Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sesakit Inikah, sayang ?

Sesakit Inikah, sayang ?

Dia begitu mahir dalam bersandiwara, menutupi segala kepedihan dan rahasia hidupnya dengan sangat sempurna di hadapan dunia. Tak ada satu pun orang yang menyadari luka yang ia simpan hingga seorang pria asing datang mendekat. Dengan nada suara yang penuh kelembutan, pria itu membisikkan sebuah pertanyaan yang meruntuhkan pertahanannya, menanyakan seberapa dalam rasa sakit yang selama ini ia tanggung sendirian di balik senyum palsunya itu.
Bab
Bagikan

Bab 3

tangan Adit meremas pantatnya, lidahnya menelusuri seluruh tubuh Dea

"Adit...enak, dit !"

Tubuh Dea makin menggelinjang dan Adit makin bernafsu menikmati seluruh tubuh Dea.

"Adibaa...aku cinta kamu..."

ujar laki pemabuk itu, hatinya bahagia karena benar-benar mengira Adiba yang saat ini bercinta dengannya, ia benar-benar tidak sadar kalau bukan adiba partner sex-nya, tapi Dea.

"Benar-benar laki binatang, dia bercinta denganku tapi mulutnya memanggil- manggil nama Adiba terus !"

maki dea tetapi tak lama setelahnya ia pun tersenyum licik sembari melihat ke ponselnya yang merekam adegan sex mereka.

"Ayo lebih hot, Adit !"

Bisik Dea yang membuat Adit bertambah menghunjam dalam-dalam miliknya membuat Dea tidak bisa menahan mendesah dalam kenikmatan bersama Adit.

"Oohhh aditttt.."

lenguhnya dengan menggoyang-goyangkan pinggulnya bersamaan dengan Adit yang menggoyangkan pantatnya maju-mundur. Bertambah cepat goyangan mereka.

👠

POV adiba

Alarm hp berbunyi pas jam 4 subuh waktunya sholat subuh. Russia benar-benar sangat dingin di subuh hari ini membuat malas bangun tapi Adiba tetap harus mandi dan wudhu. Tidak ada pilihan lain kecuali lompat dari tempat tidur dan ke kamar mandi.

"Alhamdulillah, air hangat yang mengucur dari shower menghilangkan rasa ngantukku juga."

Setelah mandi dan wudhu, gadis Pakistan sholat subuh di kamar tidurnya.

"Ehmmm... Masih jam setengah lima. Lebih baik tidur lagi !"

Gumamnya sembari melirik jam dinding lalu melipat sajadah. Nanti jam 8 pagi, masuk kantor. Artinya masih ada waktu untuk tidur lagi. Maksud hati.. ingin melompat ke atas tempat tidur dan tenggelam dalam hangatnya selimut tebal

tapi...

*Kriinngggg....*

"Private number. Pasti Aisyah ini !"

Ujar Adiba sembari tersenyum saat melihat nomer telpon tidak kelihatan di layar ponselnya, ia mengira Aisyah adiknya yang di Pakistan menelpon dirinya karena Aisyah sering usil mengganggu menelpon dengan merahasiakan nomer telponnya ternyata dugaannya salah, ketika mendengar ...

#Hallo, Adiba. Kamu adiba kan ?#

#ya, saya sendiri.#

#Adiba, bisakah kamu tidak pacaran dengan pacarku ? Dasar perempuan murahan, gayamu sok polos sok alim tapi kelakuanmu murahan. Dasar pelakor. Anjing kamu Adiba. Perempuan murahan tidak punya harga diri daripada kamu pacaran dengan pacarku lebih baik kamu jadi pelacur.#

#Assalam mualaykum. Siapa ini, bisakah bicara yang jelas dengan baik dan sopan ?#

#ANJING KAMU, SOK ALIM ADIBA BANGSAT. APA KAMU SUDAH TIDUR DENGAN PACARKU, ADIBA LONTE ? BICARAMU SOK KALEM TAPI BANGSAT KELAKUANMU PELAKOR, LONTE KAMU ADIBA. PACARKU BAYAR KAMU BERAPA, ADIBA LONTE PELACUR !!#

#Bismillah hirohman nirohim, saya tidak serendah itu. Tolong jangan bicara sekasar itu ! Maaf kalau saya boleh tahu siapa nama pacarnya ? Siapa namamu ?#

#ADIT .. ADIT PACARKU, ADIBA LONTE .. !! TANYA ADIT SIAPA NAMAKU .. !! BANGSAT JAUHI ADIT PACARKU, ADIBA PELACUR !! ANJING BANGSAT LONTE.#

*KLIKK..*

Hubungan telepon seluler dimatikan. Sia-sia saja.. meskipun tadi mulutnya menjawab dengan nada rendah dan kata-kata sopan tetap saja.. makin histeris emosi dan makin keras suara perempuan yang tidak dikenalnya.

"Masya Alloh, rasanya mau meledak juga kepalaku ini, jika mengingat kasarnya bicara perempuan tadi yang meneleponku !"

Desisnya sembari memejamkan kedua matanya.

("Astaghfirullah al adziimmm ... Yaa Alloh, ingin rasanya kuhancurkan semua barang di kamar ini tapi percuma .. kemarahan tidak akan pernah bisa selesaikan masalah !")

Gumamnya di dalam hati, sembari membuka jendela kamar dan bersandar di tepi jendela. Tidak lagi dipedulikan udara dingin menerobos masuk ke kamar. Masih terngiang-ngiang dengan jelas makian perempuan Indonesia itu yang menelponnya.

("Yaa Alloh, sesak dada ini.. ingin rasanya menangis tapi air mataku sulit menetes !")

Desisnya lirih di dalam hati.

(" Astaghfirullah al adzim yaa Alloh..kapan adit bisa berubah menjadi lebih baik ?")

Memang semua perempuan selingkuhannya Adit suka menelpon dan memaki dirinya di telepon,

ingin rasanya dia menelpon Adit dan menanyakan semua ini tapi percuma.. pasti adit tetap dengan kebiasaannya berkelit dan memutar balikkan semua pembicaraan meski tampak Jelas kebohongannya.

"Yaa Alloh... Malas rasanya masuk kerja hari ini tapi ada janji dengan klien, tidak mungkin mendadak kubatalkan secara sepihak pertemuan dengan klien tanpa alasan jelas."

Adiba menoleh melihat jam dinding, tak terasa sudah jam setengah tujuh pagi, waktu cepat berlalu namun aktifitas harus tetap berjalan meski otaknya sedikit terkontaminasi dengan makian perempuan tak jelas di telpon tadi.

"Yaa Alloh..alangkah baiknya kalau aku lebih memfokuskan diri ke pekerjaan !"

Desahnya lirih dengan nada sedih. Cepat-cepat Adiba ganti baju, memakai jaket dan menyambar tas ransel di atas meja. Ia melangkah keluar rumah.

"GOOD MORNING, KHIMKI !"

Teriaknya sekeras mungkin setelah mengunci pintu rumahnya. Beberapa orang yang berlalu lalang menoleh pada gadis Pakistan itu,

"RUSSIA IS THE BEST !"

Teriak seorang ibu muda yang mendorong kereta bayi, sambil melambaikan tangan dan melambaikan tangannya. Ia tertawa lepas, melambaikan tangan membalas lambaian tangan sekelompok anak muda.

👠

Dengan hanya berjalan selama 15 menit menuju rumah Rowena sahabatnya yang juga merangkap atasannya. Tak terasa, adiba sudah berada di depan rumah tanpa pagar dengan rumput hijau rapi yang tertata di halaman depan. Adiba dan Rowena memang bertetangga dan tak jarang, mereka berdua sering pergi bersama ke kantor.

"Assalam mualaykum, Rowena. It's me.. Adiba !"

"WA ALAYKUM SALAM, ADIBA MASUKLAH ! PINTU TIDAK DI KUNCI !"

Teriak Rowena dari dalam rumahnya. Adiba membuka pintu depan yang disambut aroma lezat masakan.

"Adiba, ayo sarapan bersama ! sudah kusiapkan es kopi krimer kesukaanmu di atas meja makan."

Adiba mengangguk dan duduk di hadapan Morgan laki Rusia yang tersenyum ramah.

"Rowena istriku, tidak cuma cantik tapi jago masak sambil teriak-teriak dari dapur. Mari kita sarapan bersama, Adiba ".

Adiba tersenyum mendengar seloroh Morgan, tak lama kemudian Rowena menarik kursi, duduk di sebelah morgan suaminya.

"I love you, Morgan."

Rowena mencium pipi suaminya. Adiba hanya diam kemudian minum es kopi krimer kesukaannya.

"Rowena sayang, tak biasanya Adiba sahabatmu diam menunduk. sepertinya dia sedang ada masalah. Ok, aku harus berangkat kerja dulu."yang

Morgan berdiri dari kursinya dan mencium kening Rowena ..

"I love you2, Rowena my wife. Jangan antar aku ke depan, temanilah Adiba sahabatmu ".

"I love you too, Morgan."

Morgan berjalan keluar membuka pintu ruang tamu....

"Rowena sayang, nanti waktunya kita makan malam, ajaklah Adiba sahabatmu. Ok, assalam mualaykum ".

Adiba dan Rowena bersamaan membalas salam....

"Waalaykum salam, Morgan."

Rowena menyodorkan sepiring garlic bread ...

"Makanlah, Adiba. Ini garlic bread khimki kesukaanmu.":

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HKT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HKT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya
8.6
Setelah tewas ditikam dua belas kali oleh kakak kandungnya yang serakah, sang protagonis mendapati dirinya terbangun di masa lalu. Sang kakak, yang ternyata juga terlahir kembali, kini menolak menikahi Yanto, putra seorang atasan, dan justru memaksa sang adik menggantikan posisinya demi uang mahar kuliah. Mengetahui nasib buruk yang menanti kakaknya akibat keserakahan di kehidupan sebelumnya, sang adik memutuskan menerima pernikahan tersebut dan berhenti sekolah demi membiarkan takdir membalas segalanya.
Sampul Novel Eleanor
8.0
Elena, seorang desainer busana, mendapatkan peluang besar dalam karier serta asmaranya secara bersamaan. Ia setuju menempati apartemen milik bosnya, Alva, karena mengira sang pemilik tidak akan ada di sana. Namun, tanpa Elena sadari, Alva terus mengawasi gerak-geriknya dari jauh. Ketentraman Elena terusik saat Alva tiba-tiba memutuskan pulang dan tinggal bersamanya. Kini, Elena harus menghadapi kehadiran sang bos dalam ruang pribadinya yang sangat intim.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun menikah, Berman selalu menghindari tatapan Clarissa saat berhubungan intim. Clarissa merasa hanya menjadi bayang-bayang adiknya di mata sang suami. Meski telah mencintai Berman selama sebelas tahun dengan penuh rasa rendah diri, Clarissa akhirnya menyerah dan mencoba pergi. Namun, saat ia berusaha menghapus Berman dari hidupnya, rasa sakit yang muncul justru mengancam jiwanya. Ternyata, mencintai Berman telah menjadi kebiasaan fatal yang tak bisa ia hentikan.
Sampul Novel Pesona Janda Anak Satu
8.9
Dunia Laila runtuh saat ia diceraikan dan diusir suaminya tepat setelah melahirkan anak laki-laki. Meski menjadi pewaris, sang putra justru ditolak keluarga suaminya. Tiga tahun berlalu, Laila bangkit menjadi wanita mandiri yang menutup hati bagi pria mana pun. Namun, prinsipnya goyah saat Malik, sang mantan kekasih, hadir kembali untuk meluluhkan hatinya. Akankah Laila memilih membangun masa depan serius bersama Malik atau bertahan dengan status jandanya?
Sampul Novel Putri Kandung yang Diperlakukan Asing
8.4
Willa mengambil keputusan besar untuk mengembangkan pasar di Negara Heksa selama sepuluh tahun setelah Aditya membatalkan resepsi pernikahan mereka untuk yang ke-88 kalinya. Aditya memilih pergi menyelamatkan adik angkat Willa, Yasmin, yang mengidap depresi dan mengancam bunuh diri. Alih-alih didukung, orang tua kandung Willa justru menyalahkannya dan menuntutnya mengalah demi Yasmin yang dahulu pernah menyelamatkannya. Merasa tidak lagi dipedulikan dan dicintai oleh tunangan serta keluarganya, Willa memilih pergi dan meninggalkan semua kepedihan tersebut.
Sampul Novel Suatu malam Gairah
8.7
Rayakan kelulusan ujian, Gabriella yang polos tak sengaja menyerahkan segalanya pada pria asing di sebuah hotel. Saat terbangun, pria itu lenyap tanpa jejak hingga Gabriella menyadari dirinya hamil. Setelah berjuang membesarkan putranya sendirian dan kembali kuliah, ia terkejut melihat sosok Javier Hills, miliarder ternama yang kini bertunangan, muncul di TV. Rahasia besar ini terancam terbongkar saat nenek Javier melihat kemiripan sang bocah dengan cucunya.