
Suamiku Menikahi Lagi Tanpa Sepengetahuanku
Bab 2
Setelah pertemuan dengan kenyataan yang sangat mengguncang, Selina tidak bisa duduk diam. Keesokan harinya, ia bangun lebih awal dari biasanya, dengan hati yang penuh kebencian dan tekad yang lebih kuat dari sebelumnya. Segala sesuatu yang ada di sekitar rumahnya, yang selama ini tampak seperti simbol kebahagiaan, kini terasa seperti penjara. Rumah besar ini, yang pernah menjadi tempat berlayarnya harapan, kini menjadi medan perang di mana segala pengorbanan akan dipertaruhkan.
Ia tahu bahwa pertempuran ini akan panjang. Daniel, pria yang selama ini ia percayai, tak hanya mengkhianatinya, tetapi berencana untuk merampas segala yang telah ia usahakan. Namun Selina tidak akan membiarkan itu terjadi. Jika ada satu hal yang ia pelajari dalam hidupnya, itu adalah bahwa ia tidak bisa lagi mempercayai siapa pun, bahkan orang yang ia cintai. Untuk bertahan, ia harus menjadi lebih kuat, lebih licik, dan lebih cerdik dari mereka.
Setelah menyiapkan diri, Selina memutuskan untuk mengunjungi kantor pengacaranya. Dia tahu bahwa permainan ini membutuhkan strategi yang sempurna, dan untuk itu, dia harus memiliki semua informasi yang diperlukan. Sambil melangkah menuju mobil, pikirannya terus berputar, merencanakan setiap langkah dengan seksama.
Di kantor pengacara, Selina duduk di hadapan seorang pria paruh baya dengan rambut abu-abu yang sudah berpengalaman. Namanya Geoffrey, seorang pengacara ternama yang telah membantunya dalam beberapa urusan bisnis sebelumnya. Geoffrey mengamati ekspresi Selina dengan seksama, merasakan perubahan besar dalam dirinya. Meskipun dia selalu menganggap Selina sebagai wanita yang kuat dan penuh wibawa, hari ini ada sesuatu yang berbeda. Sebuah aura kebencian dan perhitungan terpancar jelas di wajahnya.
"Ada yang ingin kamu bahas, Selina?" Geoffrey bertanya, suaranya yang lembut memecah keheningan ruangan.
Selina menatap Geoffrey dengan tajam. "Saya membutuhkan bantuanmu. Ini lebih dari sekadar urusan perceraian atau pembagian harta. Saya ingin menghancurkan Daniel."
Geoffrey mengernyitkan alis, tak menyangka mendengar kata-kata itu keluar dari bibir Selina. Dia tahu hubungan Selina dan Daniel sangat dekat, bahkan banyak orang di luar sana menganggap mereka sebagai pasangan yang sempurna. Tapi hari ini, ada yang jelas berubah dalam diri wanita ini.
"Jelaskan lebih lanjut," kata Geoffrey hati-hati, mencoba mencerna kata-kata itu.
Selina menarik napas panjang, matanya penuh tekad. "Daniel telah mengkhianati saya. Tidak hanya itu, dia dan wanita bernama Adriana telah merencanakan untuk merampas seluruh kekayaan saya. Mereka menikah diam-diam tanpa sepengetahuan saya. Semua yang saya miliki sekarang, mereka ingin ambil. Saya tidak akan membiarkan itu terjadi."
Geoffrey terdiam, menyimak setiap kata dengan serius. Ia tahu Selina tidak pernah berbicara tanpa dasar, dan jika dia sudah sampai pada titik ini, itu berarti sudah ada bukti yang tak bisa disangkal.
"Saya perlu tahu segalanya tentang mereka," lanjut Selina, matanya menyala penuh api. "Segala sesuatu yang bisa digunakan untuk menjatuhkan mereka. Semua transaksi, semua properti-apapun yang mereka coba sembunyikan. Saya akan menggulung mereka."
Geoffrey mengangguk pelan. "Saya akan mencari tahu lebih lanjut, tapi ini tidak akan mudah, Selina. Ini bukan sekadar perang bisnis. Ini akan melibatkan lebih dari sekadar pengacara dan hukum. Kamu harus siap menghadapi segalanya."
Selina menyeringai tipis. "Saya siap. Saya sudah cukup lemah untuk mempercayai orang lain. Sekarang saya yang akan mengatur semuanya."
Geoffrey tidak mengatakan apa-apa lagi. Sebagai pengacara yang profesional, dia tahu betul bahwa Selina sedang berada di persimpangan jalan. Apa yang dia rencanakan sekarang bukanlah balas dendam biasa. Ini adalah perang total, dan Selina sudah memasuki dunia yang sangat gelap.
Kembali di rumah, Selina merencanakan langkah berikutnya. Ia tahu bahwa Daniel tidak akan menyerah dengan mudah. Ia sudah terlalu lama menikmati hidup mewah berkat Selina, dan kali ini, ia harus memastikan bahwa pria itu merasakan kehilangan yang sama besar. Tapi ini bukan hanya soal kekayaan. Ini soal harga diri. Ini soal mengembalikan kendali atas hidupnya yang telah dicuri.
Selina menghubungi beberapa orang kepercayaannya, yang selama ini bekerja di perusahaan dan bisnis miliknya. Semua informasi yang mereka punya tentang Daniel dan Adriana harus didapatkan. Selina tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia harus menggali lebih dalam, menemukan setiap kebohongan yang mereka sembunyikan, dan menggunakannya untuk melawan mereka.
Namun, di balik segala perencanaan dan ketegangan itu, ada sesuatu yang lebih mendalam. Selina mulai merasakan kebingungan dan keraguan dalam hatinya. Meskipun ia tahu bahwa balas dendam adalah cara terbaik untuk menghancurkan Daniel, ia tidak bisa menahan perasaan kosong yang terus menghantui.
Apa yang terjadi jika ia tidak pernah bertemu Daniel? Apa yang terjadi jika ia memilih untuk tidak terjebak dalam cinta dan ambisi ini? Tetapi semua pertanyaan itu harus ditangguhkan-untuk saat ini, Selina tahu bahwa ia hanya memiliki satu tujuan: untuk menang.
Dan ia akan melakukannya dengan segala cara.
Saat malam tiba, Selina berdiri di jendela kamar tidur, memandangi kota yang sibuk di bawah. Lampu-lampu kota berkilauan seperti bintang, mengingatkan pada semua yang telah ia bangun dan raih. Dan sekarang, ia akan membangun kembali segalanya-tanpa Daniel, tanpa Adriana. Mereka tidak akan pernah tahu apa yang akan datang.
Dengan senyum tipis, ia menatap bayangannya di kaca, siap menghadapi perang ini dengan penuh perhitungan. Daniel mungkin sudah mengkhianatinya, tetapi sekarang, giliran Selina yang akan mengendalikan segalanya.
Anda Mungkin Juga Suka





