Sampul Novel Suami Tampan Tetapi Pengangguran

Suami Tampan Tetapi Pengangguran

8.5 / 10.0
Dalam Suami Tampan Tetapi Pengangguran, Azlan berjuang di ibu kota demi cinta. Namun, tawaran agensi entertainment menuntutnya menyembunyikan pernikahan. Ikuti romance novel ini tentang pengorbanan dan rahasia besar di balik ketenaran dalam koleksi modern novel kami.
Ringkasan Suami Tampan Tetapi Pengangguran
Azlan terpaksa angkat kaki dari rumah mertua akibat pengangguran dan pernikahan tanpa restu. Meski hanya berbekal uang 45 ribu rupiah, sang istri setia mendampinginya merantau ke Jakarta. Nasib Azlan berubah saat Agnes, pemilik agensi, menawarinya menjadi artis. Namun, kontrak tersebut mewajibkannya merahasiakan status pernikahan. Di tengah puncak ketenaran, mampukah cinta mereka bertahan saat kebohongan besar mulai menguji kesetiaan sang istri?
Baca Selengkapnya

Suami Tampan Tetapi Pengangguran Bab 1

“Cepat keluar!! Nauma, bangun dong! Bantu ibu masak. Sekalian itu suami kamu suruh kerja, jangan tidur aja! Masa udah jadi kepala keluarga malas-malasan sih!" teriak Ibu dengan nada membentak, dan dia terus saja menggedur pintu kamar mereka.

Baru juga ingin bermanja dengan sang istri tercinta, tetapi Ibu mertua Azlan sudah menggedur kamar mereka dengan sangat kencang. Saking kencangnya, engsel pintu hampir terlepas.

“Iya, Bu!” balas Nauma dengan berteriak.

“Ibu kamu masih tidak suka ya Neng sama aku?”

“Akang jangan mikir macam-macam ya, Ibu memang orangnya seperti itu, aku keluar dulu takut Ibu tambah marah.”

Nauma keluar dengan langkah tertatih, mungkin masih ada rasa nyeri akibat pergulatan mereka semalam.

“Ada apa sih, Bu? Jangan bicara keras-keras ih, kasian Akang Azlan, baru bangun tidur juga,” ucap Nauma pada ibunya saat baru membuka pintu.

“Ngapain sih, kamu kasian sama suami kayak gitu? Dasar suami malas! Mana janji dia yang bilang mau cari kerja? Cuman segitu aja bicara dia? Ucapan dia hanya janji yang mustahil jadi kenyataan!"

“Bu, udah ya. Kang Azlan itu suami Nauma. Biar Kang Azlan yang memutuskan. Cari kerja itu gak gampang. Kang Azlan lagi butuh waktu dan selama ini Kang Azlan juga usaha kok, tidak diam saja."

“Alah! Kamu itu. Padahal dulu Ibu jodohin sama yang kaya dan mapan nggak mau. Eh, kamu malah pilih pengangguran kayak dia! Mata kamu buta apa gimana sih? Kecewa Ibu sama kamu Nauma!”

Azlan menghela napas mendengarnya. Ibu mertuanya sengaja mengatakan dengan keras. Nauma kembali masuk ke kamar dengan tersenyum manis karena Nauma tidak mau Azlan merasa sedih.

“Oh iya, Akang mau sarapan apa?” tanya Nauma.

Azlan tidak ingin membuatnya bersedih, dia pun menjawab, “Aku mau susu, tapi dari sumbernya langsung ya,” balas Azlan ambigu, entah Nauma mengerti atau tidak dengan apa yang Azlan katakan.

“Oke kalau gitu, Akang tunggu sebentar di sini.”

Azlan tidak mengerti apakah Nauma paham dengan maksud candaannya atau tidak. Azlan mengikuti langkah Nauma sampai ke ruang tamu.

“Kamu ngapain Neng?!” tanya Ibu Nauma.

“Kang Azlan minta susu langsung dari sumbernya Bu!!” balas Nauma sambil berteriak.

“Pasti kamu nih yang buat Nauma aneh, kamu nyuruh anak saya ngapain?!” Ibu mertuanya marah dan menyalahi Azlan.

“Aku juga nggak tahu Bu,” balas Azlan.

“Sudah sana kamu susulin! Suruh masuk! Bantu Ibu masak!” pinta Ibu.

Baru juga Azlan berdiri ingin menyusul Nauma, Nauma sudah datang dengan membawa sapi yang ada di halaman belakang.

