Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Cinta Bu Guru

Terjebak Cinta Bu Guru

Tiga bulan Ryuga Daksa dihantui penyesalan karena melewatkan momen intim bersama Claudia saat pesta. Pencariannya menemui titik terang saat ia mengantar Aruna ke sekolah dan mendapati Claudia ternyata seorang guru di sana. Namun, langkah Ryuga tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan Dirga Disastra, murid Claudia sendiri yang juga menaruh hati pada sang guru. Di antara pria dari masa lalu dan muridnya, siapakah yang akhirnya berhasil memikat hati Claudia?
Bab
Bagikan

Bab 3

Langkah Dirga perlahan mendekat. Claudia tak merasa takut. Bagi Claudia, Dirga sudah seperti adiknya sendiri. Sama seperti Aland. Usia keduanya hanya terpaut dua tahun.

"Ah, Mbak Claudia," angguk Dirga. Badannya agak sedikit membungkuk untuk menyejajarkan wajahnya dengan Claudia.

“Apa kabar?” tanyanya dengan terlambat.

“Baik,” jawab Claudia singkat. "Makasih.” Dia menggoyangkan sedikit kotak makan yang diterimanya.

Dirasa tak ada yang ingin dibicarakan lagi, Claudia memutuskan melanjutkan langkahnya. Lagipula suasananya menjadi canggung dan tak nyaman. Namun, baru satu langkah Claudia berjalan, Dirga berhasil membuat langkahnya berhenti.

"Gue sering nongkrong di sini," ucap Dirga sambil mengeluarkan asap putih dari mulutnya.

Itu juga yang membuat Claudia cepat-cepat menjauhkan diri. Claudia benar-benar tidak tahan dengan asap rokok.

"Terus? Apa yang mau kamu omongin?" Claudia tahu Dirga belum sepenuhnya menyampaikan maksud dari ucapannya.

"Lo akan paham nanti, jangan ganggu kesenangan gue."

Setelah mengatakan itu dengan ambigu, Dirga pergi menuruni tangga tanpa berpamitan atau semacamnya.

"Siapa juga yang mau ganggu? Bukan urusan Clau!"

Cewek itu mencebik kesal lalu masuk ke dalam rumah untuk membuka kotak makan pemberian Larissa.

Dia sama sekali tak ambil pusing dengan apa yang dikatakan Dirga. Masa bodoh. Hidup masing-masing saja. Toh Claudia tak berniat mencampuri urusan bocah seusia Dirga.

Baiklah. Dirga sudah besar dan bisa mengurus dirinya dengan baik.

***

Telat.

Gawat.

Astaga. Seharusnya semalam Claudia tak begadang membenahi beberapa barangnya yang belum ditata. Pagi harinya Claudia kalang kabut untuk pergi ke sekolah. Butuh waktu yang lumayan lama untuk mengeringkan rambutnya menggunakan catokan.

Cewek itu menuruni tangga dengan tergesa. Totebag di bahunya merosot. Map di tangan Claudia cukup berat. Titik-titik keringat membanjiri dahinya.

"Clau!" sapa Larissa yang sedang menyapu di teras rumah.

Otomatis Claudia mendekat untuk menyalami wanita paruh baya tersebut. Inilah sosok Larissa. Dia kenalan lama ayahnya. Baru kemarin Claudia bertemu dengannya setelah kurang lebih empat tahun lamanya Claudia dan keluarganya pindah ke lingkungan baru.

"Tante, Clau berangkat dulu, ya!" pamitnya.

"Clau, naik apa?" Larissa menahannya.

"Eh? Naik ojek online kayaknya, Tante,” jawab Claudia seadanya.

Claudia baru akan mengeluarkan ponselnya untuk memesan, tetapi Larissa mencegah aksinya itu.

"Bareng Dirga aja, dia belum berangkat." Larissa tersenyum. "Dirga, udah siap belum?" panggil Ibunya sambil melirik ke arah pintu.

Bertepatan dengan Dirga yang muncul dengan seragam SMA-nya. Rambut cowok itu sedikit berantakan. Parfum khas cowok menguar. Claudia tak bisa menebak baunya.

"Aku berangkat, Ma," pamit Dirga menyalami Larissa.

"Bareng Claudia aja, ya. Kemarin 'kan Mama udah cerita kalau Claudia ngajar di sekolah kamu," jelasnya. Lalu Larissa menepuk jidatnya pelan. "Eh iya, maksud Mama, Ibu Claudia."

Seketika Claudia memasang senyum canggungnya. Benar dugaannya jika Dirga dan Aland hanya berbeda dua tahun. Aland duduk di bangku kelas sepuluh dan Dirga mungkin memasukki kelas akhir. Namun, Claudia tak menyangka akan mengajar di sekolah anak dari kenalan Sang Ayah.

Kemarin saat bercengkrama, Larissa tak menyebutkan bahwa Dirga bersekolah di tempat Claudia diterima bekerja sebagai seorang guru. Sekarang cowok itu menatapnya aneh.

"Cewek aku udah nunggu, Ma." Terselip nada kesal dalam ucapan Dirga.

"Cewek kamu mulu perasaan. Udah cepet bareng sama Bu Claudia. Kasian kalau telat," perintah Larissa.

“Dulu waktu Claudia pindah dan nggak pernah main ke sini lagi, kamu sampe nolak main sama orang lain,” beber Larissa.

Ingginnya Dirga menyahut, “Bongkar aja terus, bongkarrr.”

Begitulah Ibunda Ratu. Tak dapat ditolak keinginannya. Dirga mengangguk lesu. Dia tak mau Larissa lebih banyak membuka aibnya satu persatu.

Melalui lirikan matanya, Dirga menyuruh Claudia untuk naik ke motor vespanya. Untung Dirga selalu mencuci motornya di hari minggu sehingga pespa berwarna hitam kesayangannya tampak bersih dan mengkilau.

"Tante Larissa, Clau berangkat dulu," pamit Claudia benar-benar pamit.

Buru-buru Claudia mengikuti Dirga sebelum cowok itu berubah pikiran. Namun, Claudia belum berani naik sebelum Dirga menyuruhnya.

Tampaknya Dirga sedang mengirim pesan pada seseorang. Claudia tebak, pasti pada pacarnya. Claudia meringis karena merasa tidak enak.

"Sorry, ya, Clau ngerepotin," ungkap Claudia.

Dirga tak menggubris. Dia menyalakan motor vespanya dan menyerahkan helm bogo milik pacarnya.

Cepat-cepat Claudia menerimanya meskipun cukup kerepotan. Dirga sama sekali tak berniat membantu sebelum Larissa berdekhem keras. Ternyata Larissa memperhatikan sejak tadi.

"Siniin mapnya!"

Itu namanya merebut paksa. Claudia mencibir. Namun, itu membantunya. Claudia memegangi tas Dirga dan naik ke atas vespa.

"Cewek gue cemburuan, jangan pegang-pegang gue." Ini peringatan.

Claudia paham. Dia juga tak berniat macam-macam. Apalagi Dirga hanyalah bocah SMA. Sekalipun Claudia jomlo, dia akan memacari cowok lajang dan lebih tertarik pada laki-laki berusia matang.

Contohnya Ryuga.

Oh, tidak. Mengapa Claudia mengingat cowok itu lagi? Tapi, sejujurnya semenjak malam itu Claudia jadi terus membayangkannya.

Dari kaca spion diam-diam Dirga memperhatikan Claudia. Dalam hatinya Dirga merasa berdebar. Cewek itu semakin cantik setelah dewasa. Dirga tak menampik jika sejak dulu dia memang memiliki rasa.

Mungkin saat Claudia pindah. Dirga baru menyadari perasaannya. Saat itu Dirga merasa marah karena cewek itu tak berpamitan padanya. Dirga mencoba memahami maksud kepindahan cewek itu. Namun, tetap saja Dirga masih merasa kesal.

“Dirga, kamu ada di kelas mana?” Tiba-tiba Claudia mengajukan tanya.

“Ngapain, sih, nanya-nanya?” Dirga jelas tak suka. Inginnya Claudia meminta maaf dulu padanya.

“Ya siapa tau Clau ngajar di kelas kamu,” jawabnya sambil manyun. “Jangan lupa panggil Bu Claudia.”

“Pengin banget gue panggil gitu?” dengus Dirga yang kembali melirik spion.

“Udah seharusnya tau,” cibir Claudia. “Nanti gimana kalau misalnya ternyata Clau ngajar kelas kamu? Kita harus saling kenal atau pura-pura nggak kenal?”

“Nggak kenal,” jawab Dirga tanpa pikir panjang. Sepertinya masih ada yang ingin Claudia katakan, entah bagaimana cara menghentikkan kicauan cewek itu.

“Kamu punya pacar Dirga? Kalian satu sekolah? Satu kelas?” Claudia tak bisa menahan rasa penasarannya. Kedua sudut bibirnya tersenyum. Claudia memandangi punggung belakang Dirga yang lebar. “Nggak kerasa kamu udah gede, punya pacar, bisa bawa motor …,” jedanya.

Dirga balas berdecak, “Apaan, sih, lebay deh.”

“Kamu tumbuh dengan baik,” sambung Claudia seraya menepuk pelan bahu Dirga berulang-ulang. Seolah mengabaikan peringatan Dirga untuk tak menyentuhnya. Perasaan Dirga menjadi bergemuruh.

“Bisa diem aja nggak?” ketus Dirga.

Kali ini ada lampu merah. Vespa Dirga berhenti paling depan. Claudia seketika bungkam. Dia tahu dirinya terlalu banyak bicara.

“Widihh, gandengan baru nih, Ga!” celetuk seseorang di samping vespa Dirga.

“Bosen hidup lo?” ancam Dirga melirik sebal ke arah pengemudi yang menyeletuk barusan.

Prasetya Gemintang. Sohib SMA-nya. Pras, ya panggil itu saja. Sekarang cowok itu bagaikan kedapatan sesuatu yang menakjubkan saat Claudia menolehkan wajah ke arahnya.

“Kenapa lo liat-liat?” seru Dirga galak.

“Cuci mata. Cantik banget, boleh tau siapa namanya?” Dengan polosnya Pras menyodorkan tangan.

Hei, dia sepertinya lupa tengah berada di jalanan. Karena tak ingin mempermalukan cowok itu, Claudia ragu-ragu membalas jabatan tangannya.

“Claudia.”

“Pras.”

“Boleh minta nomor yang bisa dihubungi?”

“Pras.” Itu Dirga yang memanggil.

“Eh, nggak ada yang marah ‘kan, kalau gue ngajak lo kenalan?”

“Pras!"

“Claudia udah ada yang punya belum?”

“Prassss!” ucap Dirga yang kesekian lagi dengan ngegas. Pras menatapnya, “Apa?” Tatapannya datar.

Urat-urat di leher Dirga tampak terlihat. Cowok itu memasang wajah yang tidak ramah. “Punya gue. Paham?”

Hanya ada sahutan knalpot yang siap untuk melaju. Lampu kini sudah hijau dan Dirga tanpa berlama-lama melajukan vespanya. Di belakang sana, Claudia hanya terdiam. Tak berniat menanyakan apa pun pada Dirga.

Yang Claudia pahami, cowok itu berusaha melindunginya. Awww, Dirga adalah adik yang manis. Jika Claudia bisa, dia ingin menukar Aland –adik kandungnya dengan Dirga saja.

Bisa tidak, ya?

Ah, Claudia ganti pertanyaannya.

Dirga mau tidak, ya?

****

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JFP" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JFP
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
9.1
Kehidupan Nayla yang awalnya terasa sempurna seketika hancur berkeping-keping. Lewat kepolosan Cahaya, sang putri kecil, sebuah perselingkuhan yang dilakukan suaminya dengan Rosa terungkap secara tidak sengaja. Kesaksian jujur dari anaknya tentang kejadian di balik pintu kamar yang terkunci menjadi awal dari penderitaan yang tak terbayangkan. Kini, Nayla harus memilih antara bertahan atau merelakan semuanya. Sanggupkah ia menghadapi pengkhianatan ini dengan tegar?
Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Sampul Novel Apa Salahku Padamu, Bu?
7.9
Mutia menjalani hidup penuh kepedihan karena kebencian sang ibu yang tak beralasan. Seandainya bisa, ia lebih baik tidak pernah lahir daripada terus menjadi sasaran amarah. Kesulitan ekonomi yang menghimpit membuat ibunya selalu melampiaskan rasa frustrasi kepada Mutia tanpa henti. Setiap tindakan gadis malang ini selalu dianggap salah di mata sang ibu. Bagaimana nasib Mutia dalam menghadapi tekanan batin ini? Ikuti perjuangannya menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
8.1
Tiga hari pascakematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik merangkul wanita lain di pelukannya dan dengan dingin memerintahkan agar tubuhku langsung dikremasi sebelum dia dihubungi kembali. Setelah jasadku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, petugas medis kembali menghubungi Sandi. Dengan nada tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya setuju untuk datang ke lokasi kremasi.
Sampul Novel Ku hancurkan rumah tanggaku
8.6
Selama ini aku selalu berusaha berlapang dada memaklumi segala kesalahan suamiku demi menjaga pernikahan hasil perjodohan kami. Namun, pengkhianatan berupa perselingkuhan adalah batas akhir yang tidak mungkin kumaafkan. Kesetiaanku kini berubah menjadi tekad bulat untuk menuntut balas. Aku akan memastikan dia merasakan penyesalan terdalam karena telah menghancurkan kepercayaan ini dan mengkhianati komitmen suci yang telah kami bangun bersama.
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi
9.8
Setelah mati mengenaskan di rumah sakit jiwa akibat cinta butanya selama delapan tahun, Grace Wijaya mendapatkan kesempatan kedua untuk terlahir kembali. Langkah pertama yang ia ambil dalam kehidupan baru ini adalah menceraikan suaminya yang dingin, William Sanjaya. Meski awalnya William meremehkan keputusan tersebut, ia segera menyadari kesalahannya saat melihat Grace bangkit menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria hebat. Ketika sang mantan suami memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena ia telah sepenuhnya sembuh dari penyakit budak cintanya.