Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Stuck With Him

Stuck With Him

Kehadiran Chessi yang mendadak dalam hidup Yuga menghancurkan segala rencana masa depannya. Setelah kematian sang ayah, Yuga terpaksa tunduk pada aturan ibunya, termasuk menikahi Chessi. Alih-alih bahagia, pernikahan ini menjadi tempat Yuga melampiaskan amarah. Meski Chessi berusaha mencari pengampunan, kebencian Yuga tetap membara. Baginya, satu-satunya cara untuk memaafkan Chessi hanyalah jika waktu bisa diputar kembali agar mereka tidak pernah bertemu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Chessi membuka matanya terkejut, dia baru saja mimpi mama dan papanya yang meninggal karena kecelakaan. Chessi melenguh pelan dan memegangi kepalanya yang sakit. Setiap kali mimpi kedua orang tuanya Chessi pasti langsung demam. Mungkin karena didalam hatinya Chessi begitu merindukan kedua orang tuanya itu. Chessi lalu membuka selimutnya pelan dan mencoba turun dari ranjang. Pagi ini rencananya dia mau pergi ke rumah mama Mirna lagi untuk menceritakan rencana Yuga.

Baru saja membuka pintu kamarnya, Chessi justru terjatuh ke lantai karena kakinya terasa lemas. Chessi merintih pelan karena merasakan kepalanya yang berdenyut sakit dan juga tulang ekornya yang juga sakit karena terjatuh. Tepat saat itu Yuga keluar dari kamarnya dan melihat Chessi merintih kesakitan.

"Kenapa?" tanya Yuga menghampiri Chessi.

Yuga reflek memegang tangan Chessi dan mencoba membantu istrinya itu bangun. Chessi sendiri tidak menanggapi ucapan Yuga dan hanya memejamkan matanya mencoba menghalau rasa sakit di badannya.

"Kamu demam?" tanya Yuga lagi.

"Gak kok, aku gak apa-apa."

Merasa sudah bisa berdiri sendiri, Chessi lalu melepas tangan Yuga dengan cepat. Yuga sedikit terkejut dengan sikap Chessi yang tidak seperti biasanya. Sejurus kemudian Chessi melihat ke arah Yuga.

"Kamu udah rapi? Maaf, aku gak bisa bikin sarapan. Mending kamu sarapan di kantor aja ya," ujar Chessi yang kemudian berjalan meninggalkan Yuga yang masih merasa heran dengan sikap Chessi.

Setelah beberapa menit ada di dalam kamar mandi. Chessi kembali keluar dalam keadaan segar selesai mandi, walaupun dia belum mengganti baju tidurnya. Chessi terkejut melihat Yuga tidak pergi ke kantor dan justru sedang ada di dapur. Yuga membuka jasnya dan menggantinya dengan celemek.

"Kamu ngapain? Nanti telat pergi ke kantornya," ucap Chessi yang kemudian menghampiri Yuga.

"Kamu gak lihat aku lagi masak?" tanya Yuga dengan suara dingin.

"Lihat."

"Ya udah jangan tanya lagi aku ngapain."

Chessi terdiam dan melihat Yuga yang sedang sibuk mengaduk bubur nasi yang dia buat.

"Kok masak bubur? Bukannya lama ya?" tanya Chessi penasaran.

"Lagi pengen bubur," jawab Yuga enteng.

"Kenapa gak beli aja, Ga?"

"Gak higienis, enakan buat sendiri. Jangan cerewet!"

Yuga memotong setiap pertanyaan Chessi begitu saja. Chessi sendiri menghela napas dalam dan berat. Chessi lalu kemudian mengangguk pelan.

"Ya udah aku gak tanya lagi. Aku, mau ke kamar dulu," pamitnya lalu pergi begitu saja.

Yuga menoleh sekilas lalu ikut menghela napas dalam. Dia tidak biasa diacuhkan Chessi seperti ini, jadi menurutnya aneh kalau Chessi justru bersikap seperti itu.

Karena merasa pusing dan badannya terasa lemas. Bukannya mengganti baju, Chessi justru tertidur di sofa yang ada di kamarnya. Chessi terbangun saat ponselnya berdering cukup keras, Chessi menggeliat dan memegangi kepalanya yang terasa ada yang menempel.

"Bye bye fever? Yuga yang makein?" gumamnya bertanya-tanya.

Chessi lalu bangun dan berjalan pelan menuju meja yang ada di dekat ranjangnya. Chessi melihat nama Yuga tertera di layar ponselnya. Chessi menggeser gambar telepon warna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinga.

