Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar

Tanpamu, Hidupku Makin Bersinar

Lima tahun membina rumah tangga, Rebecca harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dokumen pernikahannya selama ini tidak sah. Di balik kelembutan sikap sang suami yang tampak nyata, pria itu rupanya telah melangsungkan pernikahan lain di Andoria—sebuah negara dengan aturan pernikahan tunggal seumur hidup—bersama gadis yang ia besarkan sendiri. Meski kasih sayang yang ditunjukkan kepadanya selama ini tulus, Rebecca kini menyadari bahwa hati suaminya ternyata terbagi untuk dua wanita sekaligus.
Bab
Bagikan

Bab 7

Setelah Darren pergi, Cecilia berjalan keluar dari pinggir.

"Kak, sudah lihat? Yang dicintai Kak Darren itu aku! Kalau aku itu kamu, aku akan meninggalkannya," kata Cecilia dengan ekspresi menantang sambil melambaikan ponsel di tangannya. "Aku cuma bohong dengan bilang kamu suruh orang untuk menindasku. Lihat betapa khawatirnya dia."

"Kamu nggak perlu memprovokasiku. Kalau kamu suka mengumpulkan sampah, ambil saja." Rebecca menatap Cecilia dengan tenang, lalu berbalik dan pergi memberi hormat kepada orang tuanya.

Melihat reaksi Rebecca, Cecilia pun marah. "Apa hebatnya kamu yang hanyalah seorang perempuan yang ditelantarkan! Demi menikahiku, Kak Darren sudah tunggu selama lima tahun. Selama lima tahun itu, kamu itu cuma bahan tertawaan. Tanpa Kak Darren, kamu itu bukan apa-apa!"

Langkah Rebecca terhenti. Meskipun hatinya sudah mati rasa, dia tetap merasa sedih. Dia menoleh dan berusaha menahan emosinya sambil berujar, "Tanpa Darren, aku tetap adalah putri Keluarga Winata. Meski kamu sudah jadi istrinya, kamu juga nggak berhak untuk bersikap arogan di hadapanku. Cecilia, bukan kamu yang paksa aku pergi, tapi aku sendiri yang sudah nggak menginginkan Darren."

"Rebecca!" Mata Cecilia memerah karena marah. Dia memelototi punggung Rebecca dan berseru, "Aku akan buat kamu menyesal!"

Rebecca mengabaikannya dan langsung pergi ke makam orang tuanya untuk berpamitan. Dia menceritakan semua yang telah terjadi selama lima tahun terakhir dengan sangat tenang dan tanpa meneteskan setetes air mata pun.

"Ayah, Ibu, aku sudah nggak mencintai Darren. Jangan khawatirkan aku. Aku akan jaga diriku dengan baik."

Saat hari mulai gelap, Rebecca baru dengan enggan meninggalkan pemakaman. Selama itu, Darren tidak muncul, juga tidak menelepon.

Pemakaman ini terletak di lokasi yang terpencil sehingga Rebecca harus berjalan kaki sebentar untuk mendapatkan taksi. Setelah berpamitan dengan orang tuanya, dia berjalan perlahan menuju jalan utama.

Setelah berjalan sebentar, Rebecca merasa ada orang yang mengikutinya. Dia pun mempercepat langkahnya dan mengeluarkan ponsel dengan niat untuk menelepon polisi. Namun, sebelum dia sempat menelepon, orang di belakangnya sudah menyusul dan menutup mulutnya dengan saputangan.

Rebecca meronta hebat dan pandangannya tiba-tiba gelap. Dia pingsan karena dibius.

Rasa dingin yang menusuk menerpa Rebecca. Dia disiram dengan seember air es dan terbangun. Dia diikat ke tiang dengan tangan di belakang, sedangkan matanya ditutupi kain hitam dan tubuhnya menggigil kedinginan.

"Siapa kamu? Kenapa kamu menangkapku?" seru Rebecca dengan suara gemetar. Dia merasa sangat ketakutan.

"Ngomong! Siapa kalian? Kalian mau uang, 'kan? Aku punya uang. Uangku sangat banyak. Berikan nomor rekening kalian! Aku akan transfer uangnya sekarang juga."

Rebecca tidak bisa melihat apa pun. Tidak peduli bagaimana dia bertanya, yang menjawabnya hanyalah keheningan. Pakaiannya telah basah kuyup oleh air es. Begitu ada angin yang bertiup, hawa dingin itu langsung menusuk tubuhnya. Dia pun menjadi makin panik dan meronta-ronta dengan gelisah.

"Lepaskan aku! Siapa sebenarnya kamu?"

"Ah!" Rebecca tiba-tiba menjerit kesakitan karena orang itu memukul perutnya dengan tongkat.

"Kamu nggak perlu tahu aku ini siapa. Kamu cuma perlu merasakan akibat dari perbuatanmu."

Pria itu mengangkat tongkat dan memukul perut Rebecca lagi. Dia langsung merasa organ-organ di dalam perutnya seperti sedang berdesakan. Rasa sakit itu membuatnya menangis.

"Aku nggak mengerti apa yang kamu katakan."

Orang itu berhenti berbicara dan lanjut mengayunkan tongkat ke perut Rebecca. Setiap pukulannya begitu kuat, seolah-olah ingin menghancurkan organ-organ Rebecca.

Rebecca pingsan karena kesakitan, lalu tersadar lagi akibat rasa sakit dipukul. Pada akhirnya, dia pun merasa sakit sampai mati rasa. Darah dari tubuh bagian bawahnya membasahi celananya, sedangkan darah dari sudut mulutnya mengotori pakaiannya ....

Orang itu sepertinya sudah lelah memukuli Rebecca. Dia membuang tongkatnya, lalu melepaskan ikatan tubuh Rebecca. Rebecca pun jatuh ke lantai dengan lemas. Darah dengan cepat menyebar di lantai dan dia benar-benar kehilangan kesadaran.

Ketika tersadar kembali, tidak ada seorang pun di sekitar Rebecca. Dia melepas kain hitam dari matanya dan melihat proyektor di depannya.

Dalam video tersebut, Darren memeluk Cecilia dan berulang kali mencium keningnya sambil menghibur, "Jangan nangis, Sayang. Kamu baik-baik saja."

"Kak, aku nggak percaya. Aku nggak percaya Kak Rebecca ingin celakai aku. Dia itu orang yang sangat baik. Mana mungkin dia celakai aku cuma karena aku nggak sengaja mendorongnya?" ujar Cecilia sambil menangis getir.

"Mungkin manusia memang bisa berubah." Rasa sakit melintasi mata Darren dan dia lanjut berkata, "Kenyataannya sudah terpampang di depan mata. Memang Becca yang suruh orang untuk memberimu pelajaran. Kalau bukan karena kamu lapor polisi tepat waktu, aku nggak bisa bayangkan akhirnya."

"Meski begitu, kamu juga nggak boleh gantikan aku balas dendam ke Kak Rebecca atau menyakitinya."

"Sudah begini, kamu masih memikirkannya. Jangan khawatir, aku cuma kasih pelajaran ke orang yang menyentuhmu. Mengenai Becca, aku akan cari kesempatan untuk memberinya peringatan."

Mata Darren dipenuhi kekecewaan. Dia sudah yakin bahwa Rebecca yang telah menyuruh orang untuk menyakiti Cecilia.

Rebecca jatuh ke lantai dan kejang-kejang karena kesakitan. Dia menatap lekat-lekat wajah di layar. Jantungnya terasa bagaikan sudah tercabut dari tubuhnya dan darahnya tidak berhenti mengalir.

Dulu, Darren sangat memercayainya. Kini, hanya karena Cecilia menuduhnya melakukan kejahatan, Darren pun menyuruh orang untuk memberinya pelajaran sekejam ini.

Ketika hati sudah berubah, segalanya juga akan berubah.

Rebecca tertawa hingga air mata mengalir dari matanya.

'Darren, kalau kamu tahu kebenarannya suatu hari nanti, apa kamu akan menyesal?'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal
8.3
Sheny tewas bersama janin di kandungannya setelah dipaksa sang suami mendonorkan sumsum tulang demi menyelamatkan kekasih lamanya. Tujuh hari pascakematiannya, sang suami justru membawa wanita itu ke ranjang pernikahan mereka dengan penuh kepuasan. Namun, kelegaan itu segera berubah menjadi duka mendalam. Pria itu kini menangis histeris memeluk barang peninggalan Sheny, memohonnya untuk pulang, seolah lupa bahwa kekejamannya sendirilah yang telah merenggut nyawa istri dan calon anaknya.
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?
Sampul Novel Hasrat Cinta Terlarang CEO
8.8
Ditinggal pergi oleh kekasihnya tepat di hari pernikahan membuat Rachael hancur dan berhenti memercayai cinta. Namun, takdir membawanya kembali bertemu dengan Andrew Collins. Merasa tak punya harapan lagi dalam asmara, Rachael akhirnya setuju menikahi Andrew yang merupakan putra sahabat ayahnya. Tanpa ia sadari, keputusan ini menjadi awal dari rencana besar takdir yang akan mengubah pandangannya terhadap hubungan dan masa depannya selamanya.
Sampul Novel Hasrat Liar Istri Hyper
7.9
Zara, wanita cantik dengan gairah besar, terjebak dalam pusaran perselingkuhan yang berbahaya. Hasratnya yang tak terbendung membawanya menjalin hubungan rahasia dengan Pak Haris, atasan suaminya, hingga Dr. Zein yang memikat. Di tengah pertemuan terlarang ini, batas moralitasnya mulai memudar. Zara kini harus menghadapi konflik batin antara kenikmatan sesaat dan rasa bersalah yang mengancam kehancuran hidupnya. Mampukah ia berhenti sebelum semuanya musnah?
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel OPEN BO
7.9
Hidup Laras hancur setelah dijebak oleh Frans hingga terjerumus menjadi wanita panggilan. Rahasia kelam ini ia simpan rapat dari suaminya, Bagas. Padahal, Bagas rela melepas kemewahan keluarga dan bekerja kasar sebagai kuli demi menafkahi Laras. Tanpa disadari Bagas, istrinya kerap melayani klien di hotel. Namun, segalanya terancam terbongkar saat Bagas memergoki Laras pergi dengan pria asing di mobil mewah. Akankah kedok Laras akhirnya terungkap?