Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seranjang Dengan Aktor Tampan

Seranjang Dengan Aktor Tampan

Hana Ayudia Inara merantau dari desa ke Jakarta demi nasib baik. Tak disangka, ia justru bekerja di kediaman idolanya, Dave Darian. Namun, Hana kecewa mendapati sifat asli Dave yang angkuh, jauh dari citra manisnya di layar kaca. Kebencian pun tumbuh, hingga sebuah insiden memaksa mereka terikat dalam pernikahan. Dave enggan menikahi gadis desa, sementara Hana tak sudi bersuami pria sombong. Dapatkah benci berubah jadi cinta di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Iya, Meli. Ya sudahlah mungkin emang rezeki aku di sini sudah habis. Aku harus berjuang untuk mencari pekerjaan yang lain," ucap Hana dengan nada lirih.

"Kamu jangan hapus nomor aku ya, nanti kalau ada info lowongan pekerjaan aku kabarin," ucap Meli.

"Terima kasih, Mel. Semoga kamu awet kerja di sini, aku pamit ya!" ucap Hana.

"Semoga kamu cepat dapat pekerjaan juga ya!" ucap Meli memeluk Hana sebelum Hana pergi.

Meli salah satu teman terbaik Hana saat bekerja. Ia tahu jika Hana bekerja bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk dikirimkan ke kampung halamannya, sehingga ketika mendengar hanya dipecat Meli ikut merasa sedih.

Hana berjalan gontai keluar dari mall tersebut, ia mengingat sisa uang yang ia punya. Uang dari Bu Rosa sebagai ganti kalung yang sudah ia jual.

"Tinggal dua juta lagi, semoga aku cepat dapat kerja sehingga uang ini tidak habis dipakai keperluan sehari-hari," gumam Hana.

Satu minggu yang lalu memang Hana sudah gajian, tapi ia juga harus membayar kost, kasbon saat makan, membeli keperluan bulanan, dan sebagian di kirim ke kampung. Gaji Hana memang pas-pasan, tapi Hana selalu bersyukur dengan apa yang ia dapatkan secara halal.

Keesokan harinya

"Han, mau kemana?" tanya Haris.

Orang tua Haris adalah pemilik kost tempat Hana tinggal, rumahnya dekat dengan tempat kost tersebut sehingga setiap hari selalu bertemu dengan Hana dan mereka menjadi dekat setelah 2 tahun Hana menyewa kost di sana.

"Mau nyari kerja, nyoba lamar di pabrik-pabrik kayanya," ucap Hana.

"Pakai motorku nih. Kalau naik kendaraan umum nanti uangmu habis untuk ongkos," ucap Haris.

"Beneran boleh pinjam?" tanya Hana.

"Bener, cepat ni sebelum aku berubah pikiran," ucap Haris.

Hana tersenyum dan menerima kunci motor tersebut, ia akhirnya pergi menggunakan motor matic milik Haris. Sementara Haris hanya tersenyum melihat kepergian Hana.

"Haris, motor mamah mana? Mama mau kepasar," ucap Arum.

Haris tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, karena ia meminjamkan motor kesayangan mamahnya pada Hana tanpa izin.

"Aku pinjemin sama Hana. Kasihan dia, Mah. Abis di pecat dari tempat kerja dan sekarang mau cari kerjaan," ucap Haris.

"Ih ... Kamu nih, mau kasih pinjem gak bilang-bilang. Kenapa motor mamah bukan motor kamu aja!" ucap Arum.

"Motor aku kopling dia gak bisa, Mah," ucap Haris.

"Lagian kamu aneh, baiknya sama Hana aja. Sama penghuni kost lain jangankan baik, nyapa aja enggak. Kamu suka ya sama Hana?" tanya Arum.

"Mamah bilang tadi mau kepasar, Kan? Yuk aku antar pakai motorku, aku tunggu sampai mamah selesai belanja!" ucap Haris.

Arum menggelengkan kepalanya, ia curiga anak bungsunya itu menyukai Hana. Gadis itu memang baik, selama tinggal di tempat kost tidak pernah berbuat macam-macam, selalu membayar tepat waktu. Bahkan beberapa kali Arum melihat Hana membantu orang-orang yang terlihat tidak mampu.

Arum dan Haris pergi kepasar tanpa mempermasalahkan lagi motor matic yang di pakai Hana.

Sementara Hana kini sudah mendatangi beberapa gedung perkantoran, mall, dan pabrik-pabrik. Namun, tak ada satupun lamarannya yang di terima karena belum ada yang membutuhkan karyawan lagi.

"Ya ampun, susah banget cari kerja. Bensin Haris udah tinggal sedikit lagi, ini mending isi perut sama isi bensin dulu deh," ucap Hana.

Saat melewati sebuah restoran Hana membelokan sepeda motornya, bukan untuk makan di sana melainkan untuk melamar pekerjaan. Namun, lagi-lagi ia di tolak hingga ia berjalan gontai keluar dari restoran tersebut.

"Hana, kamu ngapain di sini?"

"Eh, Bu Rosa. Ibu sudah sembuh? Saya sedang melamar pekerjaan, Bu," jawab Hana.

"Ya, saya sudah di perbolehkan pulang. Kamu sedang mencari pekerjaan, bukankah kamu kemarin bekerja di mall sebagai SPG?" tanya Rosa.

"Iya kemarin tapi hari ini sudah tidak lagi, saya dipecat karena terlalu lama meninggalkan pekerjaan," ucap Hana.

"Ya Tuhan, pasti karena kamu menolong saya kemarin ya?" tanya Rosa dengan rasa bersalah.

Melihat mimik wajah wanita paruh baya di hadapannya membuat Hana merasa tidak enak. Memang iya kemarin gara-gara menolong beliau, tapi keadaan diperparah karena adanya macet di jalan.

"Bukan gara-gara ibu kok, Mungkin emang rezeki saya di sana sudah selesai dan saya harus mencari pekerjaan lain," ucap Hana.

"Ngomong-ngomong kamu sudah makan siang belum?" tanya Rosa.

Hana menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Rosa, wanita paruh baya itu pun mengajak Hana untuk makan di restoran tersebut. Meskipun awalnya menolak, tapi Rossa terus membujuk Hana hingga akhirnya Hana mau makan bersama wanita paruh baya tersebut.

"Kamu lulusan apa, siapa tahu bisa saya bantu untuk mencarikan pekerjaan. Saya ada teman yang memiliki perusahaan Siapa tahu kamu bisa bekerja di perusahaannya," ucap Rossa.

"Saya lulusan SMK, Bu. Kalau melamar di perusahaan paling saya jadi office girl, tapi nggak apa-apa Kalau ada saya mau," ucap Hana.

"SMK ya, agak sulit sih. Kamu bisa masak engga?" tanya Rosa.

"Bisa, Bu. Waktu sekolah saya ambil jurusan tata boga, dan di rumah juga sering membantu ibu masak karena Saya anak pertama," ucap Hana.

"Kalau gitu kamu kerja di rumah saya aja, kebetulan saya lagi mencari koki," ucap Rosa.

"Saya bukan koki, Bu. Tapi kalau untuk masak saya bisa cuma ya nggak sepandai koki, walaupun wajah saya memang mirip chef Renata," ucap Hana.

Rosa terkekeh mendengar ucapan Hana, meskipun sedang terlihat sedih tapi Gadis itu masih mengeluarkan kata-kata candaan yang membuat sifat cerianya tidak hilang. Setelah selesai makan di restoran tersebut Hana mengikuti mobil Rossa menuju kediaman Rossa.

Setelah beberapa Puluh menit berkendara akhirnya mobil yang ditumpangi Rossa masuk ke dalam rumah mewah yang membuat Hana melebarkan bola matanya.

"Waw ... Ini rumah apa istana?" gumam Hana.

Setelah memarkirkan motornya di belakang mobil Rosa, Hana pun turun dan mengikuti langkah Rosa.

"Kita langsung ke dapur aja ya, Saya mau tes kamu masak dulu, Kalau bagus dan sesuai selera saya kamu langsung kerja besok di rumah saya," ucap Rosa.

"Iya, Bu. Semoga masakan saya cocok di lidah ibu," ucap Hana.

Mereka berjalan menuju dapur melalui pintu belakang dekat garasi, setelah itu Hana langsung diminta untuk memasak beberapa. Dua menu masakan rumah, dua pasta, dan dia jenis desert.

Setelah satu jam setengah Hana berhasil menyelesaikan masakannya dan langsung di hidangkan di meja makan. Rosa menghirup aroma lezat dari makanan tersebut dan langsung mencicipi nya.

"Enak. Semua makanan ini enak dan rasanya tidak ada yang gagal," ucap Rosa.

"Jadi?" tanya Hana

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIUJUNG JALAN
7.9
Di sebuah desa terpencil yang berbatasan langsung dengan hutan lebat, takdir mempertemukan dua jiwa dari latar belakang keluarga yang kontras. Sarah dikenal sebagai gadis periang yang selalu memancarkan energi positif dalam kesehariannya. Di sisi lain, ada David, seorang pemuda berparas menawan yang memiliki sifat lembut serta penuh kasih sayang. Kisah romansa modern ini menyoroti dinamika hubungan mereka di tengah kesederhanaan lingkungan tempat tinggalnya.
Sampul Novel Don't Leave Me
9.5
Amel, mahasiswi lugu, terkejut saat dilamar Barry, kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Barry ternyata sudah lama mengincar Amel secara diam-diam. Namun, impian pernikahan bahagia Amel hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan suaminya. Barry menjalin hubungan gelap dengan sekretarisnya yang juga merupakan sahabat lama keluarganya. Kini Amel terjebak dalam dilema besar: tetap bertahan atau menyudahi rumah tangganya yang penuh luka tersebut.
Sampul Novel Menikahi Taipan Misterius
9.3
Bertahun-tahun Amelia mengejar cinta Jako, namun pria itu justru memintanya berlutut demi wanita lain. Muak dengan penghinaan tersebut, Amelia melepaskan cincin tunangannya dan memilih berpaling. Tak disangka, ia segera menikah dengan seorang miliarder misterius hingga fotonya viral. Jako yang terbakar cemburu menuduhnya hanya ingin balas dendam. Namun, sang taipan justru membela Amelia dengan tegas dan menyebut peran sebagai pelindungnya adalah sebuah kehormatan.
Sampul Novel Perjanjian Rahim
9.6
Terhimpit kebutuhan, Calista menyewakan rahimnya kepada Darian demi imbalan besar. Rencana gila ini dipicu oleh Mireya, sahabatnya sekaligus kekasih Darian, yang enggan memiliki anak. Calista awalnya yakin hubungan mereka murni bisnis demi uang. Namun, kehamilan tersebut justru menumbuhkan perasaan terlarang di antara Calista dan Darian. Situasi kian rumit saat sisi gelap Mireya terungkap, mengubah kontrak rahim ini menjadi konflik emosional yang penuh risiko.
Sampul Novel PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!
8.3
Pertemuan tak terduga antara Melodi Celena Wijaya yang berusia 21 tahun dengan Cleon Helios Lewis, pewaris tunggal berdarah dingin, mengubah segalanya. Cleon yang obsesif mengklaim Melodi sebagai kekasihnya, namun gadis itu menolak keras dan menganggapnya pria gila yang hanya menginginkan fisiknya saja. Di tengah ketakutan dan amarah, perbedaan mereka layaknya siang dan malam yang mencoba bersatu dalam simfoni kehidupan yang rumit namun selaras.
Sampul Novel POLAROID LOVE Istri Kesayangan Guru BK
8.0
Anahita Shaqueena menjadi siswi pemberontak karena ayahnya menolak impian seninya. Setelah pindah sekolah, ia terkejut mendapati Devan Mahesa, guru BK yang sangat sabar, ternyata calon suaminya. Meski awalnya menolak perjodohan paksa ini, perhatian tulus Devan perlahan meluluhkan ego Queen. Kini ia harus merahasiakan status pernikahannya di sekolah sambil berjuang menghadapi konflik batin antara terus melawan atau menerima cinta sang guru yang telah mengubah hidupnya.