"Halo, Ga."

"Kamu udah bangun? Masih panas?" tanya Yuga di seberang sana.

"Udah agak turun panasnya, kamu udah pergi ke kantor ya?"

"Iya jelas lah aku udah di kantor, kamu pikir ini jam berapa. Di meja makan ada bubur, kamu makan! Kuahnya panasin lagi supaya lebih enak, aku juga tadi ngerebus telur," tukas Yuga.

Chessi terdiam mendengar ucapan Yuga, dia terbiasa di acuhkan dan selalu disalahkan oleh Yuga. Ketika mendapat perhatian sedemikian rupa dari Yuga, Chessi justru merasa aneh dan bertanya-tanya.

"Ches, kenapa diam?" tanya Yuga lagi karena tidak mendapat respon dari Chessi.

"Iya, aku makan sebentar lagi. Makasih ya udah perhatian sama aku, makasih juga udah nempelin penurun panas ke keningku," ujar Chessi yang kemudian tersenyum senang.

"Gak usah bilang makasih! Aku, juga ngelakuin ini supaya kamu gak keterusan sakit. Aku, gak mau repot karena kamu sakit."

Ucapan Yuga sukses membuat senyum Chessi menghilang begitu saja. Percayalah hati Chessi terasa sangat sakit saat ini.

***

"Kamu dimana?" tanya Yuga saat panggilannya diangkat oleh Chessi.

"Di rumah mama," jawab Chessi dengan suara lemah.

"Ngapain kesitu lagi? Kamu makin sering keluyuran ya? Kalau memang gak punya kesibukan, coba cari hal yang bisa buat kamu lebih produktif."

Lagi-lagi Yuga marah-marah tidak jelas. Sebenarnya sekarang Chessi sedang sakit dan tidak punya tenaga walaupun hanya untuk sekedar menanggapi ucapan Yuga.

"Iya maaf, Ga. Nanti aku akan cari hal yang lebih produktif lagi selain pergi ke rumah mama. Udah ya, aku mau istirahat."

Chessi yang tidak mau berdebat dengan Yuga lalu memutus sambungan teleponnya sepihak. Chessi menghela napas berat dan kemudian meletakkan ponselnya di dada.

"Kenapa mau menikah sama aku kalau kamu cuma bisa nyakitin aku, Ga," ujarnya lalu menyusut air mata yang tiba-tiba saja meleleh tanpa di komando itu.

Chessi menoleh ke arah pintu kamar karena mendengar suara pintu terbuka. Chessi menyusut sisa air matanya lalu mengambil posisi duduk.

"Mama bawa apa?" tanya Chessi saat melihat mama mertuanya masuk dengan nampan di tangannya.

"Bawa bubur kacang ijo. Kamu suka banget sama bubur ini, 'kan. Mama ingat betul pesan mama kamu," ucap mama Mirna yang kemudian meletakkan nampan di meja lalu duduk di tepi ranjang.

"Makan dulu ya, habis itu kita ke rumah sakit. Panas kamu belum turun juga," ucap mama Mirna.

Chessi tersenyum lalu menggeleng pelan.

"Gak perlu, Ma. Besok juga udah mendingan, aku cuma butuh istirahat. Sini, Ma aku makan buburnya," pinta Chessi sambil mengulurkan tangannya.

Mama Mirna menganggukkan kepalanya lalu mengambilkan semangkuk bubur kacang ijo itu untuk Chessi. Tanpa menunggu lama lagi, Chessi lalu melahap bubur itu. Senyumnya terukir indah walaupun sebenarnya hati Chessi sedang sakit sekarang. Rasa bubur buatan mama mertuanya begitu mirip dengan buatan mama Chessi. Makanan ini selalu manjur untuk membuat Chessi sembuh dari demamnya, entah kenapa.

Mama Mirna melihat Chessi dengan wajah iba, tangannya lalu terulur dan mengusap pelan surai Chessi.

"Maaf ya, sayang. Karena perjanjian mama dan mama kamu, sekarang kamu justru terjebak pada pernikahan yang buat kamu tidak bahagia," ucap mama Mirna.

Chessi berhenti mengunyah lalu melihat ke arah mama Mirna. Chessi tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Bukan salah, mama juga kok. Takdir aku aja yang harus seperti ini," ujar Chessi yang mencoba mengerti dan memahami situasi yang tidak menyenangkan yang dia alami sekarang.

"Kamu, harus bertahan ya, Ches. Tetap perjuangkan kebahagiaan kamu! Jangan goyah walaupun kamu tahu kalau Yuga sudah mempersiapkan perpisahan kalian. Kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi, 'kan?"

Mama Mirna mencoba menguatkan Chessi dan memberi semangat pada Chessi. Mendengar itu Chessi justru mengingat berkas gugatan cerai Yuga yang akan dikirim bulan depan. Itu masih menjadi tanda tanya besar untuk Chessi.

"Ma," panggil Chessi kemudian.

"Iya, kenapa?"

"Boleh Chessi tanya sesuatu? Sepertinya, mama tahu sesuatu."

Kening mama Mirna mengerut bingung.

"Apa?" tanyanya kemudian.

"Mama tahu kenapa Yuga dulu mau menikah sama aku? Ada syarat khusus atau suatu hal yang membuatnya mau menerima perjodohan ini?"

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MFS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MFS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crossing Love
9.6
Miya Tamama adalah gadis polos yang menyimpan trauma masa kecil hingga dunianya kehilangan warna. Di tengah hidup yang kelabu, muncul Tamama Kunai, putra konglomerat sekaligus investor di sekolahnya yang memberi warna baru di hati Miya. Meski mendapat kasih sayang dari kakaknya, dokter Koko Tamama, ternyata ada pria lain yang juga mengamati Miya secara rahasia. Akankah cinta sang pewaris mampu menyembuhkan luka lama dan mengubah takdir hidup Miya selamanya?
Sampul Novel Dinikahi Suami Majikan
9.6
Kehidupan Laili berubah drastis saat ia terpaksa melepas masa mudanya demi sebuah ikatan pernikahan yang tak terduga. Sosok pria berambut putih yang selama ini ia hormati sebagai majikan dan dipanggil 'Tuan', kini telah sah menjadi suaminya melalui akad secara agama. Tanpa pernah membayangkan nasib ini sebelumnya, Laili kini harus menjalani realita baru sebagai istri dari pria yang dulu ia layani, membawa konflik batin di tengah status sosial mereka.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa
9.1
Hadirkan kumpulan narasi romansa dewasa yang dikhususkan bagi pembaca berusia dua puluh satu tahun ke atas. Serial ini mengeksplorasi dinamika hubungan modern yang penuh gairah melalui berbagai skenario emosional yang mendalam. Setiap bab menyajikan kisah unik yang menyoroti sisi intim dan kompleksitas interaksi antar manusia di era kontemporer. Nikmati jalinan cerita yang berfokus pada kedewasaan karakter dalam menghadapi cinta dan hasrat yang membara.
Sampul Novel Miliki Mu
8.9
Terdesak krisis finansial perusahaan ayah dan biaya medis ibu, Cherly terpaksa menerima tawaran Hartono. Ia harus menjerat Edward, cucu Hartono yang dingin, demi memberikan pewaris. Edward yang berusia 33 tahun masih terjebak duka atas kematian tunangannya, Yuni, lima tahun silam. Ia sangat membenci Cherly yang dianggapnya wanita rendah karena masuk ke ranjangnya dengan licik. Mampukah Cherly meluluhkan hati Edward yang beku di tengah kebencian yang mendalam?
Sampul Novel Misi Cinta dan Kenikmatan
9.3
Alex Syarizal adalah pria berusia 28 tahun asal Sumatra yang hidup bergelimang harta warisan orang tuanya. Meski sukses mengelola bisnis pertanian hingga SPBU, ia masih melajang karena kesibukan karier. Di tengah kesendirian setelah kehilangan keluarganya, Alex terlibat dalam momen panas nan intim bersama Mirna. Saat Mirna mulai tersadar dan merespons rangsangan yang memberikan kenikmatan luar biasa, Alex menyapanya dengan lembut di tengah gejolak gairah mereka.
Sampul Novel RAHASIA DI BALIK CINCIN
9.6
Sari adalah wanita karier sukses yang menjalani pernikahan tampak sempurna hingga ia jatuh hati pada koleganya, Fajar. Namun, pengkhianatan muncul saat ia menemukan rahasia kelam bahwa suaminya juga memiliki selingkuhan. Di tengah kehancuran rumah tangganya, Sari kini terjebak dalam dilema besar. Ia harus memilih antara mencoba menyelamatkan ikatan pernikahannya atau mengejar kebahagiaan baru bersama Fajar yang selama ini mendampinginya.