Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Tiga Bulan

Suami Tiga Bulan

Manda adalah direktur sukses yang terancam kehilangan jabatan jika tidak segera menikah dan memiliki anak di usia 35 tahun. Demi memenuhi tuntutan sang Oma, ia menawarkan kesepakatan gila kepada Adam, seorang sekuriti tampan yang terlilit utang. Manda berjanji melunasi seluruh beban finansial Adam, asalkan pria itu bersedia menikahinya selama tiga bulan dan berhasil membuatnya hamil. Akankah rencana nekat ini menyelamatkan karier dan masa depan Manda?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tentu saja sekuriti itu terkejut. Bagaimana mungkin dia tidak terkejut kalau Manda menodongnya secepat itu? Tapi Manda benar-benar tidak suka berbasa-basi. Dia ingin masalah ini cepat beres. Dia ingin segera mengamankan posisinya sebagai direktur utama, dengan jalan satu-satunya yakni segera menikah dan punya anak.

Manda menatap ke arah pria di depannya. Pria yang cukup tampan dan rapi untuk ukuran seorang sekuriti. Bahkan Manda sudah mengecek bahwa pria ini memiliki latar pendidikan yang lumayan, lulusan S1 dari universitas ternama. Entah bagaimana ceritanya sampai berakhir “cuma” menjadi seorang sekuriti.

Sebenarnya itu jugalah yang menjadi pertimbangan Manda, meskipun Adam hanyalah seorang sekuriti tapi paling tidak dia bertampang lumayan dan pintar. Manda tidak mau kalau sampai anaknya nanti terlahir dengan wajah jelek dan bodoh karena menuruni gen yang tidak berkualitas.

“Apa kamu bersedia?” tanya Manda lagi dengan nada tidak sabaran.

Adam tergeragap, tampak seakan kesulitan berkata-kata. Wajahnya yang berkulit sawo matang berubah jadi pucat.

Melihat itu, Manda berdecak. Apa dia sudah salah menilai? Meskipun bersifat tulus, tapi ternyata pria ini lelet sekali.

“Boleh beri saya waktu untuk mempertimbangkan?” akhirnya pria itu berkata.

“Tentu saja,” jawab Manda langsung.

Adam tampak mengembuskan napas lega.

“Saya tunggu jawabanmu sampai besok,” imbuh Manda.

Raut Adam seketika kembali berubah ngeri.

Sudah Manda bilang, Manda bukan orang yang suka berbasa-basi dan membuang-buang waktu. Kalau memang sekuriti ini tidak mau bekerja sama dengannya, lebih baik Manda mendapat jawaban tidaknya lebih cepat.

Hanya masalahnya … di mana lagi Manda akan mendapat kandidat calon suami sesempurna Adam?

“Perlu kamu ketahui, kalau kamu menolak kesepakatan ini, saya harus memecatmu. Saya tidak mau salah satu karyawan saya adalah orang yang mengetahui rahasia saya,” ucap Manda, menutup pertemuannya dengan Adam. Manda harap, ucapannya barusan cukup memberi tekanan pada pria itu.

***

Hari masih pagi tapi wajah seorang Alamanda Katarina Rahadi yang cantik sudah dipenuhi raut tak sabaran. Dia mengetuk-ngetukkan jari di meja kerjanya, menatap pada pintu ruangannya yang tertutup rapat. Manda sedang mengharapkan kedatangan seseorang, atau tepatnya kedatangan sebuah jawaban.

Dia sudah memastikan bahwa hari ini Adam mengambil shift pagi, jadi seharusnya Adam sudah berada di kantor saat ini. Memangnya sesibuk apa sih seorang sekuriti sampai tidak bisa langsung naik ke lantai teratas dan menemuinya?

Telepon di meja Manda berbunyi. Manda pun mengangkatnya.

“Ada sekuriti yang kemarin ingin bertemu dengan Ibu,” terdengar suara sekretaris Manda melapor.

“Suruh dia langsung masuk,” balas Manda cepat.

Tak lama, pria berseragam safari hitam khas petugas sekuriti itu sudah berada di depan Manda. Rautnya masih sama seperti kemarin, tampak gugup.

“Saya ingin mengajukan satu syarat,” ucap Adam, memulai.

Manda langsung mendengkus. Tentu saja. Adam pasti tak akan melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan momen ini.

“Sebutkan saja. Apa kamu ingin kenaikan jabatan? Atau jumlah uang yang lebih besar dari angka utangmu di bank?” tanya Manda dengan nada mencemooh. Ternyata pria ini sama saja dengan semua orang yang dikenalnya, berpamrih.

Adam menggeleng. “Karena Ibu bilang saya harus … menghamili Ibu,” Adam menggaruk tengkuknya dengan rikuh, tiba-tiba suasana berubah jadi canggung. Adam menghela napas sebelum melanjutkan, “Saya ingin ketika kita berhubungan di ranjang, Ibu menunjukkan perasaan cinta pada saya.”

Manda mengerjap. Apa katanya barusan? Perasaan cinta? Syarat macam apa itu?

Tapi Manda tak punya waktu untuk keberatan, soal perasaan cinta atau apalah itu dia akan memikirkan belakangan. Saat ini yang terpenting adalah Adam mau menerima tawarannya. “Ya, tentu saja,” jawab Manda cepat.

Tapi bukannya puas dengan jawaban Manda, Adam malah menatap dengan raut sangsi. “Apa Ibu yakin?”

Manda mengepalkan tangannya dengan kesal. Dia bangkit dari kursinya lalu berjalan melewati meja dengan langkah tegas. Begitu pun saat sudah berada di hadapan Adam, dengan tegas tanpa ragu-ragu, Manda meraih rahang pria itu, kemudian menyatukan bibir mereka.

Manda mencium Adam!

Manda kira Adam akan kaget dan menarik diri. Yang tak disangka, pria itu langsung menyambut ciumannya dengan hangat. Balas melumat bibir Manda. Bahkan tangannya bergerak ke pinggang Manda dan menarik tubuh Manda lebih rapat ke tubuhnya.

Ciuman mereka akhirnya terpisah saat Manda mendorong dada Adam. Napasnya termegap-megap karena hampir kehabisan udara.

“Apa-apaan itu barusan? Kenapa terasa nikmat?” batin Manda. Rautnya yang biasanya berwibawa dan penuh keangkuhan kini tampak kebingungan.

Manda menggigit bibirnya, yang ternyata sudah bengkak. Sialan. Dia berusaha meraih kembali wibawanya. Dengan tegas dia berkata, “Apa yang barusan sudah cukup untuk menunjukkan perasaan cinta?” Manda menatap Adam dengan raut menantang.

“Sebenarnya yang barusan itu lebih mirip nafsu daripada cinta,” jawab Adam dengan nada berpikir.

Manda menggertakkan rahangnya. Berani-beraninya pria ini mengkritik gaya berciumannya. “Apa kamu mau menerima tawaranku atau tidak?!” sentak Manda, kesal.

Adam menatap langsung ke arah Manda, tatapan pria itu berbeda jauh dengan sikap gugupnya yang kemarin. Dengan lancar Adam menjawab, “Ya, saya bersedia menjadi suami tiga bulan Ibu.”

***

Tiga hari kemudian

Manda berdiri mondar-mandir di luar bilik ganti. Saat ini dirinya sedang berada di butik langganannya, sebuah butik mewah yang tidak bisa sembarang orang datang untuk mengaksesnya. Bahkan meski kamu punya banyak uang, belum tentu pegawainya mau melayanimu.

Seharusnya dia membiarkan saja Chelsea yang mengurus penampilan Adam. Tapi apa mau dikata, Manda terlalu gugup dan ingin semuanya kelihatan perfect, jadi dia pun mengambil alih mengurus sendiri apa saja yang harus pria itu kenakan. Jas, kemeja, celana, jam tangan, juga gaya potong rambut, semuanya harus perfect dari kaki sampai kepala. Karena malam ini Manda akan membawa Adam menemui keluarga besarnya.

Adam keluar dari bilik ruang ganti.

Untuk sesaat, Manda merasa terpukau. Sudah Manda bilang bukan bahwa Adam memiliki tampang yang lumayan? Dan kini dengan penampilan barunya, Adam tak kalah dari eksekutif muda yang kadang Manda temui di dunia kerjanya. Semua benda mahal yang menempel di tubuh Adam benar-benar mengeluarkan pesona pria itu dengan penuh.

Manda tersenyum. “Oma pasti suka denganmu,” ucapnya, lalu menggamit lengan Adam, menyeret pria itu ke mobilnya.

“Sudah ingat kan apa yang harus kamu katakan saat bertemu dengan keluarga saya nanti?” tanya Manda memastikan. Selama tiga hari ini dia sudah memberi tahu Adam tentang bagaimana keluarganya. Dia ingin rencananya kali ini berjalan lancar.

“Iya, Bu,” balas Adam.

“Sudah saya bilang jangan panggil saya “Ibu” lagi. Mereka tidak akan percaya kita adalah sepasang kekasih kalau kamu tetap memanggil saya seperti itu.”

“Baik—“ Adam menahan diri untuk tak menyebut “Ibu” lagi.

Manda mengangguk dengan puas.

Sesampainya di rumah Oma Ajeng, tempat acara keluarga biasa diadakan, Manda kembali menggamit lengan Adam, kali ini dengan mesra.

Kontan saja kemunculan Manda bersama pria tampan di sebelahnya membuat keluarga besar Rahadi jadi heboh. Mereka langsung mencecar Manda, menanyai siapa pria itu.

“Tentu saja dia adalah pacarku,” jawab Manda dengan senyum penuh percaya diri. Dia pun membawa Adam menemui sang Oma yang sedang berdiri di depan akuarium besarnya, memberi makan ikan-ikan di sana.

“Oma, kenalkan ini Adam. Kekasih yang akan jadi suami Manda,” ucap Manda dengan riang. Senyumnya masih terulas, tapi diam-diam dadanya berdebar hebat, penuh antisipasi terhadap respons sang Oma.

Tiba-tiba Sinta menceletuk, “Memangnya calon suamimu ini pekerjaannya apa? Tante kok kayak baru pertama lihat, nggak pernah tuh ketemu-ketemu di pesta perusahaan.”

Sebelum Manda sempat menjawab, Adam memilih menjawab sendiri, “Pekerjaan saya sebagai sekuriti, Tante.”

Tiba-tiba seisi ruangan berubah diam. Seluruh anggota keluarga Rahadi menatap dengan tatapan menghunjam pada kekasih Manda itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KDM" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KDM
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Pasca lulus sekolah, masa depan Kiara hancur saat terpaksa menjadi istri ketiga CEO bernama Andra. Awalnya Andra hanya menginginkan keturunan, namun kini ia menuntut pengabdian utuh Kiara sebagai istri. Di tengah gejolak gairah yang menyiksa, Mimi sang istri pertama merasa terancam dan berupaya memisahkan mereka. Mimi memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya saat Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka bertahan atau kandas?
Sampul Novel Istri Palsu Miliarder
8.7
Vivienne mengkhianati Soren Blackwood dengan berselingkuh dan mencoba membunuhnya. Namun, bawahan Soren justru salah menangkap Kira, saudara kembar Vivienne. Kini Kira terjebak menjadi istri palsu sang CEO kejam yang lumpuh akibat insiden tersebut. Di tengah pusaran kebohongan dan dendam, Soren mulai menaruh hati pada sosok Kira yang berbeda. Akankah rahasia ini bertahan saat Vivienne asli kembali? Sebuah kisah romansa penuh misteri dalam lingkaran pengkhianatan.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO
9.3
Danendra Danu Atmaja, pengusaha sukses, tiba-tiba menawarkan untuk melunasi biaya pengobatan ibu Arana Salingga. Namun, bantuan tersebut datang dengan syarat yang mengejutkan: Arana harus menikahinya. Meski Arana sudah memiliki kekasih dan merasa asing dengan Danendra, pria itu tetap bersikeras. Arana terjebak dalam dilema besar karena perbedaan status sosial mereka yang sangat jauh. Mengapa sosok CEO ternama tersebut memilih gadis biasa sepertinya?
Sampul Novel KALIAN SIAPA?
8.2
Amelia adalah pewaris kaya yang kondisi mentalnya hancur akibat penghinaan dari keluarga palsu di tengah kebohongan besar. Di sisi lain, Bima mengalami keterpurukan setelah dikhianati istrinya sendiri. Pertanyaan mengenai identitas diri menghantui Amelia dalam pencarian jati diri dan cinta tulus. Akankah takdir menyatukan dua jiwa yang terluka ini untuk mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, serta menjalin ikatan sakral yang sejati?
Sampul Novel Menikahi Pria Lumpuh
9.3
Kehidupan Gea Athena hancur seketika saat dikhianati oleh suaminya sendiri. Tanpa belas kasihan, ia dijual seharga tiga miliar rupiah kepada seorang pria yang menderita kelumpuhan. Tragedi memilukan ini memaksa Gea memasuki babak baru yang gelap dalam hidupnya. Terjebak dalam kesepakatan bisnis yang kejam, ia kini harus menghadapi takdir bersama sosok asing yang menjadi pemilik barunya. Sebuah kisah romansa modern tentang pengkhianatan dan perjuangan.
Sampul Novel Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
8.3
Dikhianati oleh kekasihnya, Gabriela melarikan diri ke pelukan pria asing dalam sebuah malam penuh gairah sebelum akhirnya menghilang saat subuh. Ia mengira telah tidur dengan seorang playboy, namun sosok itu ternyata Wesley, CEO dingin yang merupakan atasannya sendiri. Meski Wesley tetap bersikap tenang di kantor, ia sebenarnya memendam kecemburuan posesif yang luar biasa karena mengira Gabriela masih mencintai mantan kekasihnya yang tidak setia itu.