Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Memesankan Terapis Tampan Untukku

Suamiku Memesankan Terapis Tampan Untukku

Kevin secara mengejutkan memilih Louis, seorang terapis pria bertubuh kekar, untuk menangani pemulihan area sensitif istrinya. Alih-alih merasa cemburu atau khawatir, sang suami justru mendampingi proses tersebut dengan santai di sisinya, yakin tidak akan ada pengkhianatan yang terjadi di depan matanya. Namun, kehadiran terapis pilihan suaminya itu justru memicu debaran jantung yang tak biasa bagi sang istri, menguji batas kesetiaan dalam pernikahan modern mereka yang tak biasa ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bibirku bergetar, aku tidak tahu apakah aku harus meminta bantuan Kevin. Namun, dalang utama ini malah tidak berhenti. Sambil masih menggerakkan jari-jarinya, dia terlebih dahulu menjawab, "Nggak apa-apa, Tuan. Aku lagi lancarkan aliran energi di bagian dada istrimu supaya bisa mencegah penyumbatan saluran ASI."

Mendengar itu, Kevin pun mengiakannya. Kemudian, dia terkesiap, seolah-olah baru teringat sesuatu.

"Sayang, pijatnya dilapisi handuk, 'kan?"

"I ... iya."

Entah kenapa, aku malah berbohong tanpa sadar.

Setelah mendengar jawaban pasti, Kevin tidak mengatakan apa-apa lagi dan lanjut menikmati pijatannya.

Dari bayangan yang terpantul di tirai, terapis wanita yang bertubuh seksi itu sedang memijat betis Kevin dengan punggung menghadap Kevin. Bokongnya yang montok itu terlihat bergetar.

Aku bisa membayangkan senyum di wajah Kevin tanpa melihatnya. Namun, aku sama sekali tidak cemburu saat ini. Aku bahkan merasa sedikit bersalah.

Setelah mendengar elakanku tadi, kurasa Louis pasti salah paham bahwa aku adalah wanita sembarangan. Konon, wanita yang datang untuk dipijat biasanya sangat genit. Apa dia akan mengira aku sedang merayunya?

Hanya saja, jika aku mendongak, dia bisa melihat ekspresiku yang sedang penuh hasrat. Jika menunduk, aku akan melihat dua tangan yang sedang bergerak bebas di area dadaku. Saat aku tidak tahu harus berbuat apa, aku merasa pria di belakangku makin mendekat.

"Nyonya, nyaman?"

Louis bergerak makin kuat, sedangkan hasratku juga makin tinggi. Tidak, ini terlalu memalukan. Baik itu cairan di dada atau yang ada di antara kedua kaki, semuanya ... sudah hampir menetes.

Aku meraih tangan Louis dan hendak membuka jarinya satu per satu.

"Nggak usah lagi. Saluran ASI-ku nggak tersumbat .... Bagian ini nggak perlu dipijat."

"Mana bisa begitu!" Kevin langsung duduk dan berbalik menghadapku.

"Sayang, meskipun saluran ASI-mu nggak tersumbat, pijatan seperti ini punya efek pencegahan. Kalau sudah terlanjur bengkak, semuanya sudah terlambat."

Aku menggigit bibir dan mencoba mencari alasan untuk menjelaskan. Namun, aku tidak menyangka Kevin akan langsung berujar, "Sayang, kamu malu, ya? Ini normal kok. Semua rekan kerjaku yang melahirkan juga melakukan hal begini."

'Masalahnya, pijatan mereka dilapisi handuk!' seruku dalam hati. Namun, aku mau tak mau harus mengurungkan niatku untuk membatalkan pijatan ini. Apalagi, hanya ada tirai di antara kami. Bagaimana kalau aku bersikeras menolak, lalu Kevin menyingkap tirai itu dan melihat keadaanku seperti ini ....

Aku awalnya berpikir untuk bertahan, tetapi Louis berinisiatif untuk melepaskanku. Aku pun kembali berbaring di tempat tidur dengan malu. Begitu aku memejamkan mata, kakiku diposisikan menjadi bentuk M.

Louis mengenakan sarung tangan sekali pakai yang steril, lalu tersenyum padaku dengan sopan. "Nyonya, aku sudah lancarkan semua saluran energi di tubuhmu. Sekarang, yang tersisa cuma yang bagian paling penting. Di awal, kamu mungkin akan merasa agak sensitif. Ditahan bentar, ya."

Aku mencengkeram seprai dengan erat. Meskipun sudah siap secara mental, ketika benda masing itu masuk, kakiku masih tetap gemetar. Siksaan yang tidak tertahankan itu hampir membuat kepalaku meledak.

Namun, aku harus mengakui bahwa Louis sangat profesional. Dia sepertinya merasakan kerapuhan dan kegugupanku, lalu mulai menggunakan teknik pemulihan yang lebih lembut.

Tidak lama kemudian, di bawah sentuhannya yang penuh perhatian, tubuhku mulai terasa nyaman dan aku juga secara tidak sadar mulai rileks. Bahkan ketika aku memejamkan mata dan tenggelam dalam irama, pinggangku masih ikut berayun mengikuti gerakan jarinya.

Pada saat ini, sesi Kevin sudah selesai.

"Sayang, kalian masih butuh berapa lama lagi?"

Pertanyaan itu terdengar seperti menyiratkan sesuatu. Namun, sekujur tubuhku saat ini terasa panas dan tenggorokanku juga sangat kering hingga aku tidak dapat mengeluarkan suara.

Louis menjawab pertanyaan Kevin dengan penuh perhatian, "Tuan, kita baru mulai masuk ke intinya. Mungkin masih perlu sekitar satu jam lagi."

"Selama itu? Kalau begitu, aku tunggu di luar, ya. Sayang, kamu nikmati saja pijatannya dengan baik."

Seiring dengan suara pintu yang tertutup, ruang pijat kecil ini menjadi begitu sunyi hingga hanya detak jantungku yang terdengar.

Aku diam-diam mengulurkan tanganku ke bawah. Seprainya sudah basah kuyup. Aku benar-benar merasa malu karena menunjukkan sisi seperti ini di depan pria asing.

Setelahnya, aku memejamkan mata dan tidak berani melihat apa-apa lagi. Aku juga terus-menerus mencuci otakku dalam hati. Ini semua demi pemulihan. Justru karena aku bereaksi, itu baru membuktikan bahwa efeknya memang bagus. Jadi, tidak masalah ....

"Sepertinya Nyonya masih sangat gugup?"

Suara Louis yang magnetis bergema di ruang kecil ini. Aku pun menggeleng dengan malu-malu. Pada detik berikutnya, seolah-olah ingin menghukumku karena berbohong, dia langsung mengaitkan jarinya. Gesekan yang berulang itu langsung membuatku bergejolak. Aku yang tersiksa nyaris menangis.

"Nyonya, ditahan-tahan seperti ini pasti sulit banget, 'kan?"

Louis mengangkat alisnya dan tersenyum jahat. Dia meletakkan kedua tangannya di pangkal pahaku, lalu langsung membenamkan kepalanya di sana.

"Jangan khawatir, ini langkah terakhir dari perawatan pemulihan ini. Namanya penyatuan dengan jiwa."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
8.4
Pasca membela diri dari pelecehan ayah mertuanya hingga koma, istri malang ini mendapati suaminya, Rangga, berpura-pura menjadi pelindung. Namun, sebuah pesan rahasia mengungkap fakta keji bahwa ia hanyalah umpan dalam rencana warisan asuransi. Rangga sengaja membiarkan ayahnya menyerang sang istri demi menyingkirkan orang tuanya tanpa mengotori tangan sendiri. Kini, api dendam membara; sang istri bersumpah akan merebut segalanya dan menjebloskan Rangga ke penjara.
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Darma Wijoyo dan Jihan Prameswari menguras harta keluargaku serta menghancurkan karierku lewat jebakan kejam. Demi pengobatan ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak kuperbuat. Ternyata, janji manis bosku itu palsu; aku hanya dianggap alat tak berharga. Kini, di tengah puing kehancuran dan pengkhianatan pahit, aku bangkit. Rasa sakit ini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah merenggut segalanya.
Sampul Novel Diabaikan Berujung Penyesalan
7.8
Saat kehamilannya berbarengan dengan Rosa, sang suami yang merupakan bos mafia justru memilih mengakui anak Rosa demi melindunginya. Tokoh utama dikhianati setelah sepuluh tahun mencintai pria itu. Di tengah keputusasaan, keluarganya sendiri mengutuknya dan memaksa menggugurkan kandungan karena dianggap hamil tanpa suami. Ketika suaminya sibuk menemani Rosa di kota lain, ia memutuskan pergi selamanya. Kisah novel modern ini penuh konflik emosional yang mendalam.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Ku Kira Setia Ternyata Mendua
9.1
Menikah dengan pria idaman melalui perjodohan terasa seperti mimpi indah yang penuh kebahagiaan. Namun, segalanya hancur saat aku menyaksikan pengkhianatan suamiku yang tengah bermesraan dengan wanita lain. Kesetiaan yang kupuja ternyata hanyalah kepalsuan belaka. Kini, aku terjebak dalam dilema besar tentang cara menghadapi keluarga besar dan menentukan nasib pernikahan kami. Akankah rumah tangga ini mampu bertahan setelah dikhianati?