
Suara Hati Sang CEO
Bab 2
Sebenarnya awal jurusan Arsenio itu memang berhubungan dengan perkantoran agar niatnya bisa menghandle kantor sang Papa. Mungkin awal masuk Jurusan tersebut dia bisa menerima jika dia ingin meneruskan perusahaan. Tapi makin kesini dia merasa makin bosan hidup seperti ini, dia ingin hidup yang lebih menarik.
"Sebenarnya aku tahu apa yang ingin Papa maksudkan setelah aku lulus. Tapi entah mengapa Sedari Dulu kehidupanku Hanya seperti ini tidak ada perubahan sama sekali. mungkin di bagian orang luar hidup itu naik dan turun tapi menurutku Hidup ini terlalu lurus sehingga aku lupa caranya hidup ini turun. aku berniat untuk memulainya dari bawah tanpa bantuan sang Papa." ujar arsenio, Aditya tentu saja sedikit kaget dengan keputusan Sang putra. di mana-mana Pasti orang akan mengambil Jalan singkat untuk men derajat kan dirinya menjadi ke atas tapi Sang putra malah derajat kan dirinya dari bawah Ada apa sebenarnya?
"Ketika orang diluar sana ingin cepat-cepat berderajat tinggi lalu Kenapa kamu ingin merendahkan derajat? Maksudku, aku sudah menciptakanmu untuk menjadi CEO dari Buana crop Lalu kenapa kamu memilih dari bawah?" ujar Aditya. tentu saja pertanyaan Aditya masuk akal sekali dan benar sekali tapi bagi arsenio dia tidak terpengaruh oleh kehidupan di masa sekarang dia hanya ingin hidup nyaman dan tenang tanpa adanya bantuan dari siapapun dan tentunya tanpa ada penglihatan lebih dari orang lain tanpa dia kenal.
"Banyak hal yang harus aku bicarakan mulai dari Aku ingin ditemani tanpa dia melihat derajatku bagaimana dan aku tentunya ingin di cintai tulus. walaupun tidak ada Mungkin wanita yang bisa membuatku tertarik. Tapi tak Ayal di umurku yang sudah matang seperti ini untuk memiliki pasangan sedikit demi sedikit aku mencoba mencari pasangan tapi dari penglihatanku mereka tidak ada yang tulus kepadaku, mereka hanya menginginkan hartaku tapi tidak menginginkan hatiku. maksudku selain untuk mencari pasangan yang tulus aku juga ingin berteman dengan lingkungan yang tulus juga tanpa melihat derajatku bagaimana. "ujian arsenio, Kenapa dia berani berbicara seperti ini karena dia sedari dulu enggan untuk deepublish ataupun dikenalkan oleh pegawai pegawai sang Papah.
ketika ada acara dia lebih baik memilih di rumah.
"Jadi kau ingin apa?" ujar Aditya, dari dulu Aditya paling tidak mau memaksakan kehendak sang anak. baginya sang anak Sudah Cukup dewasa untuk memilih hidupnya dan menentukan masa depannya. Bahkan dia sangat percaya bahwa arsenio pasti bisa menciptakan hidup baru dan kehidupan yang layak untuknya di masa depan nanti tanpa ada arahan Dari Dirinya.
"Aku bosan menjadi orang kaya yang hidup dipenuhi kelilingi harta. Aku hanya ingin menjadi hidup sederhana maka dari itu izinkan aku untuk menjadi pegawai biasa agar aku bisa tahu arti makna kehidupan. hanya beberapa saat saja." ujar arsenio.
Aditya hanya terdiam menatap Sang putra. yang hanya dia punya sekarang adalah sang Putra Mungkin yang bisa menemaninya di masa tulus juga adalah sang Putra yaitu arsenio. Putra yang tidak pernah mengecewakan nya Sedari Dulu yang berhasil membuatnya bangga sebagai bangsa yang. Aditya melihat wajah arsenio semakin menambah cintanya untuk mendiam sang istri dulu. betapa Mulianya sang istri karena telah melahirkan sosok anak sempurna seperti arsenio ini. dengan segera Aditya tersenyum lalu berkata.
"Kamu tahu kan Sedari Dulu Papa tidak pernah menginginkan kehendak Papa. dari dulu Papa selalu memberikanmu ruang untuk berkehidupan bebas dan mengekspresikan dirimu sendiri. Papa Tentu saja tidak pernah menuntutmu dari nilai ataupun dari segi uang. Papa selalu memberi apa yang kamu ingin dan Papa selalu men-support apa yang kamu ingin karena bagi Papa semua hanyalah butuh dukungan untuk mengekspresikan dirimu sendiri. Ini hidupmu ini jalan ceritamu dan tentu saja kau yang mengendalikan dirimu sendiri dan kau yang memimpin. tugas Papa di sini hanyalah sebagai orang tua yang bisa mensupport anaknya, Papa hargai keputusanmu untuk berada dikelilingi orang-orang tulus karena Papa juga tahu di kehidupan sekarang dan di kehidupan kita ini Pasti jarang sekali orang tulus yang mengenal kita dan menerima kita apa adanya. Papa juga tidak mungkin memaksa kamu untuk seperti papa terus menerus. maka dari itu Papa izinkan kamu untuk menjadi orang biasa agar bisa mengenal Apa arti ketulusan sambil kamu juga bisa mengenal Apa arti hidup sesungguhnya. "ujar Aditya,
Arsenio tersenyum dengan lega, Dia pikir sang Papa tidak akan setuju karena dia tidak mau melanjutkan papa. tapi dari semua itu keterbalikan Aditya malah menjunjung tinggi keputusan arsenio. inilah yang membuat arsenio sangat beruntung sedari kecil dia tidak pernah mengenal arti kata tuntutan ataupun arti sebuah kata imbalan. karena orang tuanya selalu mengerjakan apa pikirannya yaitu hidupmu adalah hakmu dan kamu pantas untuk berekspresi kan dirimu sendiri. mereka sangat Memegang teguh arti kata itu.
"Syukurlah kalau begitu aku pikir Papa tidak akan setuju dengan urusan ku untuk menjadi hidup sederhana agar dikelilingi dengan orang-orang yang sederhana dan tulis juga. "ujar arsenio.
Di dalam misi arsenio untuk bertemu dengan orang-orang yang tulus itu sebenarnya hanyalah tujuan utamanya tapi bonus dari semuanya diharapkan Bertemu dengan wanita yang bisa menerima dia apa adanya dan wanita yang tulus.
"Pasti papa akan mendukung apa yang kamu pilih. karena Papa percaya dan yakin apa yang kamu pilih itulah yang terbaik untuk kamu. papa akan tugas kan kamu sebagai pegawai biasa saja di kantor papa. Nanti papa akan berkomunikasi dengan sekretaris pribadi Papa agar bisa mendapatkanmu di posisi biasa saja tanpa orang-orang mengenal kamu dan pastinya juga kamu harus pindah rumah agar teman-temanmu percaya bahwa kau adalah orang sederhana. Nanti papa akan menyewakan Oh lebih tepatnya membeli kendaraan yang biasa saja agar kamu juga terlihat biasa saja." ujar Aditya.
"Untuk masalah tempat tinggal sih aku lebih memilih untuk di kosan saja. dan untuk masalah kendaraan Mungkin aku akan membeli kendaraan biasa saja." ujar arsenio, tentu saja Aditya hanya mengangguk dan tugas dia sekarang hanya untuk menempatkan sangputra di jabatan biasa saja.
"Baiklah kalau begitu berarti Papa hanya bisa menempatkan mu di jabatan biasa saja. mungkin nanti kita di kantor akan tidak saling mengenal karena misi kita. Semoga misimu berhasil, mendapatkan teman-teman tulus itu tujuan utama mu tapi mendapatkan jodoh yang tulus juga itu bonus untukmu. Papa harap disisimu berhasil dengan lancar tanpa ada hambatan, Oh iya jika ada hambatan Kau boleh berbicara kepada papa dan meminta bantuannya kepada Papah jangan sungkan karena aku ini papamu. "ujar Aditya, dia paham sekali dengan putranya bahwa putranya ini sangat segan untuk meminta bantuan kepadanya jika bukan sangat urgen.
Anda Mungkin Juga Suka





