Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku, Nerakaku!

Suamiku, Nerakaku!

Tujuh tahun mencintai Kennedy dengan tulus berakhir tragis saat penculikan mengerikan menimpanya. Sang suami menolak membayar tebusan hanya karena saran sekretarisnya yang ingin membuatnya patuh. Setelah melewati siksaan kejam bagai neraka, ia akhirnya belajar merelakan dan melepaskan hubungan mereka. Namun, saat dirinya telah menyerah, Kennedy justru datang bersujud, menangis, dan memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku mencintai Kennedy selama tujuh tahun. Saat aku diculik, dia malah tidak membayar uang tebusan hanya karena sekretaris wanitanya mengatakan ini adalah kesempatan untuk membuatku patuh.

Aku mengalami siksaan seperti neraka dan akhirnya belajar untuk melepaskan Kennedy. Namun, pria itu malah menangis dan memohon untuk diberi kesempatan sekali lagi.

Hari saat aku berjalan telanjang kaki memasuki pusat kota, aku masuk berita.

Putri angkat Keluarga Prakoso yang diculik selama beberapa bulan, muncul kembali dengan mengenakan pakaian compang-camping, tampak kotor dan bau, bahkan sekujur tubuhnya dipenuhi luka.

Aku melihat kilatan lampu dari para media yang mengarah padaku. Mereka berebutan mengambil fotoku. Hatiku yang sudah lama mati pun tidak merasa goyah sedikit pun.

Lovia yang dulu sudah mati. Gadis yang bersinar, polos, ceria, dan aktif itu sudah tiada. Yang menghancurkannya adalah para penculik, yang juga adalah Kennedy.

Tidak berselang lama, sekelompok pengawal bersetelan hitam membuka jalan di tengah kerumunan. Yang memimpin mereka bernama Eason. Aku mengenalnya.

Selama tujuh tahun aku mendekati Kennedy, Eason ini yang selalu menarikku secara paksa untuk keluar dari ruang kantor dan apartemen Kennedy. Bahkan, bisa dibilang aku diseret karena sangat keras kepala dan Kennedy sudah jenuh.

"Nona Lovia, Tuan menunggumu di mobil. Silakan ikut aku." Saat melihatku, mata Eason tampak terkejut untuk sesaat. Jelas, dia tidak menyangka aku akan terlihat seperti ini.

Aku mengangguk, lalu melangkah mengikutinya, meninggalkan noda darah di jalan. Sekujur tubuhku sudah mati rasa. Perjalanan kecil seperti ini tidak bisa dibandingkan dengan pelarianku yang sebelumnya.

Eason berdiri di belakangku, lalu tiba-tiba memanggil. "Nona ...."

Aku tidak merespons. Apa dia merasa kasihan padaku? Seharusnya dia merasa senang karena aku tidak akan mengganggu Kennedy lagi setelah ini. Dia pun tidak akan repot-repot mengusirku lagi.

Setelah naik ke mobil, aku melihat Kennedy yang duduk sambil memejamkan mata. Rambut hitamnya sangat rapi, fitur wajahnya tegas. Dia sempurna tanpa cacat sedikit pun.

Benar juga, selama aku hilang, dia pasti merasa sangat tenang. Makanya, dia terlihat jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Ketika mendengar suara, Kennedy perlahan-lahan membuka matanya. Begitu melihatku, dia hampir tidak mengenaliku. "Lovia?"

Aku mengangguk dengan patuh. Benar, aku sudah belajar untuk bersikap patuh. Dulu aku tidak peduli dengan statusku sebagai putri angkat Keluarga Prakoso, menganggap diri sendiri sebagai putri kandung Keluarga Prakoso. Sikapku pun sombong dan angkuh.

Namun, setelah diculik, aku baru tahu nyawaku ada di tangan Keluarga Prakoso. Jika Kennedy menolak untuk membayar uang tebusan, nyawaku tidak ada artinya.

Kennedy mengernyit dengan kesal. "Kenapa kamu jadi seperti ini?"

Seperti ini? Seperti apa? Gila? Pengemis? Aku melarikan diri hingga puluhan kilometer. Aku tidak tidur beberapa malam. Selain para penculik, aku juga harus waspada terhadap binatang buas yang memangsa di pinggiran hutan.

Jika haus, aku hanya bisa minum air hujan. Jika lapar, aku hanya bisa mencari sampah di pinggiran jalan tol. Dalam situasi seperti ini, siapa pun pasti akan menjadi gila, 'kan?

Aku tahu dia marah karena aku muncul di depan media seperti ini. Kemunculanku ini akan membawa masalah bagi perusahaan, lebih tepatnya perusahaan Keluarga Prakoso.

"Maaf." Maaf telah mengotori mata Kennedy.

Begitu mendengarnya, Kennedy termangu sejenak sebelum tersenyum. "Yang dia bilang benar, kamu jadi patuh."

Aku tidak memahami apa yang dikatakan Kennedy. Setelah pintu mobil ditutup, mobil pun melaju.

Kennedy tiba-tiba menjulurkan tangan panjangnya dan mendekatiku. Aku secara naluriah mundur dan meringkuk di pojok. Tiba-tiba, Kennedy berhenti dan berujar dengan gusar, "Lovia, kamu bau."

Mungkin karena ruang di dalam mobil sempit, Kennedy akhirnya mencium bau tak sedap dari tubuhku. Itu adalah bau darah bercampur keringat. Setelah aku berguling di tanah dan bergesekan dengan tumpukan sampah, baunya pun semakin menyengat.

Saat mendengar ucapan Kennedy, aku tanpa sadar menjauh. Namun, mobil tiba-tiba berguncang, membuatku terjatuh dan berlutut.

"Maaf, maaf. Aku nggak akan mengotori kursimu. Aku akan ...." Aku akan berlutut di sini saja.

Rasanya sakit sekali. Lututku terluka karena ditusuk dengan jarum oleh para penculik itu. Mereka menyalahkanku karena tidak penting bagi Kennedy. Jika mereka tidak mendapat uang tebusan, tindakan mereka ini sama saja dengan membuang-buang waktu. Makanya, mereka melampiaskan amarah kepadaku.

Karena tidak bisa berdiri, aku memilih untuk tetap berlutut. Kennedy sontak marah. "Apa yang kamu lakukan? Kembali ke kursi!"

Dia memberi perintah, tetapi tidak membantu karena aku bau. Aku hanya bisa menurut. Dengan susah payah, aku menopang tubuhku untuk bangkit dan duduk kembali.

Rasa sakit ditambah gula darah rendah karena tidak makan berhari-hari, membuat air mataku tak kuasa menetes.

Kennedy yang biasanya mengabaikan air mataku karena merasa sangat menjengkelkan, tiba-tiba melemparkan sapu tangannya kepadaku. Aku mencengkeram sapu tangan bersih itu. Dulu aku pasti merasa senang, tetapi sekarang satu tangan itu hanya menunjukkan betapa kotor dan hancurnya diriku.

Eason melirikku dari kaca spion tengah. Aku menunduk. Mungkin, dia belum pernah melihatku yang semenyedihkan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, mantan perwira militer yang difitnah dan disiksa di penjara, berhasil melarikan diri sebagai buronan Interpol demi mencari adik angkatnya. Untuk bertahan hidup dalam pelarian, ia beralih profesi menjadi pembunuh bayaran yang dingin. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada gadis jelita bernama Rheyna. Konflik batin memuncak ketika Sammy menyadari bahwa target pembunuhan berikutnya adalah orang terdekat dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Sampul Novel Gadis Milik Tuan Mafia
8.7
Akiko harus berjuang melawan Leukemia Myeloid Akut di tengah penderitaan akibat kekerasan fisik orang tuanya sejak kecil. Nasibnya kian terpuruk saat ia jatuh ke tangan Glen Xander Mckenzie, seorang pemimpin mafia kejam yang bertekad menghancurkan bisnis keluarga Akiko. Namun, dinamika antara tawanan dan penculik ini berubah total seiring berjalannya waktu. Glen yang semula dingin justru mulai menaruh hati pada gadis yang seharusnya ia hancurkan tersebut.
Sampul Novel GAIRAH LIAR ISTRI BOSKU
9.7
Theresa menjalin hubungan gelap dengan pengawal pribadinya, Aaron Parker, demi membalas pengkhianatan suaminya, Charles Bosley. Namun, pesona Theresa juga memikat Sean Dalbert, politikus Italia yang ambisius. Setelah Charles tersingkir, persaingan sengit pecah antara Aaron dari Organisasi EXO dan Sean yang mengincar kursi walikota New York. Di tengah intrik politik dan perebutan kekuasaan, Theresa terjebak dalam pilihan sulit antara sang bodyguard atau sang politikus.
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Rencana pernikahan Dissa dan Daniel terancam saat Daniel memilih menjadi dokter relawan di medan perang Gaza. Hubungan jarak jauh mereka awalnya lancar, namun Daniel tiba-tiba hilang kontak. Di tengah kekhawatiran, Dissa menerima foto Daniel bersama Jesika, mantan sahabatnya. Dissa pun bimbang apakah harus membatalkan pernikahan atau tetap percaya, tanpa mengetahui fakta sebenarnya yang menimpa Daniel di sana. Akankah cinta mereka bertahan di tengah konflik dan kecurigaan?
Sampul Novel Preman Jatuh Cinta
9.6
Rendi, penipu via telepon, terjebak saat korbannya, Mouza, justru memaki dirinya. Ketertarikan unik ini membawa Rendi mendekati gadis SPBU yang pernah tak sengaja menyiramnya bensin tersebut. Demi cinta, Rendi bertekad tobat dan meninggalkan dunia kriminal. Namun, masa lalu kelam menghancurkan ekonomi keluarganya hingga ia harus merantau ke Jakarta. Saat Mouza mulai jatuh hati, ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kontak dengan Rendi dan lamaran pria lain.
Sampul Novel Rahasia Dalam Dendam
8.4
Selama dua puluh empat tahun, Aurora dan ibunya hidup dalam penderitaan mendalam. Kini, ia bertekad menuntut balas dengan misi tunggal: menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri. Namun, di tengah aksi nekat tersebut, berbagai rahasia kelam mulai terungkap satu demi satu, mengguncang keyakinannya. Akankah Aurora tetap teguh pada niat mautnya saat kebenaran terkuak? Ikuti perjuangan penuh aksi dan misteri ini dalam menuntaskan sebuah dendam masa lalu.