“Ngapain kamu bawa-bawa sapi Neng?”

“Katanya Akang mau minum susu dari sumbernya langsung? Ini aku bawain sapi, biar Akang bisa minum susu langsung dari sumbernya,” jawab Nauma dengan wajah polos.

“Astaga Neng, tega banget nyuruh Akang minum susu sapi dari sapinya langsung, bener-bener kamu mah, buat Akang gemes pengen sentil otak kamu.”

Nauma sangat polos, bukan ini yang Azlan maksud, tetapi sumber yang lainnya. ‘Ah, salahku juga yang berkata ambigu, wajar saja kalau dia salah kaprah,’ ucap Azlan dalam hati sambil menggelengkan kepala.

“Hehehe, jadi salah ya Kang? Akang nggak mau susu sapi, terus Akang maunya susu apa? Susu kambing ya? Bentar ya Kang, Neng ambil dulu kambingnya.”

“Yasalam Neng, Akang gemes banget loh sama kamu, sudahlah, Akang nggak jadi minum susu, kamu ke dapur saja bantuin Ibu, biar Akang yang kembalikan sapinya ke belakang,” ucapnya sambil mengambil alih tali pengekang Sapi yang ada di tangan Nauma.

Kepolosan Nauma membuat Azlan khawatir, beruntung dia yang mendapatkannya. Coba kalau pria bajingan yang mendapatkannya, pasti Nauma sudah dibodohi oleh mereka.

“Bisa-bisanya kamu mau minum langsung dari sumbernya?! Sana kembalikan sapinya, kamu juga bodoh banget jadi wanita! Mau-maunya dibodohi suami, sudah miskin banyak maunya lagi! Nikah cuma modal tampang saja!!” bentak Ibu.

Lagi-lagi Ibu menghina Azlan, mulutnya sudah seperti petasan kalau sudah menghina dan membentak Azlan. Dari awal Azlan mengenalnya, Ibu selalu menunjukkan ketidak sukaannya. Beruntung Azlan bisa merayu orantua Nauma, dan mengizinkan mereka menikah.

“Sudah sih Bu, jangan marahin Akang Azlan terus, kasian tahu,” bela Nauma.

“Kasihan! Kasihan! Kasihan sama diri kamu sendiri, bisa-bisanya kamu mau nikah sama pengangguran gini!”

“Bu, sapinya ngeliatin Ibu terus tuh, kayaknya dia terpesona lihat Ibu marah-marah,” timpal Azlan dengan canda, dia tidak tega melihat Nauma dihentak seperti itu, meskipun dihentak oleh Ibunya sendiri.

“Azlan! Kamu nggak lihat Ibu lagi marah?! Sini kamu!” Azlan langsung mendekat ke arah Ibu. Saat ini Azlan sudah berada di samping Ibu, Ibu langsung menarik tangannya, dan menyuruhnya berjongkok di bawah tubuh sapi.

“Ngapain aku di suruh jongkok di sini Bu?” tanya Azlan dengan heran.

“Minum tuh susu sapi! Katanya kamu mau minum susu langsung dari sumbernya,” balas Ibu, Ibu mendorong kepala Azlan hingga wajahnya menyentuh puting susu sapi.

Rasa geli, jijik dan juga kesal bercampur jadi satu di hati karena perlakuan Ibu, ingin melawan pun tidak bisa. Azlan masih menghargainya sebagai orangtua dari wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Dalam hidupnya, baru kali ini Azlan dihina.

“Ibu ini apa-apaan sih Bu?! Ibu pikir Kang Azlan ini anak sapi di suruh menyusu langsung seperti ini? Lepasin Bu!” bela Nauma lalu dia membantu Azlan untuk berdiri.

“Lepas nggak?! Apa yang kamu tahu, hah?! Suami tidak berguna saja masih kamu bela, sana kamu ke dapur!” ucap Ibu sambil melepaskan cengkraman tangan Nauma.

Ibu pergi ke dapur dan Nauma langsung membantu Azlan berdiri, Azlan bersyukur memiliki istri seperti Nauma. Nauma mencintainya dengan tulus, bahkan tidak memandang materi, dia tetap menerimanya meskipun Azlan hanya seorang pengangguran.

“Terima kasih ya Neng,” ucap Azlan sambil tersenyum.

“Neng ke dapur dulu, Akang pulangin Jono ke kandangnya ya, jangan lupa dikasih makan juga."

“Siapa Jono Neng?”

“Sapi Kang, jadi Sapi ini namanya Jono, Bapak yang ngasih nama,” balas Nauma.

“Kirain Akang siapa, nggak sekalian dikasih nama Jhonatan biar keren Neng, hehehe.”

Azlan mengembalikan Jono ke kandangnya, dia juga menyempatkan diri untuk bercanda dengan Jono.

“Nih kamu makan yang banyak, biar cepet gemuk,” ucapnya kepada sapi sambil menyuapi rumput.

Mooo mooo

“Kamu ngerti apa yang aku ucapin?”

Moo moo

“Lah, kenapa gue malah ngomong sama sapi? Ketularan Nauma ini mah,” gerutunya sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.

“Azlan!!... ngapain ngomong sama sapi?! Kamu sudah gila apa gimana?! Cepat ke sini ambil air di sumur!!” teriak Ibu dari dapur.

“Iya, Bu!!”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suami Tampan Tetapi Pengangguran

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menikah Dengan Seorang Miliarder Berkondisi Vegetatif?!
7.9
Valerie dijebak oleh kekasih dan adiknya hingga terjebak dalam skandal semalam dengan pria misterius. Fitnah perselingkuhan membuatnya dibuang, lalu dipaksa ayah kandungnya menikahi miliarder yang sedang koma demi kepentingan keluarga. Valerie bangkit melawan ketidakadilan dan memutus semua ikatan masa lalunya. Saat sang suami akhirnya sadar dan mengejarnya untuk meminta pertanggungjawaban, Valerie memilih untuk pergi demi memulai hidup yang baru tanpa beban.
Sampul Novel I Hate You With Love
9.7
Dunia Aletta runtuh saat Aldo, calon suaminya, menghilang tepat di hari pernikahan mereka. Demi martabat keluarga, ia terpaksa menikahi Bian Dirgantara sebagai pengganti. Namun, hidupnya justru penuh kepedihan akibat perlakuan kasar dan semena-mena dari Bian. Luka hati Aletta semakin dalam ketika sebuah rahasia besar yang disembunyikan suaminya terungkap. Akankah kebenaran itu menghancurkan mereka, ataukah ada ruang bagi maaf di tengah dendam?
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan secara tradisional di desa meski kehamilannya sangat berisiko. Saat aku memaksanya ke rumah sakit demi keselamatan, dia justru menuduhku sebagai penyebab bayinya lahir prematur dan lemah. Kebenciannya memuncak hingga dia meracuniku. Namun, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu tepat saat dia meminta saran. Kali ini, aku memilih diam dan tidak akan ikut campur. Aku ingin melihat nasibnya tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Rahasia Sang CEO
8.5
Chris terjebak dalam dendam akibat perselingkuhan ibunya, Jane, dengan bawahan ayahnya sendiri. Howard memilih tidak bercerai demi membalas rasa sakit hati itu berkali-kali lipat kepada Jane. Di tengah ketegangan keluarga yang hancur, Jane memohon agar putra tunggalnya itu segera membangun rumah tangga. Namun, Chris yang sinis justru bersumpah hanya akan menikah setelah ia berhasil menghancurkan hati banyak wanita sebagai bentuk pelampiasan atas trauma masa lalunya.
Sampul Novel Sepertinya Seluruh Dunia Jatuh Cinta pada Istriku
8.2
Demi adiknya, Maya terpaksa bertunangan dengan Arjuna, pria cacat yang terdepak dari posisi pewaris. Awalnya pernikahan mereka tanpa rasa, namun situasi berbalik saat rahasia Maya terbongkar. Dia ternyata peretas andal, komposer misterius, hingga ahli giok dunia. Arjuna mulai cemas saat para aktor ternama dan miliarder mulai memperebutkan Maya. Bagaimana cara Arjuna mempertahankan istrinya saat dunia kini jatuh hati pada pesona tersembunyinya?
Sampul Novel Silent Wounds
9.1
Trauma mendalam merenggut suara Nala Olivia, mengubahnya menjadi sosok pendiam yang memendam luka sendirian. Hidupnya yang tenang terusik saat Aska Faresta, pria dari masa lalunya yang menjadi pemicu kepedihannya, muncul kembali. Aska justru marah melihat kondisi Nala yang membisu, seolah dia masih menyimpan rasa peduli. Situasi kian rumit ketika Aska nekat membawanya pulang dan mengeklaim Nala sebagai istri di depan ibunya. Mampukah Nala meluruskan kebohongan ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan