Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sepupu Tapi Nafsu

Sepupu Tapi Nafsu

Dalam sebuah jalinan takdir yang penuh kejutan, kisah ini menelusuri berbagai pilihan hidup yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di tengah dinamika romansa modern, setiap keputusan membawa konsekuensi mendalam bagi mereka yang terlibat. Pembaca akan dibawa menyelami lika-liku hubungan yang menantang batas dan norma, di mana setiap langkah yang diambil mengungkap sisi lain dari keinginan manusia yang tersembunyi di balik sebuah hubungan kekeluargaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Karena masih penasaran, aku terus menjilati memek Teh Dewi sampai tiba-tiba dia mengejang dan mengunci kepalaku dengan paha dan selangkangannya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, dari memeknya keluar air, mukaku jadi seperti disiram suatu cairan asing. Setelah kurasakan, kok gurih? Seperti ketagihan, aku pun menyedotnya sampai habis.

''Aaakkhhh... Uuuunnhh... Jack... Ka-kamu... ternayta hebat!!!'' Akhirnya Teh Dewi mengakui kejantananku, sang pejantan kampungan yang tadi dia hina dina. “Baru kali in aku kalah sampai dua kosong tanpa penetrasi,” pujinya lagi terkagum-kagum.

“Kalau make kontol pasti langsung lima kosong, hehehehe,” candaku makin arogan.

Setelah memberi waktu untuk Teh Dewi beristirahat, aku pun menyuruhnya untuk menghadap ke kaca besar yang ada di ruang tamu. Kaca yang bagian luarnya gelap sehingga orang luar tidak bisa melihat ke dalam, tapi orang di dalam bisa melihat ke luar dengan jelas.

''Jack, jangan di sini. Di kamarku saja ya?'' pinta Teh Dewi.

Aku diam dan melotot padanya sehingga dia diam tak bisa protes lagi. Aku ingin mempermalukan dia gara-gara menghina mukaku yang manis dan ganteng seperti Bojone Jijah, alias Pratama Arhan ini, tapi dinilai biasa-biasa malah di bawah standard.

''Aaaaah... Eeeeeessshh... Jack... panjaaaang dan gedeeee bangeet kontolmu, sempiiit memek aku….'' desah Teh Dewi tiba-tiba saat aku melesakan kontolku dengan pelan karena aku ingin merasakan apa itu nikmatnya bersetubuh dengan penuh perasaan, beda dengan saat bersama pelacur murahan yang serba terburu-buru. Lebih cepat lebih baik pikirku kala itu, lagian kadang ada perasaan takut kena penyakit kelamin kalau berlama-lama dengan pelacur. Itu murni karena nafsu semata, yang penting crot dibanding onani terus.

''Jaaa... jaaanngaan... Ceeeppat ceeepppatt amaaat... Jack!!'' pinta Teh Dewi saat aku menggenjotnya sekuat tenaga sehingga dadanya yang montok menempel ketat ke kaca.

Karena takut ada orang yang mendengar kami, maka aku pun menurunkan tempo genjotanku. Tapi sepertinya aku terlambat karena saat menolehkan mukaku ke kaca, aku terdiam seperti patung karena di balik kaca itu ada seraut wajah yang menatapku dengan tajam. Aku terpaku bagaikan tikus yang akan dimangsa ular.

Di luar kaca ada Bu Selvi, guru honorer SMP swasta, tetangga Teh Dewi, bersuami namun seperti janda karena suaminya jarang pulang. Usinya sudah 40 tahun. Dia benar-benar melihatku walau mungkin tidak terlalu jelas.

Bu Selvi orangnya cantik, maklum masih ada keturunan Arab. Dadanya termasuk besar, 32C. Aku sebenarnya sudah merhatiin dia sejak pertama kali keliling di kompleks ini. Bahkan sering sengaja menawarkan kreditan uang, namun dia belum tertarik, mungkin honorernya sebagai guru masih lebih dari cukup.

Dengan penasaran dia melihat ke dalam rumah sambil celingukan.

''Teteh... Teh Dewi, mau beli shampo nih.'' Bu Silvi memanggil Teh Dewi, padahal orang yang dipanggil sedang di bawah kuasaku untuk mereguk kenikmatan duniawi.

Aku dan Teh Dewi diam tak bergerak, takut ketahuan. Kulihat toket Bu Selvi bergerak ke kiri ke kanan mengikuti gerakan tubuh sang pemilik. Melihat hal itu, tak terasa kontolku malah ikut tambah tegang dan tanpa sadar aku gerakkan secara perlahan.

''Uuuummh... Eeeeeessshh... Eeeehhh...'' Teh Dewi menggigit bibir bawahnya untuk meredam suara karena ulah nakalku.

Setelah hampir tiga menit melihat-lihat rumah Teh Dewi yang kosong, Bu Selvi pun beranjak pergi. Kulihat dari jauh bokongnya yang semok menggodaku untuk menjamahnya. Aku ingin membuktikan perkataan orang-orang kalau Bu Selvi sering selingkuh dengan satpam kompleks, betul apa tidak. Tapi untuk sekarang, aku ingin kosentrasi untuk menundukkan Teh Dewi dulu.

Lalu aku pegang pinggulnya yang ramping dan mulai kembali memaju mundurkan tongkat wasiatku dengan tempo sedang.

''Aaaahhh... Ja-jaacck... Eeeehhh... Uuummnh...'' Hanya suara itu yang keluar dari mulut Teh Dewi.

Setelah beberapa saat, aku mulai bosan juga dengan posisi ini. Maka dengan posisi kontol aku masih menancap di memeknya, aku pun menuntun Teh Dewi ke kamarnya.

''Jack, lepasin doong kontolnuya. Ke kamarnya jalan biasa aja ya, eeeehh... Aaaaa...!!!'' erangnya saat aku menghujamkan kontolku dengan keras lebih dalam lagi, sebagai kode kalau dia jangan banyak protes.

''Udah, teteh, nikmatin aja, jangan banyak cingcong,''tegurku dengan tegas.

Setelah sampai di kamarnya, aku membaringkan tubuh montoknya di kasur tempat dia dan suaminya biasa bercinta. Melihat dadanya yang membusung naik turun seiring hembusan napasnya yang memburu, aku pun segera menghisap dan memilinnya dengan buas sehingga membuat Teh Dewi blingsatan tak karuan.

''Gimana, Teteh, enak kan entor sama sepupumu?'' tanyaku menggoda sambil memberi waktu istirahat pada Teh Dewi.

''H-hebat, Jack. Aku sampe deg-degan saat ada Bu Selvi tadi. Tapi ingat ya, Jack, jangan sampe orang tahu soal ini, entar bisa jadi masalah kalau sampai Bang Ramzi dan keluarga kita tahu. Apa kata dunia, bisa-bisa viral di medsos!'' Teh Dewi mengiba.

''Oke deh, Teteh tenang aja. Gimana, sudah siap belum dipuasin sama kontol sepupumu ini?'' tanyaku saat aku melihat Teh Dewi mengurut-urut kontolku dengan lembut.

''Ayo sini puasin aku, Jack,'' tantangnya.

“Gede mana sama kontol Bang Ramzi?”

“Hampir sama, tapi punya kamu memang lebih keras, Jack. Jadinya lebih nikmat gimana gitu,” jawabnya sambil tersipu-sipu.

Dengan bernafsu, aku langsung menindihnya. Kucium bibirnya dengan rakus dan kukait-kaitkan lidahku dengan lidahnya, seperti mengajak berdansa dalam birahi.

''Uuuumh... Eeeeehhhhmm...'' erangnya tertahan saat aku secara tiba-tiba memasukkan kembali kontolku dengan cepat ke dalam memeknya. Kugenjot tubuh sintalnya sambil memilin putingnya yang berwarna merah kecoklatan.

''Aku mau keluar lagi, Jaaaaaaakaaaa...!'' erang Teh Dewi sambil melingkarkan kakinya yang mulus ke pinggangku.

''Sebentar, Teh, aku juga mau keluar...'' sambil kupercepat kocokanku ke memeknya.

Selang beberapa menit kemudian, ''Aaaaaah….'' Kami mengerang bersamaan dan croot crooot croot crooot… Kami berdua mencapai puncak birahi secara bersama-sama pula.

Setelah beristirahat, kulihat Teh Dewi berjalan ke arah lemari dan kembali sambil membawa uang.

''Loh kok bayar cicilan sih, Teh? Kan taruhannya batal?'' tanyaku heran.

''Gak pa-pa, sekalian sebagai ungkapan rasa terima kasih aku, karena kamu udah bener-bener bisa muasin,'' ujarnya sambil memberikan uang kepadaku. Wah, enak juga, sudah dapat uang, dapat memek gratis pula.

“Kamu mau ngopi gak, sambil nunggu aku masak mie rebus?”

“Boleh, tapi kita begini aja Teh, gak usah pake b aju, kayaknya seru, hehehe.”

“Hah serius?”

“Iya aku pernah baca cerita selingkuhan keponakan sama istri pamannya, kalau sedang di rumah, gak ada suaminya, suka pada telanjang gitu kalau beraktivitas berdua.”

“Wow, seru juga. Dimana tuh ada ceritanya,”

“Di Bakisah ada. Judulnya “TAKDIR CINTA GIGOLO KAMPUNG.”

“Hah! Aku sudah baca itu, beneran seru, agak-agak bikin baper, gak cuma sek aja isinya. Seru bikin baper, nama tokohnya Rafael Sutisna sama Vina kan?”

“Yes! Gimana teteh setuju kalau kita telanjang bulat selama dalam rumah ini?”

“Siaaaap, Jack, hahahaha., seru juga ah mau nyoba kaya Rafael sama Wenda.”

Teh Dewi pun segera meluncur ke dpaur dalam keadaan telanjang bulat lalu aku susul. Kami melakukan segala aktifitas berdua di dalam rumah dalam keadaan benar-benar telanjang bulat. Sensasinya memang benar-benar luar biasa dan sangat gila.

Tak bisa aku ceritakan secara detail, karena sebagus apapun diksi dan rangkaian kata-katanya tidak akan mampu bisa melukiskan secara detail sensasinya, kecuali dirasakan langsung. Kalau tidak percaya, coba sekali-kali lakukan dengan selingkuhan, jangan dengan pasangan resmi, sensasinya akan biasa-biasa saja.

“Teh, aku pernah denger gosip kalau Bu Silvi itu suka selingkuh dengan suami sepupunya, bener gak sih?” tanyaku hati-hati.

“Oh iya, kata orang sih begitu. Kaya berbagi gitu. Istrinya Pak Hidayat, sudah lama sakit-sakitan. Bu Silvi juga sering ngurusin sepupunya itu. Tapi isunya begitu, Bu Selvi juga jadinya sering ngurusin ranjangnya Pak Hidayat. Suami Bu Selvi kan jarang ada di rumah, kabarnya sih nikah lagi sama orang Bogor.”

Teh Dewi akhirnya banyak menceritakan kejelekan Bu Selvi yang selingkuh dengan Pak Hidayat, suami sepupunya. Tanpa disadari kalau dirinya pun jauh lebih buruk karena sekarang dia justru berselingkuh dengan aku sepupunya sendiri.

“Jack, kamu mau kan jadi pemuas aku terus?” tanya Teh Dewi saat dia nungging lagi di meja makan, minta didoggy.

“Siaaap Teteh, tapi tidak bisa tiap hari juga, kan aku kadang tugasnya ke tempat lain.”

“Iya aku ngerti, kalau bisa sih datangnya malam, kalau warung udah tutup terus Adit juga sudah tidur.”

“Siiiap, pokoknya kalau aku ada waktu, pasti datang, atau koling dulu.”

“Ya, daripada aku selingkuh dengan orang lain, riskonya kan lebih besar. Kalau sama kamu kan gak ada yang curiga. Kita sepupu, semua orang sudah tahu, sudah biasa pergi bareng-bareng. Bahkan kalau nginep di sini juga gak akan ada yang curiga. Bang Ramzi juga sudah sering nitipin aku sama Adit ke kamu.”

“Hehehe, Bang Ramzi lupa, kalau yang dititipinnya punya memek gersang yang butuh dikontolin, hahahaha.”

“Aaaaaaaah, teruuuuus Jack, yang dalaaaaaam…” lenguh Teh Dewi saat kontolku sudah kembali melesak masuk lobang memeknya lewat jalur belakang.

Aku tersenyum bahagia, langkah pertama ini benar-benar membuatku percaya diri. Sepertinya petualangaku akan semakin edan dan heboh setelah ini. Ikuti terus ya, biar makin panas.

*^*

Agar khasanahnya semakin lengkap, jangan lupa baca juga cerita hot super baper, full darama panas dan pesan moral terselubung.

‘TAKDIR CINTA GIGOLO KAMPUNG’ Dijamir baper.

Silakan cari aja di pencarian atau daftar cerita karya Fajar Merona di lapak ini.

^*^

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GRV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GRV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Menjadi wanita lajang di atas usia tiga puluh tahun membuat Hasmi Azzahra kenyang akan cibiran tetangga. Sebagai perawat di desa, ia sering dicap tidak laku, namun Hasmi memilih tetap santai menghadapi tekanan sosial tersebut. Baginya, pernikahan adalah komitmen panjang yang butuh pertimbangan matang, bukan sekadar asal pilih demi status. Meski rindu akan belahan jiwa, Hasmi tetap teguh menanti jodoh yang tepat sambil bertahan di tengah nyinyiran orang sekitarnya.
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Audia terpaksa membatalkan niat resign setelah ayahnya, Pak Sapto, tertipu rekan bisnis. Demi melunasi utang, sang ayah menjual rumah beserta isinya kepada Ibu Sosro seharga 1,5 miliar. Sialnya, Audia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang masih patah hati dan membenci Audia karena mirip mantan tunangannya, tak punya pilihan. Ibu Sosro langsung memanfaatkan momen ini untuk menyeret mereka berdua ke pelaminan.
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Dunia wanita ini runtuh saat ibunya sekarat akibat serangan anjing milik Helena. Bukannya peduli, Bara sang tunangan justru membela hewan itu dan pergi demi urusan bisnis. Namun, saat ibunya wafat, terungkap bahwa Bara berbohong. Alih-alih ke Singapura, ia justru berpesta mewah di Maladewa bersama Helena. Di depan pusara sang ibu, ia menyadari bahwa cinta dan janji miliarder itu hanyalah kepalsuan belaka. Pengkhianatan kejam ini mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Cintaku Direbut, Takdir Membalasnya
8.6
Setelah tewas ditikam dua belas kali oleh kakak kandungnya yang serakah, sang protagonis mendapati dirinya terbangun di masa lalu. Sang kakak, yang ternyata juga terlahir kembali, kini menolak menikahi Yanto, putra seorang atasan, dan justru memaksa sang adik menggantikan posisinya demi uang mahar kuliah. Mengetahui nasib buruk yang menanti kakaknya akibat keserakahan di kehidupan sebelumnya, sang adik memutuskan menerima pernikahan tersebut dan berhenti sekolah demi membiarkan takdir membalas segalanya.
Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Sephi, gadis gigih yang diusir bibinya akibat fitnah kejam, berusaha bangkit demi mengubah nasib. Takdir mempertemukannya dengan Aldo, CEO dingin sekaligus pemimpin kriminal berpengaruh di Eropa, saat wawancara kerja. Aldo yang tak tersentuh dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan getaran cinta pertama melihat ketulusan Sephi. Akankah pesona Sephi meluluhkan hati sang mafia yang kaku? Simak kisah penuh ketegangan dan perubahan hidup yang tak terduga.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Citta Buwana menghadapi masa magang yang berat sebagai sekretaris William Rustenburg. Bagi William, Citta hanyalah bawahan tidak kompeten yang selalu menjadi pelampiasan emosinya. Ketegangan memuncak saat William mengetahui rencana perjodohan mereka yang diatur sang ayah, Johan. Meski William terus memberontak dan mempermalukan Citta, Johan tetap teguh pada pilihannya. Mampukah pengabdian dan pengorbanan mengubah kebencian menjadi cinta dalam ikatan paksa ini?