
Suamiku Menikahi Lagi Tanpa Sepengetahuanku
Bab 3
Hari-hari setelah pertemuannya dengan Geoffrey berlalu dengan cepat. Selina tahu bahwa waktu tidak berpihak padanya. Semakin lama ia menunda langkah balas dendamnya, semakin banyak kesempatan bagi Daniel dan Adriana untuk melaksanakan rencana mereka. Ia harus bertindak cepat-dan dengan keteguhan yang tak tergoyahkan, Selina merancang langkah berikutnya.
Dia tahu bahwa untuk benar-benar menggulingkan Daniel, dia harus memanfaatkan setiap informasi yang ada. Keputusan pertama adalah menggali lebih dalam tentang kehidupan pribadi Daniel, hubungan gelapnya dengan Adriana, dan kekayaan yang selama ini ia kumpulkan melalui usaha bersama Selina.
Pagi itu, Selina masuk ke ruang kerjanya yang besar di lantai dua rumah mereka. Langit yang mendung di luar memberi nuansa suram pada suasana hati Selina, namun itu justru semakin menambah ketegasan dalam dirinya. Dia membuka laptop dan mulai menyelidiki transaksi-transaksi bisnis yang terkait dengan Daniel. Semua yang bisa dia temukan akan digunakan.
Sementara itu, di luar kota, Daniel tengah bersantai bersama Adriana di sebuah vila mewah yang mereka sewa. Tanpa mengetahui bahwa Selina sedang mengintai setiap gerakannya, mereka berbicara tentang rencana jangka panjang mereka untuk menyingkirkan Selina dan mengambil alih seluruh kekayaan yang telah mereka rencanakan.
"Selina pasti sudah curiga," kata Adriana, menatap Daniel dengan wajah serius. "Tapi kita harus tetap tenang. Dia akan terkejut saat kita mulai mengambil langkah-langkah besar."
Daniel mengangguk, namun ada sedikit keraguan di matanya. "Aku tahu. Tapi jangan lupa, Selina bukan orang yang mudah dikalahkan. Dia tidak akan menyerah tanpa perlawanan."
Adriana tersenyum penuh keyakinan. "Itulah sebabnya kita harus bergerak lebih cepat dari yang dia duga. Dengan pernikahan kita yang diam-diam, dan dokumen yang sudah kita siapkan, dia tidak akan tahu apa yang menghantunya. Segera kita akan menguasai segalanya."
Tapi Daniel mulai merasa gelisah. Ada sesuatu dalam diri Adriana yang semakin berubah, semacam keganasan yang tak ia lihat sebelumnya. Dalam hatinya, dia mulai mempertanyakan apakah dia benar-benar melakukan hal yang benar. Namun, dia segera menepis keraguan itu, mengingat kekayaan dan pengaruh yang akan ia raih.
Di rumah Selina, dia memutuskan untuk melakukan langkah pertama dalam rencana balas dendamnya. Tanpa memberitahu siapapun, dia menghubungi seorang detektif swasta yang pernah bekerja dengannya sebelumnya. Selina tahu bahwa pria ini sangat terampil dalam menggali informasi dari sumber-sumber yang paling tersembunyi sekalipun.
"Aku ingin kamu menyelidiki segala sesuatu tentang Adriana dan Daniel. Semua transaksi yang melibatkan mereka, hubungan mereka, dan apa pun yang bisa digunakan untuk menjatuhkan mereka," kata Selina saat berada di ruang kerjanya, suaranya tegas namun penuh kebencian yang sulit disembunyikan.
Detektif itu mengangguk dan menuliskan catatan. "Aku akan mulai bekerja pada kasus ini, Selina. Kalau ada apa-apa, aku akan segera menghubungimu."
Begitu percakapan itu berakhir, Selina merasa sedikit lega. Ini adalah langkah pertama untuk menghancurkan mereka, dan dia tahu ini hanyalah awal dari sebuah pertempuran yang akan mengguncang semuanya.
Selina tidak hanya mengandalkan detektif itu. Di balik layar, ia mulai menyusun dokumen hukum yang rumit, mempersiapkan segala hal yang mungkin dibutuhkan jika pertempuran ini harus diselesaikan di ruang sidang. Ia meminta Geoffrey untuk menyusun taktik agar dapat membalas setiap langkah Daniel dan Adriana.
Sementara itu, Daniel mulai merasakan adanya ketegangan yang aneh dalam hubungannya dengan Adriana. Meski ia telah menikmati segala kemewahan yang datang bersamanya, ada saat-saat di mana ia mulai merasa cemas. Sesuatu dalam diri Adriana terasa terlalu manipulatif, terlalu berbahaya. Dia sering kali bertanya pada dirinya sendiri apakah ia telah salah memilih jalan, tetapi setiap kali keraguan itu datang, ia akan teringat pada keinginan untuk meraih lebih banyak kekayaan dan kekuasaan.
Adriana tahu cara mengendalikan Daniel dengan kata-kata manis dan janji-janji indah tentang masa depan bersama. Namun, meskipun Daniel berusaha meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja, di dalam hati, ia tak bisa menepis perasaan bahwa dirinya telah terjebak dalam permainan berbahaya yang lebih besar daripada yang ia bayangkan.
Di sisi lain, Selina semakin memantapkan langkahnya. Setiap hari, ia menyusun strategi baru, memastikan bahwa Daniel dan Adriana tak akan bisa lolos dari perhitungan yang sudah dibuatnya. Ia sudah memutuskan-ini bukan hanya soal mengambil kembali harta yang dirampas darinya. Ini adalah tentang mengembalikan kendali, tentang menunjukkan pada mereka bahwa Selina bukanlah wanita yang mudah dijatuhkan.
Pada suatu malam yang gelap, ketika Selina sedang duduk di ruang kerjanya, ia menerima sebuah pesan dari detektif yang dihubungi sebelumnya. Tanpa menunggu lebih lama, ia membuka pesan itu.
"Saya menemukan sesuatu yang sangat penting. Adriana dan Daniel memiliki rekening bank tersembunyi yang berisi sejumlah besar uang yang mereka sembunyikan selama ini. Mereka juga telah membuat perubahan pada beberapa properti yang terdaftar atas nama kamu."
Hati Selina berdegup kencang. Ini adalah bukti yang ia cari-cari. Dengan informasi ini, ia bisa merobohkan segala yang telah mereka bangun.
Dia menyeringai, merasa puas dengan hasil kerja kerasnya. Namun, ia tahu ini baru awal dari semuanya. Dalam pikirannya, pertempuran ini baru saja dimulai. Daniel dan Adriana akan segera merasakan dampak dari kesalahan mereka.
Selina sudah siap, dan kali ini, tak ada yang bisa menghentikannya.
Anda Mungkin Juga Suka





