Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Stay you

Stay you

Naina adalah gadis jelita yang hidup bergelimang materi dan kasih sayang orang tua. Meski dunianya gelap akibat kebutaan sejak kecil, ia tetap tumbuh dengan sempurna. Hidupnya yang tenang berubah saat Arga datang membawa warna baru dan getaran cinta yang belum pernah ia rasakan. Sayangnya, tembok perbedaan kasta yang tinggi menghalangi hubungan mereka. Mampukah perasaan tulus menyatukan dua insan ini, ataukah realitas sosial akan memisahkan mereka selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Cinta…

Cinta adalah melodi bagiku di saat aku tak dapat melihat namun aku masih bisa merasakan

Aku bisa merasakan bawah kamu lah orang yang selama ini yang aku cari cari dalam hidup ku, meski kamu selalu berkata bahwa itu bukan kamu, dan meski kamu mengganti namamu, namun aku bisa mendengar suara mu dan merasakan bahwa itu adalah kamu"Ucap seorang gadis yang duduk di tepi sebuah danau yang indah

Waktu itu di sebuah kota Jakarta yang indah ada sebuah keluarga yang hangat, suci dan suaminya Alan sangat menyayangi putri nya yang masih berumur lima tahun, putri nya sangat lucu dan cantik sekali nama nya Naina Suci berprofesi sebagai seorang dokter dan suaminya Alan bekerja sebagai Direktur di salah satu perusahaan di kota itu

Namun di suatu pagi yang cerah saat Suci dan Alan sedang libur dari kerja nya tiba tiba seorang Bibik berteriak dengan kencang nya

"Nyonya…Tuan…!!! Tolong nona Naina sedang kejang kejang …Nyonya!!!"Terik bibik dari kamar nya Naina

Mendengar itu Suci dan Alan pun bergegas ke kamar Naina, mereka melihat Naina yang kejang kejang, Suci sebagai seorang dokter pun langsung berusaha untuk memberhentikan kejang kejang pada Naina

"Bagaimana ma,apakah Naina baik baik saja"Tanya Alan yang khawatir

"Pa, tubuh Naina panas sekali Pa!! ayo pa segera bawa dia ke rumah sakit"Ucap Suci yang panik dengan ke adaan Naina

Mendengar itu Alan langsung berlari mengeluarkan mobil nya dan Suci langsung berlari membawa Naina masuk ke mobil, mereka dengan kencang nya menuju rumah sakit,sampai di rumah sakit suci langsung membawa Naina ke UGD, Suci pun langsung memberikan perawatan untuk Naina

Dua jam berlalu kini Naina yang terbaring di tempat tidur dengan berbagai alat di tubuh nya pun mulai sadar dan terbangun

"Ibu, Ayah … kalian di mana"Panggil Naina

mendengar itu Alan dan Suci pun langsung memeluk Naina

"Nak, kami di sini nak, syukur lah nak kamu sudah bangun, Ibu dan ayah sangat kahwatir pada mu nak"Ucap suci yang haru

"Ibu, tapi kenapa semuanya gelap ibu"Ucap Naina dengan suara kecil nya itu,yang seketika membuat Suci dan Alan seperti hilang dari tubuh mereka

"Apaa nak!! di sini semuanya terang nak, Putri ke sayangan ibu, ni lihat ibu ada di depan mu anak ku"Ucap suci yang kini mulai meneteskan air mata nya

"Ibu di sini sungguh gelap ibu, bahkan aku tak dapat melihat ibu yang berada di depan ku, ibu aku sangat takut ibu"Ucap Naina

Mendengar itu Alan pun terduduk lemah, airmata ya tak dapat terbendung dari matanya mendengar ucapan dari putri kesayangan nya,

Suci sambil mengusap air mata dan mengelus kepala Naina

"Putri ibu, kamu jangan takut ya, ibu ada disini"Ucap Suci dengan lembu nya

Namun Alan kini bangkit menuju pintu ruangan, Alan berteriak sekencangnya memanggil dokter, mendengar teriakan Alan semua dokter pun datang

"Ada apa pak Alan"Tanya dokter itu

"Pak saya memohon kepadamu, bukan kah kamu sepesiali mata, tolong Pak kembalikan penglihatan anak saya"Ucap Alan memohon serta berlutut kepada dokter itu

"Iya pak, saya ...tapi apa yang sebenar nya  yang terjadi, bangun lah pak Alan jangan begitu, istri mu juga seorang dokter di rumah sakit ini , jadi tolong bangkit lah"Ucap dokter itu

"Pak periksa lah anak saya, dia berkata dia tidak bisa melihat apapun, pak kami sangat menyayangi nya pak"Melihat Alan yang begitu Suci pun meneteskan air matanya, Alan sungguh sangat menyayangi Naina

Dokter spesialis itu pun memeriksa Naina, dan hasil pemeriksaan itu membuat Alan dan Suci sangat tersiksa

"Maaf kan saya Bu suci dan Pak Alan, Anak bapak mengalami kebutaan permanen akibat step yang terjadi padanya hingga panas yang berlebihan itu menyerang ke dua bola matanya, dan cara satu satu nya untuk mengembalikan penglihatannya adalah dengan Transfalasi mata, namun sayang nya saat ini susah sekali untuk mencari yang bersedia mendonorkan mata mereka, mungkin kita butuh waktu yang lama untuk mencarinya, namun bapak dan ibu tenang saja saya kan mencari nya hingga ke luar negri sekalipun"Jelas dokter itu pada mereka

Alan dan suci sekita menangis tersedu sedu mendengar itu, Naina yang masih berumur lima tahun, bagaimana dia akan menjalani hidup nya, Suci kembali ke sisi Naina Suci memadang wajah putri kecil nya itu yang kini tertidur, Air mata suci tak henti henti nya mengalir

"Nak, Ibu sangat menyayangi mu nak,ibu berjanji mulai saat ini ibu akan selalu berada di sisi mu"Ucap suci

"Ma, mama tenang saja ayah berjanji walaw pun ke ujung dunia papa pasti akan mencari pendonor untuk Naina"Alan memeluk Suci,dan menguat kan suci

"Pa, apakah kita orang tua yang gagal pa"Tanya suci dalam pelukan Alan

"Tidak ma, ini semua takdir dari yang kuasa dan mulia sekarang kita akan merawat putri kita dengan baik, papa akan berhenti dari perusahan, papa ingin membukakan sebuah Cafe di mana kita bertiga tinggal di sana"Ucap Alan yang kini akan selalu ada untuk putri kecil nya itu

"Iya pa, mama juga akan berhenti dari pekerjaan mama, untuk apa semuanya jika mama tidak bisa menjaga putri mama, pokok nya pa Naina harus bisa melihat kembali, mama tidak tega melihat dia begitu pa"Pinta Suci pada Alan

"Iya ma, papa janji"

Mereka pun bersepakat untuk sama sama selalu di sisi Naina

Suci dan Alan pun membangun sebuah cafe yang telah dia dan Suci rencanakan, mereka berdua pun bersama menjaga Naina di kafe itu, Bibi pun yang telah lama mengikuti mereka juga ikut mereka pindah kesana, mereka memliki tiga orang pegawai kadang Suci dan Alan juga ikut membantu, Naina kecil sekarang setiap hari nya tak kekurangan kasih sayang dari orang orang sekitarnya,

Mereka semua merawat Naina dengan sangat baik, Naina juga bersekolah Namun, ya nama juga anak anak, Naina selalu dapat ejekan dari teman teman nya namun, Naina gadis yang periang dia sama sekali tidak terganggu dengan ejekan teman teman nya, hingga Naina pun menyelesaikan sekolah dasar nya, dan melanjutkan ke sekolah menengah pertama, namun sama hal nya Naina pun masih mendapatkan ejekan, tak ada yang ingin berteman dengan Naina, dalam tiga tahun masa sekolah Naina biasa biasa saja hingga naina mengijak SMA, selam SMA Naina sama sekali belum pernah suka kepada lawan jenis nya, dan entah kenapa Naina juga tidak memiliki teman, Naina hanya mempunyai satu teman ya itu paman Ben, paman Ben lah yang selalu menjadi mata untuk Naina, dan kini Naina pun sudah masuk Kuliah"Cinta…

Cinta adalah melodi bagiku di saat aku tak dapat melihat namun aku masih bisa merasakan

Aku bisa merasakan bawah kamu lah orang yang selama ini yang aku cari cari dalam hidup ku, meski kamu selalu berkata bahwa itu bukan kamu, dan meski kamu mengganti namamu, namun aku bisa mendengar suara mu dan merasakan bahwa itu adalah kamu"Ucap seorang gadis yang duduk di tepi sebuah danau yang indah

Waktu itu di sebuah kota Jakarta yang indah ada sebuah keluarga yang hangat, suci dan suaminya Alan sangat menyayangi putri nya yang masih berumur lima tahun, putri nya sangat lucu dan cantik sekali nama nya Naina Suci berprofesi sebagai seorang dokter dan suaminya Alan bekerja sebagai Direktur di salah satu perusahaan di kota itu

Namun di suatu pagi yang cerah saat Suci dan Alan sedang libur dari kerja nya tiba tiba seorang Bibik berteriak dengan kencang nya

"Nyonya…Tuan…!!! Tolong nona Naina sedang kejang kejang …Nyonya!!!"Terik bibik dari kamar nya Naina

Mendengar itu Suci dan Alan pun bergegas ke kamar Naina, mereka melihat Naina yang kejang kejang, Suci sebagai seorang dokter pun langsung berusaha untuk memberhentikan kejang kejang pada Naina

"Bagaimana ma,apakah Naina baik baik saja"Tanya Alan yang khawatir

"Pa, tubuh Naina panas sekali Pa!! ayo pa segera bawa dia ke rumah sakit"Ucap Suci yang panik dengan ke adaan Naina

Mendengar itu Alan langsung berlari mengeluarkan mobil nya dan Suci langsung berlari membawa Naina masuk ke mobil, mereka dengan kencang nya menuju rumah sakit,sampai di rumah sakit suci langsung membawa Naina ke UGD, Suci pun langsung memberikan perawatan untuk Naina

Dua jam berlalu kini Naina yang terbaring di tempat tidur dengan berbagai alat di tubuh nya pun mulai sadar dan terbangun

"Ibu, Ayah … kalian di mana"Panggil Naina

mendengar itu Alan dan Suci pun langsung memeluk Naina

"Nak, kami di sini nak, syukur lah nak kamu sudah bangun, Ibu dan ayah sangat kahwatir pada mu nak"Ucap suci yang haru

"Ibu, tapi kenapa semuanya gelap ibu"Ucap Naina dengan suara kecil nya itu,yang seketika membuat Suci dan Alan seperti hilang dari tubuh mereka

"Apaa nak!! di sini semuanya terang nak, Putri ke sayangan ibu, ni lihat ibu ada di depan mu anak ku"Ucap suci yang kini mulai meneteskan air mata nya

"Ibu di sini sungguh gelap ibu, bahkan aku tak dapat melihat ibu yang berada di depan ku, ibu aku sangat takut ibu"Ucap Naina

Mendengar itu Alan pun terduduk lemah, airmata ya tak dapat terbendung dari matanya mendengar ucapan dari putri kesayangan nya,

Suci sambil mengusap air mata dan mengelus kepala Naina

"Putri ibu, kamu jangan takut ya, ibu ada disini"Ucap Suci dengan lembu nya

Namun Alan kini bangkit menuju pintu ruangan, Alan berteriak sekencangnya memanggil dokter, mendengar teriakan Alan semua dokter pun datang

"Ada apa pak Alan"Tanya dokter itu

"Pak saya memohon kepadamu, bukan kah kamu sepesiali mata, tolong Pak kembalikan penglihatan anak saya"Ucap Alan memohon serta berlutut kepada dokter itu

"Iya pak, saya ...tapi apa yang sebenar nya yang terjadi, bangun lah pak Alan jangan begitu, istri mu juga seorang dokter di rumah sakit ini , jadi tolong bangkit lah"Ucap dokter itu

"Pak periksa lah anak saya, dia berkata dia tidak bisa melihat apapun, pak kami sangat menyayangi nya pak"Melihat Alan yang begitu Suci pun meneteskan air matanya, Alan sungguh sangat menyayangi Naina

Dokter spesialis itu pun memeriksa Naina, dan hasil pemeriksaan itu membuat Alan dan Suci sangat tersiksa

"Maaf kan saya Bu suci dan Pak Alan, Anak bapak mengalami kebutaan permanen akibat step yang terjadi padanya hingga panas yang berlebihan itu menyerang ke dua bola matanya, dan cara satu satu nya untuk mengembalikan penglihatannya adalah dengan Transfalasi mata, namun sayang nya saat ini susah sekali untuk mencari yang bersedia mendonorkan mata mereka, mungkin kita butuh waktu yang lama untuk mencarinya, namun bapak dan ibu tenang saja saya kan mencari nya hingga ke luar negri sekalipun"Jelas dokter itu pada mereka

Alan dan suci sekita menangis tersedu sedu mendengar itu, Naina yang masih berumur lima tahun, bagaimana dia akan menjalani hidup nya, Suci kembali ke sisi Naina Suci memadang wajah putri kecil nya itu yang kini tertidur, Air mata suci tak henti henti nya mengalir

"Nak, Ibu sangat menyayangi mu nak,ibu berjanji mulai saat ini ibu akan selalu berada di sisi mu"Ucap suci

"Ma, mama tenang saja ayah berjanji walaw pun ke ujung dunia papa pasti akan mencari pendonor untuk Naina"Alan memeluk Suci,dan menguat kan suci

"Pa, apakah kita orang tua yang gagal pa"Tanya suci dalam pelukan Alan

"Tidak ma, ini semua takdir dari yang kuasa dan mulia sekarang kita akan merawat putri kita dengan baik, papa akan berhenti dari perusahan, papa ingin membukakan sebuah Cafe di mana kita bertiga tinggal di sana"Ucap Alan yang kini akan selalu ada untuk putri kecil nya itu

"Iya pa, mama juga akan berhenti dari pekerjaan mama, untuk apa semuanya jika mama tidak bisa menjaga putri mama, pokok nya pa Naina harus bisa melihat kembali, mama tidak tega melihat dia begitu pa"Pinta Suci pada Alan

"Iya ma, papa janji"

Mereka pun bersepakat untuk sama sama selalu di sisi Naina

Suci dan Alan pun membangun sebuah cafe yang telah dia dan Suci rencanakan, mereka berdua pun bersama menjaga Naina di kafe itu, Bibi pun yang telah lama mengikuti mereka juga ikut mereka pindah kesana, mereka memliki tiga orang pegawai kadang Suci dan Alan juga ikut membantu, Naina kecil sekarang setiap hari nya tak kekurangan kasih sayang dari orang orang sekitarnya,

Mereka semua merawat Naina dengan sangat baik, Naina juga bersekolah Namun, ya nama juga anak anak, Naina selalu dapat ejekan dari teman teman nya namun, Naina gadis yang periang dia sama sekali tidak terganggu dengan ejekan teman teman nya, hingga Naina pun menyelesaikan sekolah dasar nya, dan melanjutkan ke sekolah menengah pertama, namun sama hal nya Naina pun masih mendapatkan ejekan, tak ada yang ingin berteman dengan Naina, dalam tiga tahun masa sekolah Naina biasa biasa saja hingga naina mengijak SMA, selam SMA Naina sama sekali belum pernah suka kepada lawan jenis nya, dan entah kenapa Naina juga tidak memiliki teman, Naina hanya mempunyai satu teman ya itu paman Ben, paman Ben lah yang selalu menjadi mata untuk Naina, dan kini Naina pun sudah masuk Kuliah

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Putri Konglomerat
8.2
Aluna hancur saat memergoki suaminya, Dian, menemani Ratnasari di rumah sakit ketika ia sedang berjuang untuk program bayi tabung. Pengkhianatan memuncak saat Aluna dikurung dan dipaksa menggugurkan kandungannya akibat sabotase obat. Setelah kehilangan bayinya dan diusir dari rumah, identitas asli Aluna terungkap sebagai putri konglomerat media yang hilang. Kini, sang pewaris telah kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Jangan Salahkan Aku Pergi
9.5
Kehidupan Merrisa Amalia berubah drastis tepat di hari pernikahannya. Setelah melewati malam pertama yang sakral dan menyerahkan segalanya, sebuah rahasia kelam terungkap. Adi, pria yang baru saja resmi menjadi suaminya, ternyata telah membangun keluarga lain di luar sana. Kenyataan pahit bahwa Adi sudah memiliki istri dan anak menghancurkan hati Mer seketika. Akankah Mer bertahan dalam kebohongan ini, atau memilih pergi demi harga dirinya?
Sampul Novel Kasih Sayang Mendalam: Sayang, Kembalilah Padaku
8.7
Dua tahun Nina terikat pernikahan kontrak dengan pria misterius yang identitasnya tidak ia ketahui sama sekali. Sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia salah memasuki kamar dan menyerahkan kesuciannya pada orang asing. Terdesak beban kompensasi pelanggaran kontrak, Nina nekat mengajukan perceraian. Namun, saat ia menemui suaminya untuk menyerahkan dokumen tersebut, Nina terkejut menyadari bahwa pria itu adalah orang yang sama yang menidurinya malam itu.
Sampul Novel Ke(m)bali Mengejar Cinta Pelangi
8.3
Meski terus ditolak, sebuah insiden tak terduga justru menjalin benang merah antara Laskar dan Pelangi. Namun, Pelangi menyadari cintanya tak mungkin dipaksakan karena Laskar telah bertunangan dengan Natalia. Akankah ikatan misterius ini mampu menyatukan mereka, atau justru membuat keduanya kembali menjadi orang asing? Pelangi memahami bahwa meski mulutnya berkata rela, hatinya tetap merasa berat untuk benar-benar melepaskan sosok Laskar dari hidupnya.
Sampul Novel Kesabaran seorang istri
9.4
Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, seorang istri harus menanggung luka fisik dan batin akibat perlakuan kasar suaminya. Setiap hari ia menghadapi penghinaan yang menyakitkan, namun dirinya tetap memilih bertahan dengan kesetiaan yang luar biasa. Meski hatinya hancur berkeping-keping, ia terus berharap ketulusannya mampu mencairkan kedinginan hati sang suami. Inilah kisah emosional tentang keteguhan jiwa dan pengorbanan tiada henti di tengah badai penderitaan.
Sampul Novel Pelakor Jalur Cinta
8.5
Alena nekat mengambil peran sebagai perebut lelaki orang demi memenangkan hati Andre. Namun, saat ia terjebak dalam misi tersebut, sosok Angga muncul dan justru berusaha keras untuk mengejar cintanya. Alena kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap mengejar Andre atau membuka hati bagi Angga yang tulus mencintainya? Simak kelanjutan kisah asmara yang penuh dilema dan emosi ini dalam pencarian akhir cinta sejati Alena.