
Suara Hati Sang CEO
Bab 3
"Sebenarnya Papa tak enak bicara seperti ini. tapi jika Papa melihat umurmu dan kelulusanmu Tadi Papa harus angkat bicara tentang semua ini. Papa berharap Sedari Dulu dan mama juga pasti berharap kau yang meneruskan usaha Papa. usaha Papa lumayan besar dan cukup menampung hidupmu hingga tua." ujar Aditya.
Tentu saja arsenio tahu tugasnya setelah lulus itu apa. pasti dia disuruh untuk melanjutkan usaha sang papa lebih tepatnya untuk menjadikannya Ceo Buana Crop.
Aditya tersenyum lalu mengangguk, mereka membahas seputar kantor lalu membahas juga tentang beberapa hal yang perlu dibahas di antara mereka. intinya mereka sedang merencanakan rasanya. dengan sedikit candaan dan tawa mereka sebenarnya adalah orang-orang hangat yang kehilangan pelanginya sendiri. mereka akan dingin di luar tapi jika disatukan kembali mereka akan sangat hangat seperti keadaannya Jika masih ada.
*****
Raihana Calistya Zianisa. Biasa dipanggil Hana. Hana adalah wanita Mandiri, dia memang terlahir dari keluarga yang cukup mapan tapi dia tidak mau memperalat kekuasaan keluarganya. dia berjuang sendiri dari nol sehingga bisa bersanding dengan derajat orang tuanya. kini Hana adalah sekretaris dari salah satu perusahaan terbesar yaitu Buana robb. dia menjabat Sekretaris sekitar setengah tahun Karena setelah lulus dia langsung dipanggil oleh perusahaan tersebut untuk menjadi sekretaris.
Hana adalah anak pertama dari aira dan Arzan. keduanya memiliki anak yang bernama Hana dan Bobby. Hana berumur 23 tahun sedangkan Bobby berumur 17 tahun. mereka hanya berselisih umur sekitar 5 tahun kedua orang tuanya sangat tulus begitu menyayangi Hana dan Bobby. mereka tidak pernah membeda-bedakan antara kasih sayang boby dan Hana. semuanya begitu adil karena mereka membagi ratakan kasih sayang dengan sangat adil.
Hana tinggal satu kota dengan kedua orangtuanya. tapi hana lebih memilih hidup mandiri dengan berdiam diri di apartemen. selain akses menuju kantor lebih dekat Hana juga ingin belajar mandiri. Tapi kali ini hari Minggu Hana menginap di rumah kedua orang tuanya. setiap Hana menginap pasti ada saja kelakuan konyol yang dia lakukan bersama sang adik ataupun sang Ibu. berbeda dengan sang ayah yang selalu kalem dan sedikit konyol.
Walaupun Hana berumur 23 tahun tapi dia juga masih seperti gadis remaja pada umumnya, bahkan orang yang belum mengenal Hana tidak percaya bahwa Hana ini berumur 23 tahun banyak orang lain Bilang Hana seperti berumur 18 tahun karena wajahnya yang sangat imut tapi terlihat tegas ketika bersanding dengan para klien.
Hana dan bobi sedari kecil diberkahi otak pintar dan multitalenta. mereka mengikuti banyak ekstrakurikuler dan tak sedikit piala yang mereka gapai selama masa sekolah. Boby berpikir bahwa Hana adalah masa yang harus diikuti nanti kedepannya. kakaknya adalah panutan nya sendiri.
Sekarang pukul jam 7 pagi. Hana terbangun dari tidur yang sangat minyaknya kemarin, Untung saja waktu malam minggu tidak ada lembur maka dari itu hanya bisa tidur lebih cepat dan lebih enak.
"Ternyata ini sudah pagi. sebaiknya aku cuci muka terlebih dahulu lalu membantu ibu untuk masak. "ujar Hana lalu bergegas bangun dari tempat tidurnya.
Hana yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain hanya dengan melihat mata mereka. Kemampuan ini membuat ia menjadi sangat populer di perusahaan dan dapat memenangkan banyak perundingan bisnis yang rumit.
Namun kelebihan membaca pikiran ini justru seakan menjadi bencana ketika ia jatuh cinta. Beberapa laki-laki yang ia sukai ternyata hanya pura-pura menyayanginya, dan memanfa karirnya yang cemerlang. Ia kemudian menjadi sulit mencari orang yang mencintai dirinya dengan tulus.
"Pagi Ibu." bujur Hana menyapa sang Ibu ketika dia melihat sedang memasak.
"Pagi Sayang. kau baru bangun, pasti semalam kau bergadang menonton drakor dan oppa-oppa Korea yang kau harapkan menjadi suamimu itu. Ibu harap kamu tidak jadi menikah dengan Oppa Oppa Korea itu karena Ibu lebih kasihan kepada oppa-oppa Korea itu harus menikah dengan wanita sepertimu." gurau Aira.
Ibunya ini memang sedikit menjengkelkan, aira memang suka bercanda gurau dengan Sang Putri. dia sebenarnya merasa kehilangan jika Hana tidur di apartemen perhatikan alat jarang pulang karena kesibukannya yang padat mungkin dalam sebulan hanya bisa dihitung 1 kali hanya bertemu dengan kedua orang tuanya. tapi kedua orang tua aja sebenarnya tidak mempersalahkan itu karena mereka tahu hanya sedang mengejar mimpinya dan sedang mewujudkan apa yang dia inginkan. kedua orang tuanya tidak mau membebani Hana dengan banyak beban yang harus anda pikirkan apalagi sampai menuntut Hana untuk terus menemuinya. baginya melihat Hana sudah sukses saja membuat mereka bahagia.
"Kenapa Mama bilang seperti itu? Apakah mama tidak mau mempunyai menantu tampan dan cuci tanpa nantinya? Bahkan aku harap aku bisa memberikan Mama menantu tampan dan mapan seperti ku cantik dan mapan." ujar Hana dengan sangat percaya diri. kepercayaan diri hanya berteman dari kedua orang tuanya yang memang percaya diri.
"Yayaya. sadari SMK kau selalu mengatakan ingin memberi Mama menentu tampan dan mapan. tapi lihatlah buktinya kau bahkan belum sama sekali membawa 1 pria Kerumah ini untuk dikenalkan kedua orang tuamu ini. Lihatlah temanmu Siti dia tetangga kita yang sedari kecil selalu bermain denganmu tapi sekarang dia sudah memiliki 1 anak suami padahal umur kalian sama tapi nasib Siti lebih harus dulu ke pelaminan sedangkan kamu bahkan Ibu tidak percaya jika sekarang kau memang mempunyai seorang pacar. "ujar Aira. Aira mengira bahwa Hana ini terlalu pilih-pilih dalam memilih pria Tapi dibalik itu semua tahu bahwa Hana Mamang memilih yang terbaik karena dia tahu kelebihan dari sang anak.
"Dia memang menikah lebih dulu tapi kehidupan dia jauh lebih mapan aku. Pa pulang Setiap orang mempunyai nasib yang berbeda-beda Ibu tidak perlu bersungguh hati karena dia lebih dulu mendapatkan anak. aku juga pasti nanti akan mendapatkan suami yang tulus. Ibu tidak tahu saja tiap hari Siti itu selalu membuat status di WhatsApp tentang keburukan sang suaminya karena sering. Bermain judi. "ujar hana.
"kau jangan berbohong. Apakah serius suami baiknya itu sering main judi? bahkan Ibu lihat dari mukanya dia tidak terlihat seperti pria yang tidak baik. Ibu liat dia adalah pria yang sangat baik dan menuntun. ke arah yang lebih baik." ujar Aira dengan sangat penasaran. namanya juga ibu-ibu gosip pasti haus akan gosip lainnya.
"Tentu saja aku serius. Bahkan aku setiap malam ketika aku tidak ada pekerjaan aku selalu melihat SW Siti yang sangat tidak layak menurutku karena dia begitu menjelek-jelekkan suaminya. menikah muda itu tidak harus menyiapkan finansial yang kuat tapi juga harus menyiapkan mental dan batin dan tentu saja secara fisik yang bagus. karena kebanyakan nikah muda rentan akan pemikiran yang belum matang sehingga terjadinya peningkatan perceraian begitu tinggi dan itu akan berakibat kepada anaknya sendiri sangat menyusahkan bukan." ujar Hana.
Anda Mungkin Juga Suka





