Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sepupu Tapi Nafsu

Sepupu Tapi Nafsu

Dalam sebuah jalinan takdir yang penuh kejutan, kisah ini menelusuri berbagai pilihan hidup yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di tengah dinamika romansa modern, setiap keputusan membawa konsekuensi mendalam bagi mereka yang terlibat. Pembaca akan dibawa menyelami lika-liku hubungan yang menantang batas dan norma, di mana setiap langkah yang diambil mengungkap sisi lain dari keinginan manusia yang tersembunyi di balik sebuah hubungan kekeluargaan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku senyum-senyum sendiri dalam hati, karena mata Teh Dewi terus menatap selangkanganku yang menggelembung. Tanganku pun reflek mengelus-elusnya manja.

''Kalau gak percaya, gimana kalau kita taruhan aja? Berani gak?'' tantangku kepalang tanggung, karena yakin jika dildo karet itu lebih kecil dari kontolku kalau sedang berdiri tegang.

''Boleh, siapa takut. Apa taruhannya?'' jawabnya malah balik nantang, sepertinya dia sangat yakin jika dildo miliknya lebih besar dari kontolku. Aku menduga dia sengaja membeli yang lebih panjang dan besar dari milik suaminya.

''Kalau kontol punya aku emang lebih gede dari tuh dildo, Teteh kudu bayar semua sampai lunas tidak boleh kurang walau serupiah pun. Tapi kalau aku kalah, Teteh gak usah bayar sampai lunas, jatuh tempo cicilannya aku tambah lagi jadi dua bulan, gimana?'' tantangku mulai menebar perangkap dengan janji manis.

''Ok, siapa takut. Tapi ingat, jangan bohong kamu!'' jawabnya.

“Yang sering bohong itu Teteh, bilang gak ada duit, padahal banyak. Teteh lebih rajin cari alesan daripada rajin bayar hutang!” sergahku mulai mencoba mengintimidasinya secara verbal.

“Sok tahu kamu!” jawabnya dengan wajah yang langsung bersemu merah karena ketahuan sifat aslinya yang rada pembohong dan susah bayar hutang.

Teh Dewi menghampiriku. ''Udah, ayo cepet buka celanamu!'' perintahnya tegas menirukan gaya Bang Ramzi yang memang terkenal seorang tentara sangar bin barbar kalau lagi ada di kompleksnya.

''Sabar doong, Teteh, nafsu amat sih, gak sabar ya pengen lihat kontolku, hehehe...'' godaku agar dia tidak terlalu marah-marah.

''Nafsu sama kamu? Ih, amit-amit deh, gak ada apa lelaki yang lebih ganteng dari kamu. Lagian aku sudah punya suami, Bang Ramzi yang gagah dan macho? Gak kaya kamu krempeng kaya tripleks gitu!'' bentaknya tak beradab.

‘Wah, ngehina ni cewek. Awas aja lu, tunggu aja, entar lu malah ketagih sama kontol gua, hahaha...’ batinku kesal namun merasa geli.

Aku lantas membuka jaket kulitku, lalu membuka celana jeans ketatku, plus celana dalamnya. Dan tak ayal lagi, keluarlah kontolku yang memang sudah kembali tertidur gara-gara agak kesal dihina tadi.

''Cuih! Mana? katanya besarnya ngelebihin dildo aku? Gak tahunya kecil, mana loyo lagi. Pantes aja kamu masih jomblo, mana ada cewek yang mau sama cowok punya kontol kecil peot begitu!'' ejek Teh Dewi makin tidak berperikekelaminan.

“Belum aja Teh, tenang!”

“Pret lah, kata orang, cowok krempeng itu kontolnya suka gede. Inimah boro-bor sama krempengnya, hihihih!”

‘Wah, gua kalah nih, tapi tenang,’ batinku kesal namun punya harapan karena aku terkenal si banyak akal.

''Gimana mau gede, lah gak ada yang bisa bikin merangsang,'' ujarku sambil meliriknya.

Teh Dewi diem sambil memperhatikan kontol aku yang setengah berdiri dan memang ukurannya akan semakin besar dan panjang kalau sudah berdiri tegak dengan sempurna.

''Ya, terus mau kamu gimana, Jack?'' tanyanya lagi dengan nada yang mulai merendah.

Aku yakin dia mulai terbawa perasaan dan suasana dengan penampakan kontolku walau belum menunjukan keperkasaannya secara maksimal, namun lebih berisi dibanding saat pertama dikeluarkan tadi.

''Boleh lihat toketnya atau memeknya teteh gak? Biar cepat gede kontolku,'' pancingku dengan bahasa yang lebih vulgar agar dia makin terbawa suasana.

Teh Dewi masih diem saja sambil napasnya mulai berat.

''Ya udah, toket aja. Tapi lihat aja ya, jangan pegang-pegang,'' katanya mengalah sambil melepas kaos yang menutupi toketnya yang sekel itu. Aku mendengar perubahan suaranya, sepertinya dia pun mulai sedikit naik lagi birahinya.

Gile, ternyata dia gak pake beha, dan sontak saja kontol aku pun mulai berdiri keras dan ternyata ukurannya hampir sama perisi dengan dildo yang biasa dipake masturbasi oleh dia itu.

''Nah loh, kok sama Jack ukurannya, nilainya gimana nih?'' tanya Teh Dewi bingung sambil melihat aku yang sedang mengukur kontolku dengan dildo.

Aku diem aja sambil ngeliatin toketnya sambil menelus-elus kontolku. ''Gini aja, kita uji yang rasanya paling enak, mana?'' tantangku lagi kepalang tanggung.

Teh Dewi langsung kaget mendengar itu.

''Jangan kurang ajar kamu, Jaka! Aku teriak maling nih. Biar kamu digebukin warga. Gak sadar apa aku ini istrinya tentara!'' ancamnya dengan sangat geram.

''Silakan teriak. Biar aja warga pada datang, biar pada lihat Teh Dewi yang udah ditinggal suami satu tahun, berduaan sama aku sepupunya dalam keadaan gak pake baju sama gak pake celana, biar pada nilai sendiri waganya,” tantangku makin berani.

“Kurang ajar kamu menjebak aku, Jaka!” teriaknya agak geram namun ditahan.

“Atau aku sebarin video teteh yang lagi masturbasi sama dildo ini?” tantangku lagi. Teh Dewi makin terperanjat dan wajahnya pun mendadak pucat pasi.

“Gimana, masih berani teriak?'' ancamku tak kalah akal.

Teh Dewi benar-benar diam seribu bahasa.

“Apakah aku yang harus berteriak?” ancamku lagi dan Teh Dewi sepertinya sangat takut kalau aku yang nekat berteriak apalagi menyebarkan video mesumnya.

''Udah deh, Teh. Aku tahu kok kamu kesepian selama ditinggal Bang Ramzi. Teteh jadi sering masturbasi sama tuh dildo. Tadi aku lihat dan merekamnya, hehehe,'' jawabku santai dan merasa berada di atas angin.

Teh Dewi tetap diam bagaikan melihat seekor harimau yang hendak menerkamnya, atau lebih tepatnya serigala telanjang. Aku yakin batinnya sedang perang sabil, bukan hanya takut dengan ancamanku, tapi sangat terangsang melihat kontolku yang besar dan panjangnya sama dengan dildo yang biasa dia pake masturbadi. Ya aku rasa malah lebih baik karena kontolku benda hidup dan berlendir alami sehingga rasanya pun akan lain.

Seperti kata orang, diam tanda setuju. Dengan pelan aku dekati dia, dengan pelan pula Teh Dewi mundur ke belakang hingga terjatuh di sofa dengan posisi terjengkang memperlihatkan pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku pegangi paha mulusnya, dia diam. Cuma di sela-sela matanya mengalir setetes air mata penyesalan. Entah menyesal untuk apa.

''Aduh, Teteh, jangan nangis gitu dong. Entar pasti teteh yang pengen nambah lagi. Daripada pake dildo, kalau gak higienis kan bisa jadi penyakit kelamin, hehehe...'' Aku terkekeh sambil tetap mengelus-elus pahanya yang mulus.

Teh Dewi masih terdiam namun matanya tak pernah lepas dari memandangi kontolku yang kurasakan makin kencang. Tangan kananku makin naik ke atas, berusaha untuk masuk ke celah hotpantsnya, tetapi dihalangi oleh tangannya.

Aku mengalihkan sasaranku. Lalu aku melirik daerah dadanya tak terjaga. Segera aku caplok payudaranya yang bulat menggoda dengan bibirku yang seksi agak tebal dan berkumis. Kujilati puting susunya sambil tangan kiriku meremas dengan lembut dadanya yang kiri. Teh Dewi terperanjat kaget dengan serangan mendadakku.

Diserang dua arah seperti itu membuat Teh Dewi kelabakan sehingga pertahanannya yang di bawah berhasil aku hancurkan dengan telak. Aku bisa menyusupkan tangan kananku ke dalam hotpantsnya dan menyentuh vaginanya. Teh Dewi langsung kaget hampir berteriak, untung saja aku langsung meredamnya dengan bibirku yang jago ciuman, dia pun membalasnya dengan penuh gairah.

''Uumpph... Uuuuhhh... Jack...'' lenguh Teh Dewi disela-sela ciuman kami.

Setelah beberapa saat, aku bisa menemukan clitorisnya. Langsung aku gosok dengan sekuat tenaga. Dan aku mendapatkan respon yang tak kuduga-duga, Teh Dewi memelukku dengan erat dan melingkarkan kakinya di pinggangku sambil menahan erangannya dengan bibirku. Wow, baru kali ini aku melihat wanita orgasme dalam waktu yang sangat dekat. Sepertinya tadi saat masturbasi, dia memang sudah hampir orgasme hanya keburu terganggu.

Saat Teh Dewi sudah berhasil menenangkan kembali dirinya, aku sudah melepas hotpants dan celana dalamnya. Kontolku yang sudah ngaceng berat, aku dekatkan ke mulutnya yang dihiasi kumis tipis seperti Iis Dahlia. Awalnya dia menolak, tapi setelah aku paksa, akhirnya dia mau juga. Dengan nafsu kuda aku perkosa mulut sepupuku sampai dia tersedak.

''Jack, udah dong, jangan diterusin ya!'' pintanya memelas.

‘Enak aja mau distop. Udah konak tingkat tinggi kayak gini mau gak jadi!’ keslaku dalam hati.

Dengan muka seperti terminator yang dingin, aku membuka pahanya yang menyembunyikan sejuta kenikmatan. Setelah berusaha cukup lama, akhirnya aku bisa membukanya juga. Sejenak aku terkesima saat melihat memek Teh Dewi yang ditumbuhi bulu yang lebat. Seumur-umur, baru kali ini aku melihat secara langsung memek yang begitu indah.

Memek pelacur yang pernah aku pake, nyaris tidak pernah aku perhatikan. Bahkan kadang membuka celana dalamnya pun tidak, hanya disingkirkan saja. Aku juga kadang hanya mengelurkan kontol dari sleting saja. Ya, niatnya memang hanya melampiaskan nafsu saja kalau dengan para pelacur-pelacur murahan begitu. Gak ada istrilah pemanasan dan sejenisnya.

Karena penasaran seperti apa rasanya, aku pun ingin menjilatnya. Hhm, rasanya basah rada asin. Ini pengalaman pertamaku jilmek. Sejujurnya dulu aku kadang bingung, kenapa kalau di film bokep, yang cowok doyan banget ngejilatin memek?

^*^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Duda itu Suamiku
8.1
Hidup Bianca berubah total sejak bertemu Bealize, balita yang terus memanggilnya 'Mami'. Demi Bea, Bianca terpaksa tinggal di rumah gadis kecil itu bersama ayahnya, seorang duda tampan. Merasa cemas akan pandangan orang dan getaran di hatinya, Bianca memilih kabur diam-diam untuk menghindari skandal. Ia mengabaikan nasib Bea demi kebebasannya sendiri. Namun, akankah sang duda membiarkannya pergi begitu saja atau justru mencarinya kembali?
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan
8.2
Kejadian tak terduga menimpaku saat kakek melakukan tindakan nekat di dalam kamar. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terjebak dalam situasi yang membingungkan sekaligus menggelisahkan. Sentuhan dan bisikannya membuatku kehilangan kendali hingga tubuhku terasa lemas tak berdaya. Saat kakek melancarkan aksinya lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu kamar menyala. Sebuah rahasia besar terancam terbongkar dalam keheningan malam itu.
Sampul Novel Istri Pelunas Hutang Mafia
8.0
Demi melunasi utang pamannya, Aurora terjebak dalam pernikahan paksa dengan mafia kejam, Lucian Moretti. Tak disangka, Lucian ternyata sudah lama mencintainya secara rahasia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, rahasia masa lalu muncul mengguncang hubungan mereka. Di tengah ancaman musuh yang mengintai, Aurora justru menyembunyikan penyakit mematikan yang mengancam nyawanya. Kini Lucian harus berjuang melawan maut demi menyelamatkan wanita yang ia cintai.
Sampul Novel Kurebut Istri Mandul Milikmu
8.2
Tekanan orang tua karena belum hadirnya buah hati membuat Morgan kehilangan kesabaran terhadap istrinya, Fla. Ia berencana menceraikan Fla demi menikahi Ara, adik iparnya sendiri. Fla menolak keras ide tersebut karena enggan berbagi suami dengan adiknya. Meski begitu, Morgan tetap nekat menjalin hubungan gelap dengan Ara di belakang istrinya. Akankah ikatan pernikahan mereka mampu bertahan di tengah pengkhianatan dan konflik keluarga yang pelik ini?
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
8.3
Pernikahan Jennifer dan suaminya dahulu hanyalah transaksi bisnis tanpa rasa cinta hingga berakhir pada perceraian. Namun, Jennifer memilih kabur saat mengandung sebelum surat resmi selesai. Lima tahun berlalu, sang miliarder menggunakan tekanan bisnis agar Jennifer pulang membawa putra mereka. Saat publik merasa iba karena mengira pria itu akan menikahi wanita lain, mereka tak sadar bahwa Jennifer sendirilah yang akan kembali menjadi pengantinnya.
Sampul Novel My Asshole boyfriend= Destined love
9.2
Reece Andromeda, pewaris konglomerat otomotif, terjerat taruhan konyol untuk memacari Airysh Merylia, gadis yang baru saja dikhianati. Meski awalnya demi pembuktian diri, hubungan mereka guncang saat konflik Reece dan sahabatnya mencuat. Seiring waktu, rahasia kelam pun terkuak. Reece ternyata berjuang melawan trauma masa lalu di balik popularitasnya, sementara Airysh terjebak dalam misteri keluarganya yang belum terpecahkan. Akankah cinta muncul di tengah luka?