Sampul Novel Diary Istri CEO

Diary Istri CEO

9.5 / 10.0
Aisyah, lulusan Manajemen Pendidikan Islam, merantau ke Jakarta demi berdakwah. Namun, ia justru dihina saat melamar kerja di perusahaan milik Rahman. Rahman adalah CEO sukses yang berubah nakal setelah batal menikah dengan Cindy akibat masalah kesuburan. Takdir membawa Aisyah mendengar rahasia Rahman hingga ia bersedia menikah demi kehormatan. Meski ragu akan kondisinya, Rahman mencoba menerima syarat Aisyah untuk berikhtiar bersama demi masa depan mereka.

Diary Istri CEO Bab 1

Tubuh Aisyah dijatuhkan ke atas tempat tidur. Kasur yang empuk itu membuat tubuh Asiyah terpental. Sekuat tenaga Aisyah tidak ingin menangis. Sementara Rahman, pria yang penuh dendam di dalam hatinya masih menatap Aisyah dengan tatapan bengisnya. Aisyah masih merasa bingung, dalam sekejap waktu dia bisa berada di kamar besar dan rumah yang bagaikan istana.

“Tunggu saja hukuman dariku!”

Rahman lalu meninggalkan kamar. Pembantu rumah yang sangat setia dengan Tuannya itu tidak tega melihat Aisyah. Melihat penampilan Aisyah, pembantu itu menganggap kalau Aisyah adalah perempuan baik-baik, kenapa Tuannya membawa dia ke sini. Apakah dia salah membawa wanita atau dia ingin merasakan kepuasan dari wanita yang tak seperti biasanya.

“Maafkan Tuan Rahman. Nona.”

Aisyah justru merasa aneh dengan pria bernama Rahman itu. Namanya tidak mencerminkan orang yang penuh kasih sayang. Pembantu itu yang bernama Darsih dan biasa dipanggil Mbok Darsih pun penasaran kenapa perempuan berjilbab panjang bahkan memakai niqam bisa dibawa pulang oleh tuannya itu. Biasanya perempuan-perempuan berpakaian ‘you can see’ yang dibawa pulang.

Aisyah memijat pundak kanannya yang masih terasa sakit. Dia pun mengingat kembali bagaimana dia bisa diajak paksa oleh Rahman.

Penampilan Aisyah yang berbeda dengan pelamar lainnya harus berdebat dengan bagian HRD. Selain dilecehkan dari segi penampilan, Aisyah juga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. Berkas lamaran kerja Aisyah disebar sehingga ruangan interview menjadi gaduh. Karena tidak terima diperlakukan seperti itu Aisyah memaksa untuk bertemu dengan CEO langsung.

Di ruang kerja sang CEO, Aisyah merasa malu. Bukan karena dia ingin meminta haknya yang telah dilecehkan melainkan malu atas sikap CEO yang tidak punya etika sopan santun. Meski di dalam ruangannya, dia tidak pantas memasukkan perempuan berpakaian seksi dan melakukan aksi maksiat terang-terangan. Aisyah membaca papan nama di meja—Rahman Wijayanto.

Rahman menggunakan isyarat tangan, perempuan seksi itu pun pergi sambil tersenyum dan menarik niqam Aisyah dengan sengaja. Aisyah hanya diam lalu membenarkan niqamnya.

“Maaf, saya tidak membuka sumbangan.”

“Saya tidak meminta sumbangan.”

“Terus ada apa ke sini?”

“Saya minta keadilan atas sikap HRD Anda.”

“Memangnya kenapa?”

“Dia telah menghina saya, bahkan melempar berkas lamaran kerja saya.”

Rahman justru tertawa. Dia tidak mempedulikan perasaan perempuan yang berdiri di hadapannya. Memang perusahaan Rahman sedang membuka lamaran pekerja baru untuk ditempatkan di cabang kantor barunya sebagai penerima tamu.

“Siapa namamu?”

“Nur Aisyah.”

Mendengar namanya Rahman terasa sejuk dalam hatinya. Dia yang biasanya mudah marah-marah akan hal-hal sepele, tapi kali ini seperti terhipnotis oleh perempuan yang baru dikenalinya.

“Nur Aisyah…, kelihatannya untuk bagian receptionist tidak cocok untuk kamu.”

Aisyah merasa kecewa atas penolakan CEO itu. Harapannya sirna untuk mendapatkan pekerjaan di kota ini. Sia-sia saja berdebat dengan orang yang hanya menilai penampilannya saja tanpa mau melihat kualitas kemampuan kinerjanya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Aisyah pergi dari ruangan Rahman. Bola matanya yang berwarna hitam tak kuasa menahan cairan bening dan hangat terjatuh.

Rahman bergegas keluar dari ruangannya dan menuju ke tempat parkir. Rahman berpapasan dengan Cindy, mantannya.

“Kebetulan bertemu di sini. Ini undangan untukmu, aku mau menikah dengan laki-laki yang sehat, tidak sepertimu. Mandul…”

Terasa sakit sekali hati Rahman mendengar hinaan dari Cindy. Rahman meremas undangan itu dan melemparkan ke arah Cindy. Aisyah yang tanpa sengaja melihat kejadian itu langsung sembunyi di balik mobil.

Rahman memencet kunci mobil hingga Aisyah merasa kaget. Rahman melihat Aisyah dari spion lalu dia membunyikan klakson, bertambah kaget lagi Aisyah. Rahman keluar dari mobil.

“Ngapain kamu di situ. Ingin mati?” bentak Rahman keras.

Aisyah menggelengkan kepala. Rahman berjalan mendekati Aisyah. Tatapan matanya sangat mengerikan. Baru kali ini Aisyah melihat orang penuh amarah.

“Kamu mendengar obrolanku tadi?”

Aisyah menggelengkan kepala.

“Jujur…!”

Rahman membentak Aisyah, tangannya bahkan hampir saja mencengkram pipi Aisyah. Rahman mengurungkan niatnya, Aisyah hanya bisa memejamkan mata, bibirnya yang ketakutan tidak mungkin dilihat oleh Rahman.

“Ikut aku!”

Aisyah masih diam dan mematung. Rahman yang sudah duduk di kursi pengemudi dibuatnya semakin kesal. Rahman berulang kali membunyikan klakson hingga membuat Aisyah masuk ke mobil.

“Duduk depan.”

“Hah?”

“Aku bukan supirmu.”

Aisyah pun pindah duduk di depan. Rahman yang tadi berencana pergi ke café untuk menghilangkan suntuk terpaksa harus mengantarkan Aisyah ke rumahnya. Aisyah merasa khawatir akan dibawa ke mana oleh pria yang baru dikenalnya, dalam hati Aisyah terus berzikir meminta pertolongan dari Tuhan.

“Kamu sudah merusak rencanaku.”

“Apa?”

Aisyah tidak paham dengan maksud Rahman. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa semoga semua akan baik-baik saja. Hingga mobil mewah itu masuk ke halaman rumah yang tampak seperti istana.

Mbok Darsih tertawa tapi dia merasa kasihan juga dengan Aisyah. Perempuan yang tidak tahu apa-apa harus menerima hukuman Tuannya.

“Yang sabar ya, Non. Tuan Rahman sebenarnya baik orangnya, tapi sejak berpisah dengan, Non Cindy, entah kenapa dia menjadi tempramental.”

“Cindy, mantan istrinya?”

“Hampir saja menjadi istri.”

Aisyah mencoba memahami, orang yang gagal menikah memang bisa stress berat. Mungkin itu yang dialami oleh Rahman. Aisyah hanya bisa menunggu hukuman apa yang dimaksud oleh Rahman. Tapi berada di kamar besar seperti ini sangat membosankan. Seumur hidupnya juga baru pertama kali merasakan duduk di kasur yang sangat nyaman.

Aisyah menggedor-gedor pintu. Namun Mbok Darsih tidak berani untuk membukakan untuknya. Rahman pasti akan menghukum Aisyah lebih keras lagi, jika ada yang menolongnya. Aisyah mulai gelisah dan khawatir. Dia pergi ke kamar mandi. Untung saja di kamar besar itu terdapat kamar mandinya. Aisyah segera membasuh kedua tangannya dan mengambil wudhu.

Setiap dalam cobaan apa pun, Aisyah tidak akan melupakan Tuhannya. Bahkan cobaan bertemu pria aneh pun, Aisyah tidak marah kepada Tuhannya. Aisyah merasa kaget melihat sosok pria aneh itu bersender di pintu. Sejak kapan dia berdiri di situ.

Aisyah berdiri dan mencoba kabur namun tangan Rahman menariknya. Kekuatan Aisyah tidak bisa melawan.

“Biarkan aku pergi…”

“Enak saja mau pergi. Aku belum memberi hukuman untukmu.”

“Hukuman apa? Aku tidak salah apa-apa.” Aisyah kali ini berani protes.

Rahman berjalan mendekati Aisyah. Tidak bisa disembunyikan rasa takut menyelimuti hati Aisyah. Saat Rahman hendak membuka niqam, Aisyah langsung menampel tangan Rahman.

“Cukup punya nyali, kamu…” Rahman meremas pergelangan tangan Aisyah, sehingga membuatnya menjerit kesakitan.

“Auhhh… ahh…”

Mendengar erangan Aisyah, Rahman menjadi lebih nekad untuk menarik niqam Aisyah. Lalu, entah dapat kekuatan dan keberanian darimana, Aisyah menggigit tangan Rahman, namun anehnya Rahman tidak melepaskan cengkraman tangannya. Dia menikmati gigitan Aisyah. Bola mata Aisyah sampai merasa tidak percaya.

“Teruskan…” ucap Rahman membuat Aisyah melepaskan gigitannya.

Semaksimal mungkin, Aisyah sudah menggunakan gigitan taringnya namun Rahman justru menikmatinya. Saat Rahman sedikit lengah, Aisyah langsung berusaha berlari ke arah pintu.

“Mau lari ke mana kamu?”

Rahman menarik kerudung Aisyah, sekuat tenaga Aisyah berusaha menyelamatkan kehormatannya. Jeritan dan teriakan Aisyah tidak ada yang peduli. Mbok Darsih tidak berani melarang Tuannya.

“Kamu gila…”

Plakkk!

Sentuhan keras mendarat di pipi Raham. Wajahnya yang sudah penuh amarah langsung berubah menjadi tatapan srigala yang siap menguliti Aisyah. Dalam kepanikan, Aisyah perlahan berjalan mundur. Rahman masih memegangi pipinya dan tidak percaya kepada keberanian Aisyah yang telah menamparnya.

“Jangan beri dia makan, Mbok. Sampai dia meminta maaf.”

Mbok Darsih melihat ketakutan yang terpancar dari mata Aisyah. Kamar kembali dikunci. Aisyah menangis dan meratapi nasibnya. Ibukota tidak seindah bayangannya. Jika bukan karena ingin mengejar impian, mungkin saja dia masih menikmati kebebasan di penjara suci. Aisyah menangis pun tidak ada gunanya.

Bukan takut tidak diberi makan, tapi Aisyah takut akan kelakuan CEO gila itu. Membawa gadis yang tidak tahu apa-apa dan malah ingin melecehkannya. Aisyah menghapus airmatanya dan berjalan melihat sebuah foto berbingkai kecil di samping tempat tidur.

Foto keluarga yang tampak harmonis. Ada Rahman dengan wajah tampannya berdiri di sebelah seorang perempuan. Apakah itu kekasihnya, tapi Aisyah menggelengkan kepalanya. Sepertinya itu bukan wanita yang dilihatnya di parkiran. Aisyah meletakkan kembali bingkai foto itu. Dia merasa lelah menghadapi pria penuh tempramental itu. Tidak peduli ini tempat tidur siapa, Aisyah memilih untuk mengangkat kedua kakinya dan mimilih tidur.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Diary Istri CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Dara Jelita, remaja 18 tahun, terpaksa menikah dengan Raka Barawijaya karena tuntutan ayahnya. Ia bertekad membongkar rahasia kelam di balik Kafe Nirwana milik suaminya demi mendapatkan kebebasan. Namun, penyelidikan itu justru menjeratnya dalam misteri yang lebih dalam bersama sosok Raka yang buas. Kini, Dara terjebak dalam dilema besar antara menghancurkan bisnis suaminya atau menyelamatkan pria tersebut dari ancaman yang ada.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan