
Suamiku Pergi Saat Aku Hamil
Bab 2
Dua minggu telah berlalu sejak Ronan Zhao menghilang, meninggalkan Layla Qin dalam kebingungannya yang mendalam. Rumah yang dulu sunyi kini terasa lebih sepi. Tidak ada lagi langkah lambatnya, tidak ada lagi suara ayam yang dibawa ke kamar pengantin-sebuah simbol keberuntungan yang kini terasa hanya sebagai lelucon getir. Layla merasa tubuhnya semakin tertekan, tapi satu hal yang pasti: ia tidak bisa terpuruk lebih lama.
Di dalam rumah sederhana yang masih banyak kekurangan, Layla telah berusaha melakukan segala hal yang bisa untuk mengubah nasib mereka. Dengan keahlian medisnya, ia menyembuhkan penyakit-penyakit kecil yang menyerang anggota keluarga yang lain. Meskipun hidup mereka dalam kesulitan, Layla tahu bahwa setiap langkah kecil menuju perubahan adalah langkah menuju kebebasan.
Namun, semakin Layla mencoba untuk melangkah maju, semakin ia merasa ada sesuatu yang mengikatnya pada masa lalu yang tak bisa ia lepaskan. Ronan-meskipun hilang-masih membekas dalam pikirannya, terutama setelah kejadian malam pertama yang penuh keajaiban. Layla tidak pernah percaya pada hal-hal yang berbau takhayul, tetapi apa yang terjadi padanya tak bisa dijelaskan dengan akal sehat.
Satu sore yang gelap, Layla memutuskan untuk pergi ke pasar desa untuk mencari bahan obat-obatan yang lebih langka. Meskipun keadaan pasar sederhana, Layla tahu bahwa ia harus menemui beberapa pedagang untuk mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pengobatan keluarga.
Namun, saat ia melintasi jalanan sempit yang dipenuhi rumah-rumah reyot, seseorang memanggilnya dari kejauhan. Suara itu terdengar familiar, namun Layla tidak segera menoleh. Hatinya berdebar. Siapa yang mengenalnya di sini?
"Layla!" suara itu semakin jelas.
Ia berbalik dan melihat seorang pria muda, mengenakan pakaian biasa namun dengan sikap yang penuh percaya diri. Raut wajahnya tampak cerdas dan penuh misteri. Pria itu mendekat, langkahnya cepat namun tenang.
"Apa... apa yang kau inginkan?" tanya Layla dengan hati-hati. Wajahnya tak bisa menyembunyikan kebingungannya.
Pria itu tersenyum tipis, namun ada ketegangan di matanya. "Aku datang untuk memberikanmu sebuah informasi, Layla," katanya dengan suara yang sangat rendah, seakan takut didengar orang lain. "Tentang Ronan."
Layla terkejut. "Ronan? Apa yang kau tahu tentangnya?"
Pria itu melirik sekeliling dengan waspada, memastikan tidak ada yang mendengarkan. "Kau harus tahu bahwa Ronan bukanlah siapa yang kau kira. Dia bukan sekadar pria pincang yang dibeli untuk menghindari nasib buruk. Ada lebih banyak yang tersembunyi di balik kehidupannya yang tampak sederhana itu."
Jantung Layla berdegup kencang. "Apa maksudmu?" tanyanya, nada suaranya mulai bergetar.
Pria itu menatap Layla dengan intens, kemudian berkata, "Ronan berasal dari keluarga yang sangat kuat. Keluarga Zhao tidak hanya memiliki kekayaan, mereka juga memiliki kekuatan politik dan pengaruh yang jauh lebih besar daripada yang bisa dibayangkan oleh orang-orang biasa. Mereka menyembunyikan sesuatu yang sangat berbahaya, dan Ronan... dia memiliki lebih dari sekadar warisan keluarga."
Layla merasa dunia seolah berputar di sekitarnya. "Tunggu, apa yang kau katakan itu berarti... Ronan adalah bagian dari permainan besar yang lebih gelap daripada yang aku kira?"
"Ya," jawab pria itu pelan. "Dan dia tidak pernah benar-benar menghilang. Dia telah diambil. Mereka yang benar-benar menginginkan kekuasaan di keluarga Zhao, mereka tak akan membiarkan Ronan pergi begitu saja."
"Siapa mereka?" tanya Layla, suaranya keras, hampir terdengar panik.
Pria itu menggelengkan kepala. "Aku hanya tahu sedikit. Tapi aku bisa memberitahumu ini: Ronan tidak hanya disembuhkan malam itu karena keberuntungan. Ada alasan lebih dalam, dan itu terhubung dengan rahasia besar tentang kekuasaan keluarganya. Keluarga Zhao lebih kuat dari yang kau kira, dan mereka tidak akan membiarkan hal ini dilupakan begitu saja."
Layla merasa tubuhnya terhuyung. Semua yang ia ketahui tentang Ronan-suaminya yang pincang, yang dibeli oleh keluarganya untuk alasan yang tidak jelas-sekarang terasa seperti sebuah kebohongan besar yang dibangun di atas dasar ketidakpastian. Apa yang sedang terjadi? Mengapa dunia seakan berbalik melawan dirinya?
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Layla, matanya penuh kecemasan.
Pria itu tersenyum tipis lagi. "Jangan berharap semua jawaban datang begitu saja. Tapi yang pasti, jika kau ingin mengetahui kebenaran, kau harus siap untuk menggali lebih dalam. Ronan tidak akan datang sendiri. Dan ketika dia kembali, kau harus siap menghadapi siapa dia sebenarnya."
Layla terdiam, berusaha mencerna kata-kata pria itu. Ada begitu banyak hal yang tak ia mengerti. Tetapi satu hal yang pasti: hidupnya tidak akan pernah sama lagi.
Dengan kata-kata itu, pria misterius itu berbalik dan pergi, meninggalkan Layla yang masih berdiri di tengah jalan dengan pikiran yang kacau.
Saat Layla melangkah pergi, sebuah perasaan aneh menghampirinya-sebuah pandangan gelap yang datang tiba-tiba dari bayang-bayang di ujung jalan. Seorang lelaki mengenakan masker, wajahnya tersembunyi di balik selubung hitam, melangkah mendekat. Dan dalam hatinya, Layla tahu-permainan yang baru saja dimulai ini akan mengubah segalanya.
Anda Mungkin Juga Suka





