Sampul Novel Nirmala Cinta

Nirmala Cinta

9.2 / 10.0
Pasca cerai dari suami yang berkhianat, Aulia berjuang mandiri hingga Candra hadir dalam hidupnya. Di novel modern ini, ia harus memilih antara tawaran pernikahan billionaire misterius itu atau gangguan mantan suami. Baca kisah Nirmala Cinta, pilihan terbaik bagi pencinta romance novel.
Ringkasan Nirmala Cinta
Setelah dua tahun menikah tanpa buah hati, Aulia memilih bercerai saat suaminya memutuskan berpoligami. Meski ditentang sang ibu yang gila harta, ia berhasil hidup mandiri. Namun, ketenangan Aulia terusik saat Candra datang menawarkan pekerjaan bergaji besar. Pesona Candra mulai menggoyahkan hati Aulia yang lama tertutup. Kini ia terjepit di antara tawaran pernikahan pria kharismatik itu atau gangguan sang mantan suami yang ingin rujuk kembali.
Baca Selengkapnya

Nirmala Cinta Bab 1

Setiap rumah tangga yang tidak kunjung dikarunia anak selalu wanita yang menjadi tertuduh, itu pula yang terjadi ke Aulia. Dua tahun pernikahan mereka jalani tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda wanita berkulit kuing langsat dan berambut tebal, hitam dan lurus hingga bahu itu hamil.

“Apa maksudmu, kau akan menikah lagi?” tanya Aulia.

Pria dengan perut buncit itu menatap Aulia dengan tatapan layaknya anak manja yang tidak punya pendirian teguh.

“Ibu meminta aku untuk menikah dengan salah seorang putri dari kenalannya,” jelas Angga.

“Kenapa?” tanya Aulia.

“Karena kau tidak kunjung hamil, jadi ….”

Aulia serasa tersambar petir di sian bolong mendengar perkataan pria yang ia nikahi karena dijodohkan oleh orang tuanya itu. Dia yang tidak kunjung hamil juga belum tentu kesalahan darinya, itu juga bisa dikarenakan oleh pria yang sedikit mengalami masalah obesitas. Hanya saja, bagi orang-orang desa, saat pasangan suami istri tidak kunjung dikarunia anak maka yang menjadi sebab adalah si wanita tidak pernah laki-laki.

“Bagaimana bisa ….”

“Ibu sudah sangat ingin menimang cucu jadinya dia meminta aku untuk kembali menikah agar segera di karuniai seorang anak,” ujar Angga.

“Bagaimana kalau tetap tidak akan punya anak?” tanya Aulia.

“Kau menyumpahi putraku?!” bentak Ibu Angga dari balik tembok ruang tamu.

“Bukan begitu … hanya ….”

“Kalau kau tidak mandul, aku tidak akan membuat anakku menikah lagi!” tukas Siti kepada menantunya.

“Ibu ....”

“Jadi terima saja! Biarkan suamimu menikah lagi,” ujar wanita pra lansia tersebut.

“Bagaimana kalau bukan aku penyebabnya? Bagaimana kalau putra ibu yang menjadi sebab aku tidak segera hamil?!” Aulia memang tidak bisa mencintai pria yang ia nikahi itu meski telah dua tahun mereka menikah, tetap saja dituduh mandul oleh ibu mertuanya, ia tidak bisa terima.

“Yang mandul itu wanita, bukan pria!” tegas Siti dengan bibir maju tiga senti.

“Tapi, yang punya sperma itu anak ibu dan kalau sperma anak ibu bermasalah, menikah dengan siapa saja tidak akan pernah ….”

Plak …

Sebuah tamparan melayang ke pipi mulus Aulia yang sedikit cekung karena tertekan dengan kehidupan pernikahannya. Tangan gempal sang suami membuat tubuh dia terhuyung ke samping dan rasa panas menjalari seluru wajahnya.

“Jaga ucapanmu! Bersikaplah sopan pada ibu mertuamu!” bentak Angga.

“Itulah kenapa aku mencarikanmu anak pesantren, biar tahu adab dan etika tidak seperti dia yang tidak mengenyam pendidikan pesantren, berani melawan,” ujar Siti dengan sinis.

“Benarkah karena mereka lebih tahu adan dan sopan santun? Atau karena mereka akan menjadi istri yang penurut bahkan akan menerima saat dia di madu karena tidak kunjung hamil,” sindir Aulia.

“Kau ….” Tangan besar dan gemuk Angga bersiap untuk menampar Aulia.

Aulia yang sudah muak dengan kehidupan pernikahannya, berdiri, bangkit untuk melawan. Perjodohan yang berdasarkan kata orang oleh orang tuanya membawa dia dalam kehidupan yang penuh dengan tekanan batin, Kata mereka yang membawa Angga ke orang tuanya, pria itu adalah pria baik dan sopan dari keluarga kaya dan terpandang yang ternyata hanya isapan jempol belaka.

“Pukul aku! Hajar saja aku sampa aku mati!” teriak Aulia.

Plak …

Bukan tangan gemuk Angga yang mendarat ke pipi Aulia melainkan tangan besar sang ibu mertua yang mendarat ke pipinya.

Wanita yang sudah memasuki akhir usia pra lansia itu adalah wanita yang sangat ikut campur dalam rumah tangga mereka hingga Aulia tidak memiliki ruang sebagai seorang istri. Dari masalah keuangan hingga masalah rumah, semua dipegang dan diatur oleh wanita itu. semua hasil dagang yang diperoleh oleh Angga selalu di setor ke ibunya dengan alasan toko tersebut merupakan toko warisan yang masih menjadi milik ibunya. Aulia hanya bisa pasrah dan diam tanpa melawan sedikit pun saat Angga hampir tidak pernah memberi uang belanja dengan alasan sang ibu telah menyiapkan makanan untuk mereka makan.

“Akhirnya watakmu yang sebenarnya keluar juga,” tukas Siti dengan mata melotot.

“Bagaimana aku tidak ….”

“Wanita tidak tahu diri dan tidak punya adab, tidak akan bisa menerima kodrat dia sebagai wanita yang harus siap di madu demi memberikan keturunan kepada sang suami,” potong Siti.

Aulia ingin tertawa mendengar perkataan sang mertua. Ia memang bukan lulusan pesantren tetapi ia tahu bagaimana Islam memperlakukan wanita yang jelas tidak seperti yang diyakini oleh Ibu dari suaminya itu.

“Bagaimana kalau aku dan putra ibu pergi ke dokter untuk periksa dan memastikan siapa yang bermasalah di sini!” Tantang Aulia.

“Kalau periksa itu ya kamu buat apa kau bawa-bawa suamimu!” tukas Siti.

“Sudah aku bilang ….”

“Kalau mandul ya mandul saja! Tidak usah cari alasan,” potong Siti yang tidak terima dengan tuduhan menantunya.

“Aku akan bersedia di madu jika dokter menyatakan kalau aku yang menjadi sebab tidak segera hamil. Akan tetapi, jika ….”

“Halah ... terima saja kalau kau mandul!” ujar sang mertua.

“Ini bukan tentang aku tidak terima tetapi ini tentang keadilan …”

“Tidak usah sok bilang adil tidak adil!” potong sang mertua.

Aulia benar-benar tidak dapat lagi bersabar. Cukup dua tahun ia menahan semua sikap dan perangai burung mertuanya yang terlalu mengatur dan suka seenaknya sendiri.

“Mas … bagaimana kalau kita pergi ke dokter dan memastikan …”

Plak …

Tamparan kembali didapat oleh Aulia dari ibu mertuanya hanya karena ia berusaha meyakinkan suaminya. Dengan wajah yang memerah karena rasa panas yang menjalar serta air mata yang mulai berlinang, Aulia masih berusaha untuk membela hak dia sebagai wanita juga istri.

“Ini demi kebaikan Mas Angga juga. Sudah aku bilang jika kau yang menjadi sebab ….”

“Cukup!" hardik Siti.

“Ibu …”

“Yang mandul itu kamu! Bukan suamimu!” geram Siti.

“Tidak … aku tidak …”

“Sudah!” Siti kembali memotong perkataan menantunya. Ia tidak mau mendengar tuduhan kepada putra semata wayangnya dari mulut sang menantu. “Kau tidak memiliki pilihan lain selain menerima untuk di madu!” tegas Siti.

Aulia menatap tajam suami dan ibu mertuanya. Dua orang yang menjadi sebab air mata terus mengalir hampir di setiap hari dalam dua tahun pernikahannya, sang suami yang sangat anak mama itu selalu menuruti dan mengikuti kata sang ibu bahkan dia rela tidak memberi nafkah pada sang istri. Bahkan, Aulia selalu diminta untuk mengalah dan mengerti dengan sikap sang mertua hingga ia tidak kehilangan jati dirinya.

Inilah waktunya, batin Aulia. Ia berdiri tegap dan tatapan tegas tidak tergoyahkan.

“Tidak,” ujar Aulia.

“Apa maksudmu dengan tidak?” tanya sang mertua.

“Saya punya pilihan lain selain di madu,” tukas Aulia.

“Apa?”

“Saya memilih untuk bercerai dari Mas Angga,” kata Aulia dengan tegas, membuat suami dan mertuanya terbelalak kaget.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Nirmala Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dua Wajah Suami Romantisku
9.5
Vanessa Putri Ardian menjalin kasih dengan Eksa Susanto, mantan gurunya yang jauh lebih dewasa. Meski penuh lika-liku akibat perbedaan usia, kedewasaan Eksa membawa mereka hingga ke jenjang pernikahan. Namun, konflik rumah tangga mulai muncul saat masalah keturunan dan kehadiran Risang Aditya Sidharta, kembaran Eksa, menguji kesetiaan mereka. Saat wajah yang identik menyukai wanita yang sama, mampukah Eksa tetap menjadi satu-satunya suami bagi Vanessa?
Sampul Novel ENTERNAL LOVE
9.0
Kehidupan Elgar hancur setelah penyihir hitam merenggut nyawa tunangannya, Carolina. Didorong dendam, ia berlatih di bawah bimbingan penyihir agung untuk memburu sang musuh. Namun, Elgar justru menghadapi pengkhianatan Putri Liana dan bertemu gadis misterius yang sangat mirip dengan Carolina. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: melanjutkan misi balas dendamnya atau mengungkap identitas asli gadis tersebut yang mengguncang jiwanya.
Sampul Novel My Sugar Daddy
8.7
Demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya, seorang gadis miskin rela memikul beban berat sebagai tulang punggung keluarga. Terdesak kebutuhan ekonomi, ia terpaksa terjun ke dunia sugar baby yang penuh risiko. Di tengah peliknya perjuangan hidup dan konflik batin yang menguras emosi, ia justru menemukan cinta sejati. Meski harus melewati rintangan berat seorang diri, keteguhan hatinya akhirnya berbuah kebahagiaan yang abadi.
Sampul Novel Since I Found You
8.5
Juan Keegan tak percaya takdir, baginya cinta adalah pilihan mutlak. Namun, hubungan kuatnya dengan Kirana Wakely terancam oleh penolakan keluarga dan kehadiran Dahlia Risma. Kirana bertekad mempertahankan Juan sebagai napas hidupnya, sementara Dahlia merasa Juan datang mengisi hatinya secara alami. Di tengah konflik restu dan masa depan yang kacau, benarkah takdir yang menentukan pendamping Juan? Kisah pelik ini merupakan bagian kedua dari Trilogy of Love Chaser.
Sampul Novel Stempel Miskin untuk Keluargaku
8.4
Kepulanganku setelah empat tahun merantau disambut kenyataan pahit. Keluargaku dihina dan dicap miskin oleh warga serta kerabat sendiri karena tumpukan utang. Namun, di balik kemiskinan harta yang terlihat, tersimpan rahasia besar mengenai sebidang tanah milik bapak yang tak diketahui orang lain. Kini, aku bertekad membuktikan bahwa kekayaan hati dan kejujuran mampu mengangkat martabat keluarga kami agar tidak lagi dipandang sebelah mata oleh mereka.
Sampul Novel Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan
8.7
Sudah tujuh bulan Nayya menjalani biduk rumah tangga, namun sang suami, Dimas, belum juga menyentuhnya. Setiap kali Nayya menuntut hak batinnya, Dimas selalu berdalih kelelahan atau memberikan alasan yang tidak masuk akal. Merasa ada yang janggal, Nayya mulai menyelidiki rahasia besar yang disembunyikan suaminya. Mampukah Nayya mengungkap kebenaran di balik sikap dingin Dimas? Ikuti perjalanan penuh misteri ini dalam menyingkap tabir pernikahan mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan