Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Surgaku Tak Lagi Sempurna

Surgaku Tak Lagi Sempurna

Kehidupan Nadira nyaris tanpa cela. Berbekal gelar sarjana seni kriya, ia bersiap meniti karier di perusahaan impian sembari menanti pernikahan dengan tunangannya yang calon dokter. Namun, badai mendadak menghancurkan segalanya. Dalam sekejap, semua pencapaian dan impian masa depannya runtuh tak bersisa. Kini, di tengah puing-puing harapannya yang sirna, Nadira dipaksa berjuang bangkit hanya dengan satu tumpuan dan satu surga terakhir yang ia miliki.
Bab
Bagikan

Bab 2

Telingaku berdenging, semuanya terasa sakit terutama pada bagian kepala dan kakiku. Sayup – sayup ku dengar suara lantunan ayat – ayat al quran di dekat telingaku, pelan namun begitu menyayat hati.

Aku kenal suara itu, suara terindah dari semua suara yang pernah ku dengar selama masa hidupku.

Dia ibuku, dari suara sayup – sayup itu aku dapat menenbak jika saat ini ibuk pasti tengah membacakan surah – surah al qur’an dengan lelehan air mata di pipinya. Suaranya terkadang juga tersendat dan berhenti sesaat untuk mengambil napas atau sekedar menghapus isakannya.

Ahh, aku sangat rindu ibuk. Kalau tidak salah kali terakhir aku bertemu dengannya adalah dua bulan yang lalu, saat aku pulang ke Jogja dan mengabari orang tuaku jika mas Abyan akan datang ke rumah membawa ikut serta kedua orang tuanya.

Hari itu saat aku mengatakan pada bapak dan ibuk tentang niatan baik yang akan dilaksanakan oleh mas Abyan aku merasakan ada sorot mata lain dari keduanya, seolah ada sesuatu yang begitu mengganjal pada kedua hati mereka hingga tak dapat bereaksi sebahagia yang aku lakukan.

Reaksi yang sama seperti saat mereka diundang oleh keluarga mas Abyan untuk datang pada acara keluarga mereka, hari itu tiba – tiba bapak dan ibuk menjadi tidak sepercaya diri seperti sebelumnya, dan aku juga sangat tau apa penyebabnya.

Tidak, bukan karena keluarga mas Abyan yang tidak memperlakukan ibuk dan bapak dengan baik. Tapi justru karena mereka mendapatkan perlakuan yang begitu sangat baik, sama seperti orang tua yang lain, dimana mereka pasti akan sangat bangga saat mengetahui jika anaknya mendapatkan calon pasangan dari keluarga yang baik – baik, pendidikan yang baik, dan agama yang baik.

Namun ternyata hari itu juga bapak dan ibuk merasakan bagaimana ketimpangan antara dua keluarga kami, siapa yang tidak mau memiliki menantu seorang dokter? Tentu saja orang tuaku juga menginginkan itu. Tapi mulai dari hari itu mereka sadar jika kami memiliki perbedaan yang sangat besar, bapak dan ibuk hanyalah seorang petani di Jogja, tidak memiliki riwayat pendidikan yang tinggi.

Bapak lulusan SD, sementara ibukku dapat sedikit berbangga diri karena sempat mengenyam Pendidikan hingga sekolah menengah pertama meskipun harus berlapang dada dan berhenti pada saat kenaikan kelas tiga.

Sementara itu mama dan papa mas Abyan adalah dua orang yang memiliki riwayat pendidikan yang tinggi, mama mas Abyan adalah seorang mantan perawat di sebuah rumah sakit namun berhenti dari profesinya saat melahirkan anak kedua, dan papa mas Abyan adalah seorang pegawai negeri pada kementrian keuangan, anak pertama mereka yaitu mbak Arhesa lulusan S2 bisnis dan sekarang telah mengajar sebagai seorang dosen pada salah satu perguruan tinggi di kota Jakarta, dan yang terakhir mas Abyan yang saat ini masih berjuang menjalani masa koasnya.

Itu baru perbedaan mendasar dari kedua keluarga kami. Aku masih mengingat bagaimana ibuk dan bapak yang begitu senang karena keluarga mas Abyan mengundang mereka untuk datang ke Jakarta menghadiri acara keluarga yang diadakan setiap tiga bulan sekali itu.

Dengan bermodalkan mobil sateran dari tetangga di kampung plus sang sopir, pakde Bowo yang juga pemilik mobil, bapak, ibuk serta Syifa adikku melewati jalan panjang serta memakan waktu berjam – jam hingga sampai di Jakarta. Meskipun aku telah melarang mereka dan mengusulkan untuk menaiki kereta saja namun bapak dan ibu kekeh untuk menyater mobil.

Aku masih ingat yang dikatakan oleh bapak waktu aku menelponnya kala itu, “Kan mau bawa banyak oleh – oleh, moso (masa) mau naik kereta. Repot no,” ucapnya dengan penuh semangat.

Aku memakluminya, waktu itu mungkin bapak dan ibuk tidak membayangkan bahwa calon besannya itu ternyata bukanlah seperti para tetangga – tetangganya di Jogja yang kebanyakan adalah seorang petani atau paling banter yang mereka anggap “Kaya” adalah pasangan guru, pak Narto dan ibu Dwi yang merupakan guru di sekolah madrasah dekat kampung kami.

Awal dari menurunnya kepercayaan diri mereka adalah saat mobil Avanza sateran mereka berhenti pada sebuah rumah dengan pagar menjulang tinggi hingga orang lain hampir tak dapat melihat bangunan rumah di dalamnya itu. Bapak dan ibuk seolah terdiam menatap rumah dengan barisan mobil – mobil mengkilap di depannya, dan semakin merunduk saat sang tuan rumah menyambut kedatangan mereka.

Mama dan papa mas Abyan keluar dari rumah menyambut langsung kedatangan bapak dan ibu yang tengah sibuk menurunkan berbagai macam “oleh – oleh” yang mereka bawa dibantu dengan pakde Bowo. “Oleh – oleh” berupa sekarung beras, satu tandan pisang dan beberapa makanan ringan khas Jogja, tipikel orang desa yang selalu tidak pernah lupa membawa buah tangan hasil bumi mereka saat pergi bertamu.

Aku juga masih sangat ingat bagaimana para saudara dan kerabat mas Abyan yang nampak memandangi kedatangan bapak dan ibuk. Mereka terheran dengan semua barang – barang yang dibawa oleh bapak dan ibu, seolah bertanya – tanya untuk apa datang jauh – jauh hanya untuk membawa barang – barang yang bahkan dapat di beli oleh mama dan papa mas Abyan dengan mudah itu.

Berbeda dengan tanggapan kerabat yang masih sedikit tidak ramah itu, mama papa mas Abyan mbak Arhesa dan bahkan mas Abyan sendiri sangat baik serta ramah pada bapak dan ibuk, mereka berusaha untuk selalu melayani dengan baik bahkan selalu melibatkan bapak, ibuk dan pakde Bowo dalam setiap obrolan kala orang – orang lainnya mulai berusaha untuk menjauhi.

Baju mewah, perhiasan mahal, hingga topik pembicaraan, semuanya membuat bapak dan ibuk semakin berkecil hati dan merasa jika mereka memang sangat tidak pantas berada di dalam lingkungan itu, hal yang lebih membuat para kerabat mas Abyan mencibir adalah saat dimana ibuk jauh lebih akrab dengan mbok Sri, wanita tua yang sudah menjadi pembantu rumah itu sejak mas Abyan memasuki sekolah dasar.

Rencana menginap yang dijadwalkan menjadi berubah setelah kedatangan mereka di Jakarta, pada malam harinya bapak memutuskan untuk langsung kembali ke Jogja tanpa menginap terlebih dahulu, padahal papa dan mama mas Abyan telah menyiapkan sebuah kamar.

Setelah hari itu, bapak tidak pernah lagi menanyakan tentang mas Abyan atau hubungan kami pada saat setiap aku menelponnya. Bapak lebih memilih untuk menanyakan tentang perkembangan skripsiku dan rencana jangka panjang tentang pekerjaan yang ingin aku jalani setelah lulus kuliah.

Hari berganti hingga aku berhasil menyelesaikan pendidikanku, dan lulus sebagai sarjana seni kriya dari salah satu universitas negeri di Jakarta itu, kelulusanku yang semakin memantapkan mas Abyan untuk mengikatku sebelum menikahiku saat dirinya telah berhasil mendapatkan gelar dr. di depan namanya nanti.

“Dee,”

Memori otakku berhenti berputar mengingat kilasan masa laluku, saat suara itu terdengar di samping telinga kananku. Meski masih samar namun aku sangat mengenalnya. Hanya satu orang yang selama ini memanggilku dengan sebutan itu, mas Abyan.

“Sekarang aku disini Dee, di sampingmu.”

Pandanganku masih gelap, tubuhku pun masih kaku tak dapat bergerak barang seinci pun bahkan untuk menggerakkan ujung jariku pun aku tak sanggup, tapi telinga ini masih berfungsi dengan cukup baik.

Aku sangat ingin membuka mata, mengerahkan segala tenagaku hingga kurasakan lagi sebuah aliran hebat pada kepalaku dan membuat telingaku kembali berdenging nyaring lalu sunyi.

Hampa dan gelap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Sampul Novel Gairah Sang Pelakor
8.9
Kehidupan rumah tangga seorang istri hancur saat menemukan kontak bernama si buruk rupa di ponsel suaminya. Pedihnya, label menghina itu ternyata ditujukan untuk dirinya sendiri. Sang suami tega melakukan hal tersebut demi menutupi perselingkuhannya dengan wanita idaman lain. Pengkhianatan ini mengungkap betapa rendahnya posisi sang istri di mata lelaki yang ia cintai, sementara sang suami justru asyik menjalin hubungan gelap di belakangnya.
Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
9.6
Nayara adalah staf administrasi cantik yang tetap rendah hati meski tampil modis di sebuah perusahaan besar Jakarta. Kehidupannya bersinggungan dengan Leonardo Arvandre, miliarder muda keturunan Prancis-Indonesia sekaligus pewaris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun lalu, keduanya terjerat dalam hubungan yang rumit. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta, harga diri, dan rahasia besar yang masih tersimpan rapat.
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK HARI PERNIKAHAN
8.9
Persahabatanku dengan Ratna berujung pengkhianatan pahit. Pria pilihannya, Bagas, yang hampir kunikahi ternyata adalah kekasih gelapnya sendiri. Mereka bersekongkol demi mengincar kekayaan keluargaku, namun rencana busuk itu terbongkar tepat sebelum janji suci terucap. Pernikahan pun batal, tapi Papa justru memaksaku menikahi pria lain yang sangat aku benci. Di balik luka penipuan ini, dimulailah babak baru hidupku bersama sosok yang tak pernah kuinginkan.
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Stenly Sebastian Miller hancur saat Kimberly memutuskan hubungan dua tahun mereka akibat isu kebangkrutan. Bertekad bangkit, Stenly bersumpah mencari pengganti yang lebih baik. Di tengah luka, ia menyelamatkan Seruni dari serangan Dante yang obsesif. Meski berakhir babak belur demi melindungi Seruni, insiden ini justru memicu ketertarikan Stenly padanya. Kini ia harus memilih: terus meratapi masa lalu atau memulai lembaran baru yang bahagia bersama Seruni.