Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku yang Tergila-gila Pada Asistennya

Suamiku yang Tergila-gila Pada Asistennya

Suami yang berprofesi sebagai direktur rumah sakit kembali membatalkan janji mengunjungi mertua demi operasi darurat fiktif. Kebohongannya terbongkar saat sang istri melihatnya di Instagram sedang membantu di desa asistennya, Nikki. Meski sang suami berdalih hanya membantu dan memintanya menghapus komentar demi menjaga perasaan Nikki, kesabaran sang istri telah habis setelah bertahun-tahun menerima janji kosong. Di Festival Perahu Naga ini, ia mantap mengajukan perceraian untuk mengakhiri pernikahan tujuh tahun mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Raungannya bergema menyakitkan di gendang telingaku. Bahkan ibuku yang memiliki gangguan pendengaran pun terlonjak. Dia menoleh dan menatapku dengan cemas.

Sambil menekan amarah di hati, aku mengambil ponsel dan melangkah keluar. Aku membalasnya dengan suara pelan, "Untuk apa kamu teriak-teriak seperti itu?"

Untuk sesaat, hanya ada keheningan di ujung telepon. Kemudian, Andy berucap lagi dengan marah, "Aku tahu kamu kesal karena aku ingkar janji. Tapi, aku sudah bilang akan meluangkan waktu untuk pulang kampung bersamamu di lain waktu. Apa yang masih perlu kamu ributkan? Pokoknya kamu harus menggantikan Nikki melakukan operasi. Kalau nggak, kita selesai."

Kebetulan sekali, aku juga tidak ingin bersamanya lagi.

Aku hendak memberitahukan perceraian kami pada Andy ketika suara Nikki terdengar dari ujung telepon, "Andy, pestanya segera dimulai. Ibu mengajakmu makan."

Kemudian, aku merasakan Andy mencoba menutupi mikrofon. Dia menjawab dengan suara yang sangat lembut, "Aku sedang menangani beberapa urusan rumah sakit. Beri tahu Ibu, aku segera ke sana."

Aku tertawa dan berkata, "Oh, sekarang Pak Andy punya ibu baru? Kamu nggak takut ibumu menunggu kalau kamu terus bicara denganku di telepon? Iya juga ... lagian, aku ini picik."

Sepertinya Nikki belum pergi jauh. Andy memarahiku dengan suara rendah, "Desa Nikki ini kecil dan banyak penggosip. Sebagai atasannya, salahkah kalau aku membantunya menjaga gengsi? Nggak usah sindir-sindir begitu. Poppy, aku kasih kamu waktu tiga hari untuk melakukan operasi. Kalau nggak, kamu bisa keluar dari rumah sakitku!"

Setelah berkata demikian, Andy langsung menutup telepon.

Aku berdiri di depan pintu rumah orang tuaku. Angin bertiup pelan, sementara hampa mengisi hatiku.

Saat aku membulatkan tekad untuk tidak menjadi kambing hitam lagi, detik berikutnya direktur umum rumah sakit meneleponku.

Direktur umum itu berkata ada yang mengadukan bahwa aku telah mengoperasi pasien dalam keadaan mabuk sehingga mengakibatkan kecelakaan medis. Aku diminta segera kembali untuk menanganinya.

Untuk sesaat, kupikir otakku berhenti bekerja. Aku menjelaskan dengan napas memburu, "Pak, pasti ada kesalahan. Pasien ini menderita kardiomiopati hipertrofik kongenital. Kondisinya sudah sekarat saat dilarikan ke rumah sakit."

Namun, direktur umum itu langsung mengirimkan surat aduan itu padaku. Kepalaku seketika berdengung. Aku tidak bisa melanjutkan acara makan bersama orang tuaku dan buru-buru kembali ke rumah sakit.

Di bawah tatapan menuduh direktur umum, aku meminta untuk dipertemukan dengan orang yang melaporkanku. Tanpa mengatakan apa pun, dia segera memanggil saksi untuk mengidentifikasiku. Saksi yang dibawanya, yakni anestesiolog dalam operasi itu adalah teman baik Nikki.

Segera setelah menyadari apa yang terjadi, aku menggeram marah, "Pak, dia ini sahabat Nikki. Nikki memusuhiku, mungkin dialah yang menjebakku!"

Namun, aku tidak memiliki bukti apa pun untuk mendukung spekulasiku.

Kemudian, suara tajam seseorang memotongku, "Cukup!"

Andy masuk ke ruangan dan menatapku dengan sorot jijik sambil menggeram marah, "Memusuhimu? Jelas-jelas kamulah yang membenci dan menjahatinya! Poppy, tadinya kukira kamu hanya picik, tapi profesional dalam operasi. Tak kusangka, kamu juga begitu nggak tahu malu!"

"Apa kamu sadar betapa seriusnya kejahatan menyebar fitnah dalam dunia medis? Aku nggak menyangka kamu menjadikan nyawa pasien sebagai taruhan. Orang sepertimu nggak layak menjadi dokter atau menjadi istriku!" lanjut Andy.

Aku mematung di tempat. Tenggorokanku serasa ditusuk ribuan jarum. Setelah terdiam cukup lama, aku berkata dengan nada pahit, "Andy, apa kamu benar-benar percaya aku tega membunuh pasien hanya karena cemburu?"

Dada Andy naik turun dengan hebat. Dia membalasku dengan tatapan suram di matanya, "Gimana aku bisa nggak berpikiran begitu? Lihat saja kulkas di rumah yang penuh botol anggur."

Satu kalimat itu seakan-akan mengonfirmasi segalanya. Direktur umum rumah sakit segera menyerahkan surat pemecatanku. Rekan-rekanku mencemoohku habis-habisan.

Aku mengemasi barang-barangku dalam keadaan linglung dan hendak langsung pergi. Namun, sebelum sempat mencapai pintu, aku ditendang oleh keluarga pasien yang datang setelah mendengar rumor.

"Mati kamu! Kenapa kamu membunuh putraku? Siapa yang menyuruhmu minum?" seru wanita itu sambil menendangku berulang kali dan menamparku dengan keras.

Saat pandanganku mulai kabur, wanita itu baru ditarik pergi. Aku berjongkok, memunguti barang-barangku yang berserakan.

Tiba-tiba, suara Nikki terdengar dari belakangku, "Rasakan itu, Kak Poppy!"

Aku berbalik dan melihat wajah menyebalkan Nikki. Bibirnya menyunggingkan seringai kemenangan tipis. Dia berpura-pura terkejut saat melihat kardusku.

"Astaga, kamu dipecat karena mengakibatkan kecelakaan medis, ya?" cibir wanita itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD170
8.1
Winnie harus menelan pil pahit saat Jako membatalkan pertunangan mereka di depan umum, tepat ketika keluarganya jatuh miskin. Terdesak oleh keadaan, ia nekat mengaku tengah mengandung anak Dion, paman Jako yang sangat berpengaruh. Tak disangka, Dion justru menerima klaim tersebut dan mengajaknya bekerja sama. Dimulailah pernikahan kontrak yang penuh dengan intrik, perhitungan matang, serta kesalahpahaman rumit yang menjerat perasaan mereka berdua.
Sampul Novel Aku Bukan Pembantu Kalian
9.2
Sudah lebih dari tujuh bulan lamanya, keluarga iparku menumpang dan hidup layaknya benalu di kediamanku. Mirisnya, mereka justru memperlakukanku seperti seorang pelayan di rumahku sendiri. Di sisi lain, suamiku merasa tidak tega untuk mengusir mereka keluar. Karena kesabaranku telah habis, kini aku memutuskan untuk menyusun rencana cerdik demi membuat mereka merasa tidak nyaman dan segera pergi selamanya dari kehidupanku yang tenang ini.
Sampul Novel Bastard My Stepfather
7.9
Dave Eshan Mahendra akhirnya menyerah pada pernikahan enam tahunnya dengan Dara Caroline. Di balik perselingkuhan istrinya, Dave ternyata memendam rasa pada putri tirinya, Clara. Kabar perceraian ini mengejutkan Clara yang ceria hingga ia mendatangi kantor Dave. Tak disangka, Dave justru menyatakan cinta padanya. Setelah bimbang cukup lama, Clara menerima perasaan itu. Namun, hubungan rahasia ini membawa Clara pada fakta tersembunyi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel GODAAN BIRAHI
9.0
Alex Spencer hanyalah pria pengangguran yang menggantungkan hidup pada istrinya, Tracy. Namun, ia justru terobsesi pada Tessa, istri dari seorang kapten pasukan elit bernama Leo Willborwn. Meski Leo unggul dalam segala hal, kesibukannya bertugas membuat Tessa sering merasa kesepian. Celah inilah yang dimanfaatkan Alex untuk menjerat Tessa dalam pusaran nafsu yang berbahaya. Akankah Tessa mampu bertahan dari godaan birahi yang terus menghimpit kesetiaannya?
Sampul Novel Gue Bukan Perempuan Nakal!
8.3
Terjebak dalam obsesi masa lalu, seorang wanita rela melakukan apa pun demi mendapatkan kembali hati sang mantan kekasih. Keputusannya memicu kehancuran besar, merusak ikatan persahabatan, keharmonisan keluarga, hingga menyakiti pria tulus yang benar-benar mencintainya. Akankah pengorbanan buta ini berakhir dengan kebahagiaan, atau justru menjadi penyesalan abadi? Simak perjuangan emosionalnya dalam menghadapi konsekuensi dari pilihan hidup yang keliru.
Sampul Novel Ia menenggelamkan aku, aku membakar dunianya.
9.7
Pasca kecelakaan, Adrian membangun Nusantara Saga untukku, namun itu hanyalah penjara manipulatif. Dia berselingkuh dengan Dahlia, mencuri identitas virtualku, dan sengaja menghambat kesembuhanku demi kontrol penuh. Setelah dipermalukan secara publik dan dibuang ke air mancur hingga nyaris tewas, aku berhasil bangkit. Kini, dengan kaki yang kembali kuat, aku masuk kembali ke dunianya bukan untuk mengalah, melainkan untuk menghanguskan seluruh kerajaannya.