Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TEPIAN HATI SEORANG ISTRI

TEPIAN HATI SEORANG ISTRI

Kehidupan rumah tangga seorang istri terjebak dalam pusaran emosi yang tak terduga. Tanpa disengaja, ia terjerumus ke dalam perselingkuhan terlarang dengan sahabat karib suaminya sendiri. Meski benih asmara tersebut bukan berasal dari inisiatifnya, waktu justru mengubah segalanya. Konflik batin kian meruncing saat perasaan yang seharusnya tidak ada itu tumbuh semakin dalam, menguji kesetiaan serta batas nurani di tengah hubungan yang sangat rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku menatapnya yang datang dengan senyumnya yang, ah, sungguh menawan.

"Air dinginnya, kak..." katanya tersenyum, sambil meletakkan dua botol air dingin di atas meja.

"Makasih, dek..." jawabku, tak lepas menatapnya yang tersenyum.

Sejenak matanya mengerling indah kepadaku, senyumnya makin terkembang...

Ah, kamu apakan lagi hatiku ini, dek...

Alya lalu berlalu, masuk ke sebuah kamar di dekat ruang tamu. Aku mendengarnya bersenandung sebuah tembang campursari. Kalau sudah begini, senandungnya yang samar pun terdengar indah di telingaku. Aku menunduk, menggelengkan kepala kuat-kuat mencoba mengusir pikiran aneh yang ada di otakku.

Gila...

Ini sungguh perasaan gila...

Mengapa setelah sekian lama saling mengenal...

Mengapa harus istri mas Ricky...

Gila...

Sungguh gila...

Alya keluar dari kamar itu, matanya lekat menatap ke arahku. Senyum indahnya terkembang mengiringi senandungnya, meninggalkan aku menuju ruang tengah.

Sing sabar sing sabar, yo tresnaku...

Ing tembe mburi bakal dadi duwekmu

Kembali aku menggelengkan kepala sambil tertunduk lesu.

Senandungnya sukses mempesonaku...

Dandanan rumahan khas ibu-ibu yang sedang beberes rumah di hari minggu, kaos ketat berwarna kuning dan hotpants jeans membalut tubuh jangkung Alya yang putih bagai pualam...

Duh Gusti.... Sing sabar....

Aku kembali termenung sendirian di ruang tamu. Sayup aku masih mendengar senandung Alya dari dalam sana. Aku sendiri kurang paham apakah bernyanyi seperti itu memang sudah jadi kebiasaannya sehari-hari.

Mana ini mas Ricky... Lama banget sih... Ngapain sih di gudang lama amat... Aku jadi bete karena aku makin tersiksa sendiri begini, dibiarkan terjebak dalam pesona yang di buat Alya. Kalo ada mas Ricky, setidaknya perhatianku bisa teralih.

Dari ruang tamu, aku bisa melihat ke ruang tengah, walau tak bisa melihat hingga ke ruang makan yang berdekatan dengan dapur dan gudang. Sekilas aku melihat Alya mondar mandir di sana, membawa handuk dan jubah mandi. Sepertinya dia akan mandi.

Benar saja, tak lama kemudian aku sayup mendengar suara senandungnya yang bergema, dan suara guyuran ai dari arah kamar mandi.

Aman....

Setidaknya dalam setengah jam ke depan, aku terbebas dari pesona Alya. Anak ini kalo mandi, lama banget. Mungkin karena ia mandi benar-benar teliti. Kulitnya saja demikian putih bersih.

Aku baru menghempaskan diriku lega di sandaran sofa ruang tamu, saat mas Ricky datang.

"Wah, ndak ketemu lagi meteran panjangnya..." keluhnya.

"Ya udah mas, pake meteran yang pendek itu aja bisa, kan..." sahutku.

"Halah, ndak enak bolak-balik kalo pake meteran pendek... Aku tak beli dulu ke pasar ya..." kata mas Ricky lagi, lalu dia melangkah ke ruang tengah dan berteriak kepada istrinya yang masih mandi.

"Ndaaa.... Ayah ke pasar dulu sebentar...!" teriaknya.

"Iyaaaa...." balas teriak Alya dari kamar mandi.

Ini kok ya laki bini hobi amat teriak-teriak....

Mas Ricky mengeluarkan motor maticnya. "Tak tinggal bentar ya... Tunggu aja dulu biar kita rampung hari ini juga..." katanya padaku dari atas jok motor.

"Iyooooo.... Ojo kesuwen..."

Mas Ricky pun pergi ke pasar, namun masih sempat berteriak padaku.

"Coba tolong cari di bawah meja kompor, siapa tau meterannya disitu..." teriaknya sambil terus melaju pergi.

Uwasem tenan iki cah edan, gerutuku. Walau akhirnya aku nurut melangkah menuju dapur.

Meja kompor ada di sebelah meja makan. Di salah satu kursi meja makan aku melihat jubah mandi Alya tersampir. Itu artinya, dia mandi cuma membawa handuk saja...

Nah lhoooo...

Kamar mandi itu letaknya dekat dengan dapur. Aku langsung berpikir, bisa dapat rezeki bagus nih, bisa melihat Alya selesai mandi dengan hanya mengenakan handuk saja. Lha ini jubah mandinya ketinggalan di kursi makan.

Hehe....

Tanduk artificial langsung tumbuh di kepalaku. Aku menunda mencari meteran itu ke dapur, menyimak kapan kiranya Alya selesai mandi.

Tak lama kemudian, aku tak mendengar lagi guyuran air dari kamar mandi. Ini saatnya, pikirku. Aku segera melesat ke arah meja kompor, dan berjongkok di bawahnya pura-pura mencari si meteran panjang.

Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, aku segera menoleh ke arah sana.

Sang bidadari yang baru selesai mandi itu belum menyadari ada aku di dekat situ. Dia melangkah santai dan meletakkan pakaian kotornya di sebuah keranjang. Pada saat dia berbalik itulah dia menyadari ada aku di situ, berjongkok di depan meja kompor, menatap ke arahnya....

Tatapanku..., ah maafkan aku, mas Ricky...

Tatapanku tegas menunjukkan keterpesonaan pada tubuh istrimu yang putih seputih putihnya itu. Rambutnya yang basah tergerai ke punggungnya.

Tubuh putih dan jangkung Alya hanya berbalut handuk, menutupi bongkahan payudaranya hingga sebagian kecil paha-bulat-padat-jenjang yang mempesona.

Langkah Alya terhenti melihatku hanya 3 langkah darinya. Kakinya segera merapat, sementara tangannya bersilang di depan dada.

"Kak...." katanya lirih, tercekat.

Aku perlahan berdiri sambil terus menatapi Alya, dan kemudian menghadap ke arahnya kami hanya terpisah 2 langkah.

Hampir skakmat.

Tak ada lagi tatapannya yang sejak tadi beradu dengan mataku. Senyumnya pun kini lenyap...

Berganti dengan wajah bersemu merah yang tertunduk dalam karena malu, dan bibir bergetar tak tahu harus berkata apa.

Dagunya hampir menyentuh bongkahan payudaranya saking dalamnya Alya menunduk.

Aku segera tersadar dari keterpanaanku. Kasihan Alya terlihat begitu malu. Aku pun bergerak, melangkah mundur dan tanganku menggapai kepada jubah mandinya yang tersampir di kursi makan.

Tapi mata kurang ajar ini lupa berpaling, masih menatap tubuh Alya yang menjulang kaku...

Aku melangkah maju kembali, mengulurkan jubah mandi itu kepadanya.

"Sepertinya kamu perlu ini, dek..." kataku lirih.

"Iyaa... Ketinggalan tadi...." sahut Alya, sama lirihnya. Segera diraihnya si jubah mandi, disampirkan sekenanya menutupi tubuh bagian depannya.

Sukses, paha dan dada indah itu kini sebagian besar sudah tertutup.

Aku segera bergeser, memberi ruang agar Alya bisa lewat. Alya pun memanfaatkan perbuatanku itu dengan segera melangkah cepat melewatiku menuju kamarnya.

"Makasih ya, Kak... Permisi..." katanya pelan saat melintasiku.

Tubuhku berputar mengikuti langkahnya. Mataku menatapnya saat dia melewatiku.

Astaga....

Jubah mandinya tidak menutupi bagian belakang tubuhnya, karena tadi hanya disampirkan sekenanya di bagian depan. Aku bisa melihat punggungnya yang tertutup sebagian oleh gerai rambut, goyangan pinggulnya yang menawan saat melangkah pergi, serta paha putih mulus yang ternyata terbuka lebih banyak di bagian belakang....

Tubuh Alya luar biasa indah... Apalagi ini masih menyisakan wangi si sabun mandi...

Aduhai... Aku kembali terpana...

Si cantik seksi itu masih sempat menoleh sesaat sebelum masuk ke kamarnya. Matanya menatapku malu, dan seutas senyum kembali dia berikan untukku.

Duh Gusti... Kuatkan hambamu...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Baby Daddy
8.2
Bastian Cokro, CEO F&B berusia 30 tahun, diterpa isu miring mengenai kemandulan yang membuatnya tetap melajang. Sementara itu, Eva Sania adalah penyiar berita sukses yang menikmati hidup bebas bersama pasangan FWB-nya. Namun, dunianya jungkir balik saat sang ibu memberikan perintah tak terduga. Alih-alih mendesak Eva untuk menikah, ibunya justru meminta Eva segera memiliki anak tanpa perlu mencari suami. Kini, pencarian pria sehat untuk membuahinya pun dimulai.
Sampul Novel BOYFRIEND?
8.1
Persahabatan murni antara pria dan wanita mustahil terjadi tanpa benih cinta. Raina memegang teguh prinsip untuk tak memacari teman demi menjaga hubungan, namun pengkhianatan sang tunangan mengubah segalanya. Ia terpaksa menikahi sahabat sendiri demi mengobati luka. Kini, Raina terjebak dalam pergolakan batin antara logika dan rasa. Akankah ia belajar mencintai suaminya, atau justru memilih berpaling kembali pada sang mantan yang masih terus ia rindukan?
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Gairah Gadis Penghuni Kos
8.5
Aldi Reynaldi adalah seorang arsitek berusia 35 tahun yang mengelola sebuah rumah kos eksklusif khusus wanita. Memiliki 30 kamar yang selalu penuh, Aldi menjalin hubungan yang sangat akrab dengan seluruh penyewanya. Kebaikan tulus Aldi dalam membantu permasalahan para gadis tersebut berbuah manis. Sebagai balas budi, para penghuni kos mulai memperhatikan segala kebutuhan hidup Aldi secara mendalam, termasuk urusan ranjang yang tak terduga dalam kesehariannya.
Sampul Novel Look At Me
8.7
Dunia Maya Rehana runtuh saat mendapati dirinya hamil di bangku SMA. Alih-alih bertanggung jawab, Jordan sang kekasih justru menuduhnya selingkuh dan memutuskan hubungan. Di tengah keputusasaan antara rasa takut mengecewakan orang tua dan enggan menggugurkan janinnya, muncul Raka Pratama. Sahabat sekaligus adik kelasnya itu menawarkan diri menjadi ayah bagi sang bayi. Kini Maya terjebak dilema: menerima ketulusan Raka atau terus menanti Jordan.