Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel TAKDIR

TAKDIR

Amel, gadis introvert dengan trauma keluarga, sempat menemukan harapan saat bertemu Alex di usia 17 tahun. Namun, Alex mendadak pergi tanpa alasan, meninggalkan luka mendalam hingga Amel tak lagi percaya cinta. Bertahun-tahun mencari, Amel akhirnya menemukan Alex yang telah berubah total. Di tengah rencana pernikahan dengan pria asing, Amel mengungkap rahasia perpisahan mereka yang menyakitkan. Saat kehilangan kian beruntun, mampukah Amel bertahan menghadapi takdir yang kejam?
Bab
Bagikan

Bab 3

Seorang laki-laki yang berperan sebagai papa Amel langsung menarik tangan Amel dengan kasar.

“Gak usah kamu hiraukan dia lagi! dia sudah mendapatkan seorang pengganti papa!”

Amel menggeleng cepat. “Nggak mungkin pa! mama nggak mungkin seperti itu… hiks..hiks…”

Terlihat jelas di depan mata Amel, seorang wanita yang sangat berharga bagi dirinya pergi dari rumah dengan membawa beberapa barang yang mungkin adalah sebuah barang bawaan yang berupa koper.

Amel mencoba untuk menahan sang mama agar tidak pergi. Namun sayang sekuat apapun ia mencegah ia tak akan bisa untuk mencegah sang mama karena tangannya yang sengaja ditahan oleh papahnya.

“Mah…Mah…Hiks…Hiks…jangan pergi…hiks…”

“Pah… tahan mamah pah! Hiks…hiks…hiks”

Bukanya menahan papah Amel malah menarik tangaan Amel menuju ke luar untuk melihat sang mamah yang pergi.

“Buka mata kamu! Kamu lihat! Kamu lihat kan mamah kamu itu nggak pergi sendirian. Pacarnya sudah ada nungguin! Jadi jangan kamu buang-buang air mata berharga kamu hanya untuk perempuan seperti dia!”

Deg… jantung Amel seakan berhenti berdetak dan ia merasa seakan dunia miliknya akan cepat berakhir. Setelah semua apa yang ia lihat di depan matanya yang terjadi.

Seorang wanita yang sudah melahirkan dirinya ke dunia ini pergi dengan seorang pria yang tak dikenal oleh Amel.

“Dan kamu tahu itu adalah mantan pacar dari mama kamu! Sadar Amel! Hapus air mata kamu! Kita nggak butuh seorang wanita yang seperti itu…”

Amel menghapus jejak air matanya. Ia langsung berdiri dari tempat duduknya kemudian sigap memeluk tubuh seorang pria yang tak lain adalah papanya sendiri.

“Sekarang hanya ada kamu dan papah di rumah ini. Jadi kita harus saling menguatkan….” Terdengar yang begitu jelas bergetar seperti menahan sebuah isakan tangis.

Amel hanya diam dan menangis tepat di pelukan sang papah. Ia hanya bisa melakukan seperti itu. malam ini tepat di hari ulang tahun ketujuh belas tahun ia kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi dirinya.

Sang papa langsung melepas dekapaanaya dari Amel.

“Sekarang kamu masuk ke kamar! Lupakan apa yang telah terjadi hari ini!”

Amel mengangguk kemudian ia langsung menuju masuk kedalam kamarnya.

***

Hari ini adalah hari tepat diamana Amel akan memasuki sekolaha tepat di kelas 12. Yang artinya di hari ini ia akan ,menjadi seorang kakak kelas untuk adik-adik kelasnya.

Dengan langkah yang tergesa-gesa Amel langsung turun dari tangga untuk pergi berangkat dengan berusaha mobil yang tak lain adalah sebuah mobil yang mungkin adalah pemberian terakhir dari mamanya.

Satu perhatiana yanag menita aperhaatainaya yaitu meliaat sanag papah sedang berada di meja makan.

“Kamu nggak sarapan Mel?’ tanya sang papah dengan menggunakan sebuah roti oles kesukaannya.

Amel langsung pergi dari hadapan sang papah dengan mata yang sembab akibat kejadian semalam yang membuat dirinya menangis dengan sesegukan.

“Enggak deh pah. Amel buru-buru,” ujar Amel dengan memeriksa beberapa barang yang akan ia bawa.

“Bukanya masih pagi. Sarapan aja dulu,” ujar sang papahnya.

“Amel berangkat dulu yap ah. Assalamualaikum,” ujar Amel seraya mencoba untuk menyalami tangan papahnya dengan lembut.

“Tunggu!” teriak sang papah yang berhasil membuat Amel membalikan badan menghadap sang papah.

“Kenapa pah?” tanya Amel degana menampakana tanpang heranya.

“Kamu naik apa kesana?” tanya sang papah dengan menampakan wajah tampang seriusnya.

“Pakai mobil yang diberikan mama,” jawab Amel dengan polos.

“Jangan pakai mobil itu! pakai mobil apa aja!”

Amel menatap wajah sang papah dengan tatapan mengintimidasi jujur saja ia sungguh tak mengerti maksud dar seorang pria yang sedang berbicara dengan dirinya itu.

“Emang kenapa pah?” tanya Amel yang belum mnegrti maksud dan taujuan dari papahnya.

Terlihat seorang pria yang tidak muda tersebut langsung berdiam dan menghampiri Amel. Kemudian ia langsung menarik nafasnya secara kasar dengan menepuk pundak Amel penuh arti.

“Mobil ini ingin papah jual Karena papah tak ingin semua barang peninggalan mamaha kamu masih berada dirumah ini. karena jujur melihat itu hanya bisa meninggalkan sisa luka di hati papah. Ini keputusan papah dan papah harap kamu mengerti dengan semua ini,” ujar sang pria tersebut memberikan sebuah pengertian dengan Amel.

Amel menatap wajah sang papah dengan penuh Arti. Jujur saja ia sangat tidak tega dengan sebuah ekspresi yang tertera begitu jelas diraut seorang wanita yang sedang berada di hadapanya itu.

Ia mencoba menghembuskan nafasnya secara kasar. jujur saja ia sangat mengerti dengan kondisi papanya yang mungkin

“Sekarang papah minta kamu untuk memberikan kunci mobilnya ke papah,” tambah sang papah Amel.

Amel mengangguk mengerti kemudian ia langsung membuka ransel nya dan langsung memberikan sebuah benda kecil yang tak lain aldaha kunci mobil kepada sang papah.

“Nih pah,” ujar Amel dengan berat hati. Jujur sebenarnya ia sungguh tak ingin memberikan mobil tersebut kepada sang papanya karena itulah pemberian terakhir yang diberikan mamahanay kepada dirinya sebelum semua akehiduaan berubah total.

Sedangkan papah Amel, ia langsung mengambil kunci tersebut seraya mengelus pucuk kepala Amel dengan penuh kasih sayang.

“Kamu nggak papa kan sayang? Papah janji akan menggi mobil kamu dengan mobil yang canggih. Dan untuk sementara ini kamu pakai mobil papah,” jelas Rendi-papah Amel.

Amel mengaguk kemudian ia langsung memberikan sebuaha sneyumana kepada paphanay dengan penuh Arti. Sebuah senyuman yang mungkin orang mengira adlaah senyumana kebahagia tapi itu adlaah sebuaha senyumana yang mungkin adalah sbeuah kekeceaaan yang menggabrakan diirnya.

Itulah salah satu kelebihan yang miliki oleh Amel. Ia pandai menyembunyikan kesedihannya dan kekecewaannya di depan orang banyak bahkan orang tuanya sendiri. Sehingga banyak orang yang mengira diirnya baik-baik saja. Padahal di dalam hatinya hanya ia dan tuhan lah yang tau tentang semua itu.

“Amel naik angkot aja deh pa,” ujar Amel tak enak karena ia tahu jika ia menggunakan mobil milik papanya maka papanya tidak punya kendaraan lain. Sedangkana mobil pemeroan mamanya tak mungkin akan digukana oleh papahnya. Janganakana mengukananya melihat sebuaha barang peninggaan dar mamahanya saja sudha tak ingin buktinay sekarang aja langung dibuang oleh papahnya.

“Kenapa? kan bis apakaia mobil papah.”

Amel menggeleng. “Nanti kalau Amel pakai mobil papah, nanti papah berangkat kerja pakai apa?”

Terukir sebuah senyuman yang begitu tulus dari seorang pria yang tak lain adalah Rendi papah amel sendiri. “Kalau masalah papah kamu enggak usah khawatir. Papah bisa kok naik angkutan umum.”

“Biar Amel aja yang pergi naik angkutan umum. Papah nggak usah antar Amel.Kan papah hari ini ada meeting.”

“Enggak! Ya udah kalau gitu papaha natar aja kamu ya,” ujar Rendi memberikan saran.

“Nggak usah pah! Sekolah Amel jauh banget dari kantor papah. Nanti papah mutar balik lagi.”

“Papah nggak terima penolakan! Pokoknya kamu tunggu disini papah mau mengambil kunci mobil dulu ya,”

saat ini sedang mencoba untuk melupakan seorang wanita yang dulunya sangat ,menjadi bagian dari hidup mereka.

“Sekarang papah minta kamu untuk memberikan kunci mobilnya ke papah,” tambah sang papah Amel.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benci Jatuh Cinta
9.6
Panji, anak yatim asuhan Terryn dan Deva, tumbuh tangguh meski dibenci Sheira akibat hasutan Imelda. Sebagai menantu keluarga Danuarta, ia tetap sabar menjaga martabat Deva walau terus dizalimi istrinya sendiri. Konflik memuncak saat rahasia kematian calon istri Panji yang melibatkan Sheira terungkap. Di tengah duka wafatnya ibu angkat dan kemunculan ibu kandungnya, Panji terjepit dilema batin antara luka masa lalu dan harapan masa depan yang penuh rintangan.
Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel memohon agar Nathan melepaskannya pergi bersama putri mereka, Key. Namun, Nathan yang diliputi amarah menolak keras karena tak ingin ditinggalkan lagi. Ia mengklaim Key tengah bahagia bersamanya dan melarang Rachel menemui anak itu. Meski terlihat kejam dengan menahan Rachel, Nathan sebenarnya melakukan ini karena rasa cinta yang mendalam. Ia tidak berniat menyakiti, melainkan hanya ingin memastikan Rachel dan Key tetap berada di sisinya selamanya.
Sampul Novel Hasrat Sang Guru
9.7
Vidwan Surya, seorang praktisi yoga dan dosen Sansekerta, sangat dihormati oleh mahasiswanya. Pertemuannya dengan Grisse Anggara, mahasiswi pendiam pecinta bahasa kuno, memicu obsesi tersembunyi. Grisse yang polos merasa nyaman atas perhatian Vidwan, tanpa menyadari bahwa sang guru memiliki hasrat mendalam untuk memilikinya. Saat benih cinta mulai tumbuh, Grisse mulai meragukan perasaannya. Apakah itu cinta tulus, atau sekadar nafsu yang menyelimuti hubungan mereka?
Sampul Novel Jovanca Sang Penggoda
7.9
Jovanca adalah wanita cantik yang hidup keras sebagai yatim piatu. Demi bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi, ia bekerja serabutan hingga merasa jenuh. Keadaan ini mendorongnya memanfaatkan pesonanya untuk menggoda pria demi kesenangan. Namun, permainan itu justru menjadi bumerang saat ia dikejar banyak pria beristri. Di tengah kekacauan tersebut, hati Jovanca justru tertambat pada lelaki lain. Terjebak dalam intrik cinta, mampukah ia menemukan kebahagiaan?
Sampul Novel Kain Basahan Basah di Kamar Mandi
8.4
Rusly telah mengkhianati kesucian pernikahan kami dengan membawa selingkuhannya masuk ke dalam rumah. Tindakan kejinya yang terang-terangan ini membuatku mempertanyakan keberadaanku di matanya serta sisa cinta yang ia miliki. Namun, dia salah jika menganggap remeh ketenanganku. Aku tidak akan tinggal diam melihat martabatku diinjak-injak. Sebuah pembalasan setimpal telah kusiapkan bagi Rusly dan wanita itu. Diamku adalah awal dari kehancuran mereka.
Sampul Novel Kei's Three Children
8.8
Keina diusir setelah dituduh mengkhianati kekasih saudara tirinya. Di titik terendah, ia mengalami tragedi hingga hamil. Meski berjuang dalam kemiskinan, Keina bangga membesarkan tiga anak jenius: Anna sang pelukis, Alice si penulis, dan Andre sang aktor cilik. Takdir mempertemukannya dengan Jeremy, CEO industri film yang ternyata ayah biologis mereka, saat Andre memulai syuting perdana. Kehidupan Keina pun berubah drastis sejak pertemuan tak terduga itu.