Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Menjadi Jandamu

Setelah Menjadi Jandamu

Pasca dikhianati mantan suaminya, Alika Soedirja melancarkan misi balas dendam melalui biro jodoh ternama. Ia bertemu Yustaf, sosok pria ideal namun menyimpan rahasia kelam yang misterius. Saat pernikahan mereka digelar, Andrew dan Rachel datang menghina dengan tuduhan bahwa Yustaf hanyalah suami bayaran demi menutupi status janda Alika. Di tengah intrik dan tudingan licik tersebut, Alika memulai sebuah permainan pembalasan yang jauh lebih berisiko dan sempurna.
Bab
Bagikan

Bab 3

Angela terkejut. Ini pertama kalinya ada wanita yang menganggap waktunya terbuang sia sia berada disini.

Susah payah kakaknya membangun image baik tentang perusahaan yang dikelola atas namanya, tapi kini kemungkinan itu akan hilang begitu saja!

Satu review buruk pasti akan menyebabkan review buruk lainnya bermunculan.

Apalagi perusahaan ini adalah sebagai ajang pembuktian bagi ibu dan ayahnya jika ia dan kakaknya adalah orang yang sanggup untuk menjadi pimpinan perusahaan tanpa campur tangan kekayaan keluarganya. 

Angela tidak terima!

Ia yang tidak rela membiarkan image perusahaan yang dibangun oleh ia dan kakaknya hancur pun lantas mencegah Alika pergi. Ia memegang tangan Alika.

"Tunggu dulu.. apakah anda benar benar tidak berniat untuk melihat biodata para kandidat? Barangkali ada yang menarik minat anda." tanya Angela.

"Saya tidak berniat membuang waktu. Jika dari sekian banyak orang tidak ada yang menarik minat saya bagaimana? Hmm? Apakah anda bisa membayar kembali sisa waktu yang telah saya habiskan disini?" tanya Alika.

Angela terdiam mematung. Merasa percuma untuk memberi pertimbangan lagi.

Alika segera berjalan keluar, langkah demi langkah. Namun baru beberapa langkah, Angela kembali berkata.

"Apa kriteria yang anda inginkan?" tanya Angela yang langsung membuat Alika menghentikan jalannya dan memutarkan tubuhnya ke belakang, menghadap Angela.

"Lima kriteria." ucap Alika

Esok paginya, di ruang kerjanya yang rapih dan terawat. Alika terlihat sibuk mengerjakan tugasnya di depan laptop, mengetik sesuatu dengan sepuluh jarinya begitu cepat, seakan dia memang sudah terbiasa mengetik dalam waktu cepat seperti itu.

Bahkan ternyata sudah dari empat jam yang lalu ia berada dalam posisi duduk dan mengetik cepat seperti ini.

Sebenarnya ada alasan dibalik tindakannya ini, alasan utamanya adalah, ia ingin menyelesaikan banyak pekerjaannya yang sekarang agar tidak menjadi pengganggu ketika ia mendapat kabar untuk segera berkunjung kembali ke biro jodoh kemarin.

Alika pun segera mengakhiri akhir ketikannya dengan tanda titik, simpan dan ia lipat laptop tersebut dengan cepat.

Ia sandarkan punggung dan kepalanya ke belakang kursi lalu mulai bersantai. Matanya terus menatap langit langit ruang kerjanya yang tanpa ada sarang laba laba secuil pun.

Alika kembali membayangkan apa yang terjadi kemarin antara dirinya dengan Angela.

Ia mengisi biodata segala hal mengenai hidupnya termasuk lima kriteria yang harus dipenuhi, motivasi, bio, dan impiannya.

Biodata itu begitu rinci hingga Alika merasa sangat malas untuk mengisinya, apalagi Albert juga tidak ikut masuk ke dalam ruangan itu, jadi ia tidak bisa meminta bantuan Albert untum mengisinya begitu saja.

Alika menambahkan kalau dirinya akan membayar 500 juta pada biro jodoh tersebut, asalkan ia bisa menemukan suami yang memenuhi semua kriterianya dan tentu bisa diandalkan.

Katanya, Angela akan menghubunginya lagi besok.

Namun sekarang, Alika yang sejak tadi menunggu telepon dari Angela tidak kunjung mendengar suara ponselnya berbunyi sekalipun.

Apakah mungkin Angela lupa? Atau mungkin ia memang tidak bisa menemukan suami yang memenuhi kriterianya?!

Alika merasa jengah, tampaknya ia memang salah telah membuang waktunya selama dua jam lebih disana tanpa ada kepastian yang jelas.

Menyebalkan sekali.

Alika terus memandang ponselnya dengan pasrah, ia merasa sangat menyesal telah berharap lebih pada biro jodoh tersebut.

Sekarang waktunya untuk menghadapi kenyataan... bahwa dirinya harus mengakui kekalahannya pada Andrew, kalau ia tidak bisa membuktikan sumpahnya dua hari yang lalu di hari pernikahan lelaki itu.

Ketika sedang sibuk memandang ponselnya, tiba tiba ada panggilan dari nomor tidak dikenal. Alika terheran, siapa sebenarnya yang meneleponnya dengan nomor tidak dikenal?

Mungkinkah orang iseng?

Tapi bagaimana jika itu adalah orang penting termasuk Angela? Ahh benar... ini pasti dari Angela!

Alika yang sangat yakin itu adalah Angela pun langsung menerima teleponnya.

"Iya, halo?" ujar Alika. Namun setelah orang diseberang telepon berbicara, Alika langsung mengernyitkan dahi dari wajahnya yang semula sangat bersemangat dan terkesan gembira.

Alika menunggu agak lama sampai orang yang diseberang telepon selesai berbicara lalu ketika orang itu berhenti, Alika langsung berkata.

"Maaf tapi saya sudah memiliki asuransi. Dan tidak akan berpindah ke asuransi lainnya dalam waktu lama. Terima kasih." ucap Alika segera mematikan teleponnya sebal.

Alika langsung menelungkupkan wajahnya ke atas meja, merasa sangat pasrah. Ia tidak yakin jika harapannya untuk segera memiliki suami akan semudah itu tercapai!

Tiba tiba ponselnya kembali berdering, Alika pun menerima teleponnya dengan keadaan wajah yang masih menelungkup diatas meja.

Ia dekatkan ponselnya ke dekat telinganya. "Apalagi mbak? Saya bilang saya tidak butuh asuransi." ujar Alika yang masih mengira telepon itu dari perusahaan yang menawarkan asuransi.

Seorang perempuan diseberang telepon lalu berkata. "Maaf bu, tapi saya bukan dari perusahaan asuransi. Saya Angela." ucap perempuan di ujung telepon yang langsung membuat Alika melotot dan bangkit duduk detik itu juga.

"Angela dari Angela's cupid?" tanya Alika coba meyakinkan.

"Iya benar bu. Saya ingin menyampaikan, jika saya sudah menemukan pria yang sesuai dengan kriteria yang ibu inginkan." ujar Angela.

Alika merasa sangat senang, raut wajahnya yang semula murung kini tampak bersemangat.

"Serius mbak? Itu beneran sesuai dengan yang saya inginkan bener? Dan dia bersedia menikah dengan saya secara kontrak kan?" tanya Alika.

"Iya bu, meskipun baru kali ini kami mengadakan sistem pernikahan kontrak, semua sesuai yang ibu inginkan dan atur. Tapi ada satu hal bu..." ucap Angela tampak ragu.

"Katakan saja." ujar Alika.

"Apakah ibu merasa tidak apa apa kalau pria ini adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan?" tanya Angela.

"Enggak apa apa. Lagipula sejak awal saya tidak pernah mempermasalahkan latar belakang ekonomi calon suami saya. Bahkan di biodata saya menulis, jika saya akan membiayai semua kebutuhan suami saya dan tak masalah jika calon suami saya membebankan seluruh hal terkait keuangannya ke saya. Bahkan jikapun ia masih kuliah, saya akan membantu membiayainya hingga ia tamat. Atau sekalipun dia pengangguran. Bahkan saya sarankan dia untuk bersenang senang didalam rumah saya. Saya hanya butuh aktingnya saja sebagai seorang suami yang baik." ujar Alika.

"Baik bu." ujar Angela, setelahnya ia kembali berkata.

"Apakah ibu bisa meluangkan waktunya kesini sekarang? Karena pria itu sedang menunggu ibu saat ini. Sekaligus juga untuk segera menyelesaikan perkara ini dan masalah kontraknya. Saya sarankan untuk ibu membawa juga surat pernikahan kontraknya kesini." pinta Angela.

"Okay, saya akan membawanya." ujar Alika hingga akhirnya ia pun menutup telepon tersebut dan merasa begitu gembira dengan hal ini.

Albert yang melihat Alika begitu semringah lantas terdiam menontonnya dan menatap wanita itu datar. Ia lantas berkata. "Sepertinya setelah ini akan turun hujan lebat, melihat anda begitu bersemangat seperti itu membuat saya khawatir dunia akan baik baik saja." ujar Albert.

"Ayolah Al, apa salahnya sedikit bersemangat? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah ketika kita menjalaninya dengan semangat?" dalih Alika

"Apakah barusan Andrew mengabarkan kalau istrinya mengalami kecelakaan?" tanya Albert yang mengira jika karena hal kecelakaan itulah yang membuat Alika tampak begitu bersemangat.

"Hey hey, ini tidak ada hubungannya dengan mereka." balas Alika.

"Lantas?" tanya Albert.

"Aku sudah menemukan suami yang sesuai dengan keinginanku Al!!" ucap Alika. Albert hanya mengohkan perkataannya dan masih berwajah datar. Ia menghela nafas setelahnya.

Alika memperhatikan Albert yang nampak menghela nafas dengan wajah yang sama sekali tidak memberikan emosi dan sedatar jalan tol.

Alika curiga apakah Albert cemburu jika dirinya memiliki pasangan? Alika pun dengan bangganya berkata.

"Kenapa kau menghela nafas hmm? Cemburu ya aku sudah punya pasangan?" tanya Alika.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GWT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GWT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanah dari Sang Ayah
7.9
Rahel terjebak dalam pernikahan dengan pria lebih tua yang belum pernah ia temui sebelumnya. Modalnya hanyalah sebuah foto kecil seukuran kartu identitas. Tepat di malam sebelum akad nikah dilangsungkan, ayahnya tersenyum penuh syukur atas kesediaan Rahel menuruti perjodohan itu. Namun, setelah memberikan pelukan dan kecupan perpisahan di kening sang putri, ayah Rahel mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan amanah besar bagi masa depan Rahel.
Sampul Novel Dendamku kepada Pacar Anakku
9.4
Niat menyelamatkan putra bungsunya yang digigit ular berbuntut petaka bagi seorang ibu saat mendatangi rumah sakit tempat anak sulungnya bekerja. Pacar sang anak sulung salah mengira dirinya sebagai selingkuhan dan nekat menghalangi pengobatan medis. Tak hanya memaki, wanita itu juga tega menyiksa fisik sang ibu hingga babak belur dan cacat. Saat dilarikan ke ruang darurat dalam kondisi kritis, dokter bedah yang bertugas ternyata adalah putra sulungnya sendiri yang histeris melihat keadaan ibunya.
Sampul Novel Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
8.9
Setelah perjuangan panjang, aku berhasil menemukan adik iparku yang sekarat. Saat bergegas ke rumah sakit, aku terlibat tabrakan dengan mobil sport merah. Pengemudinya yang angkuh menuntut ganti rugi miliaran rupiah dan mengaku sebagai istri dari pewaris keluarga Blakely yang kaya raya. Aku terpaku menyadari bahwa wanita itu adalah selingkuhan suamiku sendiri, Nixon. Kini aku terjebak dalam dilema antara menolong adik Nixon atau membalas pengkhianatannya.
Sampul Novel Diary Istri CEO
9.5
Aisyah, lulusan Manajemen Pendidikan Islam, merantau ke Jakarta demi berdakwah. Namun, ia justru dihina saat melamar kerja di perusahaan milik Rahman. Rahman adalah CEO sukses yang berubah nakal setelah batal menikah dengan Cindy akibat masalah kesuburan. Takdir membawa Aisyah mendengar rahasia Rahman hingga ia bersedia menikah demi kehormatan. Meski ragu akan kondisinya, Rahman mencoba menerima syarat Aisyah untuk berikhtiar bersama demi masa depan mereka.
Sampul Novel Misteri Reagan Harvest
9.0
Clare Stewart, mahasiswi cerdas yang terikat perjodohan sejak lahir, mulanya enggan mengenal calon suaminya. Namun, pendiriannya goyah saat ia jatuh hati pada senior kampusnya, Reagan Harvest. Reagan yang kaya raya ternyata putra dari sahabat ayahnya sendiri. Meski saling mencintai, Clare bimbang antara mandat orang tua atau perasaannya. Reagan pun memohon agar mereka tetap menjalin kasih sebelum pernikahan terpaksa terjadi. Akankah Clare memilih cinta sejatinya?
Sampul Novel My Dearest One
8.9
Danessa terbangun di tempat asing dalam kondisi hilang ingatan. Setiap kali ia mencoba menggali masa lalunya, rasa sakit hebat menyerang kepalanya. Namun, saat kepingan memori mulai kembali, ia terkejut menyadari bahwa dirinya yang dulu bukanlah sosok baik yang pantas dicintai. Kini Nessa terjebak dalam dilema identitas. Akankah ia kembali menjadi wanita penuh cela di masa lalu, atau mempertahankan kepribadian barunya yang lembut dan dicintai semua orang?