Sampul Novel Skandal Mertua

Skandal Mertua

9.1 / 10.0
Dalam novel romance Skandal Mertua, Ratna dikejutkan kembalinya Erlangga yang amnesia setelah lima tahun dinyatakan tewas. Ratna harus mengungkap misteri hilangnya putri kembarnya di tangan mertua. Baca kisah selengkapnya di web novel modern ini untuk mengikuti perjuangan cintanya.
Ringkasan Skandal Mertua
Lima tahun menjanda usai kecelakaan yang merenggut Erlangga, Ratna fokus membesarkan putrinya sendirian. Tragedi masa lalu itu membuatnya kehilangan satu anak kembar yang diambil paksa oleh ibu mertuanya karena dituding sebagai penyebab kematian suaminya. Kini, kejutan besar muncul saat sosok Erlang tiba-tiba kembali dalam hidupnya. Namun, pertemuan ini terasa pilu karena sang suami sama sekali tidak mengenalinya, menyimpan misteri besar di balik kepulangannya.
Baca Selengkapnya

Skandal Mertua Bab 1

"Mama, aku mohon jangan bawa putriku! Aku sanggup menghidupinya, Ma."

Seorang wanita berparas memikat yang baru saja melahirkan bersimpuh dan memegang kaki wanita lain yang sedang menggendong seorang bayi perempuan baru lahir.

"Jangan egois, kamu! Ini adalah balasan karena kamu telah merebut putraku," hardik wanita dengan usia yang dua kali lipat dengan usianya. Wanita itu menghentakkan kakinya agar ibu dari bayi yang digendongnya melepaskan kakinya.

Setelah lepas, dia pergi dengan cepat agar tidak bisa dikejar.

"Ma…. Aku mohon…!"

Ratna sama sekali tidak menoleh. Dia tak lain adalah mertua dari wanita yang baru saja melahirkan itu. Juga merupakan istri dari Fredi Edward, pemilik perusahaan WANGS GOOD.

Kabar kematian anaknya–Erlangga Edward membuatnya tega memisahkan ibu dan bayi yang baru dilahirkan, yang tak lain adalah cucu dan menantunya.

Sabrina, nama menantu Ratna yang merupakan istri Erlang. Wanita itu masih menangis dan duduk di lantai saat ibu mertuanya sudah tak terlihat. Dua tangannya menyangga badan agar tidak jatuh tengkurap. Sementara kakinya tertekuk pada siku dengkul.

Suster yang tadi bersembunyi langsung keluar dan membawa Sabrina kembali ke kamar setelah Ratna berbelok di pertigaan lorong rumah sakit. Secara tak sengaja, dia melihat drama antara mertua dan menantu secara live setelah kembali mengambil perlengkapan susu formula untuk bayi Sabrina.

Suster ber-name tag Susi itu langsung membantu Sabrina berdiri dan memapah lalu membawanya menuju kamar rawat. Setelah sampai di kamar dia membaringkan Sabrina di kasur brankar.

"Nyonya, sebaiknya istirahat dulu!" ujar Susi lalu beranjak untuk menenangkan bayi di dalam box. Bayi itu menangis sedari tadi, saat saudara kembarannya dibawa oleh Neneknya.

Dengan cekatan, Susi membuat susu untuk bayi yang baru lahir itu. Setelah bayi merah itu tenang dan tidur kembali, Susi berusaha untuk menghibur Sabrina.

Beberapa jam yang lalu, Susi merasa iri pada Sabrina karena mendapatkan mertua seperti Ratna. Sebelum ada kabar kematian Erlangga, Ratna begitu baik dan terlihat sangat menyayangi menantunya. Hingga membuat semua orang yang melihat, termasuk Susi merasa iri. Namun pada detik ini keadaan berubah 180 derajat.

"Nyonya, saya memang kurang tahu dengan permasalahan yang sedang Anda hadapi. Akan tetapi, Nyonya harus semangat. Lihatlah, anak Anda begitu cantik dan masih butuh sosok ibu!" ujar Susi tersenyum. Dia sudah berada di depan Sabrina dan memperlihatkan wajah bayi merah itu.

Sabrina mengusap air matanya, kemudian beralih duduk. "Kamu benar. Aku masih memilikinya di dunia ini."

"Coba, Nyonya gendong!" Susi tersenyum dan mengulurkan bayi itu pada Sabrina.

Bayi mungil nan cantik itu tersenyum di pangkuan ibunya meski terlelap. Sabrina pun ikut tersenyum.

"Senyummu seperti embun di pagi hari yang membasahi tanah gersang. Memperindah bunga dan dedaunan. Karena itu, Mama akan memberimu nama Embun Mentari."

Setelah seminggu, Sabrina dan bayinya sudah diperbolehkan pulang. Karena Sabrina adalah yatim piatu dan tak memiliki sanak saudara di kota ini, dia memutuskan untuk membeli rumah kecil di pinggiran kota menggunakan uang tabungannya semasa kerja.

Sebuah rumah minimalis satu lantai yang memiliki, dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, satu ruang tamu dan halaman yang luas menjadi pilihan Sabrina. Dia mendapatkan rumah itu dengan bantuan Susi, karena sebelumnya rumah itu milik tetangga Susi.

Dengan sisa uang membeli rumah, Sabrina memulai usaha membangun toko tanaman hias. Setelah lima tahun toko itu mulai membesar dan ada tiga karyawan.

Begitupun putri Sabrina, Embun Mentari. Bocah yang kerap disapa Tari itu tumbuh menjadi sosok gadis kecil yang imut, lucu dan juga aktif. Tak jarang gadis itu mengganggu karyawan Sabrina di sela pekerjaan.

Karena itu, di tahun ajaran kali ini, Susi menyarankan pada Sabrina untuk memasukkan Tari ke paud.

"Tante Susi…," panggil Tari saat melihat Susi pulang dan memasuki gerbang toko. Saat itu Tari baru saja selesai membuat satu karyawan Sabrina yang bernama Bela mengeluarkan taring.

Susi menyambut Tari dengan merentangkan kedua tangannya. "Euummm, wanginya ponakan Tante yang cantik ini," pujinya sembari mencium rambut Tari.

"Tante juga wangi, sudah mandi 'kah?"

"Belum. Tapi tadi menggunakan sanitizer di seluruh badan Tante, agar tidak ada kuman yang ikut tante dan menular pada Tuan Putri yang cantik ini," gemasnya lalu melepas pelukan dan mencubit hidung Tari yang minimalis.

"Sakit, Tante!" protes Tari mengerucutkan bibirnya mungilnya. Susi tertawa dan menggandeng Tari untuk masuk ke rumahnya.

Kini, mereka sudah berada di dalam rumah Susi. Gadis kecil itu langsung melompat pada sofa ruang tamu seperti biasanya. Sementara Susi melepaskan sepatunya.

"Tante, sekolah paud itu gimana sih?" tanya Tari dengan suara khas anak kecil yang menggemaskan.

"Kamu mau sekolah?" Bukannya menjawab, Susi justru balik bertanya.

Bersamaan dengan dia selesai melepas sepatu. Lalu meletakkan sepatunya di rak sepatu dan menggantung tasnya di tempat penggantungan tas di depan pintu kamar.

"Mama bilang, besok Tari mau dimasukkan ke paud. Tadi tidak sengaja, Tari dengar Mama bicara di telepon." Sudut bibir mungil Tari melengkung ke bawah setelah mengatakan itu.

"Kenapa sedih? Kan bagus kalau Tari sekolah, nanti banyak temannya." Susi yang baru saja selesai meletakkan tasnya kembali menghampiri Tari.

"Tapi… kalau Tari kebelet pipis bagaimana, Tan?" Spontan Susi menepuk jidat.

***

"Asalamuallaikum, Selamat pagi, Bu! Permisi! Saya Sabrina Maharani yang kemarin menghubungi yayasan ini via telepon," sapa Sabrina yang membuat wanita berhijab dan badannya sedikit gempal itu menoleh ke arahnya. Sebelumnya dia terlihat serius menatap laptop di depannya.

"Oh iya, Bu Sabrina . Silahkan duduk!" sambut wanita berpipi chubby dengan pandangan teduh itu.

"Wahh, anak Ibu cantik sekali!" puji wanita bernama lengkap Mulasih itu setelah dia, Sabrina dan Tari duduk di sofa.

"Terima kasih, Bu! Benarkah ini dengan Bu Mulasih selaku pemilik yayasan PAUD RUMAH MUTIARA?"

"Benar Bu Sabrina. Anak–anak biasa memanggil saya Bunda," jawabnya lalu beralih menatap Tari yang sedari tadi menatap lemari kaca berisi banyak piala. Dia mengagumi benda baru yang pertama kali dilihatnya itu.

