Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sugar Daddy untuk Pricilla

Sugar Daddy untuk Pricilla

Priscilla mengenal gairah dewasa sejak Aron hadir dalam hidupnya. Namun, ia harus pindah ke Amerika demi pendidikan dan tinggal bersama Derry, adik tiri ayahnya. Jauh dari Aron tak menghentikan hasrat Priscilla yang sudah terlanjur membara. Di sana, ia justru menemukan pelampiasan baru pada sang paman. Ikuti kisah eksplisit Priscilla dalam mengejar kepuasan batin yang penuh risiko dan godaan terlarang di perantauan. Khusus pembaca dewasa 21 tahun ke atas.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku menggeliat pelan, menggerakkan bokongku untuk menyentuh sedikit demi sedikit benda yang mengeras diantara bongkahan bokongku itu.

Aron tak bergerak, bahkan kurasa hembusan nafasnya pun ditahannya.

"Jangan banyak bergerak Prisil, kamu menyentuh area terlarang." Ujar Aron dengan suaranya yang bergetar.

Aku tertawa dalam hati, aku bukan gadis yang polos-polos amat. Dan tentu saja mengerti apa itu area terlarang.

"Apa itu area terlarang? Apa disini area terlarang, kenapa kita kesini jika ini area terlarang?"Bisikku tertahan.

"Ckk-- bukan itu, area terlarang itu ada di belakangmu."

"Maksudnya kamu?" Tanya ku pura-pura tak mengerti.

Aron mendengus kesal, tangannya kemudian berpindah dari pinggangku, menggenggam tanganku yang mungil.

Ku fikir dia akan menautkan jari jemarinya dengan jari jemariku, rupanya pria itu malah menarik tanganku dan membawanya kebelakang.

Aron menggenggam punggung tanganku, dan kini telapak tanganku mendarat tepat pada 'area terlarang' itu.

Mata bulatku semakin membulat, meski tanganku kaku, namun tentu saja otakku bisa dengan cepat menghitung ukuran 'area terlarang'nya itu.

Panjang, dan besar.

Aku gila.

Aku semakin menggila ingin menyentuhnya secara langsung.

"I--ini apa Aron?"

"Area terlarang itu, jangan pura-pura tidak tahu Prisil. Kamu sudah dewasa."

Aron menekan tanganku kearah area sensitifnya itu. Dan kemudian melepaskan tanganku. Bodohnya, tanganku sedikitpun tidak bergerak dari sana.

Tangan Aron kini telah berpindah ke bibirku, pria itu mengusap lembut bibir bawahku, sesekali telunjuknya menerobos masuk kedalam bibirku dan memainkannya.

Puas melakukan itu dibibirku, tangannya yang kokoh kini mulai merambat turun, membelai leher jenjangku dan mengusap lembut telingaku.

Aku tak tahan untuk tidak menggelinjang.

"Ahhhsss, A--aron ini geli."

"Tidak apa-apa sayang, nanti kamu akan terbiasa dan tidak geli lagi."

Aron mendekatkan kepalanya ke ceruk leher ku, mengecup singkat cuping telingaku. Dan selanjutnya lebih luar biasa lagi, tangannya mulai meraba gunung sekalku dari balik hoodieku.

Dan bibirnya menjilati leherku.

Aku ingin gila, rasanya nikmat sekali.

Dan pucuk gunung sekalku terasa mengeras karena cubitan Aron.

Perlahan namun pasti, tangan pria itu mulai menelusup masuk kedalam Hoodie ku. Tak ada diantara kami yang bersuara, hanya deru nafas masing-masing yang terdengar bersahutan.

Aron meremas gunungku lembut, sesekali tangan kokohnya memutari gunung sekalku.

Rasanya sungguh luar biasa nikmat.

Dan bagian inti ku terasa basah dan berdenyut.

Aron menarik tubuhku menghadapnya, kini kami saling berhadapan.

"Boleh ku buka?" Tanya Aron lembut, setelahnya bibir pria itu telah mendarat di bibirku.

Kecupan Aron begitu hangat dan lembut.

Perlahan, kecupan lembut itu berubah lebih menuntut. Aron melumat bibirku rakus.

Seolah seorang yang sedang kehausan dan bibirku adalah air menyegarkan. Aron bak kesetanan melumat bibirku.

"Prisil, bibir mu nikmat. Ini baru bagian atasnya. Pasti bibir bawahmu jauh lebih nikmat. Apa aku boleh melihatnya?"

Tatapan sayu Aron membuatku tak tega untuk menggeleng. Maka ku anggukkan saja kepalaku. Toh, aku juga penasaran dengan rasanya.

Aron menarik Hoodie ku hingga lolos dari tubuhku. Dan pria itu juga melakukan hal yang sama. Dihempaskannya kaos yang membungkus tubuhnya hingga bagian atasnya kini telah polos.

Perut Aron tampak begitu berotot, kekar dan berkotak. Begitu pun dengan lengannya.

Tipe pria yang ku sukai.

Bibirnya tersenyum kecil, menatap mataku tanpa berkedip. Dan detik berikutnya celana joger pria itu juga telah terhempas dilantai papan.

Aron terus menatapku, entah memastikan aku melihat semua adegan demi adegan yang dilakukannya, dan berikutnya pria itu melorotkan boxernya hingga mencuatlah benda pada 'area terlarang' itu.

Aku membelalak tak percaya, pria dengan tubuh jangkung berotot seperti Aron memiliki perkakas sebesar itu.

Benda kokoh itu berdiri tegak, menjulang penuh percaya diri. Kulitnya yang hitam kemerahan tampak menyembunyikan urat-uratnya yang mencuat.

"Hmm-- kamu mau menyentuhnya?"

Aku mengangguk malu-malu, Aron dengan penuh percaya diri menarik tanganku dan meletakkannya disana. Dan saking besarnya, bahkan jari tengah dan ibu jariku tidak bisa bertemu.

Aron membimbing tanganku mengocoknya pelan, naik turun. Dan mata Aron tampak merem melek.

"Shhhssssttt, yah Prisil. Ohhh kamu hebat sayang. Jari-jari mu sungguh hangat." Desis Aron memejamkan matanya.

Puas menikmati gerakan tanganku, pria itu menahan tanganku agar tak bergerak. Aron melepaskan tanganku dan menjauhkan benda kokoh itu dariku. Senyum manis terbit di bibirnya. Dan aku hanya bisa melongo.

Aron menggenggam benda kokohnya itu, melangkah mendekatiku. Secara tiba-tiba, pria itu menggosok-gosok kan perkakasnya itu ke wajahku, ke bibirku dan ke pipiku.

Aku hanya pasrah, dan menikmati rasa hangat dari benda itu.

Sedetik kemudian Aron menarik pengait penopang dadaku, dan melemparkannya ke sembarang arah.

Kini gunung sekalku yang bulat dengan puting kemerahan mencuat dan menggantung bebas dihadapan Aron.

Pria itu mendorong tubuhku sedikit kasar hingga aku terjungkal dan berbaring keranjang.

Aron mulai melangkah naik, perlahan merangkak diatas tubuhku dan kepalanya mulai tenggelam diantara dua gunung sekalku.

"Ahhsss,"

Rasa apa ini? Mengapa begitu nikmat saat lidahnya yang basah mulai menari dipuncak gunungku.

Meninggalkan bercak berkilauan dari air liurnya.

Aron menjilati, menggigit, menghisap puncak gunung sekalku bak bayi yang kelaparan.

Decapan dari bibirnya memenuhi ruangan.

Rasa geli bercampur nikmat menyerang puncak gunungku.

Juga rasa perih dan dingin, mungkin karena ini adalah kali pertamanya puncak gunung ku diperlakukan seperti istimewa itu.

"Ahhkkk, Aron... Ini nikmat sekali."

Sesekali aku menjerit, mendesah lirih. Ku Jambak rambut pria itu saat sensasi ternikmat ku datang melanda.

Rasanya, ada sesuatu yang akan meledak didalam tubuhku.

Sayangnya, aku baru saja ingin melolong panjang, namun Aron malah menghentikan aktivitasnya di gunung sekalku.

"A--aron, apa?"

"Tidak apa-apa, ini baru menu pembuka nona. Aku pastikan nanti kamu akan lebih menjerit lagi."

Aku menganga tak percaya mendengar ucapan Aron, "ada yang lebih nikmat lagi?" Tanyaku melongo tak percaya.

"Ada, tentu saja."

Pria kembali mencium bibirku. Meremas kuat dadaku.

Ciumannya merambat turun, menjilati leher jenjang ku.

Lalu terus turun dan menjilati putingku.

Ku fikir hanya sampai disana, ternyata Aron semakin turun dan mulai menjilati lubang pusar ku. Rasanya geli-geli nikmat.

Sementara lidahnya sibuk menari diatas lubang pusar ku, tangan pria itu terus bekerja dan sekarang sasarannya adalah rok miniku.

Detik berikutnya rok miniku ditarik paksa oleh Aron hingga terlepas bebas.

Dan kini segitiga mini berwarna merah yang menutupi bagian kewanitaan indahku terpampang nyata.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alkisah Bunga Teratai
9.8
Terinspirasi oleh simbol reinkarnasi bunga teratai, tujuh pemuda dengan kekuatan mistik luar biasa disatukan dalam satu tim khusus. Di bawah bimbingan Sagara Widyatama, mereka menjalani latihan keras demi menstabilkan dunia supranatural yang sedang kacau. Namun, misi berbahaya yang mempertaruhkan nyawa ini bukan sekadar pertarungan fisik. Kehadiran Sagara perlahan membuka tabir rahasia mengenai hubungan mendalam mereka di kehidupan masa lalu yang misterius.
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui dan sahabatnya bertekad membebaskan arwah penasaran yang terjebak di sekolah. Namun, kenyataan pahit menghantam saat Yui menyadari melalui mimpi bahwa korban pertama adalah teman dekatnya sendiri. Penyelidikan mereka mengungkap fakta kelam bahwa dalang di balik teror ini merupakan anggota keluarga mereka yang mencari keadilan atas masa lalu. Di tengah tekanan batin dan misteri yang mencekam, mampukah mereka mengakhiri kutukan ini selamanya?
Sampul Novel Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku
8.9
Kehancuran menyelimuti hatiku saat mengetahui Alpha Damian, pasanganku, menyembunyikan keluarga rahasia. Pengkhianatannya berujung maut; putraku tewas karena ketakutan melihat aksi bejatnya. Tak cukup membunuh anakku, Damian dan ibunya menyiksaku, membuang abu putraku, lalu membiarkanku mati di tangan Rogue. Aku berhasil selamat dari maut, namun alih-alih membalas dendam, aku memilih sihir terlarang untuk menghapus seluruh memori menyakitkan tentangnya.
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Pasca pelarian dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien bersembunyi di Pegunungan Broken. Di sana, misteri Penjaga kuno terungkap saat Asha bergulat dengan kekuatan abu dan memori yang menyiksanya. Sementara itu, tubuh Kael perlahan membatu, mengancam sisi manusianya. Konflik antarras ternyata hanyalah manipulasi belaka. Di tengah pengkhianatan dan pengorbanan, Asha harus memilih: menjadi senjata mematikan atau pelindung dunia dengan harga yang sangat mahal.
Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia
8.6
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.
Sampul Novel Pendekar Serigala Putih
8.8
Setiap lima abad, ancaman besar menghantui Nusantara melalui bangkitnya sang Pendekar Iblis yang membawa petaka. Kirana Sasmaya, putri Chandika Kalandra sekaligus keturunan pahlawan Bhadrika, memikul takdir berat. Ia tidak hanya dilatih menjadi pendekar tangguh, tetapi juga ditakdirkan sebagai penyihir terhebat sepanjang masa. Mampukah Kirana menggapai impian menjadi Pendekar dan Penyihir Putih demi menumbangkan dominasi kegelapan Pendekar Iblis?