Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terbawa Hasrat

Terbawa Hasrat

Xena Foster terbiasa hidup mewah tanpa cela, mendapatkan segalanya dengan mudah hingga ia bertemu Morgan Louise. Ketampanan Morgan tidak hanya memikat hati, tapi juga membangkitkan hasrat mendalam yang membuat Xena tergila-gila. Namun, di balik takdir yang menyatukan mereka, tersimpan kenyataan pahit tentang sosok Morgan yang menghancurkan dunia Xena. Terjebak dalam cinta yang menyakitkan, Xena kini berada di ambang kehancuran. Mampukah ia bertahan menghadapi rahasia itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Xena membeku di tempatnya, dengan bibir yang masih menganga. Debaran jantung Xena berpacu lebih kencang dari sebelumnya. Xena sama sekali tak bergeming. Wajah tampan Morgan seakan mengalihkan seluruh dunianya.

Saat di pelelangan, Xena tak begitu jelas melihat wajah Morgan, karena posisi berdiri Morgan berdiri cukup jauh dari tempat di mana Xena duduk. Dan kali ini sangatlah jelas, hingga membuat Xena terpaku kagum akan sosok pria tampan di hadapannya.

“Apa kau masih belum mau berbicara? Jika kau masih belum mau berbicara, maka silahkan pergi. Aku sibuk.” Morgan berucap dengan nada dingin, dan penuh peringatan pada Xena. Pria itu nampak sekali tak ingin diganggu.

“K-kau yang membuatku lama di sini. H-harusnya kau berhubungan seks di kamar, bukan di ruang terbuka.” Xena meneguk salivanya susah payah kala mengatakan itu. Xena buru-buru menepis pikirannya, berusaha bersikap anggun dan elegan seperti biasa.

Morgan tersenyum miring. “Ini mansionku. Aku berhak melakukan seks di mana pun yang aku inginku.”

Xena mengatur napasnya, meredakan kegugupan dan salah tingkah dalam dirinya. “A-aku ingin mengatakan sesuatu padamu tentang berlian yang ada di pelelangan tadi.”

Morgan menatap dingin Xena. “Apa kau mencoba melakukan negosiasi denganku, Nona Foster?”

“Ya, aku akan memberikanmu 25 miliar USD, asalkan kau memberikan berlian langka itu padaku,” seru Xena dengan nada penuh penekanan. Gadis itu mendongakan kepalanya, menatap tubuh tinggi dan gagah Morgan.

Morgan menyeringai. “Kau tadi tidak berani melakukan penawaran 25 miliar USD. Kenapa kau sekarang berani mengajukan angka 25 miliar USD padaku, hm?”

Xena mendekat pada Morgan. Gadis itu tetap menampilkan keangkuhannya. “Aku tadi tidak bisa melakukan penawaran itu, karena aku belum mendapatkan izin dari ayahku. Setelah ini, aku akan meminta izin padanya. Ayahku tidak mungkin tidak mengabulkan keinginanku.”

Morgan meremehkan. “Sayang sekali, Nona Foster. Meski kau membeli berlian langka itu dengan nominal 100 Miliar USD, aku tetap tidak akan menyerahkan padamu.”

Xena berdecak kesal. “Kenapa kau keras kepala sekali! Jangan main-main denganku. Aku bisa membuatmu jatuh miskin, kalau kau berani menantangku!”

Morgan kembali tersenyum di kala mendapatkan ancaman dari Xena. Morgan merapatkan tubuhnya ke tubuh Xena, menarik dagu Xena dan berdesis tajam, “Simpan ancamanmu, Nona Foster. Aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu itu.”

Tubuh Xena meremang merasakan embusan napas Morgan menerpa kulitnya. Xena merasakan kakinya seperti jelly, tak mampu berdiri tegak. Demi Tuhan! Ini pertama kalinya, Xena merasakan perasaan yang begitu campur aduk. Xena tak mampu mengeluarkan suara, akibat kegugupan yang kembali melandanya.

“Pulanglah, aku tidak memiliki waktu untuk meladeni Tuan Putri manja sepertimu.” Morgan menjauh dari Xena, dan hendak meninggalkan Xena. Namun …

“Tunggu! Kita belum selesai bicara!” Xena mulai berani mengeluarkan suara, di kala Morgan menjauh darinya.

Morgan memunggungi Xena, dan menatap dingin Xena dari sudut matanya. “Tidak ada hal yang harus dibicarakan. Semua sudah jelas. Aku tidak akan menjual berlianku.”

Xena mengepalkan tangannya kuat. “Aku tidak akan pulang, kalau kau masih belum menjual berlianmu itu padaku.”

Morgan melukiskan senyuman sinis. “Alright, kalau kau masih ingin di sini, silahkan. Pada akhirnya, kau pasti akan menyerah.” Lalu, Morgan meninggalkan Xena begitu saja. Tampak Xena menunjukan raut wajah kesal, kala Morgan pergi meninggalkannya.

“Tuan Morgan, apa saya harus memanggil pengawal untuk mengusir Nona Foster?” tanya sang pelayan pada Morgan yang hendak masuk ke dalam lift.

“Tidak usah, kau berikan saja kamar tamu padanya. Aku ingin lihat sekeras apa dia bertahan di sini,” jawab Morgan dingin dengan raut wajah tanpa ekspresi. Pria itu ingin tahu seperti apa Tuan Putri manja itu bertahan. Morgan yakin, pasti gadis itu tak akan betah, dan akhirnya memilih untuk menyerah pulang.

Sang pelayan mengangguk. “Baik, Tuan.”

Morgan melangkah menuju lift, menuju kamarnya yang ada di lantai 5. Tepat di kala Morgan sudah masuk ke dalam lift, sang pelayan segera menghampiri Xena yang masih bergeming di tempatnya. Sedari tadi Xena tak henti meloloskan umpatan.

“Nona Xena Foster, jika Anda masih ingin di sini, mari saya antar ke kamar tamu,” ujar sang pelayan, pada Xena.

Xena mendengkus. “Pria itu memintamu untuk memberikan kamar tamu padaku?” tanyanya memastikan. Xena tak mengira kalau Morgan akan meminta pelayan, menyiapkan kamar tamu untuknya.

Sang pelayan mengangguk. “Benar, Nona. Tuan Morgan Louise yang meminta saya untuk mempersiapkan kamar tamu untuk Anda.”

Xena terdiam sebentar, memikirkan rencana yang ada di dalam pikirannya. Xena sudah terlanjur ada di sini. Kalau langsung pulang, maka dia akan merasa kalah. Jadi lebih baik bertahan saja untuk sementara waktu. Paling tidak, sampai Morgan mau menjual berlian langka itu padanya.

“Baiklah,” jawab Xena dingin dan ketus. Detik selanjutnya, Xena melangkah mengikuti pelayan yang akan menunjukan kamar tamu padanya. Xena tahu dirinya memang sudah gila bermalam di rumah pria asing, tapi berlian langka yang dia inginkan itu sangat penting. Pun Xena paling benci, jika sampai ada yang mengalahkannya.

***

Malam semakin larut. Xena yang tertidur pulas mulai terbangun di tengah malam. Xena mengerjapkan matanya. Mengendarkan pandangan ke sekitar, mengingat dirinya masih berada di mansion Morgan Louise.

Xena melihat ke jam dinding—waktu menunjukan pukul 4 pagi. Xena mendecakan lidahnya jengkel. Xena paling benci bangun di tengah malam, karena pasti berujung dirinya sulit untuk tidur lagi.

“Lebih baik aku jalan-jalan saja,” gumam Xena pelan seraya menyibak selimut, dan melangkah keluar kamar. Di tengah malam seperti ini, pasti kondisi mansion Morgan Lousie sepi. Jadi tak ada salahnya, Xena berjalan-jalan.

Saat Xena tengah berjalan, tanpa sengaja Xena mendengar suara berisik dari kamar yang di ujung sana. Awalnya, Xena ingin mengabaikan tapi rasa penasaran dalam diri Xena semakin kuat. Akhirnya, Xena memutuskan untuk mendekat pada kamar yang pintunya sudah setengah terbuka.

“Ah, ah, Morgan.”

“Ah, ah. Kau luar biasa, Morgan.”

“Ah, ah.”

Tubuh Xena menegang dengan bibir yang menganga melihat Morgan tengah berhubungan seks dengan seorang wanita. Xena meneguk ludahnya berat. Padahal di kala dirinya datang, Morgan sudah berhubungan seks dengan seorang wanita. Tapi apa itu belum puas?

Xena salah tingkah. Xena bingung bagaimana harus bersikap. Xena bukanlah gadis polos yang tak pernah melihat adegan panas, tapi kalau secara langsung seperti ini, Xena bingung bagaimana harus bersikap.

‘Oh, Tuhan. Pria macam apa dia,’ batin Xena resah.

Xena hendak berbalik, meninggalkan kamar, namun tiba-tiba…

“Siapa kau?” Seorang wanita cantik berambut merah merapikan pakaiannya, di kala sudah selesai bermain dengan Morgan.

“A-aku—” Xena tak henti menelan salivanya susah payah. Sungguh, Xena tak menyangka wanita yang ada di hadapannya adalah wanita yang berbeda dari yang tadi dirinya lihat.

“Morgan dia siapa?” tanya wanita cantik berambut merah itu pada Morgan.

“Pergilah, bayaranmu sudah ditransfer oleh asistenku. Aku akan menghubungimu lagi, kalau aku membutuhkanmu,” jawab Morgan dingin pada wanit cantik berambut merah. Tatapan tegas Morgan tak lepas menatap Xena yang berdiri di ambang pintu.

Wanita cantik berambut merah itu mengembuskan napas panjang. “Oke, aku menunggumu menghubungiku.” Wanita itu mencium rahang Morgan. “Aku pasti akan selalu memuaskanmu, Morgan,” bisiknya sensual menggoda. Kemudian, wanita cantik itu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu, dan sedikit menabrak bahu Xena.

Mata Xena mendelik tajam pada wanita cantik berambut merah itu. “Pelacur sialan!” umpatnya kasar.

