Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Amnesia, Aku Selamanya Berada di Luar Jangkauannya

Setelah Amnesia, Aku Selamanya Berada di Luar Jangkauannya

Pasca koma akibat kecelakaan, Leonard Stone mendadak pulih dari amnesia dan mengingat wanita impiannya. Ia pun segera memutuskan hubungannya dengan Grace Miller karena merasa kebersamaan mereka bukanlah pilihan sadarnya. Tanpa upaya mencegah perpisahan itu, Grace justru memilih jalan drastis. Ia mengajukan diri sebagai subjek uji coba medis untuk mengonsumsi obat baru yang mampu menghapus seluruh ingatannya tentang Leonard secara permanen dan selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mentor Grace, Henry, adalah seorang farmakolog terkenal, dan dia pernah menjadi muridnya yang paling menjanjikan.

Beberapa bulan sebelumnya, tim penelitiannya telah mengembangkan obat baru.

Tujuannya adalah untuk membantu pasien yang lumpuh karena depresi dan rasa sakit yang tak tertahankan yang disebabkan oleh kenangan tertentu.

Setelah diambil, kenangan tersebut akan berangsur-angsur memudar—terhapus sepotong demi sepotong dalam waktu sepuluh hari.

Banyak orang mendaftar untuk uji coba, tetapi pada akhirnya, hanya segelintir yang berani benar-benar menelan pil tersebut.

"Saat kamu lulus, aku memintamu untuk bergabung dengan timku. "Tapi tidak—kau harus kabur saja bersama Leonard, bocah tak berguna itu!"

Henry menatap ekspresi Grace yang kosong, terpecah antara marah dan kasihan.

Grace tertawa getir. "Tidak apa-apa. Bukankah Profesor selalu menyediakan obat untuk penyesalan?"

Kembali di sekolah pascasarjana, dia telah mengerjakan proyek yang tak terhitung jumlahnya di bawah bimbingan Henry, hanya untuk membuang masa depannya yang cerah demi Leonard.

Saat itu, dia yakin setiap pengorbanan demi cinta ada nilainya.

Tetapi sekarang, jika dia bisa memilih lagi, dia tahu dia akan mengambil jalan lain.

Grace menundukkan kepalanya, siap meminum pil itu.

Tepat pada saat itu, bunyi lonceng pengingat yang tajam memecah keheningan.

Dia melirik ponselnya—tulisan di sana adalah, "Kencan dengan Leonard."

Baru saat itulah dia ingat—Leonard telah memberitahunya bahwa dia punya rencana kejutan.

Dan besok adalah hari kejutan itu.

Grace menatap kosong ke arah alamat restoran yang dikirimkannya.

Pil yang belum tersentuh itu tergeletak dingin dan sendirian di telapak tangannya, seolah-olah mengejek keraguannya di menit-menit terakhir.

Keesokan harinya, hampir bertentangan dengan keinginannya sendiri, Grace mendapati dirinya di restoran itu.

"Halo, apakah Anda Nona Miller?"

"Tuan Stone memesan seluruh tempat itu dua minggu lalu. Dia bilang dia ingin memberimu kenangan yang tak terlupakan."

Grace dibawa ke ruang pribadi.

Saat pintu terbuka, dia membeku di tempatnya.

Di depan matanya terbentang lautan mawar, berkobar bagai api.

Di langit-langit tergantung gugusan balon merah muda, masing-masing dengan catatan kecil terikat di bawahnya.

Lalu manajer restoran mengeluarkan sebuah kue besar, dengan kotak perhiasan halus diletakkan di sampingnya.

"Nona Grace, Tuan Stone telah merencanakan kejutan untuk Anda, tetapi kami tidak dapat menghubunginya hari ini. Untungnya Anda tiba lebih dulu. "Kami mendoakan kalian berdua bahagia seumur hidup."

Grace mengambil kotak perhiasan dari nampan dan perlahan membukanya.

Di dalamnya, sebuah cincin berlian yang berkilau menarik perhatiannya.

Pada saat itu, dia ingat—itu adalah ulang tahun pernikahan mereka yang ke dua.

Dia juga ingat betapa Leonard sangat sibuk selama berhari-hari. Menggodanya, dia bertanya apakah dia menyembunyikan sesuatu darinya.

Leonard mengusap-usap kepalanya ke kepala wanita itu sambil menyeringai jenaka.

"Itu suatu kejutan. "Anda akan tahu kapan saatnya tiba."

Grace tidak pernah membayangkan kejutan akan terungkap seperti ini.

Itu adalah usulan yang telah direncanakannya dengan sangat matang.

Dia berdiri di sana dengan linglung, seolah-olah jiwanya telah hilang, sebelum dia akhirnya berhasil melangkah maju.

Tepat pada saat itu, terdengar suara-suara berisik yang familiar dari luar.

"Apakah kamu gila? Leonard bahkan belum keluar dari rumah sakit, dan Anda sudah mendorong-dorongnya ke sana kemari."

"Jadi apa? "Kami hanya merayakannya lebih awal."

"Tepat sekali—merayakan kesembuhannya, kenangannya, dan menjadi lajang lagi!"

Tawa mereka tiba-tiba berhenti ketika mereka melihat Grace.

Leonard duduk di kursi roda, dengan Sylvia mendorongnya ke depan.

Jari-jari Grace gemetar.

Dia melangkah maju perlahan dan menekan kotak halus itu ke tangan Leonard.

"Karena kamu di sini, aku akan mengembalikannya kepada pemiliknya yang sah."

Leonard mengangguk, tatapannya sedingin saat ia menatap orang asing.

"Bagus."

"Oh, dan Grace," tambahnya lembut, "aku akan menebusnya suatu hari nanti. Jadi… lupakan saja."

Grace membeku di tempatnya berdiri.

"Untuk barang-barangmu di rumah, aku akan menyuruh pembantu membersihkan dan mengemasnya—"

"Tidak perlu. "Aku akan mengurusnya sendiri," Grace memotongnya. "Jika kita bertemu lagi, mari kita berpura-pura… kita tidak pernah saling mengenal."

Dengan kepala tertunduk, dia melewati dia.

Saat dia keluar dari restoran, Grace mengeluarkan pil dari tasnya dan menelannya mentah-mentah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD160
8.1
Pasca penculikan tragis, Nina kehilangan suaranya dan hanya Julian yang setia melindunginya. Meski Julian tampak memuja Nina hingga berjanji menikahinya, dia justru menunda hari bahagia mereka sembilan kali. Kebenaran pahit terungkap saat Nina mendengar rencana pernikahan Julian dengan wanita lain. Merasa dikhianati, Nina membakar habis perkebunan mereka dan menghilang. Kini, Julian yang hancur memohon pengampunan seperti anjing yang mengharap belas kasihan.
Sampul Novel Broken home
9.2
Dalam balutan genre romansa modern yang menyentuh, kisah ini menyoroti dinamika pahit sebuah keluarga yang mengalami keretakan. Di tengah konflik internal dan luka emosional yang mendalam akibat kondisi broken home, para karakter berjuang menemukan arti cinta dan kedamaian. Narasi ini mengeksplorasi bagaimana hubungan antarmanusia diuji saat fondasi rumah tangga mulai hancur, memaksa setiap individu untuk menghadapi kenyataan sulit dalam pencarian kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Di Balik Kenangan
9.1
Selama tiga tahun, Evelyn setia merawat Aidan yang mengaku amnesia hingga menjadi kekasih rahasianya. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa ingatan Aidan sebenarnya utuh. Evelyn hancur saat mengetahui Aidan dan kekasihnya adalah dalang kematian ayahnya. Dengan tekad bulat, Evelyn mengumpulkan bukti dan menjebloskan mereka ke penjara tepat di hari pernikahan. Meski Aidan akhirnya menyadari cintanya, bagi Evelyn, penyesalan itu sudah tidak berguna lagi.
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami
8.1
Ningsih Widyastuti menutup rapat pintu hatinya bagi pria mana pun setelah resmi bercerai dari Haris Prayoga. Ia kini bekerja sebagai pelayan di warung makan milik Faiz Wibisono. Meski keduanya sama-sama enggan menjalin asmara, benih cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Namun, hubungan itu terhambat oleh obsesi Haris. Sang mantan suami yang penuh penyesalan kini terus mengejar Ningsih, memicu berbagai kekacauan demi merebut kembali cintanya.
Sampul Novel Fitnah Menjadi Janda
8.4
Kebahagiaan Laras hancur seketika saat sang suami berpulang hanya beberapa hari setelah pernikahan mereka. Kini, di usianya yang masih sangat muda, ia harus menyandang status janda. Tak berhenti di situ, cobaan berat mulai menerjang saat berbagai fitnah keji datang silih berganti menghantui hidupnya. Mampukah Laras tetap tegar dan bertahan menghadapi segala tuduhan miring serta prasangka buruk masyarakat yang kini terus menyudutkan dirinya?
Sampul Novel JIKA CINTA INI SALAH
8.8
Demi cinta, aku rela melepaskan segala kemewahan hidup. Namun, pengabdian tulusku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit. Kini aku terjebak dalam dilema besar: bertahan dalam pernikahan yang hancur demi kelangsungan hidup anak-anak remaja kami, atau berani melangkah pergi. Di tengah ketergantungan ini, muncul sebuah rasa baru. Pantaskah seorang ibu dengan dua anak seperti diriku membuka hati bagi cinta lain yang hadir menawarkan harapan?