
Suami Kontrak CEO Ternyata Mafia
Bab 2
Yuchen mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar ucapan berani dari wanita yang berada di depannya. Dia sudah mendengar rumor bahwa Wu Jia Ni adalah wanita yang sering gonta ganti pria untuk mengajak mereka ke tempat tidur, tapi dia sama sekali tidak menyangka wanita itu akan menawarinya untuk menjadi suaminya.
Berdasarkan apa yang dia dengar dari keluarganya, Wu Jia Ni masih single sampai sekarang karena sepertinya dia hanya ingin bersenang-senang dan tidak tertarik dengan pernikahan.
Namun, wanita itu baru saja menawarinya untuk menjadi suaminya?
Dia tahu bahwa dia memiliki wajah yang tampan, dan tubuh yang kekar, dia bahkan percaya diri dengan kemampuannya di ranjang untuk memuaskan wanita itu.
Tapi… wanita itu bahkan belum mencoba kemampuannya, dan dia sudah menawarkan diri untuk menjadi suaminya?
Raut wajah Yuchen segera berubah menjadi jijik, dia tidak tahu kenapa sampai wanita itu memintanya untuk menjadi suaminya, tapi dia tidak mungkin akan melakukan hal itu! Dia tidak akan menikah dengan wanita seperti itu!
“Ah! Aku lupa memberitahukanmu, aku bukan Wu Jia Ni,” ucap Elena menyadari ekspresi jijik dari Yuchen yang sangat wajar.
Siapa juga orang waras yang ingin menikah dengan nenek tua itu?
Dahi Yuchen berkerut ketika mendengar ucapan Elena. Wanita ini bukan Wu Jia Ni? Dia memang tidak tahu bagaimana wajah dari wanita bernama Wu Jia Ni. Dia hanya dikirimkan pesan bahwa mereka akan bertemu di restoran hotel ini dan wanita itu akan menunggunya.
Dia hanya mendengar bahwa wanita itu berusia sekitar empat puluh tahunan dan playgirl. Ketika mendengar betapa menjijikkan wanita itu, Yuchen bahkan tidak ingin mencari tahu bagaimana wajahnya di internet.
Ketika dia masuk ke restoran hotel ini, dia langsung melihat bahwa ada seorang wanita yang sedang duduk di dekat jendela seorang diri, wanita itu terlihat dewasa. Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia langsung berasumsi bahwa wanita itu adalah Wu Jia Ni.
Namun, ketika dia semakin mendekat, dia terkejut.
Dia mendengar bahwa Wu Jia Ni adalah wanita berusia empat puluh tahunan, tapi wajah wanita itu sangat cantik, membuatnya langsung duduk di sana dan memperkenalkan dirinya.
Yah… Wu Jia Ni adalah wanita kaya, dia pasti merawat dirinya sehingga tidak terlihat seperti usianya, kan?
Namun, ternyata wanita itu bukan Wu Jia Ni?
“Ah, maafkan aku. Kupikir kamu adalah Wu Jia Ni,” ucap Yuchen dengan wajah sedikit memerah karena malu. Tidak hanya dia salah orang, dia juga sudah memberitahukan bahwa dia ingin akan menjadi pria yang menjual tubuhnya.
Yuchen lalu langsung mengambil proposal yang telah diletakkan Elena di atas meja, bersiap untuk segera pergi dari situ dan mencari wanita yang ingin dia temui.
Namun, proposal itu langsung ditahan oleh Elena, membuat Yuchen yang malu, menatap wanita itu dengan bingung.
“Aku memang bukan Wu Jia Ni, tapi aku bisa membantumu,” jawab Elena dengan sudut bibirnya yang sedikit terangkat.
Dahi Yuchen berkerut, menatap wanita yang saat ini seperti sedang meremehkannya.
“Apa maksudmu? Kamu ingin menjadi sponsor perusahaanku?” tanya Yuchen, sedikit mendengus.
"Apakah kamu bahkan tahu berapa biaya yang kami butuhkan?" lanjut Yuchen dengan nada menyindir.
Dia sudah berusaha untuk terlihat sopan ketika bertemu dengan wanita yang dipikirnya adalah Wu Jia Ni, dia juga sudah mencoba untuk langsung pergi setelah tahu wanita itu bukan wanita yang ingin dia temui.
Namun, wanita itu memandangnya dengan tatapan meremehkan?
Dia tahu saat ini dia melakukan sesuatu yang memalukan, bersiap menjual tubuhnya demi mendapatkan sponsor, tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan ibunya!
Elena menggertakkan giginya ketika melihat tatapan pria itu. Sudah lama sekali sejak ada pria yang menatapnya dengan tatapan seperti itu.
"Tentu saja! Aku sudah melihat proposalmu, ngomong-ngomong, itu seperti sampah. Dengan rencana bisnis seperti itu, kamu ingin mengirimkan proposal untuk menjadi sponsor?" tanya Elena, mendengus.
"Tidak heran kamu akhirnya ingin mendekati Wu Jia Ni. Apakah kamu sepercaya diri itu di ranjang sehingga kamu yakin dia akan memberikanmu uangnya?" lanjut Elena, menaikkan sudut bibirnya.
Harus diakui, penampilan pria itu terlihat tampan. Jika orang bertanya apakah dia akan mengencani pria seperti itu, maka Elena akan menjawab tentu saja.
Tapi berani-beraninya pria itu memandangnya dengan remeh ketika dia adalah pria yang akan menjual tubuhnya demi uang sponsor?
Ha! Sepertinya pria ini perlu diberikan pelajaran.
Yuchen mengepalkan satu tangannya yang berada dibawah meja dengan erat ketika melihat nada bicara penuh penghinaan dari wanita itu.
Dia juga tahu bahwa rencana bisnisnya tidak bagus! Dia sudah memberitahukan hal itu! Tapi ayahnya bersikeras bahwa ini akan berhasil dan dia hanya perlu mendapatkan sponsor untuk rencana bisnis ini!
"Aku sibuk, jadi aku akan pergi lebih dulu!" ucap Yuchen, memilih untuk tidak berdebat dengan wanita asing ini dan pergi mencari wanita yang seharusnya dia temui di restoran ini.
Tapi sekali lagi, Elena menahan proposalnya itu dan menariknya, membuat Yuchen yang tidak menyangka akan hal itu segera kehilangan proposalnya.
"Sudah kubilang aku akan menjadi sponsor untukmu," ucap Elena, menggoyangkan proposal itu.
Meskipun dia tidak mengenal pria di depannya, tapi secara penampilan, pria itu sudah lolos. Kepribadiannya mungkin sedikit kurang karena dia menatapnya dengan pandangan meremehkan, belum lagi dia bersiap untuk menjual tubuhnya demi uang.
Namun, itu sama sekali tidak masalah. Dia bisa membantu memberikan pria itu uang, dan pria itu bisa membantunya untuk mengatasi masalah yang dia hadapi saat ini.
Pernikahan!
Dia tahu bahwa selama dia tidak menikah, mama dan papanya akan terus mengomelinya soal itu, tapi… dia sudah tidak percaya lagi untuk menemukan cintanya setelah apa yang terjadi waktu itu.
Dia sudah menyerah.
Dia tidak akan pernah mau menikah!
"Berikan padaku proposal itu!" ucap Yuchen yang mulai kehilangan kesabaran ketika melihat sikap wanita di depannya.
Saat dia hendak meraih proposal itu, Elena segera menjauhkannya.
"Aku Nam Elena," ucap Elena, memperkenalkan dirinya.
Pria itu sedikit terkejut ketika mendengar nama wanita itu.
"Lihat dia! Tidak bisa berkata-kata karena saking terkejutnya mendengar namaku!" pikir Elena ketika melihat reaksi pria itu. Sebuah senyuman puas terlihat di wajahnya.
Dia lalu meletakkan proposal yang dipegangnya di atas meja, lalu kembali menatap Yuchen dengan tatapan menantang.
"Bagaimana? Apakah kamu ingin aku yang menjadi sponsormu, atau nenek tua bangka itu? Jika kamu mengambil proposal ini dan pergi dari sini, anggap saja percakapan kita tidak pernah terjadi!" ucap Elena dengan penuh percaya diri.
Pria itu pasti akan duduk di sini dan menanyakan apa yang harus dia lakukan dengan nada memohon.
Namun, mata Elena segera membesar ketika tangan Yuchen bergerak maju dan mengambil proposal bisnisnya yang berada di atas meja.
Anda Mungkin Juga Suka