“Well, Nona Foster. Rupanya kau bisa mengeluarkan kata-kata kasar. Aku pikir Tuan Putri sepertimu, sangat menjaga perkataannya.” Morgan mendekat, dan tersenyum meremehkan.

Xena menatap dingin Morgan. “Berhenti memanggilku Tuan Putri.”

Morgan mengangkat bahunya tak acuh. “Kenapa kau di sini?”

“Aku terbangun, dan jenuh di kamar. Aku ingin berjalan-jalan, tapi malah menemukanmu tengah berhubungan seks dengan wanita yang berbeda dari sebelumnya. Apa kau ini sudah gila, Morgan Louise? Bagaimana bisa dalam satu hari kau berhubungan seks dengan dua wanita berbeda,” seru Xena kesal pada sifat Morgan.

Sebelah alis Morgan terangkat. “Kau salah, Xena Foster. Hari ini aku sudah meniduri lima wanita berbeda, bukan dua. Jika ditanya alasannya, karena aku menyukai fantasi baru. Aku mudah jenuh jika hanya berhubungan seks dengan satu wanita saja.”

Xena berdecak. “Kau memang berengsek!”

Morgan menyeringai mendengar Xena mengatakan dirinya berengsek. Pria itu mendekat pada Xena. Refleks, Xena mundur, hingga tubuhnya terbentur ke dinding kamar. Tampak Xena begitu panik di kala Morgan mendekat.

“A-aku peringatkan padamu, Morgan. Jangan macam-macam padaku! Kau tidak mengenal siapaku!” seru Xena penuh peringatan.

Morgan tersenyum miring. “Putri bungsu keluarga Foster. Siapa yang tidak mengenalmu, hm? Ayahmu adalah pengusaha ternama.” Morgan mendekatkan bibirnya ke telinga Xena. “Relaks, Nona Foster. Aku tidak tertarik padamu. Lihat saja payudaramu berukuran kecil. Aku tidak suka pada wanita yang memiliki payudara kecil.” Lalu. Morgan melangkah pergi meninggalkan Xena.

Mata Xena mendelik tajam, dan melihat ke payudaranya sendiri. “What?” Xena menggeram kesal mendapatkan hinaan dari Morgan. Makian dan umpatan lolos dalam hatinya. Xena merasa dirinya telah direndahkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Bercerai!!
8.4
Adeline telah mencapai batas kesabarannya setelah terus-menerus dianggap remeh oleh Devon. Baginya, pria itu kini lebih buruk dari sampah yang tak bernilai. Ketegangan memuncak di ruang makan saat Devon mendengar hinaan Adeline secara langsung. Dengan amarah yang meluap, sang tuan muda mencengkeram dagu Adeline dan memberikan peringatan keras agar ia tidak mencoba bermain api. Namun, Adeline tidak lagi takut untuk melawan dominasi dingin suaminya tersebut.
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Nasib malang Prasasti kian pelik saat terlibat dengan tiga putra keluarga Adisurya yang kaya raya. Cintanya pada si bungsu, Prasetya, harus kandas setelah sulung keluarga itu, Pramudya, nyaris menodainya hingga Sasti dicap buruk. Demi nama baik, Prahara sang putra kedua justru menikahinya. Namun, pernikahan ini mengundang amarah wanita lain yang nekat mencelakainya. Di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras, mampukah Sasti bertahan dalam rumah tangganya?
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
El Barack Gunadhya Nagara terpaksa membeli Bellina Devanka Ammari dari bibinya demi memenuhi tuntutan kakeknya akan pewaris Nagara Group. Dalam pernikahan singkat yang penuh penderitaan ini, Bellina harus merelakan hubungannya dengan Kevin Sanjaya. Meski batinnya tersiksa karena hanya dianggap sebagai mesin penghasil keturunan, situasi mulai berubah saat El menjadikannya sosok spesial. Akankah Bellina tetap pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang menyelamatkannya?
Sampul Novel Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!
8.3
Silvia mengorbankan segalanya demi Sienzo, bahkan ayahnya menggelontorkan investasi 20 triliun demi pernikahan mereka. Namun, malam pernikahan menjadi awal petaka mengerikan saat Sienzo menyerahkannya pada belasan temannya sebagai balas dendam atas kepergian kekasihnya, Tina. Setelah dikurung hingga tewas mengenaskan bersama bayinya, Silvia tiba-tiba terbangun di masa lalu, tepat saat Keluarga Gunawan memohon investasi. Kini, takdir berputar dan Sienzo yang akan menangis memohon ampun.
Sampul Novel Gadis Penghibur Tuan CEO
8.5
Ajeng Kirei Aswari dijual ayahnya ke tempat prostitusi saat berusia 18 tahun. Selama sepuluh tahun, ia menjalin hubungan dengan Reynold Bill Timur, CEO sukses yang menjadi tumpuan hidupnya. Namun, keluarga Bill menentang status Ajeng dan menjodohkan Bill dengan wanita sederajat. Tak mampu menolak, Bill tetap membawa Ajeng ke dalam skandal di tengah pernikahannya. Mampukah Ajeng bertahan bersama Bill meski harus menyakiti perasaan wanita lain yang tak bersalah?
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.