Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Ternyata Adalah Bosku

Suamiku Ternyata Adalah Bosku

Demi kakeknya, Sabrina menikahi pria asing secara mendadak. Meski terikat kontrak, mereka hidup terpisah hingga setahun kemudian sang suami meminta cerai lewat pesan singkat. Sabrina setuju dan mulai bekerja di Grup Seja sebagai staf humas untuk CEO bernama Mario. Ternyata, Mario adalah suami misteriusnya yang selama ini dikenal setia. Saat Sabrina mencoba profesional, Mario justru mulai mendekatinya dan menolak bercerai. Akankah rahasia identitas ini terungkap di tengah dilema?
Bab
Bagikan

Bab 3

Legina mengantar Sabrina ke Departemen Humas. Kemudian, dia memperkenalkannya pada karyawan lainnya. "Semuanya, dengarkan aku! Ini Sabrina Andarias, rekan kerja baru kalian."

Sambil tersenyum sopan, Sabrina berkata, "Senang bertemu kalian semua. Merupakan suatu kehormatan bagiku untuk menjadi bagian dari departemen ini. Kuharap kita bisa bekerja dengan rukun."

Yang lain terkejut dengan cepatnya Sabrina direkrut. Mereka saling berbisik untuk bergosip.

"Apakah dia staf humas yang dipindahkan ke sini untuk bekerja secara pribadi di bawah Pak Mario? Dia terlihat cantik. Aku ingin tahu apakah dia cantik dengan otak atau isi kepalanya kosong melompong."

"Ayolah. Kamu seharusnya tahu bahwa Pak Mario hanya ingin merekrut talenta terbaik dalam bidangnya. Aku yakin dia pandai menangani pekerjaannya sendiri."

"Aku merasa sangat iri padanya. Dia bisa bekerja begitu dekat dengan Pak Mario. Sungguh wanita yang beruntung!"

Sabrina bisa mendengar semuanya. Namun, senyuman di wajahnya tetap sama dan dia tidak mengatakan apa pun.

Di sisi lain, wajah Legina menjadi lebih merah. Dia mengerutkan kening pada Sabrina.

Komentar-komentar ini menambah ketidakpuasannya.

Sudah diketahui secara luas bahwa Mario selalu membuat calon karyawannya melalui proses wawancara yang panjang dan melelahkan. Akan tetapi, tadi, dia telah menyaksikan pria itu memperlakukan Sabrina dengan sangat baik.

Legina mengamati Sabrina dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia yakin pendatang baru ini tidak lebih dari orang yang tidak kompeten.

Meski begitu, dia bersumpah akan membuat Sabrina menderita.

Pikiran licik Legina segera bekerja. Dia memutuskan untuk memberi Sabrina tugas tersulit yang ada di perusahaan.

"Kerjakan ini. Ini adalah tugas pertamamu seperti yang diperintahkan oleh Pak Mario. Saat ini, semua orang hampir menyelesaikan proyek yang mereka kerjakan. Satu-satunya pekerjaan yang tersisa adalah memilih musik latar untuk pesta ulang tahun perusahaan yang akan datang." Saat Legina memegang dokumen yang diperlukan, nada suaranya terdengar normal. "Tugasmu adalah berkomunikasi dengan pihak lain dan memastikan musik latar dikonfirmasi secepat mungkin."

Sabrina mengerutkan kening dan bertanya, "Apakah ada hal lain yang harus aku ketahui?"

Pemilihan musik latar adalah salah satu aspek paling sederhana dalam persiapan acara jamuan makan. Oleh karena itu, rasanya aneh hal itu masih belum dilakukan.

Legina sangat ingin membuat Sabrina menderita, jadi dia tidak repot-repot menjelaskan. Dia hanya melemparkan dokumen itu pada Sabrina dan berkata, "Klien yang terlibat akan datang nanti. Kamu akan mengetahui semuanya saat kalian bertemu nanti."

Setelah mengucapkan itu, dia langsung menuju mejanya.

Alih-alih mengajukan pertanyaan lagi, Sabrina mengangkat bahu.

Agar dia bisa mendapatkan kedamaian dan keheningan, dia pergi ke ruang rapat sambil membuka-buka dokumen.

Begitu pintu ditutup, obrolan panas kembali terjadi di kantor.

"Tamat sudah riwayat pendatang baru itu. Herry bukanlah orang yang mudah diajak bekerja sama. Tidak hanya dia orang yang pilih-pilih, dia juga berpikiran kotor. Aku bergidik ngeri memikirkan apa yang akan dia lakukan padanya."

"Aku juga berpikiran sama. Bagaimanapun, aku mendoakan semoga nasibnya beruntung."

——

Di ruang rapat, Sabrina mempelajari semua yang perlu diketahui tentang tugas dan klien yang akan dia temui.

Kliennya adalah seorang pianis bernama Herry Sausan.

Manajemen perusahaan tertarik untuk menggunakan lagunya di pesta ulang tahun ke-30 yang akan segera diselenggarakan. Entah kenapa, kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan.

Dia baru saja menyelesaikan halaman terakhir dokumen ketika pintu ruang rapat terbuka.

Seorang pria yang mengenakan celana jins dan kemeja santai dengan lengan digulung melangkah masuk.

Sabrina segera berdiri dan tersenyum. "Halo, Pak Herry. Terima kasih telah datang. Perkenalkan, nama saya Sabrina Andarias dan saya akan bertanggung jawab untuk mendiskusikan kerja sama mengenai penggunaan karya Anda untuk jamuan ulang tahun yang akan datang. Silakan duduk."

"Oke," jawab Herry dan menarik kursi di samping Sabrina.

Dengan tangan terlipat di depan dada, dia bersandar di kursi dan menatapnya.

Sabrina menghindari tatapan mata pria itu.

Saat dia duduk, dia memindahkan kursinya sedikit menjauh. Kemudian, dia memulai obrolan dengan nada profesional. "Anda belum mencapai kesepakatan dengan kami untuk penggunaan karya piano Anda. Apakah ada alasan tertentu untuk itu? Jika Anda memiliki keraguan, Anda bisa menyampaikannya pada saya. Saya yakinkan Anda bahwa kami akan memenuhi permintaan Anda selama itu masih dalam kemampuan kami."

Herry tetap diam saat matanya mengamati seluruh tubuh Sabrina.

Sensasi dingin menjalar di punggung Sabrina. Dia merasa tidak nyaman ditatap oleh pria itu, tetapi dia tetap tersenyum. "Saya sadar bahwa Anda saat ini sedang bersiap-siap untuk melakukan tur nasional. Saya berjanji ini tidak akan memengaruhi persiapan Anda. Sebaliknya, kami akan meluangkan waktu untuk memublikasikan tur Anda di acara jamuan makan sebagai tanda penghargaan kami. Bagaimana menurut Anda?"

Herry mengusap dagunya beberapa saat sebelum berkata, "Aku harus mengatakan bahwa kamu memberikan tawaran yang cukup menarik." Dia meliriknya dari samping dan kemudian tersenyum.

Sabrina mengulurkan kontrak yang telah disiapkan. "Jika begitu, silakan baca kontraknya terlebih dulu. Jika Anda mempunyai masalah dengan salah satu ketentuan yang kami berikan, saya dapat segera mengubahnya."

Tanpa mengambil dokumen itu, Herry bersandar dan meletakkan tangannya di belakang kepalanya. "Membaca adalah kegiatan yang memakan begitu banyak energi. Parahnya lagi, seperti banyak hal yang perlu dibaca di kontrak itu. Aku tidak mau membacanya."

Mendengar hal tersebut, Sabrina berada dalam dilema.

"Bagaimana kalau kamu duduk lebih dekat denganku dan membacakannya untukku?" Mata Herry berbinar penuh minat saat dia memandangnya.

Sabrina mengatupkan bibir dan menarik napas dalam-dalam.

Setelah bekerja di industri humas selama bertahun-tahun, dia telah menjumpai berbagai macam klien yang mengajukan berbagai permintaan aneh-aneh.

Sepertinya bukan masalah besar, membaca kontrak dengan suara keras untuk kliennya.

Memikirkan itu, Sabrina mendekat sambil tetap memastikan jaraknya aman darinya. Kemudian, dia berdeham dan mulai membaca.

Matanya tertuju pada dokumen itu, tetapi dia bisa merasakan tatapan tajam pria itu yang berkeliaran di sekujur tubuhnya.

Itu membuatnya merinding ngeri.

Meski begitu, Sabrina menegakkan tubuh dan mencoba berkonsentrasi pada apa yang dibacanya.

Tiba-tiba, Herry mendekat ke sisinya.

Insting Sabrina membuatnya menunduk untuk menghindarinya.

Herry tersenyum arogan dan semakin mendekatkan diri padanya.

"Betapa indahnya kalung yang kamu pakai. Ini cocok dengan kulitmu yang berkilau."

Saat dia berbicara, dia mengulurkan tangan dengan niat untuk menyentuh leher Sabrina.

Sabrina perlu menahan diri untuk tidak menepis tangannya. Sebaliknya, dia menyandarkan diri lebih jauh dan memelototinya saat rasa jijiknya semakin kuat.

"Jika Anda menyukai kalung ini, saya akan membantu Anda memesannya dan mengirimkannya ke perusahaan Anda setelah pertemuan berakhir. Bisakah kita kembali ke agenda kita sekarang?"

Tangan Herry membeku di udara dan dia mencibir, lalu berkata, "Kupikir Grup Seja ingin bekerja denganku, tapi ternyata dugaanku salah. Aku orang yang sangat sibuk, jadi aku sebaiknya tidak menyia-nyiakan waktuku yang berharga untuk berbicara dengan orang yang tidak tulus."

Dia mengangkat alisnya dan menatap Sabrina dengan sedikit ancaman terpancar dari bola matanya.

Tiba-tiba, pintu ruangan itu dibuka.

"Kerja sama dibatalkan!"

Dengan wajah tanpa ekspresi, Mario masuk. Dia berdiri di depan Sabrina dan menghadap Herry.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PRD" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PRD
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
8.2
Setelah menuntaskan dendam terhadap mantan kekasih dan sahabatnya yang berkhianat, nasib Diva Gantari justru berbelok arah. Akibat salah memasuki toilet pria, ia tidak sengaja bertemu dengan Elvan Sabil. Elvan, yang ternyata merupakan CEO dari salah satu perusahaan multinasional terbesar di ibu kota, membantu Diva meloloskan diri dari kekacauan. Namun, pertolongan itu tidak gratis. Elvan segera menuntut balas budi yang tak terduga: Diva harus bersedia menjadi tunangannya.
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!
9.7
Malam sebelum pernikahan megah mereka, Jeny menemukan pesan mesra dari Via di ponsel Leo, tunangannya yang merupakan pewaris Keluarga Moro. Meski Leo berjanji akan menyelesaikan masalah ini demi menghormati mendiang wakilnya, pengkhianatan nyata justru terjadi di altar. Saat telepon dari Via berdering mengancam bunuh diri, Leo pergi begitu saja meninggalkan Jeny di hadapan semua orang. Kecewa mendalam, Jeny memutuskan hubungan saat itu juga. Ia memilih menghilang sepenuhnya dari kehidupan Leo, membawa pergi rahasia besar bahwa ia sedang mengandung anak dari pria yang telah mencampakkannya.
Sampul Novel Kehadirannya Membuatku Tersiksa
9.8
Hidup Arlena berubah total pasca perjodohan mendadak dengan pria asing. Alih-alih pernikahan datar, suaminya justru sangat perhatian dan selalu hadir menuntaskan masalahnya secara misterius. Rahasia besar terungkap saat Arlena melihat siaran televisi tentang miliarder tampan yang sangat memuja istrinya. Arlena syok menyadari pria di layar adalah suaminya sendiri. Ternyata, di balik kesederhanaan mereka, tersimpan kekuasaan besar dan cinta tulus sang suami.
Sampul Novel Menikah dengan Tuan Muda Aneh
9.3
Sania terjebak dalam kesepakatan pernikahan dengan Devandra Adiwiyatama demi memenuhi wasiat sang ayah. Meski ditentang keras oleh ibu Devan, Nyonya Hartati, Devan tetap memaksa Sania memenuhi kewajibannya sebagai istri untuk memberikan keturunan. Sania yang gugup tak berdaya melawan kontrak yang telah ia tandatangani. Akankah benih cinta tumbuh di tengah tuntutan ini, ataukah Devan akan melepaskan Sania setelah tujuannya memiliki ahli waris tercapai?
Sampul Novel MINE
8.9
MINE
Hidup Ana berubah drastis setelah berselisih dengan pengusaha dingin yang menjadi pembicara di kampusnya. Meski kesal, Ana terpaksa terus berurusan dengan pria menyebalkan itu. Tanpa disadari, sosok tersebut adalah pria yang selama ini ia nantikan kehadirannya. Perubahan sifat sang pria membuat Ana bimbang antara benci dan puja. Di tengah perasaan yang berkecamuk, hubungan mereka justru dihantam berbagai teror berbahaya. Mampukah mereka bertahan menghadapi ujian?