Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa

Amara tidak pernah menyangka pernikahan megah yang ia jalani adalah bagian dari rencana suaminya untuk melindungi Liora. Kebenaran menyakitkan itu terungkap saat Amara, yang diam-diam menguasai bahasa Italia, mendengar percakapan suaminya dengan seorang sahabat. Selama ini, obat depresi yang rutin dikonsumsinya ternyata adalah pil KB demi mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sadar bahwa seluruh perhatian dan janji perlindungan suaminya hanyalah kebohongan besar, Amara memutuskan untuk mundur dan merelakan segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Aku nggak akan biarkan kamu sakiti Liora,” ucapnya padaku.

Tak lama setelah itu, berbagai teori konspirasi merebak di dunia maya. Mereka menuduhku memanfaatkan kematian ibuku untuk mencari simpati, menaikkan popularitas dan menghasilkan uang.

Mereka menyebutku “anak durhaka online”, yang iri pada adikku sehingga tunanganku membatalkan pertunangan.

Tekanan netizen yang sangat besar membuatku sulit bernapas. Mentalku sempat runtuh, aku pun jatuh sakit dengan depresi berat.

Namun, aku tak pernah menyerah memperjuangkan keadilan untuk ibu.

Ibu telah merawat dan melindungiku selama dua puluh tiga tahun. Mana mungkin aku berani menyerah untuk menuntut keadilan baginya?

Di saat itulah, Rafael mulai mendekatiku dengan intens.

Perhatian yang penuh detail, perlindungan yang tak pernah luput dari hal sekecil apa pun. Aku menganggapnya sebagai penyelamat dalam hidupku, hingga akhirnya aku menerima lamarannya.

Setelah menikah, pengadilan memutuskan Liora tak bersalah.

Aku berusaha keras untuk melupakan masa lalu, berusaha menjadi lebih baik, bermimpi memiliki seorang anak dengan Rafael dan membangun keluarga yang bahagia dan utuh.

Namun, tanpa kusadari, penyelamat yang kuanggap sebagai harapan itu justru menjadi bukti cinta yang dalam kepada Liora sejak awal.

Rafael membuka payungnya dan entah sejak kapan sudah berdiri tepat di depanku. Saat dia memandangku, kerut di dahinya yang tegang perlahan mengendur, ada seberkas iba di matanya.

“Kenapa pergi nggak bilang-bilang? Aku khawatir…” katanya lembut.

“Cuaca juga makin dingin. Apalagi masuk akhir tahun, kerjaanku sedang sibuk. Kalau kamu sakit, gimana aku menjagamu nanti?”

Aku tak terkejut dia bisa menemukanku. Di ponselku, dia memasang aplikasi pelacak lokasi. Katanya, dia takut depresiku kambuh dan aku kenapa-kenapa. Dia ingin bisa menjagaku setiap saat.

Dulu aku percaya.

Tapi sekarang aku tahu, dia takut aku akan membuat masalah dengan Liora, jadi dia terus mengawasiku.

Aku mengedipkan mata, air mataku sudah kering. Aku terpaku menatap butiran salju yang terus berjatuhan dari langit tanpa henti

“Aku dengar… kalau membuat harapan saat salju pertama turun, bisa jadi kenyataan. Jadi aku ke sini.”

Keinginan pertamaku, semoga proses perceraian dengan Rafael berjalan lancar.

Keinginan kedua, semoga setelah bercerai, aku tak perlu bertemu dengannya lagi.

Keinginan ketiga, semoga ibu… tak membenciku.

Tak membenciku karena telah mencintai pria yang melindungi pembunuhnya, bahkan pernah ingin memiliki anak dengan pria itu.

Rafael meletakkan jaket di pundakku, menyentuh hidungku sambil tersenyum hangat.

“Kalau gitu pakai baju tebal. Coba lihat, tanganmu dingin sekali.”

“Harapan apa saja yang kamu minta barusan?” tanyanya.

Aku menatapnya kosong, membiarkan dia terus bermain dalam sandiwaranya yang penuh kasih.

“Ada yang tentang kita. Dan… tentang mama juga.”

Ekspresi Rafael sedikit berubah. Dia menatapku dalam-dalam.

“Gimanapun, Liora itu adik tirimu. Sekalipun kalian tidak akur, hubungan darah itu nggak bisa diputus. Mama meninggal, Liora pasti juga sedih. Kalian adalah keluarga satu-satunya bagi satu sama lain. Tiga tahun sudah berlalu, baiknya...”

“Aku tahu, aku nggak akan ribut lagi,” potongku cepat, aku mengerti apa maksudnya.

Aku pernah membawa kasus itu ke pengadilan. Liora dinyatakan tidak bersalah. Saat itu, aku tidak mengajukan banding. Sekarang pun, meski menarik kembali surat damai yang pernah ditandatangani diam-diam, hasilnya takkan berubah.

Dengan wajah tenang tanpa ekspresi, Rafael tampak lega. Senyum kecil menghiasi bibirnya, menandakan hatinya kini lebih lapang.

“Sayang… aku senang kamu akhirnya bisa ikhlas.”

“Tahun baru, awal yang baru. Mulai sekarang, kita akan menjalani hidup berdua dengan baik, pasti akan bahagia dan penuh cinta.”

Aku hanya diam mendengarkan, tanpa berkata apa pun.

Rafael membawaku pulang.

Farez sudah pergi. Sementara Rafael bilang dia ingin ke ruang kerja untuk menyelesaikan laporan.

Aku duduk terpaku dalam kesendirian. Perasaanku tak menentu. Semua emosi menumpuk, sampai akhirnya… aku mencetak surat cerai.

Aku menandatanganinya tanpa ragu, lalu berjalan ke ruang kerja Rafael.

Kusadari pintu ruang kerja terbuka sedikit. Saat kutengok, ruangan itu kosong.

Untuk pertama kalinya, aku masuk ke ruang kerjanya. Ruangannya rapi dan bersih.

Di atas meja ada sebuah bingkai foto—foto Liora.

Sementara di lantai, berserakan kertas coretan dengan nama Liora. Huruf demi huruf tersirat penuh cinta dan kerinduan.

Aku pikir aku sudah bisa menerima kenyataan dengan tenang.

Namun ternyata tidak.

Rasanya seperti ada tangan tak terlihat yang mencengkeram jantungku… sakitnya menusuk sampai ke tulang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Jauh di Luar Jangkauanmu
9.5
Sepuluh tahun pengabdian Delia pada mantan suaminya berakhir sia-sia hingga ia memutuskan bercerai. Tiga bulan berlalu, ia muncul kembali sebagai sosok luar biasa: CEO merek ternama, desainer kondang, dan juragan tambang sukses. Saat keluarga mantan suaminya memohon kembali, Delia yang kini dicintai Caius yang berkuasa hanya memandang mereka rendah. Baginya, mereka tak lagi selevel karena kini ia telah berada jauh di luar jangkauan mereka semua.
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Dunia wanita ini runtuh saat ibunya sekarat akibat serangan anjing milik Helena. Bukannya peduli, Bara sang tunangan justru membela hewan itu dan pergi demi urusan bisnis. Namun, saat ibunya wafat, terungkap bahwa Bara berbohong. Alih-alih ke Singapura, ia justru berpesta mewah di Maladewa bersama Helena. Di depan pusara sang ibu, ia menyadari bahwa cinta dan janji miliarder itu hanyalah kepalsuan belaka. Pengkhianatan kejam ini mengakhiri segalanya.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya
8.8
Delis sangat mencintai Kelven hingga berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang bersama wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis membulatkan tekad untuk menyodorkan surat cerai lalu pergi menjauh. Kelven yang kehilangan tidak menyangka mantan istrinya akan lenyap tanpa jejak, membuatnya frustrasi dan mencari Delis ke berbagai belahan dunia bagai orang gila.