
Suami Kontrak CEO Ternyata Mafia
Bab 3
“Apa yang kamu pikir sedang kamu lakukan?!” ucap Elena yang buru-buru menahan menahan proposal itu agar tidak diambil oleh Yuchen. Untung saja dia memiliki refleks yang cepat sehingga bisa menahan pria itu untuk pergi dari sini.
Dia sudah memperkenalkan namanya, tapi pria itu malah ingin pergi?! Ini benar-benar sebuah penghinaan!
“Sudah kubilang aku sibuk. Aku juga tidak ingin berkenalan denganmu. Bisakah kamu lepaskan proposal ini? Aku hanya membawa satu kopiannya!” ucap Yuchen yang terlihat mulai kesal.
Wanita di depannya memang terlihat tidak buruk. Dia memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang menarik, tapi saat ini bukan waktunya untuk berkenalan dengan seorang wanita.
Satu-satunya yang dipikirkan Yuchen saat ini adalah mendapatkan sponsor dari Wu Jia Ni.
Elena membesarkan matanya ketika mendengar reaksi dari pria itu, sebelum akhirnya wanita mendengus ketika dia akhirnya menyadari sesuatu.
“Kamu tidak mengenalku?” tanya Elena menatap pria itu..
Setelah Elena pikirkan lagi, saat ini pria itu sedang melihat wajahnya dari dekat dan meskipun dia tidak secantik dengan fotonya yang beredar di media karena itu sedikit di photoshop, tapi perbedaannya tidak separah itu.
Riasannya malam ini memang tidak setebal dengan yang berada di media, tapi pria itu seharusnya langsung mengenalnya, apalagi pria itu dari kalangan bisnis.
Siapa pebisnis yang tidak kenal dengan Nam Elena?
Namun, sepertinya pria ini memang sama sekali tidak mengenalnya, bahkan sampai salah mengira bahwa dia adalah Wu Jia Ni. Elena tidak tahu kenapa bisa sampai seperti itu, tapi hanya ini satu-satunya yang bisa dia pikirkan.
“Apakah aku harus mengenalmu?” tanya Yuchen sambil mendengus.
“Aku tahu aku terlihat tampan dan menarik, tapi saat ini aku tidak memiliki waktu untuk berkenalan denganmu,” lanjut Yuchen lalu menundukkan kepalanya sedikit dan segera mengangkatnya untuk menunjukkan rasa sopannya.
Elena mendengus dengan tidak percaya ketika melihat sikap arogan yang diberikan oleh pria ini. Jadi ternyata dugaannya bahwa pria itu tidak mengenalnya memang benar, makanya dia bersikap seperti itu.
“Kamu setidaknya mengetahui Wang Group, kan? Jika kamu juga tidak tahu itu, sepertinya kamu harus banyak membaca berita, bukan menghabiskan waktumu untuk membuat tubuhmu menjadi menarik,” ucap Elena dengan nada menyindir.
Yuchen mengepalkan tangannya ketika mendengar nada penuh hinaan dari wanita di depannya, tapi otaknya tiba-tiba memproses apa yang baru saja dikatakan oleh wanita itu.
“Wang group? Bukankah itu adalah salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok. Kenapa wanita itu…” Mata Yuchen lalu membesar ketika sebuah pemikiran terlintas dibenaknya, dia memandang Elena dengan tatapan tidak percaya.
Elena tersenyum, sepertinya sekarang pria itu akhirnya tahu bagaimana situasinya saat ini.
Sebenarnya, dia bisa saja mencari pria lain untuk menjalankan rencana yang baru saja terpikirkan olehnya, tapi pria di depannya terlihat putus asa untuk mendapatkan sebuah sponsor, sesuatu yang bisa dia manfaatkan.
Kata orang, orang yang putus asa akan melakukan apa saja, kan?
Pria itu bahkan bersedia menjual tubuhnya untuk mendapatkan sponsor, jadi kenapa tidak sekalian dia membeli tubuhnya itu untuk berpura-pura menjadi suaminya?
“Sepertinya kamu sudah mengenaliku sekarang. Iya, aku Nam Elena, CEO dari Wang Group. Apakah sekarang kamu ingin berkenalan denganku?” tanya Elena melepaskan proposal yang sedang dia pegang dan kembali duduk bersandar.
Dia melipatkan kedua tangannya di depan dadanya dan menyilangkan kaki kirinya lalu menatap pria di depannya dengan dagu terangkat.
Yuchen mengalihkan pandangannya lalu menutup matanya ketika melihat bagaimana sikap wanita di depannya.
Ohh… ini benar-benar memalukan!
Yuchen lalu berdehem, mencoba mengatasi rasa canggung dan malunya lalu melihat ke arah wanita yang masih memandangnya dengan senyuman penuh kemenangan di wajahnya.
Uhh… Jika saat ini dia benar-benar tidak sedang putus asa, dia akan segera berdiri dan pergi dari situ karena tidak menyukai ekspresi wanita itu.
Namun, dia sangat membutuhkan uang saat ini, dan wanita yang berada di depannya adalah orang yang bisa memberikan uang kepadanya.
Dia adalah CEO dari Wang Group!
“Ehem, jadi apa yang kamu inginkan? Dan bagaimana kamu akan membantuku?” tanya Yuchen memasang ekspresi wajah seriusnya sambil menatap Elena, mencoba untuk menyembunyikan bahwa saat ini dia benar-benar malu dan kesal.
Senyuman di bibir Elena semakin mengembang, dia membuka bibirnya untuk mengatakan apa rencananya, tapi sudut matanya tiba-tiba menangkap seorang wanita yang baru saja memasuki restoran hotel itu dan tampak melihat sekelilingnya, mencari orang yang harus dia temui.
“Ayo bicara di tempat yang lebih pribadi. Aku menyewa kamar di hotel ini,” ucap Elena lalu langsung berdiri dan mengambil tasnya.
Yuchen terlihat bingung, tapi dia tetap berdiri dan mengikuti wanita itu yang berjalan lebih dulu.
“Oh… siapa ini? Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di tempat seperti ini.”
Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar, membuat Yuchen ikut berhenti ketika melihat Elena juga berhenti.
“Benar, kan? Aku tidak sangka akan bertemu denganmu di tempat seperti ini. Apakah kamu datang kemari karena tahu aku sering datang ke sini?” tanya Elena dengan nada penuh sindiran dengan senyuman manis di wajahnya.
“Itu yang seharusnya aku katakan! Aku adalah langganan di hotel ini! Bukankah kamu yang datang ke sini karena tahu aku sering datang ke sini?” tanya wanita itu dengan senyuman percaya diri di wajahnya.
“Ohh… aku tidak sangka bahwa hotel ini menjadi tempatmu bertemu dengan mainanmu. Sepertinya mulai sekarang aku tidak harus datang ke sini lagi,” ucap Elena dengan ekspresi wajah terlihat jijik.
“Ah?! Atau sebaiknya aku membelinya dan melarangmu untuk datang kemari, ya? Aku cukup menyukai pemandangannya di malam hari,” lanjut Elena sambil tersenyum lebar, seolah menantang wanita yang berada di depannya.
“Hah! Aku yang akan membelinya dan melarangmu datang kemari!” ucap wanita itu dengan kesal.
Dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan Elena di sini, wanita yang sangat dibenci olehnya. Tidak hanya wanita itu adalah saingan bisnisnya, tapi dia juga memiliki kepribadian yang membuatnya sangat membencinya!
Pandangan wanita itu lalu tertuju pada pria yang berada di belakang Elena, dia awalnya berpikir pria itu akan pergi melewati mereka karena mereka berdiri di dekat pintu keluar, tapi pria itu ternyata tetap berdiri di sana.
“Tunggu dulu… Kamu…” ucap wanita itu mulai memperhatikan wajah pria yang berada di belakang Elena yang mulai terlihat tidak asing.
Senyum Elena mengembang ketika melihat wanita itu tampak mengenali pria yang berada di belakangnya.
“Benar, dia adalah pria yang seharusnya kamu temui.”
Perkataan Elena membuat wanita itu menoleh kepada Elena, lalu kepada pria itu. Dia adalah pria yang seharusnya ditemui olehnya?
Elena lalu berjalan mendekati Yuchen, dia berdiri disampingnya lalu memeluk lengan pria itu.
“Aku tidak menyangka bahwa kamu berniat untuk mencuri priaku, Wu Jia Ni,” ucap Elena memasang ekspresi wajah terkejut di wajahnya.
“Ayo darling, kita sebaiknya pergi dari sini,” lanjut Elena lalu segera melangkahkan kakinya dan sedikit menarik Yuchen untuk ikut bersamanya.
Sementara itu wanita itu terdiam ditempatnya ketika mendengar itu. Pria yang seharusnya dia temui adalah pria Elena?
Anda Mungkin Juga Suka





