Sampul Novel Tak Sangka Dokter Itu Begitu

Tak Sangka Dokter Itu Begitu

7.8 / 10.0
Dalam novel romantis remaja Tak Sangka Dokter Itu Begitu, seorang mahasiswi yang berjuang mengatasi kecanduannya memutuskan berobat ke klinik kampus. Namun, ia justru terjebak dalam metode pengobatan ekstrem dari seorang dokter kekar yang mengancam batas dirinya. Baca buku online gratis ini sekarang.
Ringkasan Tak Sangka Dokter Itu Begitu
Kecanduan yang dialami seorang mahasiswi mulai mengacaukan kuliah, kehidupan pribadi, hingga hubungan asmaranya. Atas saran sang kekasih, ia akhirnya mendatangi klinik kampus demi mencari kesembuhan. Namun, sesi pengobatan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat ia ditangani oleh dokter pria bertubuh kekar. Dengan metode yang mengerikan, sang dokter mengikatnya di ranjang pemeriksaan. Di tengah rasa takut yang luar biasa, tangisan dan permohonannya diabaikan saat pria itu bertindak kasar.
Baca Selengkapnya

Tak Sangka Dokter Itu Begitu Bab 1

Aku seorang mahasiswi cantik yang kecanduan.

Saking kecanduannya, akhirnya studi, kehidupan pribadi dan hubungan dengan pacarku menjadi terdampak.

Karena aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana, aku akhirnya menuruti saran pacarku untuk ke klinik kampus dan mengobati kecanduanku.

Ternyata dokter kampus yang merawatku adalah seorang pria bertubuh kekar dan kuat, teknik-tekniknya membuatku takut.

Dokter itu pun mengikatku di atas kasur pemeriksaan. Aku yang benar-benar merasa ketakutan hanya bisa menangis sambil memohon kepadanya.

Akan tetapi, pria itu malah mengangkat kedua kakiku dengan kasar ....

Aku seorang mahasiswi cantik yang kecanduan.

Saking kecanduannya, akhirnya studi, kehidupan pribadi dan hubungan dengan pacarku menjadi terdampak.

Karena aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana, aku akhirnya menuruti saran pacarku untuk ke klinik kampus dan mengobati kecanduanku.

Ternyata dokter kampus yang merawatku adalah seorang pria bertubuh kekar dan kuat, teknik-tekniknya membuatku takut.

Dokter itu pun mengikatku di atas kasur pemeriksaan. Aku yang benar-benar merasa ketakutan hanya bisa menangis sambil memohon kepadanya.

Akan tetapi, pria itu malah mengangkat kedua kakiku dengan kasar ....

...

Saat sedang menuju klinik kampus bersama pacarku, kecanduanku mendadak kambuh. Rasanya seperti ada banyak sekali ular yang menggerayangi bagian sensitifku, benar-benar menggelitik.

Pandanganku sontak menjadi kabur. Aku pun menatap pacarku untuk meminta bantuan sambil merapatkan kedua kakiku.

"Aduh, bikin malu saja!" umpat pacarku dengan suara pelan.

Air mataku mengalir turun. Waktu pertama kali aku bermasalah dengan kecanduan ini, pacarku sebenarnya merasa cukup senang. Sayangnya, lama-lama dia menjadi tidak sabar.

Dia akhirnya mengambil sebuah kaleng dari atas lantai, lalu menyerahkannya kepadaku, "Sana, lakukan sendiri."

Masalahnya, kaleng itu agak pendek.

Pacarku pun terdiam. Akhirnya, dia mencari-cari di dalam tempat sampah sebelum menemukan sebotol minuman soda yang sudah kosong untukku.

Aku bergegas masuk ke hutan kecil yang ada di lingkungan kampus, lalu segera melepas celana dan bersiap untuk memulai.

Tiba-tiba, ada yang memelukku dari belakang. Kukira itu pacarku.

Namun, saat berbalik badan, aku sontak terkesiap. Orang yang memelukku ternyata bukan pacarku!

Aku refleks mendorong pria itu menjauh dan hendak kabur, tetapi pria itu memelukku dengan erat. Aku akhirnya berseru minta tolong kepada pacarku, tetapi anehnya pacarku itu malah diam saja.

Mana mungkin dia tidak mendengar seruanku di tengah hutan yang sepi begini? Tiba-tiba, aku teringat pertanyaan pacarku beberapa hari yang lalu. Dia bertanya apa sebaiknya mencarikan pria lain untukku saja.

Sepertinya pacarku sengaja membiarkan pria asing ini masuk ke sini.

Botol itu masih berada di dalam. Tarikan-tarikan yang kuat membuat tubuhku akhirnya menjadi lemas. Tidak berapa lama kemudian, aku bahkan sudah tidak kuat lagi meronta.

Si pria asing langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkanku. Aku sontak terkejut sekaligus takut, lalu balas memukuli pria asing itu dengan tenaga apa adanya.

Tepat saat pria asing itu hendak membuka kancing celananya, aku langsung melemparkan segenggam tanah ke wajahnya.

Jika pria asing itu tidak refleks menghindar, tanah itu sudah pasti masuk ke matanya.

Pria asing itu langsung balas menamparku dengan kencang. Dia juga memakiku sebagai seorang jalang yang sok suci.

Sepertinya pacarku mendengar ada yang salah, dia bergegas menghampiri kami.

"Kawan, pacarmu ini benar-benar menyebalkan. Dia hampir membuatku buta! Kamu cari orang lain saja!"

Pria asing itu membuang selembar uang seratus ribu ke atas tanah, lalu berjalan pergi dengan marah.

Pacarku pun membantuku berdiri sambil bertanya apakah aku baik-baik saja.

"Masih bisa kamu bertanya begitu?" sindirku sambil menangis lagi, hatiku terasa begitu pedih. "Bukannya ini semua salahmu?"

"Apa benar di dunia ini ada pacar sepertimu? Kamu bukan hanya membiarkan pria lain meniduri pacarmu, tapi kamu bahkan membayar pria lain itu! Dasar pria bajingan!"

"Bukannya kamu yang bermasalah sama penyakit ini!" Pacarku balik memarahiku, dia sama sekali tidak merasa tindakannya keterlaluan. "Kamu bisa hilang kendali kapan saja dan maunya kutiduri terus 24 jam! Ujian akhir itu sebentar lagi, kamu masih niat kuliah nggak sih?"

"Kalau ujianmu semua dapat nol, ya sudah nggak usah lulus saja sekalian!"

Setelah berkata seperti itu, pacarku langsung berbalik badan dan berjalan pergi dengan marah.

Aku menyeka air mataku, lalu bangkit berdiri dan bergegas mengejar pacarku.

Aku tahu ini salahku. Pacarku sudah cukup bersabar dengan tidak memutuskanku.

Semoga dokter kampus bisa menyembuhkan penyakitku ini. Jika tidak, mungkin aku harus beli jarum dan menjahit bagian sensitif ini.

Tidak lama kemudian, kami pun tiba di klinik kampus. Akan tetapi, tidak kusangka dokter yang muncul adalah seorang pria.

Aku memang sudah tidak perawan lagi, tetapi mana mungkin aku membiarkan seorang dokter pria memeriksa penyakit yang bersifat pribadi begini?

Aku refleks hendak keluar dari klinik, tetapi pacarku menggenggam tanganku.

"Kalau kamu nggak mau sembuh, sepertinya aku harus mempertimbangkan lagi soal hubungan kita."

Aku benar-benar menyukai pacarku, aku tidak mau putus darinya. Jadi, mau tidak mau aku akhirnya tetap berada di dalam klinik itu.

Tadi aku merasa begitu kaget, sekarang aku diam-diam memandangi dokter pria itu.

Dia tampan sekali, tubuhnya juga sangat memikat. Otot-otot yang terlihat pada tubuhnya membuat jas dokternya jadi tampak sangat keren.

Dia juga terkesan cukup berwibawa dengan sepasang kacamata berbingkai emas yang bertengger di batang hidungnya.

Aku terlalu seru memandangi dokter itu sampai-sampai sama sekali tidak menyimak pembicaraan pacarku dengannya.

Hingga akhirnya pacarku berkata, "Kalau begitu, aku pergi dulu, Dokter Arlo. Kutitipkan pacarku ke Dokter Arlo, ya."

Eh? Pacarku tidak mau menemaniku? Lalu, ucapannya barusan tentang menyerahkanku kepada dokter klinik ini terdengar benar-benar menjurus.

Setelah pacarku pergi, Dokter Arlo pun bertanya kepadaku di bagian mana aku merasa tidak nyaman.

Walaupun hal seperti ini sulit sekali untuk diutarakan, tetap saja aku harus jujur.

Dokter Arlo sama sekali tidak terlihat kaget mendengar jawabanku.

Saat aku bertanya apakah ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini, dokter itu menjawab dia harus memeriksaku terlebih dahulu.

Aku pun menunjuk ke sebuah tempat tidur yang terletak di samping dengan gugup, lalu bertanya kepada Dokter Arlo haruskah aku berbaring di sana.

"Nggak usah, aku mau lihat dulu," jawab Dokter Arlo sambil berjongkok dan mulai melepaskan celanaku.

Aku refleks mencengkeram tangan Dokter Arlo dengan ketakutan. "Dokter mau apa?"

"Bagaimana caranya aku bisa memeriksa kalau celanamu nggak dilepas?" Dokter Arlo balik bertanya sambil mengernyit dengan tidak senang.

Wajahku sontak menjadi merah padam. Dokter satu ini terang-terangan sekali.

"Ka ... kalau begitu, biar aku sendiri yang lepas," ujarku dengan kikuk.

Aku pun membuka kancing celanaku sambil menahan rasa malu, lalu memperlihatkan pahaku yang putih dan ramping.

Aku bisa mendengar dengan jelas bagaimana Dokter Arlo menelan ludahnya.

Aku sontak terkejut. Jangan bilang Dokter Arlo tergoda olehku?

Detik berikutnya, dokter itu tiba-tiba mengangkat salah satu kakiku tinggi-tinggi dan merangkak ke bawahnya untuk mengamati bagian sana dengan saksama.

Rambutnya yang tebal dan kusut membuatku mendadak menjadi sangat sensitif.

Saat kepalanya menubruk, aku langsung kehilangan kendali.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tak Sangka Dokter Itu Begitu

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Intan Arselina, seorang perawat, terkejut saat bertemu kembali dengan Abian Dirgantara di rumah sakit. Setelah empat tahun terpisah akibat fitnah ibunda Dirga, luka lama Intan kembali terbuka. Dirga yang baru saja mengalami kecelakaan berusaha keras memenangkan hati Intan lagi. Namun, perjuangannya tidak mudah karena kebencian keluarga Intan dan kehadiran Zidan sebagai penghalang. Dirga bertekad menebus kesalahan masa lalu demi cinta sejatinya.
Sampul Novel Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku
9.7
Lahir dari hubungan yang tidak diinginkan membuat protagonis dibenci oleh ibunya sendiri, yang justru lebih memanjakan para muridnya. Ketika murid kesayangan sang ibu menyatakan cinta kepada protagonis, kemarahan meledak hingga berujung tamparan dan hinaan keji. Bahkan saat terserang Alzheimer, sang ibu melupakan anak kandungnya dan hanya mengingat murid-muridnya. Namun, tidak ada satu pun murid yang datang menjenguknya di hari tua karena mereka semua memendam kebencian yang sama mendalamnya.
Sampul Novel My Lovely Teacher
8.7
Zayn Abidzar adalah siswa SMA nakal dari keluarga berantakan yang akan segera lulus. Hidupnya berubah setelah bertemu Evelyn Green, guru muda di sekolahnya, dalam sebuah insiden tak terduga. Keduanya mulai berbagi luka masa lalu, termasuk pengkhianatan yang dialami Zayn. Benih cinta pun tumbuh di antara guru dan murid ini. Kini, mereka harus menyembunyikan hubungan rahasia tersebut dari dunia sekolah. Mampukah mereka menjaga perasaan itu tanpa ketahuan?
Sampul Novel Sahmura Yang Redup
8.1
Hafizah Putri Amaliyah, seorang gadis belia yang kerap menjadi korban perundungan, memulai hidup baru setelah dinikahi oleh Hafiz, guru muda berusia sembilan belas tahun. Namun, sebuah peristiwa mendadak mengubah kepribadian Hafiz secara drastis. Di tengah perubahan misterius sang suami, Hafizah terjebak dalam dilema sulit untuk memilih antara ayahnya atau Hafiz. Mengapa Hafiz menikahinya? Rahasia di balik perubahan sikapnya kini menguji kesetiaan Hafizah.
Sampul Novel Terikat Oleh Keinginan CEO
8.5
Richard, pebisnis berkuasa, menjalin hubungan gelap dengan penasihat hukumnya, Elin. Saat ingin berpisah, Richard justru menolak melepas Elin meski dialah yang menghancurkan karier serta reputasi wanita itu. Elin yang sakit hati kini menganggap Richard tak lebih dari pemuas nafsu belaka. Namun, Richard bersikap posesif dan mengklaim Elin sebagai miliknya di tengah persaingan benci dan cinta. Siapakah yang akan memenangkan permainan hati yang rumit ini?
Sampul Novel Wanita Kesepian di Lokasi Proyek
8.9
Dalam novel modern Wanita Kesepian di Lokasi Proyek, seorang wanita lajang harus menjalani hari-harinya bekerja di lingkungan konstruksi yang didominasi pria. Kehadirannya memicu berbagai fantasi di kalangan para pekerja di sana. Seiring berjalannya waktu, posisinya bergeser hingga ia merasa dimanfaatkan sebagai alat demi memenuhi ekspektasi dan hasrat mereka. Kisah romantis ini menyoroti perjuangan batin dan rumitnya hubungan interpersonal di tempat kerja yang keras.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan