Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa

Si Bodoh yang Luar Biasa

Renggin Ang sering dihina sebagai sampah keluarga, padahal ia mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian sirna saat para master Benua Yu menyerang demi sebuah buku misterius bertajuk NOVEL. Renggin dan adiknya, Ampy, menyaksikan ibu mereka tersedot ke buku tersebut sementara sang ayah mengorbankan nyawa demi keselamatan mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel dalam buku kuno itu dari cengkeraman musuh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di sebuah dunia kultivator, terdapat tujuh dataran benua Yaitu Me, Ji, Ku, Hi, Bi, Ni dan Yu. Dataran Benua Me terbagi menjadi enam daerah yaitu Wahid, Itsnen, Tsalasa, Arba', Khomsa, dan Sitta.

Daerah Wahid terpecah menjadi enam kekuasaan yang masing-masing dipimpin oleh keluarga ternama. Mereka adalah Ci, Lin, Ling, Sang, Ju, dan Ang. Dengan wilayah kekuasaan Keluarga Ci sebagai pusat kota.

Seorang kultivator terbagi menjadi tujuh tingkatan, yaitu:

1. Pejuang

2. Pendekar

3. Prajurit

4. Kesatria

5. Jendral

6. Master

7. Legend

Adapun hewan, terbagi menjadi tiga tingkat keganasannya, yaitu:

1. Rendah

2. Menengah

3. Tinggi

Masing-masing tingkatan harus melalui sembilan tahap untuk naik ke tingkatan selanjutnya.

Setiap kultivator, memiliki tujuh titik meridian yang tertutup. Apabila seseorang bisa membuka satu titik meridian, dia akan naik ke tingkatan selanjutnya.

Ada juga yang namanya kekuatan mental. Kekuatan ini adalah kekuatan alam bawah sadar seorang kultivator. Semakin kuat kekuatan mentalnya, maka raganya tidak akan mudah dikuasai oleh jiwa pendatang yang merasuki dirinya.

...

"Kakak, AWAAAAS!"

Wuuuush!

Jaring laba-laba melesat ke arah mereka, dan mereka pun terjerat.

Hrrrrrrr!

Monster laba-laba itu mendekati Renggin Ang dan adiknya. Air liurnya menetes siap untuk melahap mereka.

"Huwaaaaaa! Ampy, bagaimana ini? Matilah kita!" teriak Renggin Ang ketakutan.

"Dasar tidak berguna! Cepat, lakukan sesuatu!" cela Ampy Ang. Sebenarnya dia tidak bermaksud mengejek kakaknya. Namun, mau tidak mau gadis kecil itu harus mengatakan kalimat kasar untuk membangkitkan semangat sang kakak.

"Apa kau bilang?! Heh, lihat saja! Dalam sekejap, aku akan mencabik-cabik laba-laba itu!" tunjuknya.

"Bagus, itu baru Kakakku."

Tanpa mereka sadari, monster itu sudah berada di hadapan mereka. Laba-laba itu membuka lebar mulutnya, siap menelan mereka hidup-hidup.

"Wadaw!" Renggin Ang terperanjat.

Dia segera membebaskan diri dari jaring laba-laba yang menjeratnya. Anak itu menurunkan Ampy Ang dari punggungnya.

"Ampy, bantu Kakak cari titik lemah laba-laba ini!" Renggin menebas jaring laba-laba dengan tebasan angin, lalu dia nekat masuk ke mulut laba-laba itu.

"Bodoh! Kenapa Kakak malah dengan senang hati menjadi santapannya?!" teriak Ampy Ang kesal. "Huh!" Dia mendengus.

Gadis kecil itu sempat terciprat kelenjar racun sang laba-laba. Dia pernah mendengar penjelasan dari ibunya, bahwa racun kelenjar monster laba-laba akan bereaksi setengah hari setelah terkena racun.

Ampy Ang menggunakan jurus mata elang untuk mencari titik lemah sang laba-laba. Seketika, matanya berkilau memancarkan cahaya kuning.

Sementara itu, Renggin Ang yang berada di dalam perut laba-laba, kebingungan kocar-kacir menghindari asam lambung yang terus meluap.

"Tidaaak! Jangan telan aku! Aaaaaa!"

Dalam keadaan terdesak Renggin Ang mengeluarkan jurus pedang angin. Ternyata, jurus ini mampu menjebol punggung sang monster.

"Wah, hebat! Aku tidak menyangka jurusku sekuat ini," ucap Renggin Ang melompat keluar.

Akan tetapi, monster itu belum mati. Justru dia semakin menggila. Laba-laba itu melirik ke arah Renggin Ang. Anak itu tersadar dan berlari tanpa arah.

Syuuut! Syuuut!

Monster itu menutup pintu gua dan mengikat Renggin Ang dengan jaringnya. Renggin Ang terbungkus jaring seperti kepompong.

"Aaaaaaargh! Laba-laba sialan, menjauhlah dariku!" Jaring itu mengikat kuat Renggin Ang sampai terasa sesak. Dia terus menggeliat seperti ulat.

Ketika monster itu semakin dekat, Renggin Ang bangun melompat-lompat kabur dari kejarannya.

"Waaaaaa!"

"Ketemu!" ucap Ampy Ang tiba-tiba. "Ampy sudah menemukan titik lemahnya."

"Cepat katakan, sebelum monster ini menyantapku!"

"Matanya! Tusuk kedua bola matanya!"

"Tebasan angin!" Renggin Ang mencabik-cabik jaring yang menyelimuti dirinya.

Kemudian, dia berbalik arah menghadapi monster itu.

"Pedang angin!" Seketika angin berkumpul membentuk dua buah pedang melayang di atas kedua tangannya

"Heaaaat!"

Whuuuuuus!

Renggin Ang melesatkan pedang angin itu ke arah mata sang laba-laba.

Monster laba-laba itu menghalaunya dengan jaring. Akan tetapi, pedang angin milik Renggin Ang dapat menembusnya dengan mudah.

Sleb!

Pedang angin itu berhasil mendarat di kedua bola mata sang laba-laba.

Hrrrrrrrrr!

Monster itu pun tumbang.

"Heh! Kamu lihat kehebatan Kakak, kan," ucap Renggin Ang bangga. Dia menggosok-gosokan telunjuknya di bawah lubang hidung.

"Kakak memang hebat, tapi bodoh!" ketus Ampy Ang.

"Aiiih! Apakah kau benar-benar adikku?" Renggin Ang meremas-remas pipi mungil Ampy Ang. Namun, gadis kecil itu hanya diam dengan tatapan dingin.

Tiba-tiba bangkai sang monster berubah menjadi sebutir mutiara berwarna hitam pekat.

"Apa itu?" tunjuk Renggin Ang.

Ampy Ang mengambil mutiara itu. "Ini ... mutiara spiritual tingkat rendah," ujarnya.

"Mutiara spiritual? Bagaimana kamu bisa tau?"

"Ibu bilang, semakin cerah warna mutiara yang dihasilkan dari berburu hewan, maka semakin tinggi kualitasnya."

Renggin Ang melompong. Tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi kesal. "Kenapa ibu tidak mengajarkannya padaku?"

"Tentu saja karena Kakak bodoh! Haha."

"Berhenti mengataiku bodoh!" Renggin Ang menarik hidung adiknya.

"Aaagh. Iya ... iya. Itu karena Kakak terlalu fokus berlatih fisik dengan ayah. Kakak juga tidak pernah membaca buku lain selain kitab bela diri. Terlalu meremehkan ilmu alam."

Renggin Ang terdiam dan mengangguk. "Lalu, apa yang harus Kakak lakukan dengan mutiara ini?"

"Mutiara itu sangat cocok untuk seorang kultivator tingkat pejuang seperti Kakak. Kakak bisa menyerapnya untuk mempercepat naik ke tahap selanjutnya," jelas Ampy Ang.

Renggin Ang duduk bersila bersiap untuk menyerapnya. Mutiara itu melayang di hadapan Renggin Ang, lalu terpacah menjadi serbuk hitam. Kemudian, anak itu menghirupnya.

Seketika, muncul hawa panas dalam tubuhnya. Dia bertahan dengan memejamkan mata.

"Aaaargh!"

Tubuhnya merasa terbakar. Ini bukan pertama kali baginya. Namun, tetap saja menyakitkan. Dahulu ada sang ayah yang membantunya menetralkan suhu tubuh. Kini, dia harus berusaha sendiri untuk mengatasi situasi sekarang.

"Ugh, aku pasti bisa," gumam Renggin Ang mulai terdesak.

Tiba-tiba ...

Byuuuur!

Renggin Ang merasakan badannya basah kuyup.

"Ampy Aaaaaang!" teriaknya membelalakan mata.

"Badan Kakak terlihat berasap-asap dan kebetulan aku menemukan sumber air di gua ini. Jadi, aku menyiramkannya tanpa pikir panjang. Xixi."

"Wah, kamu menghawatirkan Kakak, ya." Renggin Ang nyengir.

"Tidak tuh." Ampy Ang berpaling menyembunyikan wajahnya. "Jika Kakak gagal berkultivasi, maka tidak akan ada yang selamat diantara kita. Esok hari, racun ini sudah mulai bereaksi," gumamnya.

Badan Renggin Ang tampak lebih bugar dari sebelumnya. Ternyata dia berhasil menembus tingkat pejuang tahap kedua.

"Ah, tadi Ampy menemukan sebuah pedang kayu. Anehnya, pedang itu menancap di sebuah batu besar," ujar Ampy mengkerutkan dahi.

"Bagaimana mungkin sebatang kayu bisa menancap di batu?"

Gadis kecil itu membawa Renggin Ang untuk melihat pedang yang menancap di batu besar. Saat Renggin Ang hendak menyentuhnya, tiba-tiba Ampy Ang melihat cahaya biru pada pedang itu.

"Tunggu, Kakak!"

Sayangnya Ampy Ang gagal mencegah kakaknya. Gadis kecil itu merasa ada sesuatu yang aneh terjadi pada Renggin Ang.

Renggin Ang mencabut pedang itu dengan sangat mudah. Kemudian dia berbalik dengan tatapan kosong memancarkan cahaya biru.

Apa yang terjadi pada Kakak? Batin Ampy Ang sedikit cemas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Pasca kematian gurunya, Zhao Erhu menerima wasiat terakhir yang sangat mengejutkan. Ia diperintahkan turun gunung untuk menemui tujuh kakak perempuan seperguruannya. Tugasnya bukan sekadar mencari mereka, melainkan harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Instruksi aneh ini membuat semua orang tercengang, namun sang guru menegaskan bahwa ini adalah misi penyelamatan nyawa. Tanpa melakukan hubungan intim itu, nyawa kakak-kakaknya akan berada dalam bahaya besar.
Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
8.8
Dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan demi kedamaian abadi. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis terbelenggu rantai menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya segera. Sorak-sorai penuh amarah terus mendesak agar nyawanya dilenyapkan tanpa sisa. Namun, saat eksekusi tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah suasana. Sosok penyelamat muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah di depan mata.
Sampul Novel KEPINCUT PREMAN SALEH
8.9
Reyhan, preman urakan yang dikenal sebagai Reynold, jatuh hati pada Farhana, putri Pak Haji yang baru pulang dari pesantren. Namun, jalan cintanya terjal karena harus bersaing dengan Ustaz Usman yang alim dan populer. Reyhan pun bertekad mengubah diri demi sang pujaan, meski ia harus babak belur menghadapi hadangan Razaq dan Raziq, kakak kembar Farhana yang protektif. Mampukah si preman kampung ini mengalahkan sang ustaz dan meluluhkan hati keluarga Farhana?
Sampul Novel Ketika Dendam Berbicara
9.0
Tiga tahun membina rumah tangga, sang suami akhirnya berhasil menciptakan obat khusus demi menyembuhkan migrain bawaan istrinya, Nadya. Namun, niat tulus mengantarkan obat itu ke kantor justru berujung petaka. Di sana, seorang sekretaris malah menuduhnya sebagai selingkuhan yang mencoba menggoda atasannya. Pakaiannya disobek, makanan tumpah di kepalanya, dan obat berharga itu diinjak-injak hingga hancur. Fitnah keji ini dilaporkan kepada sang istri sebagai sebuah prestasi, memicu konflik tajam yang menguji hubungan mereka.
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku
8.0
Ayu, siswi beasiswa berprestasi di SMA Garuda, harus menjalani pernikahan dini dengan Arbinata alias Bin, pemimpin geng motor Garuda Steel yang bermasalah. Hidupnya berubah drastis setelah menyaksikan konfrontasi maut sang suami. Di tengah perjuangan lulus sekolah, Ayu terjebak dilema karena perhatian Iky, sahabat Bin. Mereka harus menghadapi musuh bersama serta kerumitan cinta segitiga demi meraih masa depan yang tenang di tengah kekacauan dunia geng motor.
Sampul Novel Pendekar Naga Biru
9.3
Ribuan tahun naga dianggap mitos di Kamandaria, hingga hadirnya Candaka mengubah segalanya. Sebagai titisan Pendekar Naga Biru yang diramalkan, ia bertekad mengakhiri penderitaan rakyat dari kekejaman raja lalim. Dalam petualangan penuh aksi ini, Candaka harus membuktikan eksistensi naga sekaligus memburu Kitab 9 Naga, pusaka silat terkuat di jagat raya. Mampukah ia menggulingkan tirani, mengalahkan Iblis Naga Hitam, dan merebut takhta demi kedamaian Bumi Karimun?