
Takdir Yang Salah 2
Bab 3
Aku mencari-cari Alif di setiap kelas, tetapi aku tidak menemukan Alif sama sekali.
" Kemana sih kamu lif, perasaan aku hanya ninggalin kamu sebentar lah, kok kamu gak ada dimana-mana" batinku.
Aku lanjut mencari Alif ke setiap sudut sekolah, dan aku mendapati Alif sedang berada di ruangan perpustakaan. 'Ternyata orang yang aku cari ada di sini,' ucapku
Aku langsung bergegas masuk ke arah pustaka, tetapi ketika aku semakin dekat dengan Alif. Aku mendengar suara perempuan dan aku tidak jadi menuju ke arah mereka, aku mengintip terlebih dahulu dari balik rak yang ada di depan Alif, aku benar-benar penasaran dengan siapa Alif berada di ruangan ini.
Ternyata setelah aku perhatikan itu adalah Agnes, teman satu kelasnya Alif. Ada perasaan cemburu di hatiku ini melihatnya, dan amarah ku tidak bisa ditutupi lagi.
Tetapi aku masih saja memperhatikan mereka berdua, dan semakin aku lihat, mereka semakin panas hatiku ini. Bisa-bisanya Alif bermesraan dengan wanita lain, sedangkan dia malah meninggalkan Aku bersama Ilham di depan sana. Hatiku benar-benar merasa cemburu, bahkan dia tidak pernah memperlakukan Aku seistimewa dia kepada Agnes sekarang ini. Tak terasa air mataku menetes begitu saja, melihat Alif dan Agnes yang duduk berdua sambil bercanda seperti itu," padahal aku mati-matian bilang sama Ilham,kalau kamu mencintaiku Alif, tetapi sekarang ini aku sangat kecewa padamu," batinku.
"Amel, kenapa kamu di sini?" Ucap Ilham.
Aku yang kaget melihat Ilham datang, sontak saja langsung menutup mulut Ilham supaya tidak ketahuan Alif dan juga Agnes.
"Kamu itu bisa diam gak sih?, Jangan berisik!" Jawabku.
Dia pun berhenti bicara dan mengacungkan jempolnya ke arahku, lalu aku langsung melepaskan tanganku dari mulutnya.
Aku pun kembali fokus melihat ke arah Agnes dan Alif, dan ternyata mereka tidak mendengar keributan yang ditimbulkan oleh Ilham tadi.
Ilham pun melihat ke arah pandangan ku, dan dia langsung berdiri di depan ku.
" Ish, kenapa kamu malah berdiri di depan situ sih ham? Awas!" Bentak ku.
"Ngapain sih kamu melihat pemandangan yang akan membuat kamu sakit seperti itu? Walaupun kamu telah menyakitiku Amel, tetapi aku tidak akan pernah membiarkanmu terluka seperti itu. Aku tahu kamu pura-pura kuat untuk menyaksikan pemandangan itu tetapi untuk apa kamu mencoba untuk menguatkan diri hanya gara-gara Alif? "Ucap Dimas.
"Kamu jangan sok tahu ya Ilham, aku tidak apa-apa. Alif tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Agnes mereka cuman sedang belajar di tempat ini dan buat apa juga aku cemburu karena aku sangat mempercayai Alif, dia tidak akan pernah menghianatiku dia tidak akan pernah menghianatiku,"jawabku dengan mantap.
Aku tidak mau kalau ilham mengetahui kalau aku sekarang sedang dalam keadaan cemburu kepada Agnes dan memperlihatkan kalau hubungan aku dan Alif sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Ilham tersenyum sinis,"kamu tidak bisa membohongi aku Amel! Karena aku orang yang sangat mengenalmu Dan aku tahu persis bagaimana sekarang perasaanmu. Kamu sekarang ini dalam keadaan cemburu kepada Agnes lantaran aku yang bertanya kepadamu maka kamu mengatakan kalau mereka berdua itu hanyalah sebatas mengerjakan pelajaran saja. Kalau memang kamu tidak mencemburui Agnes lalu kenapa kamu berdiri saja di sini? Kenapa kamu tidak menghampiri Agnes dan Alif?" Sanggah Ilham.
Pertanyaan Ilham benar-benar memukul tolak diriku, aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun darinya karena Ilham memang sangat mengetahui bagaimana sifatku dan bagaimana aku. Karena hubungan kami sebelumnya berjalan cukup lama dan aku memutuskan hubungan kami secara sepihak begitu saja, wajar saja Ilham tidak bisa melepaskan aku karena aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun dan dia juga tidak pernah berbuat salah kepadaku selama kami berhubungan. Aku memang sangat bahagia ketika berhubungan dengan Ilham karena Ilham sangat mencintaiku dan apapun yang aku inginkan selalu dipenuhi oleh Ilham.
sangat jauh berbeda rasanya ketika aku berpacaran dengan Alif ini, di dalam hubunganku sekarang bersama Alif Aku benar-benar berjuang untuk mendapatkan hatinya Alif dan aku baru mengetahui bagaimana rasanya memperjuangkan seseorang yang sangat kita cintai, dan sepertinya mencintai Alif ini merupakan sebuah karma untukku karena telah mempermainkan banyak hati laki-laki sebelum itu.
Sekarang aku baru merasakan yang namanya sakit, sebelumnya aku tidak pernah merasakan yang namanya sakit hati ketika orang yang menjalani hubungan denganku sedang dekat dengan wanita lain, karena dulu merekalah yang sangat mencintaiku dan mereka yang berjuang untuk mendapatkan hatiku ini, jadi sangat jarang aku diselingkuhi oleh orang lain. Apalagi aku ini adalah tipe orang yang sangat pembosan dan ketika aku menjalani hubungan terlalu lama biasanya aku merasa bosan dan memutuskan begitu saja untuk meninggalkan mereka tanpa ada sebab apapun.
"Kenapa kamu jadi bingung begini Amel? Apa perkataanku ada yang salah? Aku memang benar-benar sangat mengenalmu Amel, dan ini bukanlah sifatmu. Tolong jangan menyiksa dirimu sendiri dengan mempertahankan cinta yang sama sekali tidak menginginkanmu," ucap Ilham.
Aku berusaha untuk tidak menatap ke arah Ilham dan pemutar badanku supaya aku bisa melihat Alif dan juga Agnes tetapi tiba-tiba Ilham menarik tanganku dan membawaku keluar dari pustaka itu, dia menarik tanganku kuat sekali sehingga aku tidak bisa melepaskan genggaman Ilham dari tanganku ini.
"Lepaskan aku Ilham, Aku tidak suka kamu menarik-narik ku seperti ini. Lagian kenapa sih kamu membawa aku pergi dari situ? Aku kan mau ke tempat Alif dan juga Agnes! "Hardikku.
"Mau sampai kapan kamu melihat pemandangan seperti itu Amel? Jangan berpura-pura kuat seperti itu di hadapanku, aku sangat tahu kalau kamu saat ini sedang terluka dan aku tidak mau hal itu terjadi kepadamu. Aku sangat mencintaimu Amel dan aku tidak akan membiarkan orang lain membuatmu terluka,"ucap Ilham.
"Jangan mencampuri urusanku Ilham, ini bukan lagi tentang kita tetapi ini adalah hubunganku dengan Alif, kamu tidak berhak ikut campur di dalam hubungan kami. Aku tidak suka kamu bertindak sesukamu seperti itu, apakah kurang penjelasanku tadi kalau aku menyuruhmu segera menjauh dan Jangan muncul lagi di hadapanku, karena aku tidak mau alis salah paham dan mengatakan kalau aku masih sama seperti Amel yang dulu dan tidak berubah," jawab Amel.
"Kamu sangat menjaga perasaan Alif, tetapi dia mengabaikanmu begitu saja tanpa memperdulikan perasaanmu Amel, kenapa sih kamu ngotot begitu mempertahankan hubungan yang sama sekali tidak sehat. Bukalah matamu lebar-lebar Amel dan sadarilah kenyataan kalau dia tidak mencintaimu sama sekali, dan yang kamu rasakan kepadanya saat ini itu bukanlah rasa cinta tetapi kamu itu hanya berambisi untuk mendapatkan Alif, Jangan memaksakan kehendak seperti itu karena akhirnya nanti kamu pasti akan terluka akibat ulahmu itu, Aku tidak mau kamu terluka Amel dan aku tidak akan sanggup menerima kenyataan kalau kamu disakiti oleh orang yang sangat kamu cintai," ucap Ilham.
"Itu adalah urusanku walaupun nanti aku yang tersakiti aku juga tidak akan melibatkan kamu Ilham, biarkan saja aku yang merasakan sakit itu sendiri lagi ya kenapa sih kamu masih saja mau berada di dekatku, aku sudah sering menyuruhmu pergi dari hidupku dan jangan memperdulikan aku lagi tetapi kamu masih saja ngeyel dan tetap menjadi orang yang sepertinya sangat penting bagiku, , kamu sudah tidak ada hubungan lagi denganku dan kalau memang aku disakiti oleh orang lain itu adalah karma untukku dan itu adalah urusanku. Pergilah sekarang dari sini dan jangan lagi mendekat ke arahku," bentak ku.
Tiba-tiba saja Ilham memelukku.
"Amel, Ilham! Apa yang kalian lakukan??
Anda Mungkin Juga Suka





