Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Teratai Abadi

Teratai Abadi

Terlahir prematur dan bisu, Puti Bungo Satangkai tumbuh sakti di Pulau Sinaka berkat Inyiak Mudo. Kematian gurunya memicu perjalanan Bungo ke daratan Andalas demi mencari jati diri. Bermodal liontin kelopak teratai, ia bertemu Kumbang Janti dan mengungkap silsilahnya sebagai keturunan Sialang Babega. Demi mengumpulkan pusaka Teratai Abadi untuk Raja Minanga, ia harus bertarung hebat. Meski kehilangan rekan, Bungo akhirnya menemukan kakaknya dan bersatu dengan cinta sejatinya, Antaguna.
Bab
Bagikan

Bab 1

Inyiak Mudo harus menghentikan semadinya. Suara-suara halus yang berbisik ke dalam hati dan pikirannya cukup mengganggu meditasi yang telah ia mulai semenjak beberapa purnama yang lalu. Meditasi yang sesungguhnya tidak akan mungkin diganggu oleh orang lain sebab ia tinggal nun di sebuah pulau kecil nan terpencil.

Pulau Sinaka, sebuah pulau yang berada di lepas pantai sebelah barat Pulau Swarnadwipa yang bermakna Pulau Emas. Atau setidaknya, begitulah kata para pedagang dari Gujarat dan Tiongkok Selatan.

Namun, penduduk yang mendiami pulau besar itu lebih mengenal daratan tersebut dengan nama Andalas—kelak, nama itu akan berganti menjadi Sumatra.

“Ada apakah gerangan?" gumam Inyiak Mudo setelah ia membuka matanya.“Mengapa suara-suara tak berwujud itu mengiang-ngiang dalam pikiranku?"

Dan ketika ia memutuskan untuk berdiri, barulah terlihat bahwa pria yang berperawakan seperti seorang yang sudah berusia 70 tahun itu cukup pendek, hanya memiliki tinggi sekitar satu tombak saja, ukuran kira-kira 1,5 meter.

Hanya saja, wajah itu memiliki kulit seperti kulit bayi, halus dan kemerah-merahan meski kumis dan jenggot menyatu menjadi cambang yang lebat berwarna keabu-abuan, begitu juga dengan rambutnya yang sebahu itu.

Tidak ada yang tahu usia pria tersebut yang sebenarnya, itu juga alasannya orang-orang lebih mengenal dia dengan julukan Inyiak Mudo.

Inyiak Mudo berdiri hening dengan kedua tangan berada di belakang pinggangnya. Wajah yang menengadah itu terlihat tidak terlalu tenang, dengan mata terpejam, di tepian pantai. Cambang dan rambutnya riap-riapan dipermainkan angin malam.

‘Duhai para Dewa dan Dewi si Suwarga,’ bisik hati kecilnya, ‘gerangan apakah yang Kalian pertandakan padaku?’

Ia membuka matanya, memandangi cakrawala malam yang bertabur bintang gemintang laksana butiran-butiran berlian di pasir hitam. Sesaat, Inyiak Mudo menghela napas lebih dalam sebelum tatapannya tertuju ke seberang lautan. Bayangan tipis dari Pulau Andalas sedikit memberi petunjuk pada dirinya, tentang bisikan-bisikan tak berwujud yang mengganggu semadinya tadi.

Tidak mungkin untuk mengulang semadi yang telah terganggu itu, akan membutuhkan sesuatu prosesi untuk memulainya lagi. Jadi, Inyiak Mudo memutuskan untuk tidur-tidur ayam[2] saja sembari menunggu fajar menyingsing.

Akan tetapi, Inyiak Mudo justru benar-benar tertidur dengan posisi miring ke kanan. Dan kembali suara-suara gaib itu menggoda mimpinya. Dan kembali ia terjaga.

Pria tua sama sekali tidak paham dengan suara-suara dalam mimpinya itu. Masalahnya, tidak ada kata-kata yang jelas yang bisa ia ingat. Hanya suara-suara berbisik halus yang lebih sering terdengar seperti suara tawa seorang bayi, atau rintihan kesakitan dari seorang wanita.

“Rasian macam apa pula ini?” gumam Inyiak Mudo setelah bangun dari tidurnya.

Di awal pagi itu, Inyiak Mudo akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Pulau Sinaka. Dengan menaiki sebuah sampan kecil, ia mendayung menuju daratan utama Andalas.

Meski pria tua dan pendek itu mendayung dengan begitu santai tanpa terlihat terburu-buru, namun sampan itu justru meluncur sangat cepat di permukaan laut yang cukup berangin di pagi ini.

Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Inyiak Mudo untuk bisa mencapai daratan utama Andalas meski hanya dengan sebuah sampan kecil. Ia sudah melihat keramaian dari sebuah bandar di tepi laut, namun ia memilih untuk melabuhkan sampannya di sisi kanan dari bandar tersebut.

