Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Pernikahan Ehsan dan Lania berada di ambang kehancuran akibat perselingkuhan Lania. Ketegangan semakin memuncak saat ibu Ehsan terus mempermasalahkan kondisi Lania yang dianggap mandul. Di tengah upaya memperbaiki hubungan, godaan baru justru muncul. Ehsan menjadi pusat perhatian tiga wanita berbeda, sementara Lania tertangkap basah sedang menghabiskan waktu bersama seorang pria kaya di sebuah vila mewah. Akankah rumah tangga mereka mampu bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Mimiknya menayangkan riak kekesalan. Sinar muram terpancar dari matanya. Remuk redam bercokol di dalam kalbunya. Kemegahan konser musik jazz yang baru saja usai laksana kehampaan relung untuk sukmanya. Tiada gelora, tanpa gempita.

     Ia memalingkan penglihatannya. Tatapannya membenci lelaki yang ada di sisinya.

     “Kamu kenapa, Ca?” tanya Pinto santai. “Dari tadi diam aja.”

     Caca Yunita masih mengatupkan bibirnya. Lidahnya malas mengalunkan lisan.

     “Kamu lagi nahan berak, ya?” gurau Pinto.

     “Aku lagi dongkol!” seru Caca Yunita. Ia menarik napas sesaat. Menghimpun tenaga untuk pelepasan amarah.

    “Banyak waktu yang udah kita lalui. Banyak hal yang udah kita lakuin. Tapi, kamu nggak pernah bilang apapun ke aku,” Caca Yunita berkeluh. “Aku nggak ngerti sama pikiran kamu, Mas!” imbuhnya dengan suara yang begitu keras.

     Belasan orang yang berada di dekat pintu keluar Balai Sarbini sontak menoleh ke arah Caca Yunita. Mereka terlongo. Reaksi mereka disadari oleh Pinto. Jemarinya langsung menarik lengan Caca Yunita. Pinto menyingkir dari kerumunan manusia. Tubuh Caca Yunita otomatis mengikuti langkah kaki Pinto. Mereka kemudian berhenti di tempat yang agak lengang.

    Pinto memandang beberapa pasangan muda-mudi yang hilir mudik di sekitarnya. Sesekali menatap bintang di langit. Dia melakukannya seraya mencari kalimat yang pas untuk Caca Yunita.

     “Ada lagi yang ingin kamu sampaikan? Atau unek-unek yang ingin kamu ungkapkan?” kali ini pertanyaan Pinto bersifat serius.

     Caca Yunita memanfaatkan kesempatan yang Pinto berikan. Dia menumpahkan emosinya. Dia meneruskan omelannya.

     Desing berbagai kalimat melesat ke lubang telinga Pinto. Ada yang lembut, ada pula yang kasar. Semuanya bernada tinggi. Meskipun jumlahnya banyak, maknanya mirip-mirip. Intinya adalah protes Caca Yunita terhadap sikap Pinto. Pinto menyimaknya dengan kepala dingin.

     Seperempat jam Caca Yunita bersungut-sungut. Tanpa jeda dan sela. Alhasil, kelelahan menghinggapi mulutnya. Terpaksa ia menghentikan gerutunya.

     Pinto masuk ke dalam pembicaraan lagi. Tanggapannya terhadap perkataan Caca Yunita hadir, “Saya punya pernyataan buat semua omongan kamu. Saya bakal kasih tahu pas kita udah sampai di tempat tinggal kamu.”

     “Aku tunggu pernyataan kamu,” ucap Caca Yunita lugas.

     Pinto dan Caca Yunita melenggang ke area parkir. Mereka masuk ke dalam mobil listrik Tesla milik Pinto. Suasana pun berubah. Bunyi yang terdengar tak ada. Kesenyapan membekukan mereka.

     Kendaraan auto pilot tersebut mulai bergerak. Di tengah kemacetan, kesenyapan berubah menjadi kegaduhan.

     “Kamu penginnya apa? Aku kudu gimana? Kita harus ke mana? Padahal, hubungan kita udah lama. Aku lelah kalo kek gini terus. Aku butuh ketegasan kamu,” Caca Yunita kembali menggerundel.

     Pinto masih dalam ketenangan. Emosinya tetap terjaga. Perhatiannya terhadap gerak mobil listrik Tesla-nya yang tersendat sangat penuh.

     “Saya maunya kita berhubungan baik. Nggak ada pertengkaran.”

      Caca Yunita menghela napas. “Maksud aku, hubungan kita mau dibawa ke mana?”

     “Dibawa ke museum. Biar orang lain tahu kalau hubungan kita tetap awet,” Pinto menjawab sembarang.

     Wajah Caca Yunita makin memberengut. Ekspresi kesebalannya kian tampak.

Bahwasanya, niat Pinto bukan untuk penciptaan kejengkelan Caca Yunita. Kemauan Pinto ialah pertahanan pemikirannya. Jika pemikiran Pinto berubah, khalayak mungkin akan mencabut dukungan untuk bapaknya. Kesudahannya, kerugian besar bisa menghantam kondisi pekerjaan bapaknya.

     Pinto menjaga keharmonisan selama ini. Juga senantiasa melestarikan kelanggengan. Pinto merasa bahwa ia tak pernah mempermainkan kata hati Caca Yunita. Ia bahkan menghargai protes Caca Yunita sepenuhnya.

     Menurut Pinto, protes Caca Yunita adalah keniscayaan. Protes Caca Yunita hanyalah dinamika dalam pertemanan. Pinto sendiri sungkan membantahnya. Dia menganggapnya sebagai risiko yang harus diterima.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya
9.7
Lima tahun menikah, aku mengira Christoper Wijaya telah berubah. Namun, saat ayahku butuh donor sumsum tulang, dia justru asyik bersama simpanan barunya, Iris, hingga ayahku wafat. Christoper berulang kali mengorbankanku demi melindungi gadis itu dalam berbagai insiden maut, bahkan mencuri warisanku untuknya. Saat aku memilih pergi dan menggugat cerai, dia yang tak tahu ayahku telah tiada justru mengirim pesan tentang donor baru. Pengkhianatannya sudah tak termaafkan.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Kekasih yang Dicemooh
9.1
Johanna terpaksa menjadi simpanan Carson demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan. Meski awalnya dimanja, ia hancur saat tahu dirinya hanya pion dalam rencana licik Carson. Johanna pun pergi untuk memulai hidup baru yang mandiri. Saat bertemu kembali, ia telah berubah menjadi wanita tangguh yang dikerumuni banyak pria. Carson yang menyesal memohon kesempatan kedua, namun Johanna justru mengaku sudah menikah dan menolaknya dengan dingin.
Sampul Novel Mami, Papi Memintamu Kembali
8.1
Binar Mentari mengakhiri tiga tahun pernikahan pilunya dengan Barra Atmadja, penguasa angkuh yang selalu menghinanya. Setelah lama menghilang, ia kembali sebagai dokter ternama bersama sepasang anak kembar yang cerdas. Meski banyak pria hebat memujanya, Barra justru muncul membawa penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua. Di tengah upaya mantan suaminya menebus kesalahan masa lalu, mampukah Binar membuka hati kembali demi masa depan keluarga mereka?
Sampul Novel MENGASUH TUAN MUDA
8.7
Edmund Bryan adalah pria kaya raya dengan pesona memikat yang mampu menaklukkan wanita mana pun. Namun, nasib sial menimpa Emerald saat ia secara tidak sengaja memecahkan guci antik milik Edmund yang sangat mahal. Terjerat utang sebesar $500.000, Emerald terpaksa menjadi pelayan pribadi pria angkuh tersebut. Di balik tekanan pekerjaan dan sikap keras sang tuan muda, Emerald perlahan mulai mengungkap rahasia terdalam yang selama ini disembunyikan oleh Edmund.
Sampul Novel Menjalani Sisa Hidup Sendiri
8.6
Pernikahan Colby dan Ruben, pewaris Grup Gibson, terjalin tanpa restu keluarga besar. Brenda, nenek Ruben, mengajukan taruhan kejam: jika cinta mereka bertahan tiga tahun, keluarga akan menerima Colby. Namun jika gagal, Colby harus pergi agar Ruben bisa menikahi wanita sederajat. Colby yakin karena Ruben rela melepas segalanya demi dirinya. Naas, tepat di tahun ketiga yang menentukan, keyakinan Colby hancur saat Ruben justru melakukan pengkhianatan.