa hidupku kini hampir habis.
Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Pertemuan maut terjadi saat Luca tertembak di tengah konflik mafia. Kondisinya memburuk akibat kesalahan suntikan hormon yang memicu gairah tak terkendali. Sarah, kurir makanan yang menolongnya, terpaksa menjadi pelampiasan hasrat Luca. Demi menutupi jejak, keluarga mafia memutuskan menghabisi semua saksi. Sarah pun dibuang ke jurang oleh pengawal Luca setelah kehormatannya direnggut. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali setelah pengkhianatan keji ini?
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Tekanan sang kakek memaksa konglomerat Sayudha Wistara menikahi Diandra Safaluna, wanita bercadar yang penuh misteri. Yudha terus dibuat terperangah oleh kemampuan luar biasa dan prinsip unik sang istri. Pesona Diandra perlahan meruntuhkan niat Yudha untuk bercerai setelah dua tahun tanpa kontak fisik. Namun, ia tidak menyadari identitas asli Diandra. Akankah Yudha tahu bahwa istrinya adalah sosok tangguh yang memimpin kakeknya sendiri di dunia mafia?
Sampul Novel Jerat Cinta Mafia Kejam
8.2
Kinanti terusir dari rumahnya sendiri akibat ulah kerabatnya yang serakah. Ia pun memulai hidup baru di Amerika demi mencari ketenangan. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Brian, seorang ketua mafia kejam yang terobsesi padanya sejak lama. Dulu Kinanti bisa menghindar, tapi kini ia terjebak dalam kekuasaan Brian yang mutlak. Di tengah tekanan keluarga pamannya yang kembali mengusik, mampukah Kinanti bertahan dari jerat cinta sang mafia?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?