Bandar itu bernama Bangkahulu, kelak akan menjadi sebuah ibukota penting bagi Provinsi Bengkulu.

Setelah berlabuh dan menambatkan perahunya di satu titik di antara kelebatan tanaman di tepi laut, Inyiak Mudo meneruskan tujuannya dengan berjalan kaki.

Yah, meskipun tidak bisa disebut sebagai berjalan sebab kenyataannya, pria tua seolah seekor burung yang terbang dengan sangat ringannya, melesat ke arah utara. Ia sengaja mengambil jalur di antara kerapatan pepohonan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjelang tengah hari, Inyiak Mudo telah sampai di kawasan Bukik Siriah, secara harfiah berarti Bukit Sirih. Kawasan itu berada di ujung utara sisi barat Ngarai Sianok. Di sana, terdapat sebuah goa alami yang tidak terlalu besar.

Hanya ada satu orang saja yang mendiami goa itu, dan orang itulah yang sekarang akan ditemui oleh Inyiak Mudo.

Dia adalah seorang wanita sepuh yang sama tuanya seperti Inyiak Mudo sendiri, bernama Sabai Nan Manih. Hanya saja, sebagaimana dengan Inyiak Mudo, wanita itu pun memiliki kulit wajah selayaknya kulit bayi yang halus dan kemerah-merahan. Rambutnya pun telah hampir memutih keseluruhannya.

Di dalam goa itu Sabai Nan Manih yang kecantikan masa mudanya masih membayang jelas di wajahnya itu dalam kondisi bersemadi. Duduk bersila dengan tenang di atas sebuah bongkahan batu.

Inyiak Mudo berhenti sejenak di depan mulut goa, ia menghela napas lebih dalam sebelum akhirnya memutuskan untuk memasuki goa tersebut. Ia sedikit tersenyum ketika melihat wanita sepuh itu duduk dengan sangat tenang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Terbangun di tengah kegelapan tanpa ingatan selain nama sendiri, Rio terlempar ke dunia fantasi abad pertengahan yang asing. Tanpa jawaban atas asal-usulnya, ia terpaksa bertahan hidup bersama orang-orang yang bernasib sama. Rio membentuk kelompok tentara bayaran dan mulai mengasah kemampuan tempur demi menghadapi bahaya di tanah Midgard. Inilah awal perjalanan penuh ketidakpastian bagi mereka yang lahir dari abu untuk mengukir takdir baru di dunia yang keras.
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
9.1
Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)
9.4
Pesta ulang tahun Thania berubah menjadi petaka saat ia diculik dan menyaksikan kedua orang tuanya dihabisi. Kini, ia terperangkap sebagai tawanan pemuas nafsu seorang bos mafia yang sangat sadis. Di tengah penderitaannya, Thania harus memutar otak untuk menaklukkan hati pria kejam tersebut. Akankah ia berhasil memikat sang mafia agar membantunya mengungkap konspirasi besar di balik kehancuran keluarganya, atau justru terjebak selamanya?
Sampul Novel Sanderan Tuan MAFIA KEJAM
8.8
Dunia gelap seorang pemimpin mafia kejam hanya dipenuhi oleh ambisi kekuasaan, tumpukan uang, dan pertumpahan darah yang tiada akhir. Namun, dominasi pria bengis ini mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan seorang gadis yang memikat hatinya. Di balik reputasi yang mengerikan, muncul sisi lembut yang tak terduga akibat jeratan cinta. Ikuti kisah penuh aksi dan romansa dewasa yang menegangkan dalam perjalanan hidup sang penguasa yang kini menjadi sandera perasaan.
Sampul Novel Si Miskin Jadi Keren
8.9
Remaja lusuh nan miskin yang sering dianggap bodoh ini ternyata adik kandung dari seorang konglomerat berkuasa. Meski cerdas, ia sangat kikuk dalam urusan asmara hingga membuat siapa pun gemas. Berawal dari sosok penakut, ia berlatih keras di bawah bimbingan kakaknya yang memiliki kemampuan tempur luar biasa layaknya tentara terlatih. Ikuti perjuangan duo bersaudara ini dalam menumpas komplotan preman dan geng berandalan yang berbahaya.
Sampul Novel SUAMI PILIHAN KAKAK UNTUKKU
7.9
Viola menyelamatkan Andreas yang terluka, namun takdir membawanya ke dalam pernikahan kontrak dengan pria kejam itu atas paksaan Henry, kakaknya sendiri. Meski Andreas adalah musuh yang membunuh Henry di depan matanya, Viola terpaksa bertahan hingga akhirnya pergi saat mengandung. Lima tahun berlalu, mereka bertemu kembali dalam situasi serupa. Kini Viola harus menghadapi dilema antara dendam masa lalu dan kenyataan bahwa Andreas adalah ayah dari putri kecilnya.