Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tapal Batas

Tapal Batas

Ikuti perjalanan hidup Effendik, pemuda desa yang berjuang mencari jati diri di tengah pahitnya takdir sejak kecil. Usai satu dekade menderita karena kegagalan cinta pertama, ia bertemu Chusnul yang ia yakini sebagai jawaban atas doa-doanya. Namun, kenyataan pahit menghantam saat ia tahu Chusnul adalah sepupu jauhnya yang sudah mencintai pria lain. Simak kisah pilu Effendik menghadapi kehancuran hati yang menyayat dalam narasi romansa penuh liku ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Secerah rekahkan langit biru bersih di ujung paling atas desa Mojokembang, seperti itulah malam ini rasa hati Amanah sangat berbunga-bunga wangi semerbak selayaknya harum bunga setaman.

Tersenyum depan cermin meja rias tiada berhenti sambil menengok wajahnya kanan dan kiri. Bibir tipis nan mungil sedikit ia basuh dengan bibir pemberian sang kekasih si suami tercinta. Agak tebal rupanya bedak di tabur di wajahnya membuat semakin cantik lah dan sedap dipandang setiap yang memandang.

Baju daster kekinian bergaya mini malis telah menempel di badannya begitu memesona bermotif bunga-bunga warna kuning emas dengan rumbai di ujung bawah dan lengan. Sehelai daster gaya modern gadis-gadis muda pemberian sang suami sore yang tadi.

Betapa tidak bahagia, betapa tidak berbunga-bunga hati Amanah kala Kasturi suami tercinta bakal calon bapak dari anak pertama yang dikandungnya telah pulang dari tanah perantauan. Sehingga malam ini Amanah tak henti bersolek mempercantik dirinya, wajahnya dan memberi wewangian pada tubuhnya.

“Malam ini aku bobok sama Mas Kas,” ucapnya lirih sambil terus senyum-senyum sendiri di depan cermin meja rias yang terletak pas di depan ranjang tidur. Seakan kembali seperti waktu malam pertama bahkan rasa di hati Amanah melebihi kala itu.

Andai bunga setaman di petik untuk diambil sari pati wanginya belum cukup untuk mengalahkan harum wangi suasana hati dan kebahagiaan otak Amanah setelah penantian panjang berminggu-minggu lamanya akan datangnya sang raja di hati Mas Kasturi si suami.

Kriek, blek,

Suara pintu terbuka oleh sosok Mas Kas yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Semakin membuat rasa hati dalam denyut detak jantung bersahut nadi Amanah bertambah kencang. Dalam hati Amanah ingin berteriak dengan teriakan bahagia, aduh Mas Kas sudah masuk lagi aki kan belum siap sayang.”

Wajahnya mulai tertunduk malu-malu tak berani menatap sang suami saking kikuknya dan salah tingkah bagai seorang gadis yang baru bertemu dambaan hati dan menikah karena Taaruf dan tiada pernah mengalami masa pacaran atau berkenalan pun hanya sekejap.

Namun Amanah sekarang adalah calon ibu muda. Saking inginnya bermadu kasih lantaran rindu terlalu rindu yang amat terpendam pada Mas Kas sang suami. Sehingga iya lupa jikalau kehamilannya malam ini sudahlah jatuh tempo sudah waktunya si bayi melihat dunia yang penuh fatamorgana dan tipu-tipu serta halusinasi kesenangan sesaat jua.

Mas Kas memandangi sang istri di ujung kasur duduk tenang begitu gagah memperhatikan secara saksama sang bidadari hati dan sang permaisuri hidupnya. Matanya menelaah dari ujung kaki hingga ujung rambut tiada satu lekuk pun dari tubuh Amanah yang tak tersapu pandangan mesra Mas Kas.

Sempat menelan ludah terhenti di kerongkongan leher mata Mas Kas terhenti pada rumbai ujung bawah daster yang hanya setinggi lutut bahkan agak ke atas lagi. Putihnya kulit amanah membuat sanggatlah menawan pas dengan pinggulnya yang tak begitu membesar walau sedang hamil tua.

Tapi Mas Kas adalah lelaki dewasa dalam pemikiran, tapi Mas Kas adalah lelaki bersifat matangnya hidup dari tempaan sedari lahir saat di tinggal berpulang sang Ibu dan ditinggal berpulang bapak jua saat iya masih bersekolah di bangku sekolah dasar kelas empat.

Dari masa itu iya berjuang untuk hidup sendirian tanpa memiliki saudara kandung satu pun. Walau banyak memiliki saudara sepupu tapi mereka tak sedikit pun pernah memperhatikan Mas Kas. Dari dahulu kala semenjak iya masih berusia satuan belum jua puluhan. Hidupnya terbiasa dengan kerja keras dan memeras keringat demi kelangsungan kehidupannya.

Bibir Mas Kas yang hampir hitam karena sering menyulut rokok tersenyum simpul melihat tingkah lucu sang istri di depan cermin meja rias. Sebentar-bentar Mas Kas menutup mulutnya dengan telapak tangan seraya tertawa agak lirih agar sang istri tak merasa tersinggung. Agar Amanah tak kecewa sebab begitu lamanya iya bersolek semua itu demi Mas Kas tentunya.

“Adek sedang apa?” pertanyaan mendasar yang menjurus tajam seketika mengubah suasana hati Amanah dari ceria menjadi murung. Bibirnya agak menyun perlahan dan wajahnya menampakkan wajah kesal sambil menatap Mas Kas seraya matanya berkaca-kaca ingin menangis.

Seakan dari usahanya sedari tadi sore bersolek dan berdandan agar tampil cantik di depan sang suami yang sudah lama tak tidur bersama sia-sia belaka. Ibarat tisu basah setelah di buat mengelap muka yang kotor dari banyaknya menempel debu di jalan lalu di buang di tong sampah begitu saja tak di hiraukan lagi ter campakkan.

“Mas Kas loh, benci aku, benci mesti enggak peka sama Adek lah menangis ini, menangis ini aku,” rengek Amanah selaras dengan tangannya yang tiba-tiba meraih tisu yang teronggok di dalam sebuah kotak di atas meja rias di depan cermin depan iya duduk. Lalu hendak mengusapkan pada wajah untuk menghilangkan riasan yang sungguh sia-sia pikirnya.

Namun belum jua tangan lentik sang bidadari cantik yang menggenggam tisu sampai mendarat di pipi. Tangan kekar Mas Kas telah meraih pergelangan tangannya menghentikan sejenak rengeknya sang istri kali ini menatapnya penuh cinta.

“Mas bercanda Cantikku, begitu saja mengambek Adek ini. Biar jangan dihapus riasannya Mas kangen kamu yang cerewet dan bawel dan Mas juga teramat kangen saat-saat seperti ini memandangimu berlama-lama di depan cermin meja rias. Aku tahu maksudmu sayangku tetapi aku bukan mencintai mi dengan dandanan atau riasan atau baju seksi yang kau kenakan. Tapi aku menyayangimu karena ketulusan rasa sayang karena bismillah bukan karena nafsu. Aku cinta Amanah yang sederhana ayu alami walau tanpa make up.”

“Tapi Adek ingin tampil cantik seperti wanita-wanita lain di luar sana saat bertemu kekasihnya, sebab itu aku ingin tampil sempurna seayu mungkin di depanmu Mas Kas cintaku,” Amanah terus meyakinkan dan mematahkan pendapat sang suami dan kekeh dengan pendiriannya ingin tampil memesona di hadapan sang lelaki tercinta.

“Adekku sayang, Mas Kasmu ini bukan lelaki kebanyakan yang dapat diperbudak cinta, Mas Kasmu ini terbiasa menerima apa adanya. Termasuk kau melatiku aku menerima apa adanya dirimu bidadari surgaku tanpa syarat dan tanpa imbuhan apa pun di belakangnya. Bagi Mas apa pun keadaanmu apa pun bentuk tubuhmu kelak di masa tua, karena cantik tak selamanya pasti tua juga begitu juga Mas gagah ini hanya di masa muda entah masa tua nanti mungkin encok,” Mas Kas pun begitu meyakinkan sang permaisuri hatinya. Seraya memegang kedua pipi Amanah menatapnya lekat dengan kasih sayang alami seorang pencinta.

“Benar ya Mas, janji Mas tak akan meninggalkan Adek walau apa pun keadaan Adek. Walau nanti Adek tak cantik lagi, walau nanti badan Adek tak langsing lagi seperti sekarang. Walau nanti kulit Adek tak mulus lagi seperti hari ini, janji ya Mas,” begitulah ungkapan rasa dalam lubuk hati Amanah yang meluncur deras meminta kepastian sang Raja hati yang menatapnya malam ini.

“Mas Janji demi Allah biar di saksikan ribuan malaikat subuh dan di catat malaikat pencatat amal baik. Mas Janji akan mencintaimu selamanya sampai ajal menjemput salah satu dari kita kelak di hari tua,” ungkapan kepastian Mas Kas membuat wajah Amanah tersenyum kembali.

“Sudah ayo bobok Mas capek banget ini Dek,” pinta Mas Kas penuh kelembutan sambil memegang lengan Amanah mengajaknya berlabuh di atas ranjang penuh kemesraan meluapkan kerinduan yang lama sudah tersimpan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HHA" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HHA
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
9.5
Adara Paramitha dan Garen Wijaya hidup bahagia hingga kecelakaan tragis mengancam nyawa Garen. Di ambang keputusasaan, Adara bertemu konglomerat Rian Kusuma yang menawarkan bantuan dana medis. Namun, bantuan itu menuntut imbalan yang mempertaruhkan kesetiaan Adara. Sementara itu, Kirana Senja, kekasih Rian, mulai merasakan ancaman pada hubungannya. Kini, mereka terjebak dalam pusaran rahasia dan pengorbanan yang menguji keteguhan cinta serta keutuhan rumah tangga.
Sampul Novel Cinta Berbalas Dusta
9.0
Angel Mudryy adalah model asal Rusia berusia 19 tahun yang membangun karier di Paris. Sebagai tulang punggung keluarga yang lugu, kesuksesan dan kecantikannya memicu rasa iri banyak pihak. Kini, hidupnya terjebak dalam dilema sulit antara dua pria yang terobsesi padanya: seorang bujang hipersex dan duda playboy. Akankah Angel menolak keduanya atau justru terpaksa memilih salah satu? Ikuti perjuangan Angel menghadapi pengkhianatan dan cinta yang penuh dengan kepalsuan.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira penderitaannya sudah mencapai batas, namun kemalangan lebih besar justru datang menghampiri. Ibunya terjerat utang pada Max, seorang lintah darat kejam, dan kini Hera yang harus menanggung konsekuensinya. Ia dijadikan tawanan sebagai jaminan hingga utang tersebut lunas sesuai tenggat waktu. Jika sang ibu gagal membayar, Hera harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Akankah ia mampu bertahan di bawah kendali penuh Max?
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan
9.6
Dian terjebak dalam perselingkuhan dengan Raihan, pria yang terikat pernikahan tanpa cinta. Meski dihantui rasa bersalah terhadap suaminya, Galih, dan sahabatnya, Laras, Dian sulit melepaskan diri. Saat ia mencoba menjauh, obsesi Raihan justru kian menguat. Situasi memanas ketika Laras mendatangi kamar Dian tanpa curiga. Kini, Dian harus menghadapi konsekuensi atas dosa yang mengancam menghancurkan reputasi, persahabatan, serta masa depannya selamanya.
Sampul Novel Menjadikanmu milikku
9.3
Kafka terpaksa mundur saat wanita impiannya justru bersanding dengan kakak kandungnya di pelaminan. Namun, sebuah kejadian tak terduga pada malam pengantin mengubah segalanya. Kafka kini bertekad merebut kembali cintanya meski harus berhadapan dengan saudaranya sendiri. Baginya, dialah yang pertama kali mencintai wanita itu. Tak peduli siapa pun pasangannya saat ini, Kafka bersumpah akan menjadikan perempuan itu miliknya kembali seutuhnya.