Sampul Novel Akhirnya KAU Mencintaiku

Akhirnya KAU Mencintaiku

8.0 / 10.0
Dalam Akhirnya KAU Mencintaiku, Rea menyerah setelah 2 tahun pernikahan paksa yang dingin. Saat ia meminta cerai, Jeno justru mulai menyadari arti kehadirannya. Simak kisah romance novel ini di webnovel, sebuah modern novel penuh dilema tentang perjuangan dan penyesalan cinta.
Ringkasan Akhirnya KAU Mencintaiku
Tiga belas tahun lamanya Rea mencintai Jeno, termasuk dua tahun pernikahan paksa yang penuh pengorbanan. Meski telah mengabdi sepenuhnya, Jeno tetap berpaling pada mantan kekasihnya. Lelah karena cintanya tak pernah dihargai dan terus diperlakukan kasar, Rea akhirnya memilih menyerah dan meminta cerai. Namun, saat Rea berubah menjadi dingin, Jeno justru mulai merasa kehilangan. Ia baru menyadari betapa berharganya Rea tepat di saat wanita itu ingin pergi.
Baca Selengkapnya

Akhirnya KAU Mencintaiku Bab 1

"Ih, kamu nakal banget sih!"

"Habis kamu ngegemesin sih, Sayang. Uuh!" Pria itu mencubit pipi sang wanita sangat genit, dan tertawa gembira bersama memasuki pintu sebuah kamar hotel.

Semua seakan terjadi begitu cepat, wanita cantik bernama Rea memergoki seorang wanita yang ia kenal tengah check in bersama seorang pria. Dia mengenalnya sebagai kekasih pria yang sangat ia cintai sejak lama, tapi jika dia melaporkan hal ini padanya langsung apakah pria itu akan percaya?

Wanita itu memutuskan keluar dari hotel tempat ia baru saja menghadiri pesta bisnis keluarganya. Rea masuk mobil dan mengendarainya untuk kembali ke rumah, tapi di tengah perjalanan dia mendapati pemandangan yang mengejutkan. Jeno Bramantio dan mobilnya berada di tepi jalan, pria itu seperti sangat panik.

Rea menepi untuk menanyakan apa yang terjadi, meski ia yakin kalau Jeno tidak lagi mengenalinya. "Maaf, kenapa dengan mobilnya?" tanya Rea, pria itu mengangkat wajah dan menatap Rea.

"Ban mobilku kempis, dan aku sedang terburu-buru menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan ibuku," jawab Pria itu seraya menatapi ban mobilnya.

Wajah pria itu terlihat lelah dan cemas, terlihat dari penampilannya yang terkesan berantakan, tapi tidak mengurangi ketampanannya sama sekali.

"Jika kamu mau mari aku antar," tawar Rea.

Jeno tertegun menatap wanita itu, tidak ada pilihan lain sudah tidak ada waktu mengganti ban, atau memanggil sopir. "Terima kasih, jika boleh biar aku yang bawa mobilmu."

Rea tersenyum dan memberikan kunci mobil pada Jeno. Mereka lantas segera masuk mobil dan wanita itu terkesiap saat Jeno langsung tancap gas tanpa aba-aba lebih dulu.

***

Rea menoleh pada pria tampan yang duduk sedikit jauh dari sisinya, dia tidak berubah masih tampan dan dingin, tapi berhati lembut. Itu kenapa ia sangat menyukainya dan bermimpi ingin menikah dengannya. Namun, sayangnya setelah Jeno kembali dari luar negeri dan berpacaran dengan Aruna.

"Miris sekali, kamu di sini mencemaskan ibumu, sementara kekasihmu bersama pria lain, Jeno," batin Rea.

Dokter keluar dari ruang ICU dengan wajah cemas, secepatnya Jeno berdiri dan memburu pria berjas putih itu. "Bagaimana dengan keadaan ibuku, Dok?"

Dokter menghela napas, menatap Jeno dengan rasa menyesal. "Ginjal ibu Anda sudah tidak bisa berfungsi lagi. Cuci darah pun sudah tidak banyak mempengaruhi, Anda harus segera mencarikan donor ginjal untuk ibu Anda."

"Kalau begitu, ambillah ginjalku, Dok. Aku anaknya, pasti akan cocok," sahut Jeno dengan cepat, seperti tidak berpikir panjang lagi.

"Belum tentu juga, Tuan. Namun, mari kita cek dulu." Dokter mengajak Jeno pergi untuk ke ruang pemeriksaan, dua perawat juga ikut untuk membantu, sementara Rea ditinggal sendiri di depan ruang ICU.

Wanita itu melangkah mendekati pintu ruangan yang terdapat kaca, terlihat seorang wanita paruh baya tampak tertidur tak berdaya di atas brankar rumah sakit. Hati Rea tersentuh, sebagai anak yang telah ditinggalkan ibu sejak kecil tentu Rea sangat mendambakan sosok seorang ibu untuk memberikannya kasih sayang.

Di tengah lamunannya ia terkejut akan teriakan Jeno, pria itu memukul dinding dengan marah membuat Rea khawatir, apalagi melihat luka memar di tangan Jeno. "Apa yang kamu lakukan? Lihat tanganmu luka begini." Tanpa ia sadari meraih tangan pria itu untuk melihat lukanya.

Namun, Jeno menariknya kasar membuat Rea merasa tidak enak. "Ma-maaf," lirihnya seraya mengangguk.

Jeno tidak menggubrisnya, pria itu malah merogoh kantung celana dan mengambil ponsel dari dalamnya untuk menghubungi seseorang. "Hallo, Bibi. Maukah Bibi datang ke rumah sakit untuk donor ginjal buat ibuku?"

"...."

"Aku mo--"

Panggilan diputus secara sepihak, bahkan adik ibunya sendiri tidak peduli. Keluarganya sangat besar, tapi tidak ada yang peduli pada ibunya satu pun. Dia satu-satunya harapan malah tidak bisa membantu.

"Apakah ginjalmu tidak cocok?" tanya Rea hati-hati.

Jeno terdiam, menatap Rea dengan tatapan waspada, tapi pada akhirnya dia mengangguk juga. "Kondisiku tidak memungkinkan untuk jadi pendonor, aku ada darah rendah," jawab Jeno, lantas Rea mengangguk paham. "Pulanglah, kukira kamu sudah pulang tadi, tapi ternyata masih di sini juga," lanjutnya mengusir Rea.

"Itu karena aku ...."

"Pergilah, terima kasih sudah membantuku. Besok, aku akan membayarmu sepuluh kali lipat." Tanpa menoleh lagi, Jeno melangkah masuk ruangan meninggalkan Rea sendirian, dan hanya menatap pintu yang tertutup.

Rea menghela napas pelan, berbalik badan dan pergi.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 11:15 menit malam. Tim dokter masuk ruang ICU membuat Jeno yang memang belum tidur pun merasa terkejut. "Dokter ada apa?" tanyanya lantas berdiri dari duduk.

"Ibu Anda akan segera menjalani operasi transplantasi ginjal, jadi kami harus segera membawanya ke ruang operasi."

Jeno tertegun sejenak mendengar jawaban dokter, tapi siapa yang rela membantu dan ginjalnya cocok dengan ibunya? Jeno tersenyum, mengira jika salah satu keluarganya yang telah datang membantu.

"Apakah keluarga ibuku yang bersedia, Dok?" tanya Jeno tak sabaran, pria itu terlampau bahagia sekali.

"Dia mengatakan begitu. Ya sudah kami harus segera membawa ibumu pergi, lebih cepat lebih baik," sahut Dokter itu.

Jeno mengangguk para perawat segera mendorong brankar keluar ruangan diikuti Jeno. Ibunya masuk ruang operasi, dan pintu ditutup. Jeno tidak tahu keluarganya yang mana yang pada akhirnya bersedia memberikan kepedulian pada sang Ibu, intinya Jeno berjanji akan memberikan seperempat saham perusahaan milik keluarga besar Bramantio padanya.

Jeno merasa resah dan gelisah, kadang dia duduk dan berdiri lantas menatap lampu di atas pintu yang menyala merah. "Tuhan, aku mohon buat operasi ibu lancar dan ibu bisa kembali sehat," gumamnya.

Pria itu terus berjalan mondar-mandir, sungguh Jeno tak bisa tenang menunggu proses operasi ibunya selesai. Bagi dia Maryam adalah segalanya, kepergian sang Ayah sejak ia masih kanak-kanak membuatnya jadi kekurangan kasih sayang seorang Ayah.

Kadang dia selalu merasa iri pada teman-teman sekolahnya yang selalu diantar jemput Ayah mereka, tapi dirinya tak pernah sekali pun, itu yang membuat Jeno tumbuh jadi orang yang dingin dan pemarah.

Sepeninggal ayahnya, katanya Maryam tak ingin menikah lagi. Wanita itu yang berusaha keras tetap berjuang demi membesarkan Jeno buah hatinya.

Pintu ruang operasi dibuka. Brankar ditarik dan didorong, wajah ibunya tampak pucat, tapi sepertinya lebih baik dari sebelumnya. "Syukur, operasinya berhasil," kata Dokter membuat Jeno tersenyum senang. "Nyonya Maryam akan dibawa ke ruang rawat inap lebih dulu, kamu bisa menungguinya."

Tanpa pikir panjang, Jeno mengangguk lalu melangkah mengikuti para perawat membawa brankar sang Ibu. Dia sampai lupa menanyakan siapa nama orang yang telah menolong ibunya.

Setelah kepergian Jeno, kali ini brankar kedua didorong keluar dan ternyata Rea yang berbaring di atasnya.

***

Esok hari yang cerah, Jeno begitu bahagia melihat ibunya kini sudah siuman. Dia akan menemui orang yang telah mendonorkan ginjalnya untuk sang Ibu. Saat ini juga ada Aruna yang datang menjenguk dengan membawa buket bunga lili putih kesukaan calon ibu mertua.

Namun, sayangnya Maryam tidak pernah menganggap Aruna sebagai calon istri putranya, tak lebih hanya seorang sekretaris saja.

"Bu, aku akan segera kembali," pamit Jeno, Maryam pun mengangguk dengan senyumnya yang masih lemah.

"Aku juga pamit, Nyonya," kata Aruna juga dengan sedikit membungkukkan punggung, dan Maryam hanya menjawab dengan anggukan lagi.

Keduanya keluar ruangan rawat Maryam, dan menuju ruangan lain. Menurut info orang yang telah mendonorkan ginjal untuk ibunya dirawat tak jauh dari ruangan ibunya.

Mereka sampai di sebuah pintu kamar yang diduga kamar milik Rea, pria itu menekan handle dan membukanya. Jeno terkejut saat yang ia lihat wanita yang semalam ia suruh pulang dengan sedikit judes, tapi mengapa sekarang dia terbaring di sini?

"Kamu?" Jeno masuk ruangan dan melangkah mendekat ke ujung ranjang Rea yang berbaring dengan sedikit duduk menyandar. "Ada apa denganmu? Semalam kamu baik-baik saja pada saat aku suruh kamu pulang?" cecar Jeno.

Rea tersenyum, dia menatap Jeno dan wanita di sampingnya. Kasihan Jeno, mungkin dia tidak tahu apa-apa tentang skandal Aruna, Rea tidak pernah rela jika Jeno jatuh ke tangan wanita yang salah dan sekotor Aruna. "Apa dokter ibumu tidak mengatakan sesuatu?"

Jeno terdiam sejenak sebelum ia bereaksi. "Jadi kamu yang telah ...." Rea mengangguk. "Karena kamu sudah mendonorkan ginjalmu untuk ibuku, aku akan memberikan seperempat saham perusahaanku padamu," kata Jeno dengan gampangnya.

Rea terdiam, wanita itu menatap Jeno dengan seksama. "Aku tidak butuh uang, keluargaku memiliki harta tak kalah banyaknya denganmu."

Jeno merasa bingung. "Lalu apa yang harus aku berikan sebagai gantinya?"

"Aku butuh kamu, menikahlah denganku."

Mendengar hal itu membuat Jeno merasa direndahkan harga dirinya sebagai pria. Bisa-bisanya wanita ini meminta dirinya menikahi dia untuk alat tukar-menukar.

"Baik," jawab pria itu dengan rahang yang mengeras, Jeno tiba-tiba saja merasa jijik melihat Rea, baginya wanita itu sangat tidak layak untuk dia hormati, apalagi dijadikan seorang istri.

Meski Aruna berteriak tidak terima, Jeno tetap berdiri kaku menatap Rea yang terlihat tersenyum puas. Hati Jeno terluka karena Aruna menangis tak terima, tapi lihatlah wanita itu. Rea begitu sangat menikmatinya, Jeno mengepalkan kedua telapak tangan dan berjanji akan membuat wanita itu menyesal telah memberi keputusan untuk menikah dengannya!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Akhirnya KAU Mencintaiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dark Love
8.0
Albert Kenzi Erdinata terjebak dalam dendam masa lalu atas kematian tragis ibunya. Ia bertekad menghancurkan hidup Akira, putri dari wanita yang dianggapnya bertanggung jawab. Setelah menculik dan merusak kehormatan Akira, Albert menjebaknya menjadi asisten pribadi demi menyiksanya lebih jauh. Namun, kedekatan mereka justru menumbuhkan benih cinta yang tak terduga. Kini Albert harus memilih antara membalas dendam atau mengikuti kata hatinya saat rahasia masa lalu mulai terungkap.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana berubah drastis saat sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria itu merasa Ana adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, bahkan hanya masakan Ana yang bisa diterima oleh perutnya. Di tengah kesibukan Bella, dia justru memilih Ana untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun, Ana merasa bimbang karena dirinya masih berstatus sebagai siswi sekolah. Akankah Ana menerima pinangan pria kaya tersebut demi masa depannya yang penuh tanda tanya?
Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria telah menikah tujuh kali, namun semua istrinya meminta cerai. Mereka tidak sanggup menghadapi stamina ranjang Satria yang luar biasa, di mana ia menuntut pelayanan tujuh kali sehari. Fenomena aneh ini membuat Satria bertanya-tanya tentang kondisinya. Apakah kekuatan fisik yang berlebihan ini merupakan efek samping dari obat misterius pemberian almarhum kakeknya saat ia masih sekolah? Sekuel dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3
8.1
Dina, sekretaris cerdas, mendapati kariernya terancam saat pandemi membuat perusahaannya hampir bangkrut. Di sisi lain, atasannya yang bernama Pak Agus tengah berduka setelah kehilangan istrinya. Saat tawaran bantuan Mr. Hanks muncul dengan syarat yang menjebak, Dina terjebak dilema moral yang berat. Namun, ia memilih bangkit demi menyelamatkan nasib rekan kerjanya. Dengan keberanian besar, Dina berjuang memimpin perusahaan melewati krisis emosional dan finansial yang melanda.
Sampul Novel JERAT PESONA PRIA 21 CM
8.0
Pernikahan dengan Evans, pemuda tampan tetangga desa, awalnya terasa seperti mimpi bagi aku. Namun, cinta pandangan pertama itu berubah menjadi petaka saat rahasia kelam pekerjaannya sebagai pria pemuas terungkap setelah kami menikah. Hidupku hancur ketika suami yang kucintai tega menjualku kepada mucikari demi melunasi hutangnya pada lintah darat. Kini aku terjebak menjadi wanita panggilan dan harus berjuang keras untuk lepas dari jerat neraka dunia ini.
Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta
9.5
Diusir dan dihina setelah terungkap bukan anak kandung, Marsha dituduh hanya putri petani biasa oleh putri asli yang licik. Namun, kenyataan mengejutkan muncul saat ayah kandungnya ternyata miliarder terkaya, didukung saudara-saudara hebat yang memujanya. Di balik itu, Marsha sendiri adalah pengusaha sukses yang mandiri. Saat mantan kekasihnya yang sombong mencoba menjauh, seorang pria misterius berkuasa muncul untuk melindunginya dan membungkam semua penghina.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan