Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tabir Misteri di Sekolah

Tabir Misteri di Sekolah

Setahun berlalu sejak tragedi keji menimpa seorang siswi di SMA Permadani Putih, namun kasus pemerkosaan dan pembunuhan sadis itu terkubur tanpa kejelasan. Di tengah aturan sekolah yang kini menjadi kacau dan sikap apatis otoritas yang sengaja menutup mata, Gara menolak untuk diam. Ia bertekad menyingkap tabir gelap demi keadilan sang adik. Mampukah Gara membongkar konspirasi ini dan menyeret pelaku aslinya ke hadapan hukum sebelum semuanya terlupakan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Gosip mengenai ucapannya pada pak Nawawi belum tersebar ke mana-mana, pasalnya siswa-siswi terlihat biasa saja saat memandang kehadiran Gara. Tahu sendiri bahwa ketika gosip telah terdengar di Admin Lambe Sekolah, maka mulut sang Admin akan langsung menyebarkan gosip dan membuat orang yang digosipkannya menjadi buah bibir selama tujuh harian. Tapi Gara yakin bahwa hari ini ucapannya belum terdengar admin, dan kalaupun sekarang sedang proses maka dia tak peduli.

Gara masuk ke kelas berukuran 5X8 yang diisi oleh sekitar 35 pelajar di dalamnya. Pada tembok putih kelas yang telah mengusam, terlihat pula retak di beberapa titik dinding. Bangku-bangku kayu berderet yang diisi oleh masing-masing dua siswa. Gara berjalan ke belakang, di sana berkumpul beberapa siswa yang sedang rebahan sembari menunggu guru kelas yang belum datang. Beberapa dari mereka menghabiskan makanan dari kantin yang belum sempat dimakan.

“Lo abis dari mana? Mie lo dimakan Satya,” ujar salah satu dari mereka yang sedang memakan nasi kuning.

BRAK!!

"Mana si Satya?" seru Gara.

“Anj*r nggak ada otak!” teriak lelaki berambut cepak yang duduk di sudut kelas, sembari membanting ponselnya ke atas ransel yang ada di atas meja.

Gara yang baru saja menggebrak meja, langsung menatap tajam pada lelaki itu.

“Hampir aja chicken dinner dia, kalau selingkuhannya nggak telepon,” celetuk Satya yang ada di sampingnya sambil memasukkan ujung jarinya ke dalam lubang hidung, menjelaskan arti tatapan Gara yang penuh tanya.

“Blokir makanya! Lo nggak mau belajar dari gamers lainnya apa,” komentar Gara pedas.

“Diem lo linggis,” cetus siswa yang baru saja membanting ponselnya tadi.

“Santai dong, Bro! Kalau hari ini gagal chicken dinner, kan bisa dicoba lagi nanti mana tau nanti gagal lagi,” ujar yang lain.

Gara kemudian duduk di kursi dan menyandarkan punggungnya di meja. Segera ia meraih mangkuk berisi mie rebus yang tersisa setengah, padahal sebelum dihukum mie-nya masih penuh. Tanpa berpikir panjang, dia langsung melahap mie miliknya itu meskipun hanya tinggal tersisa separo saja. Karena sejak pagi Gara memang belum sarapan untuk mengisi perutnya.

“Mana yang lain?” Tiba-tiba terdengar suara berat seorang lelaki berseragam coklat yang memasuki ruangan kelas.

Anak-anak yang tadi tengah bersantai di belakang kelas, refleks bangkit dan langsung memenuhi bangku-bangku kosong yang tadi sempat mereka tinggalkan. Begitupun juga dengan Gara yang duduk di bangku paling belakang bersama Satya, teman seperjuangannya. Mangkuk mie rebus yang tadi ia pegang, segera ia taruh di laci, sembari menyimak guru yang sedang mengabsen, sesekali Gara melanjutkan makannya. Sayang sekali rasanya bila harus dibuang atau dimakan nanti-nanti, karena mie mudah sekali mengembang.

“Gara Imana Dani!” Panggil seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kelas.

Gara buru-buru mengangkat kepalanya. Pak Restu, ternyata sudah berdiri di sebelah Satya, menatapnya tajam.

“Nunduk terus ada apa? Tawadhu bener,” sindir Pak Restu.

“Makan, Pak.” Gara memberikan cengiran kudanya tanpa merasa berdosa sama sekali.

“Nggak punya sopan santun banget tuh anak,” desis salah satu siswi.

“Nggak aneh juga tiap hari dihukum,” timbrung yang lain.

“Walah, mulutnya pada rombeng banget,” cetus Satya. "Udah kayak paling nggak punya dosa dan bersih dari segala hal yang munkar,” lanjutnya.

“Sudah ... sudah, sekarang Gara jelaskan ulang materi yang saya sampaikan kemarin,” pinta Pak Restu.

“Tentang apa, Pak?”

Gara seketika tercengang mendengarnya.

🍁🍁🍁

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda
9.6
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang dikhianati hingga tewas, terbangun dalam tubuh Lyra Elvine, seorang janda bisu dengan tiga anak kembar. Dunia terkejut saat Lyra yang dianggap lemah tiba-tiba mampu bicara dan menunjukkan otoritasnya. Mantan tentara bayaran hingga peretas jenius kini tunduk di hadapannya. Meski tangguh dalam strategi dan tempur, Ardena kini menghadapi tantangan tersulit: belajar menjadi ibu bagi anak-anaknya di tengah intrik berbahaya.
Sampul Novel Bangkit dari Kematian Palsuku
8.7
Sepuluh tahun pernikahan dikhianati saat Mahendra berselingkuh dengan Kiana. Setelah disiksa hingga cacat permanen akibat ulah mereka, aku dibiarkan sekarat dalam kecelakaan tragis. Dibantu Prakoso, aku memalsukan kematian di sebuah kebakaran demi memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri. Tiga tahun berlalu, aku telah sukses dan berada di puncak karier. Tiba-tiba, Mahendra muncul dengan penuh penyesalan dan memohon kesempatan kedua.
Sampul Novel Devil Beside Me (21+)
9.2
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Amore Acresia terpaksa pulang ke Kudus akibat pandemi global saat menempuh studi di Los Angeles. Namun, kepulangannya berujung petaka ketika ia tak sengaja menabrak Alexander Yudha, seorang tentara arogan yang sedang bertugas. Ponsel Alex hancur terlindas mobil akibat insiden itu, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari Acre. Meski berawal dari konflik tajam, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka sebelum tugas memisahkan keduanya.
Sampul Novel Mengambil Alih Identitas Kakakku
9.1
Kematian tragis sang kakak kembar di usia delapan belas tahun meninggalkan luka mendalam sekaligus dendam membara. Setelah dinodai di hotel tersembunyi hingga tewas, reputasinya dihancurkan oleh Ginny, sahabat yang berkhianat dengan menyebarkan foto-foto kejadian tersebut. Tidak tinggal diam, sang adik mengambil alih identitasnya dan melakukan aksi pembalasan sadis dengan merusak wajah Ginny. Di tengah genangan darah, ia bersumpah bahwa siapa pun yang menyakiti kakaknya tidak akan pernah lolos dari hukuman.
Sampul Novel Pembuktian Cinta
7.9
Bram berjuang membuktikan cintanya pada gadis masa kecil yang ia temui saat keluarganya dibantai musuh sang ayah. Setelah bertahun-tahun terpisah demi bertahan hidup, takdir mempertemukan mereka kembali saat dewasa. Demi melindungi sang kekasih dari fitnah keji, Bram rela mendekam di penjara. Namun, pengorbanannya dibalas kehampaan karena sang pujaan hati tak pernah datang menjenguk. Akankah Bram menemukan kebahagiaan setelah bebas, atau justru melihat wanita itu bersama orang lain?