Sampul Novel Jerat Cinta Mafia Kejam

Jerat Cinta Mafia Kejam

8.2 / 10.0
Kinanti terusir dari rumahnya sendiri akibat ulah kerabatnya yang serakah. Ia pun memulai hidup baru di Amerika demi mencari ketenangan. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Brian, seorang ketua mafia kejam yang terobsesi padanya sejak lama. Dulu Kinanti bisa menghindar, tapi kini ia terjebak dalam kekuasaan Brian yang mutlak. Di tengah tekanan keluarga pamannya yang kembali mengusik, mampukah Kinanti bertahan dari jerat cinta sang mafia?

Jerat Cinta Mafia Kejam Bab 1

Bab 1

Seorang gadis bernama Kinanti sedang berlari meninggalkan kampus setelah menerima telepon dari pamannya yang mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dia berlari tergesa-gesa, hingga tanpa sengaja menabrak seorang pria yang tengah berbicara di telepon. "Iya, aku akan ..."

Bedebug

Suara ponsel yang terjatuh di lantai terdengar cukup keras. Pria itu tampak kesal dan menatap Kinanti dengan tajam. "Hey apa kamu tidak bisa melihat apa-apa? Kamu ....?" Dia terkejut setelah melihat siapa yang menabrak dan menjatuhkan ponselnya dia tampaknya mengenal Kinanti dan seketika itu juga, kemarahannya mereda.

Namun, Kinanti tidak memberi kesempatan untuk berbicara dengannya dan terus berlari. "Hey, tunggu! Kamu tidak bisa pergi begitu saja!" teriak pria itu.

Namun, Kinanti yang sedang berkabut tidak menghiraukan teriakan pria itu. Yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana cara dia bisa segera sampai di rumah. Meski begitu, dia sempat menoleh dan menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca. "Ada apa dengannya? Dia biasanya tidak seperti ini," gumam pria yang bernama Brian itu.

Brian tahu betul bagaimana sifat Kinanti yang ceria dan jarang tampak murung. Itulah yang membuatnya tertarik pada Kinanti. Namun sayangnya, Kinanti tidak melihat Brian sebagai pria yang mencintainya.

"Ayo Brian, bukankah kamu harus berangkat sekarang?" sahut mamanya dari dalam mobil.

Brian masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Kinanti, namun dia tidak bisa mengejarnya karena harus berangkat ke luar negeri.

"Aku sudah bilang, Ma, tidak usah menjemput ku. Aku bisa pergi sendiri!" protes Brian.

"Tapi, Brian, papamu hanya khawatir kamu tidak berangkat tepat waktu," jawab mamanya.

Brian merasa kesal, kenapa dia harus terlibat dalam bisnis haram papanya dan ditunjuk sebagai seorang ketua mafia untuk menggantikan papanya?

Dengan wajah tegas dan postur tubuh yang tinggi dan berisi, Brian memang tampak cocok menjadi ketua mafia. Ditambah dengan rambut halus di wajahnya yang menambah kesan tegas.

Brian bahkan pernah beberapa kali membunuh musuh papanya, dan itulah yang membuatnya akhirnya dipilih sebagai ketua mafia untuk menggantikan papanya.

"Kamu harus membuat papamu bangga, Brian!" pesan sang mama. Brian hanya menjawab dengan masuk ke dalam pesawat pribadinya.

Sementara itu, Kinanti tengah menangisi kepergian ayahnya. Dia tidak menyangka akan kehilangan sosok yang begitu ia sayangi. "Ayah, bangunlah. Aku mohon, bangunlah untukku!" tangis Kinanti.

"Sudahlah Kinanti, kamu harus bisa mengikhlaskan kepergian ayahmu," ujar bibinya, Martha.

"Iya Kinanti, jangan sedih. Masih ada Paman dan Bibi," tambah pamannya.

Namun, Kinanti tetap menangis histeris di sisi jenazah ayahnya. Bahkan komentar Citra, sepupunya, semakin membuatnya sedih. "Untuk apa kamu menangisi orang yang sudah meninggal, Kinanti. Dia juga tidak akan bisa bangun lagi."

"Kalian tidak pernah tahu rasanya kehilangan, pedihnya kehilangan orang yang kita sayangi. Kalian tidak tahu, karena kalian belum merasakannya," gumam Kinanti dalam hati.

Proses pemakaman berlangsung, dan untuk terakhir kalinya, Kinanti menatap ayahnya. Hingga timbunan tanah menutupi jenazah ayahnya.

"Ayo kita pulang, Ma.Pa, Kinanti, ayo pulang!" ujar Citra.

Kinanti sebenarnya masih ingin menemani ayahnya di pemakaman, namun Martha dan Rachel tetap besikeras mengajaknya pulang.

Bahkan, perkataan Citra semakin menyakitinya. "Kamu sangat menyusahkan, Kinanti!"

Kinanti akhirnya pulang ke rumah bersama keluarga pamannya, dan begitu mereka sampai di rumahnya, Kinanti ingin langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Namun, Martha menghentikannya dan berkata, "Kinanti, ayo duduk dulu. Bibi ingin berbicara denganmu."

Kinanti patuh dan duduk di depan bibinya.

"Seharusnya pamanmu yang mengatakannya, Ucap Martha!"

"Baiklah. Kinanti, aku minta maaf. Tapi aku harus memberitahumu ini."

"Apa itu, Paman?" Kinanti bertanya, pikirannya ingin segera pergi ke kamarnya untuk melepaskan kesedihannya.

"Kamu perlu tahu ini, Kinanti. Ayahmu yang sudah meninggal itu memiliki banyak hutang kepada paman, dan sejak ayahmu meninggal, paman harus mengambil rumah ini sebagai pelunasan hutang ayahmu itu, Kinanti!"

Dunia Kinanti langsung menjadi gelap. Ia baru saja kehilangan ayahnya, dan sekarang ia juga harus siap untuk kehilangan rumahnya. "Apa maksudmu, Paman?" Kinanti berharap bahwa ia salah mendengar sebelumnya, bahwa rumahnya tidak akan diambil sebagai jaminan untuk melunasi hutang orangtuanya.

"Iya, itu artinya kamu harus meninggalkan rumah ini, Kinanti!" kata Citra, yang menyakiti hati Kinanti.

"Diem aja kamu, Citra," kata Rachel, dan kemudian ia melanjutkan pembicaraannya, "Kamu masih bisa tinggal di sini, Kinanti. Paman tidak akan mengusirmu. Kamu bisa tinggal di sini sampai ada seorang pria yang ingin menikahimu."

Pernyataan Rachel langsung ditambah oleh Martha, yang berkata, "Tinggal di sini juga tidak gratis, Kinanti. Sebagai imbalannya, kamu harus bekerja di rumah ini. Kamu harus membantu bibi membersihkan rumah dan menangani pekerjaan rumah tangga. Bagaimana Kinanti? Apakah kamu setuju? Jika tidak setuju, kamu bisa meninggalkan rumah ini."

Hahahaha

Citra tertawa, senang melihat Kinanti diperlakukan seperti itu oleh orangtuanya sendiri.

"Cukup, Ma. Kinanti tidak punya tempat lain untuk pergi. Kinanti, pergi ke kamarmu dan istirahat."

"Tapi, Pa," Martha keberatan, tapi Kinanti memilih untuk mengikuti perkataan Rachel dan kembali ke kamarnya untuk istirahat.

Di dalam kamar Kinanti tidak bisa memejamkan matanya, kejadian hari ini masih begitu pilu di hatinya. Bahkan bayangan sosok almarhum papa terngiang di benaknya. "Kamu putri kebanggaan papa Kinanti, papa sayang kamu Kinanti."

"Terima kasih hadiahnya, Pa. Kinanti sayang papa."

"Pa, Kinanti ada sesuatu untuk papa. Pasti papa senang Pa."

Semua ingatan sosok sang papa hadir di benak Kinanti, sampai-sampai bantal yang digunakan Kinanti basah akibat tetesan air matanya yang berjatuhan.

"Pa, kenapa papa secepat itu pergi, pa. Kinanti masih rindu dengan papa dan ingin bersama papa. Tapi kenapa pa? Kenapa papa meninggalkan Kinanti. Hiks hiks. Papa, Kinanti rindu papa."

Cuman dengan menangis yang bisa Kinanti lakukan kini, sambil menatap lembaran foto kenangan sang papa yang terpanjang di dinding kamarnya. Sesekali Kinanti berbicara sendiri seperti berkata, "Mama sudah meninggalkan Kinanti, dan sekarang papa juga meninggalkan Kinanti. Dan ...."

Kinanti terbayang dengan ucapan paman dan bibinya barusan, hingga Kinanti berkata kembali, "Kinanti harus tinggal di mana, pa? Kenapa rumah ini harus jadi milik paman, pa?"

Kinanti memang ingat waktu itu, saat papanya menemui keluarga bibinya di rumah untuk sekedar meminjam uang untuk berobat mamanya kala itu. "Dapat pa uangnya, pa?" tanya Kinanti kala itu, hingga sang papa berkata, "Papa minjem duit bibi mu Kinanti, tapi pinjamnya gak boleh lama. Karena mau diputar untuk modal dengan bibi mu Kinanti."

Mengingat itu semua membuat sesak nafas Kinanti, dadanya terasa sakit memikirkan apa yang akan terjadi padanya selanjutnya. Dia juga tidak memiliki uang untuk membayar hutang sang bibi dan mengambil kembali rumah peninggalan orang tuanya.

"Apa yang harus aku lakukan, pa, ma? Kenapa kalian meninggalkanku? Bawa aku bersama kalian ma, pa."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jerat Cinta Mafia Kejam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan