Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TARA

TARA

Bertahun-tahun Attara menderita akibat tekanan fisik dan batin dari orang tuanya sendiri. Meski rahasia kelam masa lalu mulai terungkap, ia justru berusaha keras menutupinya demi menjaga keharmonisan keluarga yang selama ini telah mengabaikannya. Di tengah pengucilan tersebut, Tara terjebak dalam dilema antara kejujuran dan luka. Mampukah ia bangkit dari jurang kehancuran, atau justru rahasia besar yang ia simpan akan menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bahagia maupun kecewa hidup beriringan. Tak jarang penyebab hadirnya juga datang dari yang paling dekat

-----

Rembulan beserta para dayang-dayang yang menemani sunyinya atas harap bertemu sang surya kini tak terlihat diambil alih oleh mentari yang disambut kicauan burung menjadi melodi indah yang menemani sunyinya kota Jakarta. Angin-angin kecil sengaja dibiarkan menerpa wajah karena ia hanya ingin menemui tenang.

Tara—gadis yang memiliki kebiasaan berbicara dengan benda mati yang ia tahu tidak akan pernah membalas ucapannya. Menurutnya, mereka sama dengan orang-orang yang disebut 'keluarga' ada tapi teracuhkan.

Setelah puas menghirup segarnya udara pagi, Tara yang sudah membaluti tubuh dengan seragam yang tidak pernah rapi memutuskan untuk menutup pintu balkon hingga menampakkan kamar suram nan hampa miliknya.

Ia berjalan keluar kamar tak lupa menutup pintu dan menguncinya. Gadis itu sedikit tergesa-gesa berjalan menuruni tangga satu-persatu, matanya tidak lepas menatap jam bundar berwarna hitam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Seperti pagi-pagi sebelumnya, gadis itu akan berhenti melangkah saat mencapai undakan tangga terakhir. Rasa sesak kembali menggerogoti relung, telinga memanas mendengar tawa bahagia keluarga, sedih karena tak dapat bergabung  dan senang karena melihat senyum lebar dari kedua orang tuanya.

Tara mutuskan untuk mempercepat langkah menuju pintu, selalu saja begini pergi tanpa pamit. Karena ia tahu saat melakukan hal itu ia hanya akan mendapat caci-makian, bentakan, bahkan hinaan yang tidak pantas untuk didengar telinga.

"Ra, sini sarapan bareng!" ajak gadis yang tidak lain adalah anak tengah dari keluarga besar Ganendra. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas menampilkan senyum manis ke arah orang yang dipanggilnya.

Gadis 16 tahun itu menghentikan langkah. Kemudian mengarahkan pandangan kepada seseorang yang memanggil namanya.

"Ngapain sih kamu ngajakin dia buat bareng ama kita?" Wanita setengah baya yang duduk berhadapan dengan Naya memutar bola mata jengah, kekesalan jelas terpampang di wajah putih tanpa kerutan miliknya.

"Tau tuh Naya, bikin nafsu makan gue hilang aja!" ketus Fian dengan tatapan tajam yang mengarah pada adik bungsunya, dirinya merupakan putra sulung dari keluarga Ganendra.

"Sudah, lanjutkan makan kalian!" perintah Arka lantas meletakkan sendok yang digenggamnya dengan kasar.

Pria dengan gaya formalnya beralih memandang Tara yang mulai menghitung detik kapan semburan api pemicu luka itu keluar.

"Bisa tidak jangan mengganggu sarapan kami pagi ini! kehadiran kamu hanya akan membuat sarapan pagi kami hancur! dasar anak tidak tahu diri!"

"Papah ....," cicit Naya menatap Arka seolah memohon untuk menghentikan makian terhadap adiknya.

Tara tertunduk sendu menatap ujung sepatunya rasa perih yang sama kembali menjalar masuk ke hati. "Maafkan saya. Teruntuk lo Kak Naya, gue hargai perhatian lo, tapi gue minta jangan pernah ngajak gue sarapan bareng, lo pasti tau apa akibatnya. Nggak usah perduliin gue, mending lo mikir cara ngebuat suasana harmonis keluarga ini kembali lagi!" gadis itu menatap keluarganya dengan sorotan terluka sebelum akhirnya berjalan pergi meninggalkan keluarga yang hanya mengganggapnya sebagai bakteri. Cairan bening yang berusaha ditahan kini mengalir tanpa permisi memenuhi pipi, tangis yang selalu ia tumpahkan saat tidak ada orang yang melihatnya.

"Apa gue seburuk itu di mata kalian?" lirih Tara, gadis itu menghapus kasar bulir-bulir kristal bening yang belum kering di pelupuk matanya, dengan segera ia menancapkan gas motor v-xion miliknya meninggalkan tempat yang dijuluki surga bagi orang-orang tapi neraka baginya.

"Yang Papah katakan sama Tara itu keterlaluan!" bentak Naya. Selama ini ia selalu bungkam dengan perlakuan kedua orang tuanya terhadap Tara.

"Sejak kapan kamu mulai peduli padanya, kamu lupa apa yang dia lakuin sama adik kamu?" balas Seina menatap putrinya tidak percaya.

"Mungkin ... Naya termakan hasutan pembunuh itu, Ma," tuduh Fian yang kini telah menghabiskan sarapannya dan bersiap untuk berangkat ke sekolahnya.

Naya menghela nafas panjang. "Udah ngomongnya? aku capek tau liat sikap kalian. Kalian tau yang merusak suasana itu bukan Tara tapi kalian sendiri tau nggak!! tidak bisakah kalian mene—"

"Ma, Pa, Fian pamit dulu," sela Fian seolah tahu apa yang akan dikatakan Naya selanjutnya. Ia pun meraih tas kemudian mencium punggung  tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Lelaki itu menoleh sekilas pada Naya lalu melenggang pergi begitu saja.

"Lo selalu aja ngehalangin gue saat berusaha ngebela adik kita, gue nggak ngerti sama jalan pikiran lo itu. Lo yang nggak tahu diri Fian!" batin Naya, ia menatap tajam ke arah Fian di iringin dengan dengusan kecil yang keluar dari mulutnya.

"Ya udah, Ma, Pa, Naya juga pamit," ucap Naya sambil mencium kedua tangan orang tuanya sama seperti yang dilakukan kakaknya tadi, dirinya berlari kecil menyusul Fian menyisakan pasangan yang tidak pernah menganggap kehadiran anak bungsunya itu.

"Ya udah, Sayang, aku juga pamit Ke kanntor yah." Sebelum berangkat, sudah menjadi kebiasaan baginya untuk mencium kening sang istri tercinta.

"Kamu hati hati yah, Mas, di jalan!" balas Seina sembari memberikan tas hitam yang berisi laptop dan berkas-berkas penting. Sama seperti Arka, Seina juga tidak pernah lupa untuk mencium tangan lelaki teman hidupnya.

----

"Jujur yah Fian, di sini lo yang tertua di antara kita tapi lo yang paling kekanak-kanakan."

Alis lelaki yang kini sibuk membawa kendaraan beroda empatnya membelah lalu lalang manusia di jalan raya terangkat satu. "Maksud lo?"

"Lo harusnya bisa lebih bijak sama Tara, bukan malah ikut-ikutan ngehakimi dia kek dia orang paling buruk di dunia ini."

"Dia emang orang paling buruk di dunia ini," jawab Fian santai.

Sontak Naya mendesah lucu. "Nggak salah, kita berdua juga tahu gimana yang sebenarnya dan siapa yang harusnya ada di posisi Tara sekarang. Please, lo nggak kasihan ngelihat Tara?"

"Nggak dan nggak akan pernah. Kebencian nggak bisa jadi cinta. Gue nggak sudi punya adik kek dia."

"Fian!"

"Apa?" Lelaki itu malah tertawa kecil. "Gue salah? Dia pantas dapatin itu semua!"

"Dasar nggak punya hati yah lo!" Naya menggeleng tak habis pikir. "Lo nggak tahu, gimana gue nahan sedih ngelihat dia lebih akrab sama keluarga lain daripada keluarga sendiri? Gue malu Fian! Gue nggak bisa jadi kakak yang baik buat dia dan lo disini santai-santai aja! Dia juga adik lo Fian sama kayak gue dan Tiara!"

"Dia bukan adek gue!" sentak Fian, matanya berapi-api hingga langsung mengalihkan pandangan ke arah lain atau akan terlampiaskan pada gadis yang tentu tak ingin ia sakiti.

"Lo udah buta, lo benar-benar nggak tahu diri!"

Fian mengorek kupingnya jengah. "Bacot deh. Gue nggak peduli! Nggak usah terlalu naruh hati sama dia, mau nyusul Tiara?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DAN PENGORBANAN
9.2
Vanezha Dynazka, atau Nezha, harus berjuang sendirian setelah ditinggal wafat neneknya saat sedang mencari sang ibu. Hidupnya yang kelam berubah ketika kecelakaan mempertemukannya dengan sosok Aretha. Namun, Nezha terjebak dilema memilukan antara mempertahankan perasaan atau melepaskan cintanya demi membalas budi. Saat rahasia besar mulai terkuak, mampukah ia bertahan menghadapi badai takdir yang mengancam kebahagiaannya?
Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir
8.0
Silvia hancur setelah dikhianati suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka itu, ia bertemu Dokter Dana akibat sebuah insiden kecil. Saat benih cinta mulai tumbuh, ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat dan menjodohkannya dengan pria lain demi balas budi. Kini Silvia terjepit antara cintanya pada Dana atau takdir pilihan ayahnya. Sementara itu, sang mantan suami mulai menyesal melihat Silvia kini menjadi wanita terhormat.
Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat
8.9
Dalam kondisi tak terkendali, Yugo melakukan tindakan keji terhadap Maheswari, adik angkatnya sendiri. Saat mengetahui Maheswari mengandung darah dagingnya, pria yang sangat mementingkan harga diri itu justru melarikan diri dari tanggung jawab. Kejamnya lagi, Yugo malah menjebak Junior sebagai kambing hitam atas perbuatannya. Kini, Maheswari terjebak dalam dilema besar mengenai masa depannya bersama Junior di tengah situasi penuh kekerasan dan ancaman yang menghimpit.
Sampul Novel Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
8.7
Rina adalah seorang guru sejarah di sebuah SMA. Dia berusia 30 tahun, bercerai tanpa anak. Orang bilang dia mirip Demi Moore di film "Striptease". Tingginya 170 cm, berat 50 kg, dan payudara 36B. Semua muridnya, terutama yang laki-laki, sangat ingin melihat tubuh polosnya. Suatu hari, Rina harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya untuk tes rias wajah. Anto harus mengulang ulangan karena ketahuan menyontek di kelas. Anto juga dikenal dengan tubuhnya yang kekar karena sudah berlatih bela diri sejak SD sehingga harus menjaga kebugaran fisiknya. Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Dia diam-diam naksir dia. Itu sebabnya dia bermaksud memberinya beberapa "pelajaran tambahan" pada Minggu sore ini. "Sudah selesai, Anto?" Rina kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto sendirian selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang dilontarkannya. "Hampir, Nona." "Kalau sudah selesai, datanglah ke ruang tamu. Aku akan berada di belakang." "Oke." "Mbak Rina, aku sudah selesai," Anto memasuki ruang tamu dengan pekerjaannya. "Dimana Kak Rina?" "Dia di kamarnya Anto, sebentar," Rina mencoba membetulkan kausnya. Ia sengaja melepas branya untuk membangkitkan gairah muridnya. Di balik baju longgarnya, bentuk payudaranya terlihat jelas, terutama putingnya yang menonjol. Begitu dia pergi, mata Anto hampir melotot melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai, tidak seperti penampilannya biasanya di depan murid-muridnya. “Kenapa kamu tidak duduk dulu, biar aku periksa…” Wajah Anto memerah karena malu saat Rina tersenyum saat tatapannya terfokus pada payudaranya. "Bagus... bagus... Kamu bisa berbuat curang seperti itu?" “Maaf, Nona. Saya lupa belajar hari itu.” "Ah, benarkah?" "Anto, bisakah kamu membantuku?" Rina mendekat padanya di atas karpet. “Ada apa, Nona?” Tubuh Anto gemetar saat tangan gurunya memeluknya, sementara tangan Rina yang lain membelai area miliknya. "Tolong, bantu aku, dan berjanjilah untuk tidak memberitahu siapa pun." "Tapi...tapi...aku..." "Kenapa? Oh...kamu masih perawan?" Wajah Anto memerah mendengar perkataan Rina. "Ya." "Tidak apa-apa. Biarkan aku membimbingmu." Rina lalu duduk di pangkuan Anto dan Anto hanya menurut saja saat tubuh hangat gurunya menempel di tubuhnya. Dia bisa merasakan dada Rina mengeras. Keduanya berciuman mesra. Setelah memuaskan diri, Rina berdiri di hadapan muridnya yang masih tertegun. Rambut panjangnya tergerai seperti sutra di tubuhnya. "Ah, cepatlah Anto," erang Rina tak sabar. Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. "Anto...letakkan tanganmu di dadaku," dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina, merasakannya naik turun.
Sampul Novel Jangan Mencintaiku, Paman!
9.7
Demi menghindari mertua yang kejam, Ayu mencari perlindungan di rumah pamannya, Hideki. Namun, sebuah insiden fatal di bawah selimut yang sama menghancurkan segalanya. Kini pernikahan mereka hancur, dan Ayu diusir tanpa sempat menemui suaminya. Meski merasa hina, Ayu terpaksa tinggal bersama Hideki yang kini bersikap dingin, tak lagi lembut seperti saat merawatnya sejak kecil. Rahasia apa yang Hideki sembunyikan? Akankah Ayu memilih kembali atau terjebak cinta terlarang?
Sampul Novel Pemuas Nafsu Sang Casanova
8.6
Aletta Casandra, gadis cantik dengan fisik sempurna, harus menghadapi kenyataan pahit saat pamannya sendiri menjadikannya sebagai alat penebus hutang. Masa mudanya hancur seketika saat ia dipaksa menjadi pemuas nafsu bagi Leonardo Pradungganegara. Leonardo adalah pengusaha muda ternama yang kaya raya namun memiliki kepribadian yang sangat kejam. Kini, Aletta terperangkap dalam kehidupan kelam sebagai budak dari pria berdarah bangsawan tersebut.