"Hai anak cantik! Bunda boleh tahu nggak siapa namamu?" Namun Tari tidak menjawab karena fokus menghitung piala dalam hati.

Sabrina menyenggol Tari dan mengisyaratkan kalau Bunda Asih bertanya padanya.

"Ibu gendut mau kenalan dengan saya?" ceplos Tari dengan polosnya dan membuat Sabrina menutup wajahnya menggunakan tas. Ingin sekali rasanya bersembunyi ke dasar bumi.

Sedangkan Bunda Asih tersenyum dan menahan tawa melihat kejujuran anak kecil di depannya. Sama sekali dia tidak tersinggung dengan ucapan Tari.

"Iya, Sayang! Boleh 'kan?"

"Boleh. Namaku Tari, Ibu. Kata Mama nama lengkapku Embun Mentari. Kalau nama Ibu?" Tari balik bertanya.

"Nama saya Asih dan Tari bisa memanggil saya Bunda. Mau 'kan?"

Tari mengangguk.

"Bunda, saya minta maaf ya! Anak saya kalau ngomong memang suka ceplas–ceplos." Sabrina malu dan sungkan karena Tari tadi mengatainya 'gendut'.

"Selamat pagi, Bunda!" sapa seorang anak perempuan kecil dari pintu dan menghentikan Bunda Asih saat hendak menjawab.

Spontan Sabrina ikut menoleh ke arah pintu. Matanya membulat sempurna saat melihat seorang pria di belakang anak kecil itu.

"Mas Erlang?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Skandal Mertua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Bisikan Abu
7.8
Di kekaisaran pemuja api, Asha menyamar sebagai gadis bisu saat dikirim ke kuil Ezen. Ia memiliki bakat terlarang membaca memori dari abu, mengungkap sejarah perang yang terkubur. Bersama Kael, pejuang penuh rahasia, Asha menelusuri asal-usulnya di tengah konspirasi besar. Hubungan mereka tumbuh saat pemberontakan pecah. Melalui ritual dan pelarian berbahaya, kekuatan Asha menjadi penentu apakah dunia akan bangkit kembali atau musnah selamanya dalam kehampaan.
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.7
Setelah hidangan Iduladha yang disiapkannya diabaikan, sang protagonis menemukan bukti pengkhianatan Brian lewat unggahan media sosial milik cinta sejati pria itu. Melihat keintiman mereka, ia memilih menyukai postingan tersebut dan meminta putus dengan tenang. Brian meremehkan keputusan ini dan menganggapnya sebagai aksi merajuk biasa yang mudah dibujuk kembali. Namun, ia tidak menyadari bahwa pengampunan mudah di masa lalu kini telah berakhir seiring hilangnya rasa cinta.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Suamiku, Wakil Bos Mafia, mencampakkanku karena aku divonis mandul. Ia membawa ibu pengganti ke rumah dan memperlakukannya bak kekasih, mengkhianati janji suci kami. Puncaknya, ia membiarkanku terluka parah demi melindungi wanita itu. Di dunia kelam ini, seorang istri mustahil bercerai secara normal. Maka, aku merancang skenario kematianku sendiri untuk menghancurkan hidupnya, membiarkannya membusuk di atas puing-puing kejayaan yang ia bangun.
Sampul Novel RAYHAN STORY
9.6
Rayhan, remaja 14 tahun, tumbuh tanpa kasih sayang orang tua kandungnya meski mereka masih hidup. Selama ini, ia hanya bergantung pada paman, bibi, dan sepupunya yang protektif. Harapannya terkabul saat ia diajak pindah ke Jakarta untuk tinggal bersama orang tuanya. Namun, kebahagiaan itu dibayangi kejanggalan besar. Sebuah misteri kelam dan mimpi buruk mulai mengungkap alasan tragis di balik perpisahan mereka selama bertahun-tahun yang merenggut segalanya.
Sampul Novel WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU
8.1
Suti dan Jodi Bimantara terpisah akibat pengkhianatan pihak ketiga. Bertahun-tahun berlalu, Jodi kini memimpin Cartwright Corporation dengan sikap dingin yang tak lagi Suti kenali. Alih-alih merelakan, Jodi justru memaksa Suti menikah demi menuntaskan dendam lama. Di tengah konflik ini, kutukan siluman ular dalam diri Suti terancam bangkit. Sementara itu, nasib Laura terancam oleh Peter Jansen yang menyamar sebagai Clark demi membalas dendam pada klan Van Den Berg.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan